
Di bagian bumi yang lain ; Darel mengikuti Christmas Concert di New York dan merayakan Natal bersama keluarganya di sana. Sekarang mereka semua telah kembali Seoul.
Setelah melewati Natal dan Tahun Baru yang sibuk dan melelahkan, Darel dan Mikha berkunjung ke Pulau Jeju. Mereka ingin berlibur sejenak dan sekaligus melihat Resort yang telah mereka beli di akhir tahun lalu.
Darel terpesona melihat lingkungan di sekitar Resort dan viewnya yang indah. Setelah melihat resortnya secara langsung, Darel jadi bersemangat. Timbul banyak ide dan keinginan di hatinya untuk memperbaiki beberapa bagian resortnya.
Darel mempergunakan kesempatan berlibur bersama Mikha untuk mendiskusikan beberapa perubahan yang akan dilakukan terhadap resortnya.
Mikha tersenyum senang dan ikut bersemangat melihat Darel yang bersemangat. Mikha tahu, jika kondisi Darel seperti itu, pasti dia memiliki banyak ide yang cemerlang. Kondisi yang sama ketika mereka baru mulai membangun Relkha Mall & Hotel.
Mikha langsung mengeluarkan ipednya. "Mikha, aku rencana memperbaiki beberapa bagian dari resort ini. Kita akan menambahkan beberapa kamar mewah, restaurant out door dengan payung warna warni yang bisa dibongkar pasang. Kita juga akan membuat tempat untuk barbeque." Ucap Darel sambil melihat sekeliling resort.
Mikha mencatat semuanya, karena dia mengerti yang dimaksudkan Darel. Setelah ini mereka akan mendiskusikan semuanya secara detail. Karena baginya, yang baru disebutkan Darel adalah garis besarnya. Dia akan membahas letak dan bentuknya, setelah semua ide yang diinginkan telah selesai dipikirannya. Darel akan membuat idenya itu dalam sebuah konsep yang rapih dan detail.
"Mikha, selagi aku ada di sini, mari kita mencari pekerja yang bisa meujudkan keinginan ini. Mungkin ada pekerja yang bagus di sini, jadi kita tidak perlu mendatangkan pekerja dari Seoul." Ucap Darel serius.
"Ok, nanti aku berbicara dengan beberapa karyawan yang masih ada. Mungkin mereka tahu dan bisa membantu kita menemukan pekerja yang kau maksudkan." Ucap Mikha, menyetujui.
Setelah Darel masuk ke kamar, Mikha memanggil karyawan yang masih bekerja dan berasal dari Jeju. "Kau tau, ada pekerja bangunan yang bagus di Jeju?" Tanya Mikha kepada karyawan yang datang menemuinya.
"Ada tuan, saya bisa menunjukan bangunan yang mereka kerjakan sebelum tuan bertemu dan berbicara dengan pengerjanya." Karyawan tersebut menjawab dengan sopan dan meyakinkan Mikha.
"Kalau begitu, saya akan berbicara dengan Manager untuk siapkan mobil. Kau tunggu saya di lobby, kita akan pergi kesana. Ooh, iya. Kau bisa bawa mobil bukan?" Tanya Mikha lagi, karena dia tidak menginginkan banyak orang yang mengikuti mereka.
"Bisa, tuan." Ucap karyawan tersebut dengan sopan. Sikap karyawan tersebut telah menyenangkan hati Mikha. Sehingga Mikha mau pergi dengannya dan Darel.
Setelah itu Mikha masuk kamar untuk menemui Darel. "Darel, ada karyawan di sini yang bisa mengantar kita untuk menemui pekerja." Ucap Mikha, sambil mengganti celana pendeknya.
Demikian juga dengan Darel, segera mengganti Celana pendeknya. Tidak lupa mengenakan masker dan reben. Setelah memakai topi, Darel mengikuti Mikha ke lobby menemui karyawan yang telah bersedia mereka.
Karyawan resto mengantar Darel dan Mikha menunju beberapa gedung yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor yang akan mereka temui. Melihat hasil pekerjaan mereka, Darel dan Mikha berdiskusi. Mereka berpendapat, kontraktor tersebut bisa dipakai untuk merenovasi resort mereka.
"Apakah kau mengenal kontraktor ini?" Tanya Mikha kepada karyawan yang mengantar mereka.
"Tidak, tuan. Saya hanya tau, karena pernah melihat mereka membangunan beberapa gedung di sini yang bagus. Jadi ketika tuan bertanya, saya mengingat mereka." Karyawan tersebut menjelaskan.
Mendengar itu, Darel berbisik. "Mikha, kau pergi dengannya untuk menemui kontraktor tersebut, dan minta mereka datang ke resot. Agar kita bisa bicara langsung dengan mereka. Aku akan tunggu di mobil." Bisik Darel.
"Baik." Ucap Mikha, dan langsung mengajak karyawan resort untuk ikut bersamanya.
Beberapa saat kemudian, mereka telah kembali dengan kabar gembira. Kontraktor mau ikut bersama dengan mereka saat itu juga. Karena Mikha mengatakan bahwa, besok mereka akan kembali ke Seoul.
Setelah sampai di resort, Darel ke kamar untuk memgambil ipednya dan menunjukan kepada Mikha, sketsa kasar yang telah dibuatnya.
"Mikha, ini yang aku inginkan. Kamar-kamar mewah di sini, restaurant out doornya di sini, dengan titik tempat payungnya. Tempat barbequenya di sini." Darel menjelaskan secara detail kepada Mikha, karena yang akan berbicara dengan kontraktor adalah Mikha.
"Ok, aku mengerti. Berapa lama waktu yang kau harapkan mereka kerjakan ini semua? Karena ini lumayan banyak yang harus di kerjakan." Tanya Mikha, melihat penjelasan detail dan apa yang diinginkan Darel.
"Aku mengharapkan bisa selesai di akhir Maret atau awal April. Jadi kira-kira tiga bulan lagi." Ucap Darel, karena dia mengharapkan resortnya akan dibuka pada pada musim semi. Akhir Maret atau Awal April.
"Baik, nanti aku bicarakan dengan mereka." Ucap Mikha yang mengerti maksud Darel.
"Ooh iya, Mikha. Nanti tolong katakan kepada pekerja, agar bisa selesai tepat waktu, ya." Ucap Darel lagi, setelah melihat kontraktornya telah di antar Manager ke tempat mereka.
"Baik. Kalau ada perubahan, aku akan menghubungimu." Ucap Mikha, Darel mengangguk dan meninggalkan Mikha.
Darel tidak berbicara dengan para pekerja atau kontraktor, mengingat dia seorang idol. Jadi dia hanya melihat, memberikan ide atau saran kepada Mikha. Setelah itu Mikha yang akan berbicara dengan pekerjanya.
*((**))*
Setelah selesai pertemuan dengan Kontraktor, Mikha menemui Darel dibkamarnya. "Darel, semua sudah ok. Mereka akan berusaha menyelesaikannya tepat waktu. Harga yang mereka tawarkan juga jauh lebih murah, jika kita harus datangkan pekerja dari Seoul." Ucap Mikha menjelaskan. Darel mendengarnya, dan menjadi senang.
"Ooh iya Mikha, kau sudah mendata semua karyawan yang dirumahkan? Apakah mereka masih bisa dipekerjakan lagi?" Tanya Darel sambil melihat hanya beberapa karyawan yang masih bekerja.
"Mereka sedang didata oleh Manager yang telah bertugas di sini. Jika mereka masih mau bekerja dan lulus interview, mereka akan dipekerjakan lagi. Itu sudah masuk dalam perjanjian waktu membeli resort ini." Jawab Mikha, menjelaskan.
"Ok. aaku setuju, utamakan mereka. Berikan waktu training yang cukup untuk mereka dan juga calon karyawan baru." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk mengerti.
"Mikha, aku juga mau ada mobil yang disediakan untuk menjemput atau mengantar pengunjung resort yang datang menggunakan bus. Jadi pihak resort bisa menjemput atau mengantar mereka ke halte bus di kaki bukit." Ucap Darel dan disetujui oleh Mikha dan mencatatnya.
"Aku rasa itu dulu, nanti yang lainnya kita tambahkan setelah perbaikan dilakukan. Mari kita istirahat, agar besok bisa bangun pagi." Ucap Darel sambil berdiri, dan Mikha juga ikut berdiri.
Setelah bangun pagi, mereka sedang berjalan-jalan di sekitar resort untuk melihat view resort di pagi hari. "Mikha. Pohon-pohon yang rimbun ini, biarkan seperti itu saja. Kita akan buat jalan setapak dengan batu kecil diantaranya. Seperti jalan untuk terapi telapak kaki." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk sambil mengangkat jempolnya.
"Aku setuju denganmu untuk membiarkan pohon-pohon ini. Keseimbangan alam perlu dijaga dan pelihara, agar yang datang berwisata dan tinggal di resort kita bisa menikmati udara yang segar dan sejuk." Ucap Mikha menyetujui dengan apa yang dikatakan Darel.
*- Kemampuan diri seseorang, dapat diukur lewat kreaktivitasnya -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡