
...~•Happy Reading•~...
Sebelum tiba waktu makan siang, Darel dan Mikha telah tiba di lobby gedung Jion Comp. yang tinggi, besar dan megah. Darel masih mengenakan masker dan kacamata riben. Sedangkan Mikha hanya mengenakan kacamata riben. Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian di lobby gedung Jion Comp.
"Heiii.., bukannya itu Darel?" Terdengar suara yang terkejut di lobby Jion Comp.
"Mikha, bagaimana mereka bisa mengenalku?" Bisik Darel, karena mendengar ada yang menyebut namanya.
"Sepertinya mereka mengenalmu dari bajumu." Bisik Mikha tersenyum.
"Astagaaa, kenapa tidak terpikirkan olehku. Mungkin saja ada yang menonton wawancara liveku tadi." Ucap Darel lagi, dan Mikha tersenyum sambil menepuk bahu Darel.
Mereka berjalan mendekati Resepsionis. "Selamat siang Bu, kami mau bertemu dengan Pak Darpha." Ucap Mikha.
"Selamat siang Pak. Apakah sudah membuat janji." Tanya Resepsionis terkejut melihat kedua pria tampan di depannya. Mikha dan Darel tersenyum dan mengangguk.
Sebelum telpon, Resepsionisnya bertanya: "Maaf, ini dengan Pak Siapa?"
"Katakan saja, putranya sudah ada di sini." Kata Mikha. Resepsionisnya langsung berdiri, membungkuk hormat dan langsung menelpon.
Tidak lama kemudian, Asisten Pak Darpha turun menjemput mereka berdua. Sambil berjalan ke lift khusus, Darel dan Mikha memperhatikan gedung perusahaan orang tuanya. Mereka sangat mengagumi gedung kantor Daddynya yang besar dan megah. Kemudian mereka turun di lantai 22 di mana letak ruangan Pak Darpha dan para petinggi Jion Comp.
Ketika masuk ke ruang kerja Pak Darpha, mereka terkejut melihat Bu Richel ada duduk di ruang kerja. Mereka langsung memeluk Mommynya dengan hati yang senang.
"Daddy yang telpon minta Mommy ke sini, agar kita bisa makan siang bersama." Ucap Pak Darpha menjelaskan kepada kedua putranya
"Thank u, Dad." Ucap mereka berdua, sambil melihat ruang kerja Daddynya. Ketika Pak Darpha berdiri ke sofa mendekati Bu Richel, Darel langsung duduk di kursi kerjanya.
"Mikha, aku terlihat keren duduk di sini?" Ucap Darel yang telah duduk di kursi Pak Darpha, sambil melepaskan masker dan kacamata ribennya. Mikha tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Kau lebih keren duduk di balik piano." Ucap Mikha sambil tersenyum.
"Coba kau duduk di sini." Ucap Darel sambil menarik tangan Mikha. Kedua orang tuanya tersenyum melihat tingkah Darel dan Mikha.
Setelah Mikha duduk di kursi Pak Darpha, Darel menggelengkan kepalanya." Ternyata Daddy lebih keren di situ." Ucap Darel bercanda, disambut tawa yang lain.
Kemudian mereka keluar ruangan menuju lift dan turun ke lobby. Mereka tidak ke tempat parkir, karena Pak Darpha telah meminta sopirnya untuk menunggu di pintu masuk lobby.
Sepanjang jalan di lobby, banyak mata memandang dan berbisik. Karena sudah tersebar berita, putra Pemilik Jion Comp. yang tampan sedang datang ke kantor.
Terutama bisik-bisik makin riu reda, bahwa putra Pak Darpha datang bersama Darel, member Melo. Karena mereka mengira Mikha adalah putra Pak Darpha. Bu Richel dan Pak Darpha tersenyum tipis melihat dan mendengar semuanya.
"Ayoooo, kenapa masih di sini semua. Cepat istirahat." Ucap Pak Darpha melihat beberapa karyawan wanita yang masih berkumpul di lobby, menanti kedatangan Darel dan Mikha.
"Iyaa, Pak." Ucap mereka sambil membungkuk dan tersenyum bisa melihat Darel dan Mikha.
Darel tetap menggunakan masker dan kacamata ribennya. Setelah tiba di depan lobby, Darel meminta kunci mobil Pak Darpha dari sopirnya. Dan dia menyerahkan kunci mobilnya kepada sopir Daddynya untuk berjaga-jaga, jika tidak bisa kembali ke kantor lagi.
"Mikha, kita naik mobil Daddy saja. Sekali-sekali merasakan naik mobil mewah dan keren." Ucap Darel, dan Mikha memberikan kode OK dengan jarinya.
"Kau yang bawa, ya. Aku mau hubungi restaurant." Ucap Mikha, dan Darel setuju dengan memberikan kode OK dengan jarinya. Mikha harus menghubungi restaurant lagi, karena ada tambahan Bu Richel ikut bersama mereka.
"Kami hanya bercanda, Dad. Kami sudah nikmati kemewahan dari kecil. Sekarang ini kami lagi belajar menikmati hasil keringat sendiri, walaupun kecil." Ucap Darel sambil menunjukan kedua jarinya, jempol dan telunjuk.
"Makanya hari ini, kami ingin traktir Daddy dan Mommy dengan hasil kerja kami yang masih kecil. Kami tau, Daddy dan Mommy bisa nikmati lebih dari yang kami berikan. Semoga nanti, Daddy dan Mommy bisa menikmatnya." Ucap Mikha.
Mendengar ucapan Mikha, Bu Richel dan Pak Darpha tersenyum. "Menikmati yang kecil dari hasil yang benar, jauh lebih besar manfaatnya dan itu adalah kebahagian yang bisa bertahan di hati. Jadi jangan kalian berkecil hati." Ucap Bu Richel menyemangati Darel dan Mikha.
"Mommy benar. Kami sebagai orang tua bisa memberikan kepada anak-anak dengan hasil kerja yang benar, walaupun kecil, akan jadi berkat bagi anak-anak." Ucap Pak Darpha tersenyum.
...°-° Hasil yang diperoleh dengan cara yang baik, akan bertahan karena diberkati °-°...
Mengingat wawancara Darel dengan TV AA, Pak Darpha melihat Darel yang sedang membawa mobilnya dengan perasaan senang dan bangga.
"Yaaa, seperti Darel yang bekerja dibidang ini. Kami bersyukur dia tidak melakukan hal yang buruk. Karena ruang lingkup kerjanya bersinggungan dengan hal-hal yang menguatirkan kami orang tua." Ucap Pak Darpha lagi.
"Tuhan selalu menjauhkan kami dari segala yang jahat." Ucap Darel dan Mikha bersamaan dan tersenyum mengetahui mereka mengucapkannya bersamaan.
"Astagaaa... Mommy kira kalian berdua tidak mendengar apa yang sering Mommy katakan. Ternyata kalian mendengar dan mengimaninya." Ucap Bu Richel terharu, begitupun dengan Pak Darpha.
Akhirnya mereka tiba di Relkha Mall dan menuju restaurant yang telah disiapkan oleh Darel dan Mikha. Bu Richel terlihat senang sekali berada di Relkha Mall. Ternyata ada Mall yang begitu bagus dan mewah di Seoul. Beliau melihat-lihat sepanjang jalan menuju restaurant dan mengagumi Relkha Mall.
Setiba di restsurant, Bu Richel makin kagum dengan desain interior dan penataan ruangan restaurantnya. Pak Darpha juga sangat menyukai suasana restaurant.
"Wuuuahh, nanti Daddy akan sering melakukan pertemuan, makan siang atau makan malam di sini. Daddy akan menyampaikan hal ini kepada Berdy." Ucap Pak Darpha kagum dengan Relkha Restaurant.
Mikha reservasi ruangan khusus yang didesain oleh Darel sebagai tempat makan siang mereka. Semua orang yang ada di luar ruangan tidak bisa melihat mereka. Tetapi yang di dalam ruangan bisa melihat semua di luar, lewat kaca yang sengaja didesain demikian.
"Mikha, nanti minta nomor telpon Manager restaurantnya, ya." Ucap Pak Darpha lagi. Mikha mengangguk, dan mengirim pesan kepada Manager restaurant untuk datang membawa kartu namanya ke tempat mereka.
"Mikha, apakah kau kerja di sini juga, atau hanya di hotel?" Tanya Bu Richel.
"Kenapa, Mom." Tanya Mikha terkejut.
"Kalau kerja di sini juga, Mommy ingin ditemani kalau jalan-jalan di Mall ini." Ucap Bu Richel.
"Karena Mommy sering di luar temani Daddy, sampai tidak tahu ada Mall yang bagus di sini. Nanti kalau kau libur, kasih tahu Mommy, ya." Ucap Bu Richel yang tidak tahu, kalau Relkha Mall adalah milik kedua putranya. Mikha mengangguk mengiyakan tanpa bisa berucap. Darel hanya bisa tersenyum.
Setelah selesai makan siang, mereka duduk bercengkrama sambil menikmati dessert. Darel melihat sekeliling ruangan di dalam dan di luar. Dia melihat pianis restaurant sedang memainkan lagu untuk menghibur tamu yang sedang makan siang.
Darel mendapat ide dan dia sampaikan idenya kepada Mikha untuk disampaikan kepada Manager restaurant. Dia akan bernyanyi untuk kedua orang tuanya, dan minta tidak di rekam oleh pengunjung lain.
"Baik, tapi aku akan merekam dengan ponselku ketika kau sedang bernyanyi." Ucap Mikha, dan pergi menemui Manager dan mengaturnya.
...°-° Orang yang kreatif selalu memiliki ide untuk menciptakan peluang °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...