Me And You For Us

Me And You For Us
Berdamai 1.



Tanpa menghiraukan ucapan Manager Melo, Darel langsung berdiri. Dia mengajak Asisten dan Managernya untuk meninggalkan ruangan. Menyadari situasi yang tidak baik, ketiga member Melo termuda langsung berdiri dan berlari untuk memeluk Darel. Mereka memohon agar Darel tidak meninggalkan mereka.


Mereka tahu, apa yang diucapkan Darel, dia akan melakukannya. Dia pasti akan keluar, sehingga mereka memeluknya dan memohon padanya. "Jangan tinggalkan kami, Kak Darel." Ucap Chih dengan wajah sedih dan mata berembun.


"Iyaa, Kak. Jangan tinggalkan kami." Ucap David dan Hwa, sambil memeluk tangan Darel kiri dan kanan.


Darel mengusap tangan mereka dan mengatakan. "Tenanglah...!" Darel melepaskan tangan mereka dan meninggalkan ruangan.


Baek makin kesal melihat apa yang dilakukan ketiga member termuda. Dia melototi mereka satu persatu, tetapi mereka tidak menghiraukan tatapannya. Mereka sedang kesal dan juga sedih telah ditinggal oleh Darel.


Setelah ditinggal Darel, David yang telah kesal, membuatnya makin berani. Dia memandang Baek dengan geram. "Kak Baek, apa yang kau lakukan kepada Kak Darel? Memangnya apa yang sudah Kak Darel lakukan kepadamu sampai kau tidak sopan padanya?" Ucap David, mulai marah.


"Kau diamlah, kalau tidak bisa apa-apa." Ucap Baek yang masih kesal padanya, karena tadi berdiri mencegah Darel pergi.


"Aku cuma mau ingatkan. Kalau mau bersaing, yang gentleman. Jangan seperti pecundang. Aku mau lihat, kalau Kak Darel keluar, apa yang akan terjadi denganmu." Ucap David lagi, terus menatap Baek dengan berani.


"Tidak tahu berterima kasih, selama ini Kak Darel sudah memikul Melo di atas bahunya sendiri. Sekarang Melo masih dipegangnya. Tunggu sampai dia melepaskannya, baru kau lihat dan rasa. Beban berat yang dipikul Kak Darel selama ini." Ucap David emosi.


"Dan juga Pak Manager, apa yang anda lakukan terhadap Kak Darel? Kalau tahu, yang akan dibahas dalam pertemuan ini adalah lagu Kak Darel, saya tidak akan datang. Saya kira mau bicarakan kegiatan Melo."


"Seperti yang dikatakan Kak Darel, tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan oleh Kak Darel. Selama yang dilakukan tidak berbenturan dengan schedule Melo. Saya tahu, karena saya sudah periksa kontrak kerja Melo."


"Kak Darel tidak mengabaikan kegiatan Melo, karena sekarang Melo tidak ada kegiatan. Tidak ada schedule dari Manager Melo. Dan juga apakah Kak Darel ada membawa-bawa Melo atau Melons dalam kegiatan pribadinya?" Ucap David lagi untuk mengingatkan Manager Melo, bahwa mereka tidak ada kegiatan. David mengeluarkan semua yang memberatkan hatinya.


"Apa yang sekarang Kak Darel lakukan, karena peduli dengan orang disekitarnya yang harus dihidupi. Seharusnya Pak Manager berbicara sendiri dengan Kak Darel, sebelum berbicara dengan kami semua. Bukan seperti ini caranya." Ucap David, sambil membuka tangannya, lebar.


"Tadi Pak Manager tidak perhatikan kata Kak Darel? Kalau single yang dirilisnya salah, yaa, silahkan dituntut. Tetapi anda mala menudunya sombong. Semut yang diinjak saja bisa menggigit, apalagi manusia." Ucap David melepaskan kekesalannya.


"Melihat yang terjadi sekarang dengan Melo yang tidak berkegiatan, makin membuktikan, kegiatan Melo selama ini datang dari Kak Darel." Ucap David kesal, dan hendak mengajak Managernya keluar ruangan.


Sebelum David, Hwa dan Chih berdiri, hendak keluar, tiba-tiba pintu dibuka oleh Direktur MD Entertaiment dan menutupnya dengan keras. Semua orang dalam ruangan langsung berdiri.


"Apa yang kau lakukan kepada Darel?" Tanya Direktur kepada Manager Melo tanpa basa-basi dan mengabaikan mereka yang sedang membungkuk, memberi hormat.


"Be gi nii, Pak. ta di." Manager Melo terkejut dengan kehadiran Direktur, terutama dengan pertanyaanya. Hingga menjawabnya dengan terbata-bata.


"Saya tanya, apa yang kau lakukan terhadap Darel? Menapa pengacaranya bisa mengajukan pengunduran diri Darel dari member Melo dan sekaligus keluar dari Agency? Dan alasan keluarnya, mereka katakan tanya pada Manager Melo." Ucap Direktur marah.


Wajah Manager Melo langsung memucat, begitu juga dengan Baek. David hanya bisa tertunduk sedih. David tahu, Darel tidak pernah main-main dengan setiap ucapan seriusnya.


Sebelum Manager Melo menjawab, Pak Direktur langsung berucap: "Segera hubungi Darel dan selesaikan. Saya tidak mau mendengar pegunduran dirinya. Dan kau sebagai seorang Manager, tidak bisa membedakan emas dan tembaga." Kata Direktur, dan meninggalkan ruangan sambil membanting pintu dengan keras.


"Kau pikir semua orang sama denganmu, yang suka berpesta dan menghambur-hamburkan uang di tempat yang tidak jelas? Sendiri melakukan sesuatu yang tidak jelas, tetapi iri hati melihat ada orang yang lebih kaya dan sukses." Ucap David lagi dan terus melihat Baek yang hanya bisa diam. Karena Baek tidak menyangka Darel akan keluar. Dia hanya ingin menjatuhkan Darel di mata member yang lain.


Manager meremas rambutnya dengan kesal dan bingung. Dia menyadari, dia telah mengabaikan apa yang dikatakan oleh Pak Yoon waktu itu. Mengenai Darel bisa saja mengundurkan diri. Bisa keluar dari grup dan Agency.


"David, nanti tolong hubungi Darel. Karna kau dekat dengannya, mungkin dia mau mendengarkanmu. Tolong atur pertemuan saya denganya. Kita bertiga bertemu dan bicarakan ini." Ucap Manager Melo.


"Dan kau Baek, biar pun kau saudaraku saya tidak mau mati konyol karenamu. Jadi berhenti berulah." Ucap Manager Melo kesal dan keceplosan lagi.


Ketiga member termuda yang mendengar itu, langsung melihat Baek dan Manager bergantian sambil melongo. Ternyata mereka bersaudara, pantas Manager Melo sering membela Baek.


*((**))*


Setelah peristiwa yang terjadi di ruang meeting MD Entertaiment, Manager dan member Melo berulang kali menghubungi Darel, tetapi Darel tidak meresponnya. Darel tidak menerima panggilan telpon atau membaca pesan dari semua orang yang berhubungan dengan Melo.


Mereka juga menghubungi Bu Richel untuk minta tolong, tetapi hasilnya tetap sama. Darel tetap tidak bergeming. Begitupun juga, ketika mereka meminta tolong Mikha, Darel tetap tidak bergeming.


Akhirnya David berusaha menghubungi Darel lewat Asistennya. Dia ingin bertemu dengan Darel satu kali saja. Ketika mendengar permintaan David lewat Hyun, Darel menyetujui untuk bertemu dengan David.


Karena dia menyayangi ketiga adik member Melo itu. Darel meminta Hyun mengatur pertemuan mereka di salah satu restaurant di Relkha Mall. Setelah bertemu, dia mendengar semua pembicaraan dan permohonan maaf dari Manager Melo. Tetapi Darel tidak memperhatikan semua yang diucapkannya.


Dia terus memperhatikan David yang hanya diam dan menunduk. David benar-benar sedih setelah bisa bertemu dengan Darel. Akhirnya Darel mau berdamai. Semua itu dilakukan, bukan karena Manager Melo. Tetapi karena melihat wajah sedih David, yang terus menunduk dan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Saya akan tetap di Agency dan leader Melo, jika Pak Manager tetap pegang kontrak kerja selama ini dan tidak mengotak-atik aktivitas pribadiku."


"Semua schedule Melo, harap disampaikan minimal satu Minggu sebelumnya kepada Manager saya, agar tidak berbenturan dengan schedule pribadi saya."


"Jika ada kegiatan Melo yang tiba-tiba dan bersamaan dengan kegiatan pribadi saya, kegiatan Melo tidak menjadi pilihan saya." Ucap Darel, dan Manager Melo dengan berat hati mengangguk menerimanya.


"Kalau begitu nanti Asisten saya akan memberikan point tambahan ini dikontrak kerja saya dan Melo. Kami akan secepatnya memberikan itu untuk Pak Manager dan David agar bisa menanda tanganinya." Ucap Darel lagi dan mereka berdua mengangguk mengiyakan.


David menjadi lega dan percaya Darel akan melindungi mereka bertiga seperti biasanya. Dan syarat yang disampaikan juga tidak macam-macam. Hanya membuat pihak Agency dan Manager Melo mengerti, bahwa mereka manusia. Jangan diperlakukan sesuka hati mereka.


Setelah selesai makan dan hendak berpisah, David memeluk Darel erat dan mengatakan: "Thank u, Kak Darel." Dia sangat berterima kasih, Darel masih mau bersama mereka.


"Its OK." ucap Darel sambil mengusap pelan punggung David dengan sayang.


*- Setiap orang memiliki perasaan yang harus dijaga dan dihargai -*


β™‘β€’~Jangan lupa like, komen, vote danΒ  favorit, yaa... πŸ™πŸ» Makasih~β€’β™‘