
Di bagian bumi yang lain ; Setelah selesai acara memperingati hari kematian orang tua Mikha, mereka berkumpul dan makan malam bersama di Mansion keluarga Jion.
Selesai makan malam ; Pak Darpha, Bu Rivhel, Darel dan Mikha berkumpul di ruang keluarga. Karena ini adalah hal rutin yang dilakukan oleh mereka setiap tahun. Kesempatan untuk membahas kegiatan, aktivitas dan rencana mereka menjelang Akhir Tahun.
Tetapi kesempatan ini sangat berbeda bagi Darel. Karena selain membicarakan rencana akhir tahun, dia menggunakan kesempatan ini juga untuk membahas tentang musiknya. Ketika bersama Melo, Darel tidak pernah membahas musik Melo dengan kedua orang tuanya. Terutama saat-saat seperti ini. Tetapi sekarang adalah musiknya sendiri, sehingga dia bermaksud untuk membahasnya dengan kedua orang tuanya.
"Mommy dan Daddy. Mungkin akhir tahun ini, Darel agak sibuk. Jadi belum bisa menentukan kegiatan apa untuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Atau mau kemana saat Natal dan Tahun Baru." Ucap Darel..
"Mengapa begitu? Bukannya Melo lagi tidak banyak kegiatan?" Tanya Pak Darpha, heran.
"Saat ini Darel telah menyelasaikan lagu Natal, dan sekarang sedang persiapan untuk pembuatan MV, Dad." Ucap Darel lagi sambil melihat kedua orang tuanya.
"Oooh... Baiklah kalau begitu, nanti kita bicarakan lagi setelah pembuatan MV mu." Ucap Darpha, mengerti. Ketika berbicara tentang MV lagu Natal, Darel langsung melihat Mikha. Dia menyampaikan ide yang terpikirkan olenya saat itu kepada Mikha.
"Mikha, bagaimana kalau kita gunakan Relkha Mall, sebagai tempat untuk shooting MV ku? Karena di sana sudah meriah dengan nuansa Natal." Usul Darel, ketika mengingat Relkha Mall yang sudah bernuansa Natal.
"Ide yang bagus, Darel. Supaya kita tidak usah mencari tempat dan membuat set khusus lagi. Kita tinggal cari orang untuk jadi Sinterklas dan pengunjungnya biar karyawan saja." Ucap Mikha menyetujui dan bersemangat.
Mendengar pembicaraan Darel dan Mikha, Pak Darpha mempunyai ide juga. "Bagaimana kalau Daddy yang jadi Sinterklasnya?" Usul Pak Darpha.
"Astagaaa, Daddiii... Jangan." Ucap Mikha, dan Darel juga tidak menyetujuinya.
"Bagaimana kalau Mommy dan Daddy yang jadi pengunjung saja. Dan yang jadi Sinterklas adalah kalian berdua. Biar tidak seperti biasa, Sinterklas yang gendut dan tua." Usul Bu Richel sambil melihat Darel dan Mikha serius. Langsung terbesit ide dipikiran Bu Richel tentang kedua putranya.
"Begini, tidak ada salahnya sekali-sekali kita buat yang berbeda. Sinterklasnya, muda dan keren seperti anak-anak Mommy. Selain untuk menarik perhatian orang agar mau menonton MV mu, kalian juga bisa memakai MV untuk mengedukasi yang menonton."
"Mereka bisa menikmati musiknya, memaknai syair dan kisah yang kita sajikan dalam MV. Jadi lewat MV, kita bisa mengajak yang menonton, melakukan kebaikan. Karena kebaikan itu bukan hanya dilakukan oleh orang tua saja."
"Tetapi anak muda juga bisa melakukan kebaikan. Karena kebaikan itu harus dilakukan oleh semua usia dan dari berbagai kalangan. Jadi ada pesan baik yang kita kirimkan kepada semua orang yang menonton MV mu." Usul Bu Richel lagi
"Tidak usah pikirkan ada berapa banyak yang memaknai dan mengerti pesan yang kalian kirimkan. Karena itu bukanlah bagian kita untuk memikirkannya. Bagian kita hanya melakukan saja."
"Jadi menurut Mommy, konsepnya boleh berbedah. Asalkan maknanya tetap terjaga." Ucap Bu Richel lebih lanjut tentang ide Sinterklasnya.
Darel langsung berdiri dan mencium Mommynya. Kemudian tos dengan Mikha, karena mereka langsung mendapat ide baru dari usul Bu Richel untuk membuat MV.
"Daddy setuju dengan ide Mommy, oleh karenanya Daddy akan bantu. Kalian akan membuat MV dari kejadian yang real. Daddy akan menyiapkan bingkisan untuk beberapa karyawan di kantor Daddy. Nanti Berdy yang akan siapkan bingkisan dan karyawannya." Usul Pak Darpha, karena beliau mendapat ide. Sekalian mau memberikan bingkisan untuk OB dan CS kantornya di saat shooting pembuatan MV.
"Wuuaaah... Thank u, Dad. Nanti tim kreatif kami yang akan menyiapkan sisanya dan mengatur sesuai schedule Daddy." Ucap Mikha.
"Iyaa, nanti Berdy akan bicara denganmu sebelum mengaturnya. Kira-kira kapan kau akan melakukannya?" Tanya Pak Darpha, semangat.
"Dalam Minggu ini, Dad. Karena lebih cepat lebih baik. Darel berharap sebelum Desember, MV nya sudah jadi." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk setuju.
"Kalau begitu, dua hari lagi saja, Daddy. Sekalian merayakan Ulang Tahun Darel yang ke 24 dengan membagi-bagikan bingkisan sebagai ungkapan syukur." Terbesit ide Bu Richel untuk merayakan ulang tahun putranya dengan cara yang berbeda juga.
Karena biasanya ulang tahun Darel dirayakan dengan doa dan makan malam bersama keluarga di berbagai tempat. Jika Pak Darpha sedang berada di New York atau Tokio untuk mengurus perusahannya, Darel dan Mikha akan terbang ke sana. Jika Pak Darpha berada di Seoul, Darel dan Mikha akan pulang ke Mansion.
Hal yang sama juga dilakukan untuk ulang tahun Mikha, Pak Darpha dan Bu Richel. Mereka akan berkumpul untuk bersyukur bersama keluarga. Jadi Darel jarang merayakan ulang tahunnya dengan para member Melo. Jika orang tuanya ada di Seoul dan Agency mau merayakan, Darel mengijinkan mereka merayakannya. Tetapi dilakukan pada siang hari, karena sore hari dia sudah pulang ke Mansion.
Darel dan Mikha melihat Bu Richel dengan wajah tersenyum. Pak Darpha juga tersenyum memikirkan ide istrinya.
"Yaaa, sekalian. MV dan Ulang Tahun Darel dilakukan dengan konsep yang berbeda, tetapi maknanya tetap sama. Selalu bersyukur." Ucap Pak Darpha tersenyum senang memikirkan konsep dan makna yang disebutkannya.
Darel dan Mikha juga tersenyum mendengar ucapan Pak Darpha. "Kalau begitu, sekarang kami mau ke studio dulu, besok kami akan menghubungi Mommy dan Daddy." Ucap Darel sambil pamit dan memeluk sayang kedua orang tuanya.
Tadi ketika berbicara dengan kedua orang tuanya, membuat Darel dan Mikha bersemangat untuk menyiapkan konsep dan keperluan pendukung lainnya.
Mereka tidak menggunakan mobil masing-masing, tetapi menggunakan mobil Mikha untuk ke studio. Karena ada banyak hal yang akan mereka bicarakan dalam perjalanan. Usulan dan dukungan kedua orang tuanya membuat mereka bersemangat mempersiapkan MV.
"Mikha, kita ikutkan semua karyawan Relkha Restsurant, yaa. Tolong berikan kepadaku berapa banyak jumlah karyawan, nanti aku diskusikan dengan Pak Berdy." Ucap Darel.
"Ok, aku akan sertakan juga semua OB & CS Relkha Hotel, agar mereka bisa ikut bersama dengan yang lain. Shooting MV sekalian lakukan kebaikan. Wuuuaaah." Ucap Mikha senang, memikirkannya. Begitu pun Darel, sudah merasa senang memikirkan yang akan mereka lakukan.
"Nanti aku berbicara dengan beberapa pemilik/penyewa tempat di Mall, mungkin mereka mau ikut bersama kita dan mau memberikan bingkisan untuk karyawan mereka." Timbul ide di pikiran Mikha. Darel melihatnya dengan dahi berkerut.
"Maksudnya, aku akan mengajak semua pemilik/penyewa memperhatikan karyawannya menjelang akhir tahun. Sekalian sebagai sarana promo gratis untuk toko/galeri/restaurant/bioskop/arena bermain, dll." Ucap Mikha lebih lanjut.
"Aku setuju, jadi shooting MV nya bisa mengalir begitu saja. Tidak dibuat-buat, tetapi kejadian yang sebenarnya. Seperti pesta kecil para karyawan. yaaa, seperti yang Daddy bilang tadi. MV nya dibuat berdasarkan keadaan real" Ucap Darel senang, dan mereka tersenyum riang membayangkannya
Di Mansion keluarga Jion pun terjadi pembicaraan hangat. "Mommy, siapkan kostum Sinterklas untuk kita berdua, kita akan memberikan kejutan kepada mereka." Usul Pak Darpha senang, dan disambut anggukan Bu Richel, happy.
"Jangan lupa, Mommy ingatkan Darel dan Mikha untuk pulang besok malam. Sekalipun sudah larut, mereka harus pulang. Supaya besok paginya kita bisa bersyukur secara pribadi dengan Darel dan Mikha di Hari Ulang Tahun Darel." Ucap Pak Darpha, dan Bu Richel mengangguk mengerti.
*- Sebuah ide baik, lahir dari hati yang baik, bagaikan membuka kran air bagi kebaikan -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡