Me And You For Us

Me And You For Us
Darel - Aerum



((\*\* Tiga Tahun Kemudian \*\*))


Setelah Melo bubar tiga tahun yang lalu, Darel mendirikan Agency sendiri baginya.


Relkha Entertaiment, sekarang masuk dalam jaringan bisnis Darel dan Mikha. Kekayaan Darel makin bertambah, walaupun Melo telah bubar.


Darel tetap menciptakan lagu untuk beberapa penyanyi, boyband yang baru debut atau yang sudah lama berkarier. Kadang dia juga merilis single sendiri. Belum lagi pendapatannya dari dunia bisnis miliknya.


Dia tetap berkantor di studionya, walaupun mereka telah memiliki gedung yang baru untuk Relkha Entertaiment. Karena yang mengelolah Relkha Entertaiment tetap Mikha. Darel hanya berada di belakang layar.


Hari ini Darel sedang berada di kantornya untuk mengevaluasi semua laporan Relkha Group yang baru diterimanya. Tiba-tiba Hyun mengetuk pintu ruang kerjanya. "Masuk. Ada apa Hyun?" Tanya Darel setelah Asistennya telah berada dalam ruangannya.


"Tuan muda, saya mendapat info dari Manager, bahwa Nona Aerum ada di bawa." Hyun menjelaskan hati-hati, karena melihat Darel sedang sibuk.


"Aerum...? Siapa dia, dan kenapa ada di bawa?" Tanya Darel, heran.


"Dia salah satu artis pendatang baru  yang sedang ngetop saat ini, tuan. Dia ingin bertemu dengan tuan." Hyun menjelaskan, sambil tersenyum dan mengangkat jempol ketika menyebut lagi ngetop.


"Ingin bertemu dengan saya? Apakah dia sudah membuat janji denganmu?" Tanya Darel tidak mengerti.


"Tidak, tuan. Dia belum membuat janji. Kalau sudah, saya pasti akan sampaikan kepada tuan." Jawab Hyun meyakinkan, karena melihat wajah Darel yang heran dan tidak mengerti.


"Lalu kenapa tiba-tiba dia datang untuk menemuiku?" Tanya Darel makin tidak mengerti.


"Menurut Manager, dia ingin jadi penyanyi juga, jadi mungkin ingin berlatih dengan tuan." Ucap Hyun ragu-ragu, melihat wajah Darel yang mulai berubah.


"Astagaaa, bilang dia salah alamat datang ke sini. Saya bukan pelatih vokal." Ucap Darel tidak senang. Tiba-tiba bunyi ketukan di pintu dan Darel menyuruhnya masuk. Karena Darel ada janji dengan Mikha untuk bertemu di kantornya.


"Eeehh, ada apa dengan wajahmu. Ooh iyaa sebentar, kenapa Aerum ada di bawa?" Tanya Mikha yang baru masuk dan merasakan aura yang tidak kondusif.


"Kau mengenalnya?" Tanya Darel heran, melihat Mikha bicara santai tentangnya.


"Astaga, makanya ikut perkembangan di sosial media. Aku tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi tahu dia artis. Yaaa... karena aku sering ke Relkha Entertaiment jadi sedikit banyak, tahulah. Kau mau lihat orangnya?" Tanya Mikha, lalu mau mengambil ponselnya.


"Tidak perlu." Jawab Darel singkat. Mendengar suara Darel, Mikha kembali memasukan ponselnya.


"Hyun, hubungi Manager. Katakan kepada Nona itu, dia salah alamat. Cari pelatihnya di tempat lain, dan silahkan kalian mau rekomendasikan pelatih siapa untuknya."


"Kalau mau pelatih dari Relkha Entertaiment, bilang hubungi Asisten Pak Mikha." Ucap Darel, dengan wajah serius. Mikha terkejut mendengarnya.


"Mengapa dia mencari pelatih di sini?" Tanya Mikha yang ikut terkejut dan heran. Karena di studio Darel tidak ada pelatihan. Semua berpusat di gedung Relkha Entertaiment.


"Naah, ituu... Aku juga heran. Tunggu saja, apa kata Hyun setelah menghubungi Managerku." Darel berkata tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen di depannya. Sebagian dia serahkan kepada Mikha, untuk bantu memeriksanya.


"Tuan muda, dia tidak mau berlatih vokal. Tetapi mau bertemu dengan tuan muda Darel. Dia mau membicarakan lagu yang akan dinyanyikannya." Ucap Hyun, setelah berbicara dengan Manager dan kembali masuk ke ruang kerja Darel.


"Astagaaa, dia artis yang baru jatuh dari planet mana, sampai tidak tahu kalau mau bertemu, harus buat janji dulu?" Tanya Darel yang emosinya mulai naik level.


"Apakah orang yang mau bertemu dengannya juga, bisa langsung datang saja? Bilang dia, buat janji dulu dan tunggu. Saya bersedia atau tidak." Darel berkata, sambil memandang Hyun dan Mikha bergantian. Dia tidak mengerti ada artis yang seperti itu.


"Tetapi tuan, dia akan menunggu sampai tuan datang. Itu yang dikatakan Manager." Ucap Hyun pelan, karena mengetahui tuannya sedang emosi.


"Astagaaa, katamu dia artis ngetop. Apakah dia tidak punya kesibukan?" Tanya Darel, heran dan emosi. Hyun dan Mikha tidak bisa menjawab.


"Ada artis yang begini di Relkha Entertaiment, segera diluarkan. Bikin malu saja." Ucap Darel yang emosinya, tambah naik level.


"Ini bertemu saja belum pernah, berani-beraninya ancam mau tunggu sampai saya datang." Darel berkata dengan emosi, lalu berdiri.


"Hyun. Tolong rapikan dokumen ini, dan bawa ke ruang meeting di lantai dua." Ucap Darel yang sudah berdiri dengan wajah dingin dan kaku.


"Mikha, mari kita pindah ke ruang meeting di lantai dua." Ucap Darel, lalu menutup laptopnya. Demikian juga dengan Mikha, segera menutup laptopnya dan membawanya.


Hyun segera merapihkan dokumen dan membawanya bersama laptop Darel. Hyun berjalan mengikuti Darel dan Mikha yang telah keluar menuju lantai dua. Setelah berada di ruang meeting. "Hyun, tolong siapakan minuman untuk kami dan bilang Manager bawa naik artis itu ke sini." Ucap Darel, dingin. Kemudian Darel menelpon salah satu crewnya.


Mikha hanya diam, tidak berkomentar karena dia tahu, Darel sedang banyak pekerjaan. Artis ini datang salah pada waktunya. Mikha menarik nafas panjang dan minum minuman yang sudah disediakan Hyun.


Tidak berapa lama kemudian, artis tersebut masuk ke ruang meeting, sambil berjalan berlenggak lenggok seakan-akan lagi fashion show di catwalk.


Managernya dan juga Manager Darel ikut di belakangnya. Ketika melihat wajah Darel, Manager Darel langsung mempersilahkan artis tersebut duduk dan dia sendiri duduk diam menunduk. Dia tahu, tuannya sedang marah.


Darel menatap artis tersebut tanpa berkedip. "Anda ingin bertemu dengan saya?" Tanya Darel, tenang.


"Iyaa, Darel. Saya mau minta tolong." Ucap Aerum, dan Manager Areum langsung diam terpaku melihat perubahan wajah Darel. Dia sudah mendengar banyak cerita tentang Darel waktu menjadi leader Melo, tetapi baru pertama kali ini bertemu dengannya.


Dia sudah melarang Aerum, tetapi dia tidak mau mendengarkan. Malah sekarang dia bicara bermanis manja di hadapan Darel. Dengan menyebut nama Darel, padahal dia jauh lebih muda dari Darel.


"Namamu siapa?" Tanya Darel, tanpa ekspresi.


"Aerum, Darel." Ucap Aerum sambil berdiri dan mengulurkan tangannya dengan bermanja ria. Managernya yang panas dingin. Karena artisnya benar-benar tidak pe'ka terhadap situasi.


"Duduk..." Darel membentak, tanpa menanggapi uluran tangannya.


"Kau memanggil saya, siapa? Darel...? Kau baru datang dari planet mana, sampai tidak tahu etika yang berlaku di negeri ini? Manager, kalau dia sedang di dunia mimpi, bangunkan dia dan ajari dia sopan santun." Ucap Darel dingin, sambil memandang Manager Aerum.


"Gerry. Mulai saat ini, jika ada yang datang dengan tujuan yang tidak jelas seperti ini, jangan coba-coba menghubungi asisten saya." Darel berkata sambil memandang Gerry, Managernya.


"Baik, tuan muda." Gerry berdiri dan membungkuk hormat. Mendengar itu, Aerum menjadi kesal. Banyak artis memang suka kepada Darel, tetapi tidak berani mendekatinya.


Karna dia merasa sedang ngetop, dia mau membuktikan bahwa dia bisa mendekati Darel dan mendapatkannya. Oleh sebab itu, dia telah mencari info tentang keberadaan Darel. Dia tidak menyangka dengan sikap Darel seperti ini. Karena di luar Darel dikenal, sangat baik hati dan ramah.


"Eeh, Darel. Aku akan katakan kau berlaku jahat dan kurang ajar kepadaku. Biar fansku akan membullymu. Kau lihat saja nanti." Ucap Aerum kesal melihat Darel tidak berlaku manis padanya.


"Hi Nona, kau sedang mengancam siapa? Singkirkan kotoran yang mempel di matamu. Supaya bisa melihat dengan jelas. Aku masih berbaik hati padamu saat ini, bukan karena kau. Tetapi karena Managermu, jadi mulai sekarang dengarkan Managermu."


"Atau kariermu yang seumur jagung itu tidak berbekas, sebelum kau keluar dari ruangan ini. Kau tidak melihat banyak kamera dalam ruanganku ini?" Ucap Darel, dingin. Dia tahu, Managernya pasti telah kewalahan menangani artisnya ini.


Melihat banyak kamera, Aerum langsung berlari keluar, karena malu. Managernya langsung membungkuk memberi hormat kepada Darel dan Mikha. Kemudian keluar ruangan mengikuti Aerum.


"Astagaaa, dia lebih jahat dari ular." Ucap Mikha, mengingat apa yang dilakukan Lanna.


"Kasihan Managernya, dia bisa mati. Bukan karna penyakit, tetapi karna artisnya yang baru tumbuh sayap itu." Ucap Darel, sambil menggelengkan kepalanya.


"Dia memanggilku, Darel. Padahal Melo mulai berkarier, mungkin dia masih main boneka." Ucap Darel lagi.


"Makanya, jangan terlalu keren dan awet muda. Tuuu... disukai sama anak yang baru tumbuh sayap. Heheheee..." Ucap Mikha bercanda, untuk meredahkan kekesalan hati Darel.


*- Jangan mengenal seseorang hanya berdasarkan kata orang -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡