Me And You For Us

Me And You For Us
Perhatian.



Setelah melewati waktu tutup Mall dan pengunjung terakhir telah meninggalkan Mall, mereka langsung menutup pintu utama Mall. Petugas hanya membuka pintu Mall dari tempat parkir.


Setelah itu semua lampu-lampu Mall kembali dinyalakan. Kemudian semua orang berkumpul disekeliling pohon Natal untuk mendengar briefing. Selesai briefing, mereka kembali ke tempat masing-masing.


Semua bingkisan lain sudah diletakan di depan toko/galery/restaurant/bioskop/arena bermaian, dll di semua lantai, kecuali untuk karyawan Relkha Restaurant. Bingkisan mereka diletakan di bawah pohon Natal bersama bingkisan lainnya.


Karyawan Relkha Restaurant dan juga anak-anak mereka akan berjalan dari restsurant ke Lobby untuk mengambil bingkisan mereka. Darel dan Mikha telah menyediakan bingkisan untuk anak-anak karyawan restaurant.


Begitu juga dengan para OB dan CS dari Perusahan Jion Comp dan Relkha Hotel. Yang mengenakan asesioris Natal dan tidak, semuanya berbaur menjadi satu. Semua itu akan direkam oleh para crew yang telah bersiap di semua tempat. Mereka juga telah shooting semua karyawan dan penyewa Mall di tempatnya masing-masing.


Setelah semuanya telah siap, Darel mencari kedua orang tuanya yang belum terlihat. Ketika hendak menghubungi Pak Darpha, kedua orang tuanya datang mendekat dan menyapa mereka dalam kostum Santa. Hal itu membuat Darel dan Mikha langsung memeluk mereka, terharu. Darel memanggil fotografer untuk meminta tolong foto dirinya dan Mikha bersama orang tuanya di depan pohon Natal dengan tumpukan hadiah dalam berbagai pose.


"Ini adalah moment langka, sehingga jangan sampai terlewatkan." Ucap Darel tersenyum, begitu juga kedua orang tuanya dan Mikha ikut tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Darel.


Lagu Natal Darel yang akan dirilis mulai bergema di dalam Mall. Keempat Sinterklas telah berada di sekeliling pohon Natal untuk membagikan bingkisan. Tidak lupa juga, Darel meminta crew yang bertugas untuk mengabadikan mereka bersama para karyawan dan anak-anak sebagai kenangan-kenangan yang dapat dibagikan dan dikenang kelak.


Beberapa waktu kemudian, setelah semua bingkisan yang disediakan, telah habis dibagikan oleh Sinterklas. Para karyawan dan semua orang yang ada dalam Mall bergembira dan bergoyang mengikuti irama lagu Darel yang berirama riang.


Setelah itu, mereka di suguhkan minum dan makanan yang telah disediakan oleh Asisten Pak Darpha sebagai ungkapan rasa syukur di Hari Ulang Tahun Darel.


Pak Darpha melihat wajah-wajah ceria menikmati suasana dan senang mendengar lagu Darel yang diputar berulang-ulang. Mereka juga menikmati makanan yang disediakan, dengan hati senang. Beliau sangat senang melihat dekor pernak pernik Natal Relkha Mall. Begitu pun dengan Bu Richel yang tidak berhenti tersenyum senang melihat suasana Relkha Mall.


Ketika sedang melihat para karyawan yang mulai membersihkan tempat acara, ada seseorang yang menarik perhatian Pak Darpha. Dia tidak mengenakan asesioris Natal di tubuhnya, tetapi ada gantungan kecil Sinterklas di kameranya.


Pak Darpha berpikir, mungkin dia tidak merayakan Natal. Karena dari tadi, dia tidak datang mengambil bingkisan. Sehingga Pak Darpha mendekatinya, mengambil bingkisan kecil dari kantong kostum Sinterklasnya dan memberikan kepadanya.


"Terima ini untuk merayakan Tahun Baru bersama keluargamu." Ucap Pak Darpha sambil meletakan kotak kecil ke dalam tangan kameramen tersebut. Kameramen itu terkejut dan menerima kotak yang diberikan kepadanya.


Kameramen tersebut menerima itu dari Pak Darpha dengan membungkuk hormat. "Terima kasih, Pak." Ucap kameranen, Pak Darpha menepuk bahunya pelan dan melinggalkannya. Pak Darpha telah menyiapkan beberapa kotak kecil yang berisi uang untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat seperti ini. Karena beliau berpikir, bisa saja ada yang terlewatkan oleh Asistennya.


Semua hal yang dilakukan oleh Pak Darpha tidak luput dari perhatian kedua putranya. Mereka sangat mengagumi Daddynya yang selalu memperhatikan sampai pada hal yang kecil.


Tiba-tiba kameramen mendekati Darel dan meminta ijin untuk bisa foto bersama mereka berempat. Dia tidak mengetahui itu adalah orang tua Darel. Tetapi dia ingin mengabadikan moment tersebut bersama para Sinterklas.


Setelah semua yang diperluhkan untuk pembuatan MV lagu Darel telah selesai, mereka semua kembali membersihkan tempat yang telah dipakai.


Sebelum itu, Darel mengabadikan dirinya dan Mikha dalam berbagai pose. Dia berpikir, akan meletakan di studionya. Begitu pun dengan kedua orang tuanya. Mereka juga foto sendiri-sendiri, karena diletakan di Mansion. Tetapi Pak Darpha juga mendapat ide untuk meletakannya di kantor untuk melengkapi nuansa Natal di kantornya.


Karena banyak ide yang muncul, akhirnya mereka membuat foto seorang diri. Terutama Mikha, karena akan dipakai untuk mengucapkan selamat Natal dengan kostum Sinterklas yang sedang dikenakannya.


Hal yang sama juga dipikirkan oleh Darel untuk cover dan juga keperluan di sosial medianya. Karena dia terlihat keren dalam balutan kostum Sinterklasnya.


Akhirnya, setelah sepi tinggal mereka dengan para crew, mereka melepaskan janggut dan kumis dari wajah mereka serta melepaskan topi Sinterklasnya. Kemudian mereka foto secara bersamaan dan juga sendiri-sendri.


Darel meminta fotografer dan kameramen untuk menyimpan fotonya secara pribadi, terpisah dari foto yang lain karena tidak untuk dipublikasikan. Kameramen mengangguk mengerti, tetapi dia terkejut ketika melihat dan mengetahui Pak Darpha dibalik kostum Sinterklas tersebut. Kameramen makin terkejut, ketika mendengar Darel memanggil Pak Darpha dengan sebutan 'Daddy.'


'Jadi Darel adalah putra dari Pak Darpha H Jion.'  Ucap kameramen dalam hati, masih terkejut dan hampir tidak percaya dengan yang dilihat dan didengarnya. Karena siapa yang tidak mengenal salah seorang pebisnis terkenal, yang sering wara wiri di media cetak dan media eletronik.


Seorang pebisnis berdarah campuran Amerika, Jepang dan Korea yang disegani dan dihormati banyak pebisnis di Korea Selatan. Selain memiliki jaringan bisnis yang luas, beliau juga dikenal sebagai pebisnis yang sangat dermawan.


Dia baru mengetahui kalau Darel adalah anak seorang pebisnis yang kaya raya. Karena selama bekerja bersama Darel, dia tidak pernah menunjukan bahwa dia memiliki orang tua yang kaya raya. Dia mengira Darel hanya seorang idol yang bekerja keras sehingga bisa kaya seperti sekarang. Dia semakin menghormati Darel yang rendah hati, karena tidak pernah pamer kekayaan orang tuanya.


'Aku harus belajar, bekerja dengan serius dan tekun, karena Darel yang boleh dibilang memiliki segalanya, tetap bekerja keras. Tidak hidup berfoya-foya, tetapi menggunakan dengan baik semua penghasilannya. Sehingga dapat menghidupi banyak karyawan yang bekerja padanya.'  Kameramen membatin dan menyemangati dirinya.


Pak Darpha mendekati Mikha dan Darel. "Darel, nanti tolong foto-foto kami tadi dikirim untuk Berdy, yaa. Daddy mau letakan foto-foto itu, di Kantor dan rumah." Ucap Pak Darpha.


"Iya Dad, nanti kami kirim ke Pak Berdy. Dan terima kasih untuk semuanya, Dad, Mom." Ucap Darel sambil memeluk kedua orang tuannya dengan sayang. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mikha.


"Kalian tidak pulang ke rumah bersama kami?" Tanya Bu Richel, karena mereka hendak pulang.


"Tidak, Mom. Kami mau ke studio untuk menyelesaikan ini. Mommy dan Daddy hati-hati di jalan." Ucap Darel, kembali memeluk kedua orang tuanya.


*- Kadang, perhatian yang tidak terduga, bisa memberikan makna yang dalam -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan  favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡