
Di bagian bumi yang lain ; Ruang programmer sudah kembali bersinar. Mulai terdengar canda dan tawa. Menjelang akhir tahun, semua berusaha agar pekerjaan mereka bisa selesai tepat waktu. Begitu juga dengan Mala, Toby dan Kandara.
Perut Kandara makin terlihat dan dia sudah mulai mengenakan baju-baju yang longgar ke kantor. Hal itu menjadi perhatian Yeni.
"Dara, anakmu sepertinya perempuan deh." Ucap Yeni sambil mendekati meja
"Ooh, yaa? Ko' Yeni tau? Aku sendiri belum tau." Ucap Kandara.
"Kau terlihat, cantik." Ucap Yeni sambil tersenyum.
"Ngga usah ngerayu. Kalau mau rujak, bilang saja. Karna menurutku, anaknya Dara laki-laki." Ucap Mala dan semuanya tersenyum.
"So' tau." Ucap Yeni lagi.
"Yaa, taulah. Sekarang dia berani galak sama kami." Ucap Mala sambil menunjuk dirinya dan Toby.
"Muasaa sih, Mas. Mungkin karna Mas ngga kasih rujak. hehehee..." Ucap Kandara, lalu tertawa.
"Yeni, kalau mau rujaknya, ambil nih. Aku ngga terlalu suka buah yang asam. Rina, maafin yaa. Berdua Yeni makan saja, yaa. Aku ngga kuat asam." Ucap Kandara kepada Rina. Karena Rina yang membeli rujak untuknya saat istirahat makan siang. Rina mengangguk dan Yeni membawanya ke meja Rina untuk dimakan berdua.
"Yeni. Kau dapat rujak, lupa jenis kelamin anaknya Dara. Taruhan... Kalau laki-laki, kau harus traktir kami berdua." Ucap Mala, sambil menunjuk dirinya dan Toby.
"Siapa takut. Kalau perempuan, Mas Mala traktir kami berenam." Ucap Yeni, sambil menunjuk dirinya dan Rina bersama 4 rekan pria lainnya.
"Sudah mulai main curang, yaa. Tapi baiklah." Ucap Mala, pasrah.
"Mala, bukan 6 orang, tetapi 8. Karna kita berdua juga harus makan." Ucap Toby, mengingatkan dengan wajah tersenyum.
"Astagaa, sama saja. Dara melahirkan kita makan-makan." Ucap Mala, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Iyaa, Mas." Ucap Kandara tersenyum, sambil tos berjauhan dengan Toby.
"Eeehh, Dara sudah tau jenis kelamaninnya, yaa. Curaaang..." Ucap Yeni cemberut.
"Tenang saja, Yeni. Aku tidak akan cek jenis kelaminnya, biar kejutan. Kantong siapa yang akan jebol." Ucap Kandara dan semua tersenyum. Yeni setuju, sambil tos dengan Kandara dari jauh.
"Mas Mala dan Mas Toby., besok kita sudah cuti. Nanti sore pulang kerja, ngantarin Dara ke BQ Mall, yaa. Kita makan malam di sana. Sekalian mau cari kado Natal buat Mama, jadi nggak enak mau ajak Mama." Ucap Kandara, mendekati meja Mala dan Toby sambil berbicara pelan.
"OK." Ucap Mala dan Toby, sambil mengisyaratkan ok dengan jarinya.
Kandara telah mengajukan cuti untuk libur Natal dan tahun baru, begitu juga Toby dan Mala. Walaupun Mala tidak merayakan Natal, tetapi dia akan berkumpul bersama keluarganya menjelang tahun baru.
Sehingga setelah menyelesaikan pekerjaan mereka sebagai tim, mereka bertiga pergi makan malam di BQ Mall, sebelum berpisah. Sekalian Kandara akan mencari kado Natal buat Mamanya.
Kandara sendiri merasa telah mendapat hadiah Natal yang indah ketika mendengar lagu Natal yang baru dirilis oleh Darel. Seperti saat ini, lagu Natal Darel sedang diputar di BQ Mall.
Ketika Kandara sedang memilih kado Natal untuk Bu Selvine, Mala dan Toby meninggalkannya untuk ke toilet. Hal itu menjadi kesempatan bagi Kandara, memilih kado juga untuk Mala dan Toby.
Kado Natal untuk Toby dan kado Tahun Baru untuk Mala. Mereka berdua sudah seperti Kakak yang tidak dimilikinya. Kado tersebut disimpan tersendiri di dalam dua paper bag.
Setelah Mala dan Toby telah kembali dari toilet, Kandara sudah membeli kado yang diinginkan. Sehingga mereka segera menuju restaurant yang telah disepakati.
Saat menunggu makanan yang dipesan, Kandara menyerahkan kado yang telah dibelinya.
"Selamat Natal, Mas Toby." Ucap Kandara sambil menyerahkan paper bag kepada Toby. Toby terkejut, tapi menerimanya dengan senang hati.
"Aku ngga tahu kau akan memberikan kado buat kami, tetapi aku juga sudah menyiapkan kado Natal untukmu. Ini... Selamat Natal untukmu dan bayimu." Ucap Toby, sambil meletakan sebuah kantong kecil di tangan Kandara. Toby memang sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Karena ini hari terakhir bertemu dengan Kandara sebelum Natal, jadi Toby telah membawanya saat turun dari mobil.
Mala juga mempersiapkan sesuatu untuk Toby dan Kandara. Tadi saat ke toilet, Mala melihat ada asesioris Natal yang unik. Dia membeli dan minta dibungkus, karena akan diberikan kepada Kandara dan Toby.
"Ini juga dariku, untuk kalian.. Bukan kado, tetapi ucapan selamat Natal." Ucap Mala sambil meletakan asesioris itu di tangan Toby dan Kandara.
"Wuuuaaahh, terima kasih." Ucap mereka sambil saling menggenggam tangan. Kandara sangat terharu, sampai matanya berembun.
"Kids. Semoga kelak nanti, kalian memiliki rekan kerja seperti Mommy." Ucap Kandara sambil mengelus perutnya yang mulai membukit. Karena usia kandungannya telah melewati usia lima bulan.
Mereka tersenyum sambil menikmati makan malam dengan hati yang happy. "Selesai makan, kita langsung pulang, yaa. Kasihan Dara, dia belum istirahat dari pagi." Ucap Mala yang melihat Kandara agak cape'. Toby mengangguk menyetujui.
"Dara, pulangnya ikut aku saja. Karena kita searah." Ucap Toby. Karena tadi berangkat ke Mall, Kandara naik mobil Mala.
"Ssiiiip.." Ucap Mala sambil mengangkat jempolnya.
"Iyaa Mas, makasi." Ucap Kandara, tersenyum.
Setelah selesai makan malam, Kandara yang memaksa bayar makan malam mereka, karena dia merasa, dialah yang mengajak dan meminta diantar ke Mall. Setelah terjadi perdepatan dan tarik-tarikan, Kandara yang menang. Karena alasannya lebih kuat untuk diterima. Kedua pria di depannya langsung memasukan kembali dompetnya.
Akhirnya, Mala dan Toby keluar dari restaurant sambil menggaruk kepala mereka yang tidak gatal. "Lain kali, maksudnya tahun depan, kalau ada begini lagi, bukan alasan yang menentukan. Pakai syuuutt jari, siapa yang menang yang bayar." Ucap Toby dengan wajah tersenyum.
"Ko', yang menang, yang bayar?" Tanya Mala, tidak mengerti.
"Yaaa, kalau yang kalah sudah biasa. Tim kwak kwak yang tidak biasa, dong." Ucap Toby sambil menyenggol bahunya Mala. Kandara tersenyum dan mengangkat jempolnya, setuju.
Tiba-tiba Kandara menghentikan langkahnya. Mala dan Toby jadi terkejut melihat reaksi Kandara. Mereka langsung mencari sumber penyebabnya. Ternyata dari arah depan, mereka melihat Lucha sedang berjalan ke arah mereka dengan seorang wanita. Mereka berdua langsung mengajak Kandara berbicara, seakan-akan tidak melihat Lucha yang sedang berjalan kearah mereka.
Ini adalah pertemuan pertama Kandara dengan Lucha setelah mereka berpisah, dan kondisi Kandara saat ini sedang hamil. Membuat Kandara tidak siap untuk bertemu dengan Lucha.
Kandara segera menyadari yang sedang dilakukan Mala dan Toby. Dia langsung merespon pembicaraan kedua rekannya.
Seakan tidak melihat Lucha, namun sebelum melewatinya, Lucha telah melihat Kandara dengan Mala dan Toby. Lucha menatapnya dengan terkejut, dan terutama kearah perut Kandara.
"Eeeh, ternyata benar yang kudengar. Aku kira kau wanita baik-baik.. Tenyata hanya seorang wanita murahan." Ucap Lucha sambil memegang pinggang wanita di sampingnya.
Mendengar ucapan Lucha, secara reflek Toby memukul perutnya Lucha, membuatnya tertunduk. Wanita di sampingnya langsung menutup mulut dengan tangannya, dan matanya membulat karna terkejut.
Mala memegang kerak kemeja Lucha dan mencengkramnya dengan kuat. "Itu baru setengah yang kami kasih. Berani sekali lagi kami tau, kau berkata kasar kepada Dara, kami akan membuatmu melihat kunang-kunang beribu-ribuuu." Ucap Mala sambil melepaskan kerak kemeja Lucha dengan kasar.
"Jangan kau kira Dara tidak punya saudara laki-laki, lalu boleh sesukamu. Niiih... Kami berdua Kakaknya. Malu tuh, sama jasmu." Ucap Toby, karena melihat jas yang dikenakan Lucha.
Kandara melihat wanita di samping Lucha, kemudian Kandara mendekati Lucha. "Hati-hati, jangan sampai yang disebelah tidak tahan mendengar mulut kotormu." Bisik Kandara, sambil membersihkan jas Lucha dengan jarinya.
Mereka bertiga langsung berjalan meninggalkan Lucha yang sedang melongo dan kesal.
"Daraaa, anakmu membuat trio kwak kwak seperti preman." Ucap Mala, dan mereka bertiga berjalan sambil tertawa.
*- Jangan biarkan sukacita meniggalkanmu, karena ucapan atau tindakan tidak berarti -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡