
((\*\* Satu Tahun Kemudian \*\*))
Setelah Darel merilis singlenya Missing di tahun yang lalu, dia lebih banyak melakukan kolaborasi dengan Pak Yoon dan juga menciptakan lagu untuk beberapa grup yang baru debut. Dia juga sering menyanyikan lagu-lagunya di Relkha Cafe untuk channel youtube nya.
Sekarang Melo memasuki tahun terakhir dari tujuh tahun masa kontraknya bersama MD Entertaiment. Para member Melo berkumpul dan membicarakan kelanjutan karier Melo. Dalam pertemuan tersebut, Darel sebagai leader Melo yang membuka pembicaraan.
"Begini, ini adalah tahun terakhir kontrak kita dengan MD Entertaiment. Saya tidak berencana memperpanjang kontrak saya dengan MD Entertaiment. Kalau kalian mau perpanjang dan mempertahankan Melo, silahkan." Ucap Darel dengan serius, dan menunggu reaksi member lainnya.
"Saya juga tidak perpanjang, Kak." Ucap David.
"Saya juga tidak perpanjang, Kak." Ucap Hwa.
"Saya juga tidak, Kak." Ucap Chih.
Karena Baek diam saja, Darel meneruskan pembicaraannya. "Kalau begitu dengan demikian, Melo akan bubar setelah kontrak ini berakhir." Ucap Darel tenang, sambil memandang keempat member lainnya.
"Oleh sebab itu usul saya, alangka baiknya kita comeback dengan membuat satu Mini Album. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Darel, tetap tenang dan menunggu reaksi member lainnya.
"Saya ikut, bagaimana yang baik menurut Kak Darel." Ucap David.
"Iya, Kak. Saya juga sama dengan Kak David." Ucap Hwa.
"Saya juga ikut, Kak. Sekarang kami tidak banyak kegiatan." ucap Chih
Baek tetap diam mendengarkan, tanpa bersuara. Tetapi dalam hatinya, dia akan ikut. Karena keadaan finansialnya tidak sebaik empat member lainnya. Dia minim kreaktivitas setelah tidak dibantu lagi oleh Manager Melo. Selain itu, Baek tahu tanpa dia ikut, Darel bisa membuat Mini Album untuk Melo dengan keempat member.
Sebenarnya, itulah yang ada dalam pikiran Darel. Dengan setujunya ketiga member termuda, itu sudah cukup bagi Darel. Melo bisa membuat Mini Album dengan keempat membernya. Tetapi Darel masih berharap Baek juga ikut. Karena mereka berlima yang memulai debut bersama-sama. Dia berharap mereka berlima juga bisa mengakhirinya bersama-sama.
Darel telah melupakan semua kesalahan yang Baek lakukan kepadanya, sehingga jika Baek mau ikut bersama mereka, Darel bisa bekerja sama dengannya.
"Karena kalian sudah setuju untuk membuat Mini Album Melo, saya berharap Baek juga ikut. Karena ini adalah karya terakhir kita sebagai Melo." Darel berkata dengan tenang, sambil memandang Baek. Baek mengangguk dalam diam, dia tidak menyangka Darel akan berkata demikian. Melihat Baek mengangguk, Darel merasa lega.
"Baik, berarti kita berlima akan bekerja bersama-sama lagi. Saya sebagai leader, mau mengingatkan kita semua, agar tidak membicarakan kepada orang lain tentang rencana perpanjangan kontrak Melo dengan MD Entertaiment."
"Jadi mulai sekarang, kita hanya fokus pada pembuatan Mini Album Melo. Jangan ada yang minum sampai mabuk. Karena sering ketika mabuk, kita tidak bisa mengontrol tindakan apalagi ucapan kita." Ucap Darel tenang dan tegas.
"Iyaa, Kak. Kami mengerti." Ucap David, dan Hwa dan Chih memgangguk mengerti. Baek hanya diam mendengarkan.
"Anggaplah Mini Album ini adalah kado perpisahan untuk Melons yang telah bersama kita selama tujuh tahun ini, jadi mari kita persiapkan sebaik mungkin."
"Kita akan umumkan tidak perpanjang kontrak dan pembubaran sekaligus pamit pada waktu dan moment yang pas." Ucap Darel dan member yang lain mengangguk setujuh.
Ketika mendengar Darel tidak memperpanjang kontrak, mereka terdiam. Karena pihak Agency menyadari, jika Darel tidak mau memperpanjang kontrak kerjanya dengan MD Entertaiment, dengan demikian Melo akan bubar setelah kontrak kerja mereka berakhir.
Mereka juga menyadari, Manager Melo tidak bisa berbuat sesuatu untuk mengangkat reputasi Melo yang sudah terpuruk hampir dua tahun lalu. Pihak Agency tinggal mendapatkan pembagian royalti dari semua kegiatan pribadi member Melo, terutama dari Darel yang banyak kegiatan pribadinya.
Dalam pertemuan tersebut, Darel menyampaikan maksud hatinya untuk membuat Mini Album Melo sebagai kado perpisahan. Mendengar hal itu, Para petinggi MD Entertaiment langsung menyetujuinya. Karena menyadari kemampuan Darel dan juga akan kehilangannya.
Setelah selesai pertemuan dengan pihak Managent, Darel menghubungi Pak Yoon. Darel membuat janji bertemu dengan Pak Yoon untuk membicarakan rencananya.
Pak Yoon bersedia bekerja sama dengan Darel dalam membuat lagu untuk Mini Album Melo. Mereka mempersiapkan enam lagu untuk Mini Album. Pak Yoon dan Darel, masing-masing mencipkan dua lagu.
Dua lagu lagi, Darel mengambil dari dua penulis yang selalu setia mendukung Melo. Karena sesuai dengan warna musik Melo selama ini. Seperti biasanya, lagu yang ditulis oleh Darel dipilih oleh para member untuk menjadi lagu utama dalam Mini Album Melo yang akan datang.
Setelah bekerja keras selama tiga bulan, Mini Album Melo dirilis pada musim panas. Dan seperti yang diprediksi, para penulis lagu dan petinggi MD Entertaiment, Mini Album Melo booom...
Para Melons mulai bergeliat dan bersemangat. Melons menunjukan kecintaan mereka dengan mensupport penjualan Mini Album Melo, sehingga Melo bisa kembali berjaya. Melo kembali menghiasi media sosisl, dan bernyanyi di berbagai acara musik di TV. Karena mereka memperoleh rating yang tinggi.
Ada sebuah lagu terakhir yang diciptakan oleh Darel, yang hanya diiringi gitar oleh Darel dan David. Sehingga keharmonisan vokal mereka lebih menonjol dan menyentuh hati.
Melihat penerimaan publik terhadap Mini Album Melo, pihak Management mulai mempersiapkan konser di dalam dan luar negeri. Para member Melo setuju dan disambut dukungan Melons di seluruh dunia. Indonesia juga masuk dalam list konser dunia Melo. Sebersit harapan kembali bersinar di hati Darel. 'Semoga ini merupakan kesempatan untuk bisa bertemu Dara.' Darel membatin.
Tetapi sampai konser terakhir mereka di Seoul, harapan itu tidak terujud. Dara bagaikan ditelan bumi. Terbesit di hati Darel, 'mungkinkah Dara marah padanya?'
Dalam kesibukannya Darel sering mengecek sosial medianya, mungkin ada DM dari Dara, tetapi tidak ada sama sekali. Justru adanya dari yang tidak diharapkan.
Mikha melihat wajah Darel yang tidak happy sepulang konser terakhir Melo. Mikha tahu, Darel belum dapat yang dia harapkan. Hal itu membuat Mikha sedih dan cemas.
Setelah semua aktvitas Melo berakhir, dan Melo telah dinyatakan bubar, Mikha mengajak Darel terbang ke Pulau Jeju. Dia ingin mengajak Darel untuk beristirahat sejenak di resort mereka.
Dalam keheningan malam, mereka duduk di restaurant out door sambil menikmati makan malam dan melihat kerlap kerlip lampu di sepanjang pantai Pulau Jeju, Mikha menghiburnya. "Darel. Tentang kau dan Dara, kau sudah melakukan bagianmu dengan semua kemampuanmu. Kini biarkanlah Tuhan melakukan bagian-Nya. Berdiam diri dan tenanglah, nantikan apa yang akan dilakukan-Nya bagimu." Ucap Mikha menenangkan dan menyemangati Darel.
"Iyaa, Mikha. Aku telah melakukan menurut kemampuanku yang terbatas. Selanjutnya, biarlah Tuhan menolongku dengan kemampuan-Nya yang tidak berbatas." Ucap Darel.
"Aku harus lebih bersabar dan tenang, agar bisa melihat segala sesuatu dengan baik dan jernih." Ucap Darel, sambil menengadakan wajahnya melihat langit malam yang bertaburan bintang-bintang. 'Terima kasih Tuhan, Engkau telah menghiburku dengan bintang-bintang-Mu.' Darel membantin dengan mata berembun.
*- Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat bagi setiap orang yang berharap pada-Nya -*
♡•~Jangan lupa like, komen, vote dan favorit, yaa... 🙏🏻 Makasih~•♡