Me And You For Us

Me And You For Us
Memaafkan.



Di bagian bumi yang lain ; Kesibukan Darel meningkat, karena single lagu Natalnya. Oleh sebab itu, Asistenya segera melengkapi kontrak kerja Darel dengan MD Entertaiment. Agar schedule nya dan Melo tidak berbenturan dan jadi masalah.


Darel diundang wawancara di beberapa stasiun TV dan juga channel para youtuber. Karena lagunya mencapai rating yang tinggi, sehingga harus mengisi acara-acara musik di stasiun TV dan juga beberapa Reality Show.


"Tuan muda, Stasiun TV AA meminta untuk wawancara live. Apakah tuan muda bersedia?" Tanya Hyun, ketika telah berada di dalam ruang kerja Darel.


"Iyaa, Hyun. Kau bisa bicarakan dengan mereka untuk mengatur waktunya. Seperti biasa syaratnya, ya, Hyun. Saya tidak bersedia berbicara tentang Melo." Ucap Darel, lalu meminta Asistennya duduk di sofa dalam ruangannya.


"Hyun, apakah kau sudah melengkapi kontrak kerjaku dengan Manager Melo dan mereka sudah menanda tanganinya?" Tanya Darel, karena dia menerima banyak undangan menjelang akhir tahun.


"Sudah, tuan muda. Jadi sekarang kita sudah bisa mengatur schedule tuan. Kalau Agency terlambat, mereka yang rugi sendiri." Ucap Hyun menjelaskan.


"Apakah benar-benar belum ada schedule dari Manager Melo?" Tanya Darel, pelan. Walaupun dia telah menandatangani kontrak kerja yang baru dengan Agency, tetapi dia tetap memikirkan ketiga member Melo termuda.


"Belum ada, tuan muda. Manager tuan belum memberitahukan saya." Jawab Hyun, juga pelan. Dia tahu, tuannya sedang memikirkan kegiatan dari ketiga member Melo termuda.


"Hyun, kalau ada schedule untuk Melo dari Agency, tolong kau utamakan, ya. Tidak usah lihat kontrak kerja yang baru." Ucap Darel. Dia sedang berpikir apa yang akan dilakukan untuk Melo dalam situasi seperti ini.


Biasanya, mereka akan sangat sibuk menjelang akhir tahun. Sedangkan sekarang, belum ada schedule yang masuk. Hal itu menjadi bahan pemikirannya. Karena sangat berbanding terbalik dengannya. Dia sudah diundang untuk bernyanyi di berbagai acara perayaan Natal Gereja dan Perusahaan. Terutama Perayaan Natal di Jion Comp. Asisten Pak Darpha telah menghubunginya secara pribadi sebelum memberikan surat undangan kepada Asistennya.


Darel juga diundang untuk bernyanyi dalam acara Chistmas Concert di New York, USA. "Kalau begitu, bagaimana dengan undangan untuk CC di New York, tuan?" Tanya Hyun lagi, mengingat undangan Concert tersebut.


"Yang itu tetap, Hyun. Saya akan menghadiri itu, karena sekalian libur Natal di sana." Ucap Darel mengingat kedua orang tuanya akan berangkat kesana.


"Baik, tuan muda. Akan saya atur." Hyun mengerti yang dimaksudkan tuannya.


"Nanti setelah saya berbicara dengan Mikha, baru kita bahas lagi untuk Concert di New York.


Darel langsung mengirim pesan untuk Pak Darpha. "Daddy, bisa terima telpon?" Isi pesan Darel kepada Daddynya. Pak Darpha tidak membalas pesannya, tetapi langsung menelponnya.


"Allooo, Darel. Bagaimana?" Tanya Pak Darpha, saat Darel merespon panggilannya.


"Allooo, Dad. Kapan ke kantor di New York?" Tanya Darel.


"Rencananya dua hari lagi, supaya bisa lekas kembali ke Seoul sebelum Natal." Jawab Pak Darpha.


"Ooh. Apakah Daddy bisa atur schedulenya lagi? Karena Darel akan ke New York, ada Concert tanggal 20. Jadi bisa Natal di sana." Ucap Darel, mengharapkan Daddynya bisa mengatur ulang schedulenya.


"Baiklah, nanti Daddy bicara dengan Berdy dan Mommy. Kau sudah yakin akan ke sana?" Tanya Pak Darpha untuk meyakinkannya.


"Sudah, Dad. Setelah ini Darel akan berbicara dengan Mikha." Ucap Darel lagi.


"Baiklah... Daddy akan bicara dengan Asisten di sana. Apakah kau baik-baik saja." Tanya Pak Darpha lagi, karena mendengar suara Darel yang kurang bersemangat.


"Baik, Dad. Hanya sedikit lelah saja." Ucap Darel, supaya Pak Darpha tidak mengkhawatirkannya.


"Baiklah. Makan lalu, istirahat."


"Iyaa, Dad. thank u." Ucap Darel, lalu Pak Darpha mengakhiri pembicaraannya mereka.


"Hyun, kau ada acara di akhir tahun ini?" Tanya Darel, melihat Asistennya sedang memperhatikannya dengan wajah yang cemas. Karena Darel kelihatan lemas dan tidak bersemangat.


"Tidak tuan muda, hanya berkumpul dengan orang tua dan adik-adik saja." Jawab Hyun, heran dengan pertanyaan Darel.


"Maksud tuan muda, ke New York?" Tanya Hyun, tapi hatinya berharap, benar.


Karena selama ini, kalau Melo tour ke luar negeri yang ikut bersama Darel adalah Managernya. Sedangkan Hyun tinggal bekerja di Seoul mengurus bisnis Darel bersama Mikha.


"Iyaa. Kalau kau mau, nanti saya bilang Mikha ajak juga Asistennya. Supaya kau tidak sepi di sana." Ucap Darel lagi. Hyun langsung tersenyum di dalam hatinya, karena dirinya yang diajak.


"Iyaa, tuan muda. Saya mau ikut. Terima kasih, tuan." Ucap Hyun, tersenyum senang.


"Baiklah, kau persiapkan semua keperluannya." Ucap Darel dan Hyun mengangguk, senang.


"Tuan muda, saya ijin ke dapur tuan, ya. Saya mau buat minuman." Ucap Hyun, karena Hyun ingin membuat sesuatu untuk tuannya yang sedang kurang bersemangat.


"Oooh, iyaa. Tolong kau lihat juga, mungkin ada minuman yang sudah mau habis atau sudah kosong. Nanti ketika keluar, kau tolong beli untuk mengisinya. Jangan lupa bikin minuman untukmu juga, karena saya masih mau pelajari resort di Jeju." Ucap Darel.


"Baik, tuan muda." Ucap Hyun, dan langsung keluar ruangan menuju dapur. Beberapa saat kemudian, Hyun telah kembali dengan 2 cangkir minuman hangat dan snack. Dia melatakan di atas meja Darel dan minumannya diletakan di meja sofa.


"Tuan muda, tadi di dapur, saya dihubungi Manager. Katanya ada yang minta, mau bertemu dengan tuan." Ucap Hyun, dan tidak jadi duduk.


"Ingin bertemu denganku? Siapa?" Tanya Darel heran ada yang datang mencarinya tanpa membuat janji terlebih dahulu.


"Ini mengenai komentar negatif di postingan OB itu, tuan. Mereka teman-temannya Baek, mungkin mereka sudah tau, tuan telah tau siapa yang melakukannya. Atau mungkin telah menyadari kesalahan mereka." Ucap Hyun menjelaskan dan menebak.


"Ooh. Bilang Manager, kalau mereka sudah di bawa, antarkan mereka ke ruang meeting. Jangan lupa, minta tolong ada yang merekam pembicaraan ini, yaa. Untuk berjaga-jaga saja, supaya tidak harus membuang banyak energi untuk hal ini. Minum dulu, baru hubungi Manager." Ucap Darel, ketika melihat Hyun hendak berdiri. Hyun kembali duduk dan minum minuman yang telah dibuatnya.


Beberapa saat kemudian, Darel turun bersama Asistennya ke ruang meeting. Saat masuk ke dalam ruang meeting, mereka telah ditunggu oleh dua orang bersama Gerry, Manager Darel.


"Tuan Darel, maafkan kami." Ucap mereka saat melihat Darel masuk, mereka langsung berlutut untuk meminta maaf.


"Eehh... Bapak-bapak tidak usah begini, silahkan berdiri." Ucap Darel, merasa tidak enak, karena mereka lebih tua dan Darel mengenal mereka. Darel sering melihat mereka saat Melo beraktivitas. Mereka langsung berdiri dan duduk di kursi yang telah disediakan. Karena Darel mendesak mereka untuk berdiri dan mempersilahkan mereka duduk.


"Ada apa, bapak-bapak minta menemui saya?" Tanya Darel tenang, setelah mereka duduk.


"Kami mau mengaku tuan, kami yang berkomentar negatif itu. Karena kami tidak tahu kebenarannya, dan gampang percaya. Kami mohon tuan maafkan kami, dan semoga kami tidak dilaporkan." Ucap salah satu dari bapak-bapak tersebut.


"Sudah, tidak usah dipikirkan. Saya sudah tahu bapak-bapak dan yang lain lagi yang melakukannya. Saya tidak akan memperkarakan ini, karena sangat memalukan. Melo lagi terpuruk, tapi para membernya ribut." Ucap Darel, tenang.


"Hanya pesan saya, lain kali jika mau berkata atau melakukan sesuatu yang negatif, selidiki dulu. Minimal berpikir dampaknya untuk diri sendiri."


"Saya minta, bapak-bapak tidak usah mengatakan kepada Baek, bahwa bapak-bapak sudah menemui saya dan menceritakan yang sebenarnya." Ucap Darel dengan tenang dan serius.


"Saya juga minta, bapak-bapak tetap bersama Baek. Tolong ingatkan dia, jika mau melakukan tindakan yang negatif. Supaya dia tidak terlanjur terjerumus. Karena ini menyangkut juga piring makan banyak orang yang bekerja bersama Melo." Ucap Darel pelan dan tenang.


Bapak-bapak tersebut hanya diam dan mengangguk mengerti. Mereka tertunduk dan merasa malu, mengetahui Darel tidak memperkarakan mereka. Walaupun telah mengetahui perbuatan mereka.


"Bapak-bapak pasti sudah merasakan dampak dari kejatuhan Melo, saat ini. Jadi saya berharap, ke depan bapak-bapak lebih bijak ketika melakukan sesuatu. Jangan sampai karena sebotol minuman keras, keluarga menjadi lapar." Ucap Darel dan mengakhiri pertemuan tersebut.


*- Kadang terjadi, karena kesenangan sesaat, merusak masa depan -*


β™‘β€’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ  favorit, yaa... πŸ™πŸ» Makasih~β€’β™‘