
Bu Selvine yang baru datang ke ruang tamu, terkejut mendengar suara Manche.
"Tante juga menutupinya dariku selama ini.? Tante tega sekali padaku, aku kira Tante menyayangiku." Ucap Manche ketika melihat Bu Selvine.
"Che.., Tante juga baru tahu." Ucap Bu Selvine, tersenyum.
"Oooh iya., Tante .. dia yang tidak sayang padaku." Ucap Manche sambil menunjuk Kandara yang masih terdiam. Manche teringat sesuatu., dia membuka tasnya dan mengeluarkan dua lembar gambar dari dalam tas dan pulpen. Dia menyerahkan kepada Darel.
"Lebih baik kau tanda tangan di sini, karena aku sudah membawanya belasan tahun di dalam tasku. Terutama sedang ke Korea." Ucap Manche kepada Darel. Darel menerimanya dan menanda tanganinya, tanpa bertanya.
Darel terpesona dengan gambar dirinya yang diberikan oleh Manche, yang hanya sebesar credit card. Setelah di tanda tangani, Darel menyerahkan kembali card tersebut kepada Manche. Setelah menerimanya, Manche memberikan satu lembar kepada Kandara.
"Ini satu untukmu., aku sudah menepati janjiku." Ucap Manche, Kandara menerimanya dengan senyum sumbringah dan memeluk Manche.
"Thank u .." Ucap Kandara.
"Darel, boleh aku memelukmu.?" Tanya Manche, tetapi Darel melihat Kandara yang menggelengkan kepalanya. Darel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kau pelit sekali.., aku cuma peluknya sekali saja.., aku sudah berikan kau itu., kalau tidak, kembalikan." Ucap Manche dan hendak mengambil gambar yang diberikan, tetapi Kandara menyembunyikannya.
"Kau sudah memberikannya padaku." Ucap Kandara. Ternyata mereka berdua adalah Melons dan Darel adalah bias mereka.
Semua dalam ruangan tersenyum melihat tingka mereka.
"Astagaaa.., kalian berdua seperti anak sekolah. Sekarang baru saya ingat, kenapa semua gambar dalam kamar Dara menghilang setelah anak-anaknya lahir." Ucap Bu Selvine menepuk dahinya.
"Yaaaa.., pasti dia khawatir Tante curiga siapa daddy dari anak-anaknya. Makanya dia lepasin gambar orang yang penuhi kamarnya itu.
Tapi aku sering VC dengan Efri, aku memang melihat wajah Efri mirip Darel, tetapi ko' aku tidak curiga ya.. aku cuma berpikir; sangking mengidolakan Darel, anaknya bisa mirip begitu.
Lebih baik, kau kembalikan gambarnya. Kau sudah bisa melihatnya tiap hari., aku akan menyimpannya sendiri." Ucap Manche.
"Tidak bisa, ini juga punyaku. Aku juga ikut mendesainnya." Ucap Kandara sambil menyembunyikannya.
"Lebih baik kalian berdua berhenti, sebelum aku mengambil sapu dan menghajar kalian berdua." Ucap Bu Selvine
"Ada apa ini.." Ucap Pak Darpha yang mendengar keributan.
"Astagaaa.." Manche menutup mulut dengan kedua tangannya ketika melihat Pak Darpha.
"Uncle Darpha., apa kabar.?" Ucap Manche terkejut melihat Pak Darpha dan mendekatinya.
"Uncle tidak mengenaliku.?" Tanya Manche ketika melihat Pak Darpha hanya diam dengan wajah yang bertanya-tanya.
"Aku Manche Aldrich putrinya Daddy Josua." Ucap Manche. Dia mengenal Pak Darpha, karena ada dalam foto di keluarga orang tua Daddynya.
"Astagaaa.., kau putrinya Jos.. kami bertemu denganmu waktu masih kecil. Sekarang kau cantik sekali." Ucap Pak Darpha.
"Benarkah, Uncle.. terima kasih sudah mengatakan aku cantik. Karena ada yang memanggilku grandma." Ucap Manche sambil melirik Mikha yang sedang melihat ke sembarang arah.
"Ternyata kau anaknya, Jos.. Tetapi kenapa kau berbeda sekali dengan Daddymu.? Daddymu sangat tenang." Ucap Bu Richel.
"Itu juga yang membuatku bingung, Mom." Ucap Kandara tersenyum.
"Tapi kau selalu merindukanku." Ucap Manche. Kandara langsung memeluknya.
Oooh,, iyaa.. kau sudah kenal mantu Uncle, tetapi belum anak-anak Uncle.
Itu Darel, suami Dara dan ini Mikha." Ucap Pak Darpha.
"Apa kabar Daddy dan Mommymu.?" Lanjut Pak Darpha.
"Mommy baik, Uncle.. kalau Daddy lagi kurang sehat. Makanya tidak bisa menghadiri pernikahan Dara." Ucap Manche menjelaskan.
Kandara hanya bisa mengatupkan kedua tangannya di dada, dan "sorriiii.." Melihat itu, semua hanya bisa tersenyum.
*- Dunia ini kecil, karena yang mengaturnya Maha Besar -*
*((**))*
Pak Josua sangat sayang kepada Kandara dan mereka dekat dengan keluarga Kandara, karena ketika pindah ke Amerika, Pak Josua menitipkan Manche kepada keluarga Kandara.
Sehingga hubungan baik keluarga Kandara dan keluarga Manche masih terjaga baik sampai sekarang. Walaupun mereka tinggal berjauhan dan lain benua.
Melihat situasi sudah mulai redah, Darel memberikan kode kepada Kandara untuk mendekat.
"Dara, tolong bawa mereka ke kamar untuk mandi, biar kita cepat makan malam. Jangan sampai mereka tidur sebelum makan." Ucap Darel sambil menunjuk ke dua anaknya. Kandara mengangguk mengerti.
Karena Darel tahu, kedua anaknya sudah sangat lelah setelah latihan sepanjang siang sampai sore. Mereka bisa tertidur sebelum makan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Darel, Bu Richel meminta kepala pelayan untuk menyiapkan makan malam. Dan Darel segera ke kamar untuk mandi.
Kandara mengajak Manche ke kamar tamu bersama Bu Selvine dan kedua anaknya. Dia menyiapkan baju untuk kedua anaknya.
"Efra, duduk di sofa saja sambil menunggu Efri mandi. Jangan tidur sebelum makan. Mama dan Manche, tolong lihat mereka setelah mandi, ya.. aku lihat Darel dulu." Ucap Kandara sambil keluar kamar. Manche hanya bisa melongo melihat Kandara yang benar-benar berubah. Dia seperti seorang ibu sejati.
Kandara ke dapur mengambil segelas air hangat dan membawanya ke kamar. Darel yang sudah selesai mandi dan berganti baju, menerima air hangat dengan senyum dan menekuknya dalam satu tarikan nafas.
"Thank u.." Ucap Darel sambil menyerahkan gelas kosong kepada Kandara.
"Nanti baru kita bicarakan, karena aku sudah lapar." Ucap Darel sambil mengelus perutnya, ketika melihat Kandara akan menyampaikan sesuatu. Kandara mengangguk mengerti dan mengajak Darel ke ruang makan.
Mereka telah ditunggu di meja makan. Ketika melihat Kandara dan Darel yang baru datang, Manche hendak mengomeli Kandara. Tetapi dia membatalkannya, karena melihat semua dalam keadaan serius.
Melihat Darel dan Kandara telah duduk di samping kedua anaknya, Pak Darpha langsung memimpin mereka untuk berdoa makan. Manche merasakan aura yang berbeda dengan kondisi keluarganya di rumah. Hal itu membuat matanya berembun. Mikha memperhatikan perubahan wajah Manche karena duduk di depannya.
Sebelum selesai makan, Kandara berdiri ke dapur untuk mengambil dua gelas air hangat dan meletakannya di hadapan Darel dan Mikha.
"Thank u.." Ucap Darel dan Mikha bersamaan, dan Kandara mengangguk.
Setelah selesai makan, Darel memberikan kode untuk Mikha dan Mikha mengerti yang dimaksud Darel.
"Efraa, mari ikut Uncle." Ucap Mikha sambil berdiri dan Kandara juga ikut berdiri ke dapur.
Setelah kembali, Kandara membawa dua gelas air hangat di tangannya.
"Uncle,, ini tolong dikasih sebelum Efra tidur., yaa.." Ucap Kandara, dan Mikha mengangguk mengerti.
"Efri,, mari ikut Mommy." Ucap Kandara dan Darel mencium kedua anaknya.
Setelah Efra dan Efri memberikan salam, mereka segera meninggalkan ruang makan untuk ke kamar, karena mereka sudah sangat mengantuk.
Semua hal yang terjadi tidak luput dari perhatian Manche. Darel telah merubah sikap Kandara yang selama ini lebih cendrung santai. Dia telah menjadi wanita yang sigap dan cekatan. Tidak menunggu dikomando terlebih dulu. Hal itu membuat Manche menjadi takjub.
Setelah makan, mereka semua ke ruang keluarga untuk berbincang-bincang tentang rencana acara pernikahan Darel dan Kandara.
"Untuk acara di Gereja, bagaimana Mikha.?" Tanya Bu Richel setelah Mikha dan Kandara kembali dari kamar.
"Sudah semua, Mom. Tinggal besok pagi mereka mulai bekerja." Ucap Mikha.
"Ooh,, iya Mikha.., setelah ini aku perlu bicara denganmu. Karena beberapa crew akan ikut." Ucap Darel kepada Mikha.
*- Senyum dan air mata yang diijinkan Tuhan, mampu mendewasakan seseorang -*