Me And You For Us

Me And You For Us
Pasangan Hidup.



Setelah kepergian Aerum ; Darel, Mikha dan Hyun kembali ke ruang kerja Darel untuk melanjutkan pekerjaannya. "Mikha. Dengan kejadian tadi, tolong perhatikan artis/aktor/idol yang di bawa naungan Relkha Entertaiment, ya." Ucap Darel, lalu duduk di kursi kerjanya lagi.


"Iyaa, Baik. Kejadian tadi juga mengingatkanku pada Lanna. Ternyata ada banyak wanita bisa melakukan berbagai cara untuk mendapakan yang diinginkannya." Ucap Mikha.


"Kau sudah dengar berita tentang Lanna?" Tanya Mikha, dan Darel menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya yang kau curigai dulu betul. Lanna ada berhubungan dengan Baek. Entah hubungan pribadi atau pekerjaan. Karena mereka sering kedapatan ketanggkap kamera sedang berdua." Ucap Mikha menjelaskan tentang berita yang didengarnya.


"Aku tidak berpikir terlalu jauh. Hanya ingin tahu saja, mereka dekat atau tidak. Karena aku merasa, mereka saling memanfaatkan. Jadi kalau Lanna mau pindah ke Agency kita, kau harus berhati-hati." Ucap Darel mengingatkan Mikha.


"Baik, tadinya aku mau bicarakan ex member Melo. Apakah kau tidak memiliki rencana untuk mereka?" Tanya Mikha.


Darel terdiam, karena belum terpikirkan apa yang akan dilakukan. Ketiga ex member Melo; David, Hwa dan Chih telah keluar dari MD Entertaiment dan pindah bernaung di bawa Relkha Entertaiment. Sedangkan Baek masih dibawa naungan MD Entertaiment.


Darel yang merekomendasikan agar, David, Hwa dan Chih pindah ke Relkha Entertaiment. Ketika mereka telah keluar dari MD Entertaiment. Hal itu membuat Darel menjadi tenang, ketika mereka mengikuti sarannya untuk bernaung di bawah Relkha Entertaiment. Jadi walaupun Melo telah bubar, ketiga member termuda tetap mendapat dukungan darinya.


Sekarang kedua ex member Melo terkecil, Hwa dan Chih lebih banyak bermain drama atau film dan variety show. Sedangkan David lebih banyak menulis lagu dan kadang-kadang bernyanyi bersama Darel dan juga sebagai MC di beberapa acara musik di TV.


Sedangkan Baek mencoba menulis lagu dan merilis single, tetapi mendapatkan respon pasar yang negatif. Karena setelah Melo bubar, kehidupan pribadinya yang sebelumnya ditutupi mulai terekspos.


"Aku juga ada dengar, sekarang Baek lebih sering berurusan dengan hukum. Dia ditangkap bersama teman-temannya sedang menggunakan narkotika." Ucap Mikha, dan hal itu membuat Darel terkejut.


"Karena yang dialami Baek, aku telah berbicara dengan yang karyawan di sana. Semua artis di bawa nauangan Relkha Entertaiman jika ketahuan menggunakan narkotika, langsung dikeluarkan dari Agency dengan pembayaran finalti 2 x lipat." Ucap Mikha, dan Darel mengangguk setuju.


"Aku juga telah menyampaikan dalam setiap meeting, Agency hanya mensupport artis yang berkarakter baik yang mau berkarya dengan baik untuk memperoleh sesuatu yang baik." Ucap Mikha, melaporkan apa yang dilakukannya di Relkha Entertaiment.


"Iyaa, Mikha. Tekankan kepada mereka, Agency tidak mentolelir semua orang yang bermoral dan berperilaku buruk. Seperti contoh yang tadi itu, jangan segan memanggil dan menegur Idol/artis/aktor/yang berlaku demikian." Darel berkata tegas.


"Karena perilaku mereka berdampak bukan untuk dirinya saja, tetapi untuk banyak orang. Aku jadi terkejut dengan perilaku artis/aktor dan idol yang muda-muda ini." Ucap Darel, masih heran dengan peristiwa yang dialaminya.


"Nanti kita pikirkan, solusi yang baik untuk menangani idol/artis/aktor yang baru berkarier ini. Saling menghormati, saling menghargai, itu berlaku sepanjang jaman. Itu etika hidup bersama, supaya ada keteraturan."


"Kau bisa lihat Melo, sudah digemleng begitu rupa, masih ada yang lolos. Baek bisa berlaku seperti itu. Aku bersyukur, David, Hwa dan Chih masih berjalan pada relnya." Ucap Darel lagi.


"Yaaa... Aku juga mungkin bisa seperti Baek, jika tidak berada di keluargamu. Mau memiliki uang atau tidak, tergantung di mana sering berkumpul. Itulah yang membentuk perilaku kita." Ucap Mikha dengan hati bersyukur, bisa bersama Darel dan orang tuanya.


"Iyaa, kau benar. Soal moral dan etika agar dicantumkan dalam semua kontrak kerja, supaya bisa menjadi perhatian. Sehingga perilaku mereka tidak merusak citra Agency." Ucap Darel.


"Dan terima kasih juga, kau telah mengingatkanku pada masalah Baek. Dengan adanya kasus yang dialami Baek, aku ingin membeli nama Melo dari MD Entertaiment. Agar semua yang berhubungan dengan Melo masih terjaga, karena keempat ex membernya ada dalam Agency kita." Ucap Darel lagi.


"Ok. Aku serahkan padamu, karena aku ingin ex member Melo bisa bernyanyi lagi. Aku sering melihat mereka bertiga mengisi waktu dengan bernyanyi di studio ini." Ucap Darel, dan Mikha mengangguk mengiyakan.


*((**))*


Di sisi yang lain ; Di Mansion keluarga Jion, Pak Darpha dan Bu Richel sedang bersiap-siap untuk menghadiri pesta pernikahan anak Pak Lee rekan bisnis Pak Darpha.


"Daddy. Melihat anaknya Pak Lee sudah menikah, anak-anak kita sebenarnya sudah bisa menikah juga." Ucap Bu Richel sambil menunggu waktu untuk berangkat.


Pak Darpha terkejut mendengar apa yang di sampaikan Bu Richel. Beliau langsung memperhatikan apa yang sedang disampaikan oleh istrimya.


"Daddy tolong bicara dengan mereka. Supaya jangan terlalu santai, karena waktu terus berlalu. Usia mereka sudah lebih dari cukup untuk menikah." Ucap Bu Richel lagi.


"Kalau mereka mau, Mommy bisa cari gadis baik-baik dari anak-anak teman Mommy. Yaaa... Mungkin bisa lakukan kencan buta seperti anaknya Pak Lee." Ucap Bu Richel, mengingat Pernikahan anak Pak Lee yang akan mereka hadiri.


"Astaga Mommy, jangan. Daddy tidak setuju dengan kencan buta itu. Bagiku, seakan-akan anak kita tidak menarik untuk dijadikan suami." Ucap Pak Darpha, sambil menggelengkan kepalanya.


"Seolah-olah anak-anak kita tidak bisa mencari jodohnya sendiri. Anak kita kurang apa, hayooo... Sehingga tidak ada gadis yang mau menikah dengan mereka?" Ucap Pak Darpha sambil membuka tangannya.


"Apalagi Darel, kalau dia mau sudah lama menikah. Mommy ingat gadis penyanyi, yang sering menempel padanya? Kalau Daddy lihat, Darel tinggal buka tangan, dia akan lari kepelukan Darel." Ucap Pak Darpha sambil tersenyum mendengar ucapannya sendiri terhadap Darel. Bu Richel juga ikut tersenyum mendengar ucapan Pak Darpha dan memukul lengannya.


"Tapi beberapa tahun ini, Daddy tidak pernah melihat Darel bersamanya lagi. Apakah mereka sudah putus atau tidak benar-benar berpacaran?" Tanya Pak Darpha, heran.


"Ooh... Mengenai gadis penyanyi yang pernah bersama Darel itu, sepertinya sedang bermasalah. Mommy pernah melihat beritanya dan itu bukan gosip. Mommy bersyukur dia sudah tidak bersama Darel lagi." Ucap Bu Riche, sambil mengingat berita tentang Lanna. Pak Darpha mengangguk mengerti.


"Jadi biarkan mereka mencari pasangan hidup mereka sendiri, Mom.. Karena mereka tidak mungkin sendirian terus." Ucap Pak Darpha, menenangkan Bu Richel.


"Jadi mari kita sabar menunggu, jangan mendesak atau membicarakan hal ini dengan mereka. Nanti mereka merasa terbeban." Ucap Pak Darpha, sambil mengelus tangan Bu Richel.


"Jangan sampai mereka berpikir harus cepat menikah untuk menyenangkan hati orang tua. Akhirnya bisa tidak jeli dalam memilih pasangan hidup mereka." Ucap Pak Darpha lagi.


"Kita berdua menikah bukan produk hasil kencan buta, bukan? Jadi biarkan anak-anak menemukan pasangannya dengan cara mereka sendiri. Kita sebagai orang tua, berdoa saja. Semoga Tuhan memberikan cara yang terbaik untuk anak-anak kita menemukan pasangan hidup mereka." Ucap Pak Darpha.


"Amin. Iyaa, Dad. Thank u. Sudah ingatkan Mommy." Ucap Bu Richel sambil mengusap lengan Pak Darpha. Sebagai seorang Ibu, Bu Richel suka khawatir melihat Darel dan Mikha yang tidak memberikan tanda-tanda sedang dekat dengan seorang wanita. Hal itu mulai dipikirkan lagi ketika mengetahui anak Pak Lee mau menikah.


*-Tuhan memiliki cara dan waktu  tersendiri bagi setiap orang, untuk menemukan pasangannya -*


♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡