Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.10 (End)



Pengakhiran


"Demon King Nahemah!?"


Keduanya pun bertatap mata secara langsung, Naori yang gemetaran dan Nahemah yang memasang senyum jahat meremehkan di wajahnya.


"Tenang! aku masih punya banyak kekuatan jika aku menggunakan semua Stack Charger" batin Naori di dalam hatinya.


Blar! Blar! Blar!


Petir menyambar beberapa kali di atas awan, sebuah energy yang begitu besar bertubrukan di atas sana seperti ada yang sedang bertarung.


Naori mendongak ke atas sedikit, karena lengah Nahemah pun langsung maju dengan cepat dan menusuk Naori dengan tangannya yang di penuhi cakar dan sebuah energy yang menyelimutinya


Scrash!


Darah menyembur dari perut Naori yang di tusuk, Naori yang kaget langsung mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya, lalu Nahemah mencabut tangannya sambil memandang Naori dengan raut wajah tersenyum melihat ekspresi Naori.


"Akh"


Naori langsung jatuh setelah Nahemah mencabut tangannya dari perut Naori sembari berkata "Dasar Manusia menyebalkan, rasakanlah penderitaan itu! kematian terlalu mudah untukmu" lalu terbang kembali ke atas.


Saat jatuh, Naori sempat melirik Nahemah sebentar karena kesadarannya yang mulai hilang, sebelum benar-benar jatuh Naori bergumam "Char- ... ger" dan kemudian karena Naori jatuh dari ketinggian dirinya jatuh di antara tumpukan mayat yang ada di medan perang itu dan masuk ke dalamnya lalu membuat beberapa mayat terlempar ke bawah.


Beberapa orang dari tenda yang melihat hal itu langsung terkejut melihat Demon King Nahemah datang hanya untuk membunuh sosok hitam pembawa busur yang membantu umat manusia membunuh para iblis.


Lalu beberapa orang berlari ke arah tumpukan mayat di mana sosok hitam pembawa busur dan mencoba mendaki naik ke atas.


Sedangkan di garis depan medan perang, melihat Naori yang terjatuh setelah berhadapan dengan Demon King Nahemah membuat semangat para iblis berkobar dan berteriak "Hidup tuan Nahemah" sambil berlari dan membunuh semua manusia yang ada di sana, karena semangat juang iblis yang tiba-tiba naik para manusia pun terpaksa harus bertahan dengan perisai yang ada dan mundur secara perlahan, ada sekitar ratusan orang yang mati sekaligus dari umat manusia setelah semangat para iblis naik secara drastis.


Sama seperti peperangan yang ada di bawah, pertarungan di atas awan pun sama, Arashi yang terpojok oleh kekuatan ke tujuh Demon King terluka dan mulai kelelahan menghadapi mereka ber-tujuh.


"Hah" Arashi menghela nafasnya dan kemudian menasang kuda-kudanya dan menggenggam erat gagang pedangnya.


"Teknik pernafasan Air, Jurus ke tiga belas ..." Seketika setelah Arashi mengucapkan itu, muncul sebuah bayangan sebuah naga besar di belakang Arashi, naga itu melingkar dan membuat sebuah lingkaran dengan kepalanya yang berada di samping pedang yang Arashi pegang


"Sayatan tiga belas naga air!"


Tanpa jeda Arashi langsung memasang kuda-kudanya lagi dan berkata "Raikiri!"


Sebuah gelombang petir melaju dan bergabung dengan naga air itu dan menjadikan air itu di selimuti dengan listrik menyerang para Demon King.


Demon King yang bernama Lucifer pun maju dengan pedang dan armor warna hitam yang dia kenakan dan bersiap untuk menahan serangan Arashi seraya berkata "Chaos Eater"


Pedang Lucifer dan Naga air Arashi pun bertubrukan dan menyebabkan gelombang kekuatan yang begitu dahsyat, karena sepertinya Lucifer terpukul mundur, Demon King yang lain pun mulai membantunya untuk menahan serangan itu bersama Lucifer.


Lucifer, Lucifugus, Satan, Astaroth, Nahemah, Beelzebub, Leviathan


Ke Tujuh Demon King yang mengendalikan Clone dari jauh mulai kesulitan untuk mempertahankan Clone milik mereka sendiri.


Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberikan setengah kekuatan mereka pada Clone yang mereka kendalikan, Lucifer yang menahan serangan Arashi dari depan membuat gelombang energy di sekitarnya dan mulai mengikis serangan dari Arashi.


Blar!


Kekuatan antara keduanya pun meledak dan membuat asap karena naga air yang menguap oleh panasnya gelombang kekuatan yang baru saja meledak, dari samping terlihat pergerakan sebuah energy yang begitu besar.


"Menunduk!" ujar Lucifugus yang memperingatkan Demon King lainnya.


Semuanya menunduk kecuali salah satu Demon King.


Zriiing!


Arashi menebas begitu cepat hingga Demon King yang bernama Satan tidak sempat bereaksi lalu terbelah menjadi dua, tubuh utama Satan yang berada di kejauhan pun muntah darah dan terjatuh karena lemas.


"Ugh ... Semuanya, waspada dengan tebasan itu! tebasan itu tidak sama seperti sebelumnya"


Uhuk* Uhuk*


Satan batuk darah dan kemudian diam sebentar untuk memulihkan tubuhnya dengan berkata "Tebasan itu merenggut masa hidupku!"


"God sialan itu!"


"Masa hidup!?"


Para Demon King yang terkejut langsung mewaspadai Arashi dengan mengendalikan Clone mereka sedikit menjauh dari Arashi.


Di bawah, tepatnya di garis depan medan perang tiba-tiba muncul sosok Naori yang memakai sayap malaikat berwarna putih cerah sedang menyerang seluruh iblis dengan ribuan panah cahaya.


Di atas tumpukan mayat Naori melihat banyak sekali mayat dan kemudian meneteskan air matanya seraya berkata kepada beberapa orang yang mendaki gunung mayat yang Naori pijak, "Pergilah! gelombang yang akan aku keluarkan mungkin bisa melukai kalian" ucapnya saat menundukkan kepalanya.


Lalu Naori kemudian berjongkok di atas tumpukan mayat itu dan memejamkan matanya seraya berkata "Terima kasih, jika bukan karena tubuh kalian, aku mungkin sudah mati"


Lalu Naori melihat sosok dirinya yang memiliki sayap malaikat dan membunuh para iblis di garis depan seraya bergumam "Sebenarnya siapa orang yang berada di pikiranku tadi!?"


<--Di dalam kesadaran Naori saat jatuh di tumpukan mayat setelah di serang oleh Nahemah-->


"Apa aku akan mati?"


"... Alter? kau di mana? ... di mana ini? begitu gelap dan menakutkan"


Lalu dari belakang Naori tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang redup, makin lama cahaya itu makin terang dan mulai mendekati Naori.


"Halo orang dunia lain"


"Siapa kau?"


"Aku tidak begitu penting, namun juga penting, aku adalah The Writer Inazuma Haruto, panggil saja aku Haruto" ujar sosok cahaya itu memperkenalkan dirinya.


"The Writer?"


"Iya, kau pasti bingung ini ada di mana kan? ini adalah kesadaranmu, aku masuk ke dalamnya untuk memberikan sesuatu untuk membantumu menyelesaikan Misi milikmu"


"Aku memberikan dua benda yang kau pegang di tanganmu, yang berada di tangan kiri adalah Inti Cahaya dan yang di tangan kanan adalah Inti kekuatan" ujar sosok itu menjelaskan.


"Apa yang sedang kau bicarakan?"


"Buatlah Clone dan tanamkan inti cahaya di dalam jantungnya, lalu makanlah Inti kekuatan dan terbanglah ke atas awan untuk membantu Arashi!"


"Hah? aku tidak mengerti"


"Saat kau keluar dari sini, kau akan segera mengerti ... kalau begitu sampai jumpa! senang bertemu denganmu Naori Asake"


"Tunggu!"


Seketika cahaya itu bersinar sangat terang dan membuat Naori tersadar, di depan wajahnya Naori melihat Statistik HP nya terus bertambah dengan rasa sakit di perutnya yang secara perlahan memghilang, lalu mengingat apa yang di katakan oleh cahaya itu, Naori mencoba menggenggam tangannya dan benar saja, di kedua tangannya ada sebuah benda berbentuk bulat.


"Ini! inti cahaya dan Inti kekuatan!?"


Naori langsung berdiri dan membuat sebuah Clone, "Magic Clone" lalu meletakkan Inti cahaya itu di dada kiri Clone miliknya, benda bulat yang di sebut Inti cahaya itu kemudian masuk ke dalan tubuhnya dan Clone itu pun memejamkan matanya.


Sebuah energy tiba-tiba keluar dari tubuhnya dan tumbuh enam sayap dari punggungnya secara perlahan, Clone itu pun melayang dan mulai membuka matanya yang berubah warna menjadi warna emas, lalu Clone itu terbang pergi ke arah garis depan tanpa perintah dari Naori.


Naori yang melihat itu terkejut dan berkata "Apa itu!?" sambil melihat orang-orang yang sedang mendaki ke atas tumpukan mayat.


<--Kembali ke kejadian sekarang-->


Hap*


Naori memakan benda bulat yang dinamakan Inti kekuatan itu, seketika rambut dan matanya berubah warna menjadi putih dengan meluapnya Magic Power yang merembes keluar dari tubuhnya.


[Master, apa yang baru saja anda makan!?]


"Entahlah Alter, aku juga tidak tahu" ucapnya yang kemudian terbang ke atas awan untuk membantu Arashi seperti yang cahaya itu bilang.


Di atas awan enam Demon King serta Arashi merasakan kekuatan yang begitu besar sedang mendekat dari bawah, semuanya pun langsung menatap ke bawah untuk melihat asal dari energy yang begitu besar itu.


Waktu seketika berhenti, Arashi yang menyadari hal itu langsung berkata "Naori!?"


"Nahemah!" teriakan seseorang dari bawah terdengar dan kemudian suara itu berpindah tempat ke belakang para Demon King.


Zriing!


Tubuh semua Demon King terbelah dan waktu kembali seperti semula, namun serangan Naori tidak begitu efektif terhadap para Demon King karena tubuh mereka kembali pulih setelah di tebas olehnya.


"Hahaha jadi itu kau ya anak manusia, tidak aku sangka kau masih hidup" ucap Nahemah yang kemudian berbalik dan melihat Naori.


Beelzebub dan Leviathan kemudian berbalik mengikuti Nahemah dan bersiap menghadapi Naori, sedangkan Lucifer, Lucifugus dan Astaroth diam di tempat dan menunggu pergerakan Arashi selanjutnya.


Para Demon King terkepung, dengan Arashi yang ada di depan dan Naori yang ada di belakang, suasana hening pun terjadi, bukan karena tidak ada yang ingin menyerang, namun semuanya menunggu pembukaan dari pertarungan itu.


"Karena kalian diam saja maka aku mulai duluan" ucap Naori yang kemudian mengeluarkan Time Sword dan Sword Wind of Calamity di kedua tangannya, begitu juga dengan Arashi, dia memasang kuda-kudanya dan bersiap bertarung.


Energy yang besar seketika meluap dari tubuh Arashi dan Naori, para Demon King yang menyadari hal itu langsung bersiap dan terbang ke atas dengan cepat.


Klang*


Naori dan Arashi bergerak dengan cepat hingga suara pedang terbentur terdengar sangat keras, Arashi dan Naori menebas ke arah para Demon King dan malah beradu pedang karena para Demon King terbang lebih tinggi sebab menyadari bahaya serangan dari keduanya.


Tidak sampai di situ saja, mereka berdua pun langsung bergerak dan terbang lebih tinggi mengejar para Demon King.


Swush!


Dari bawah terlihat sebuah beberapa cahaya yang saling mengejar ke atas, orang-orang yang melihat itu langsung takjub dengan cahaya yang bersinar sangat terang itu dengan berkata "Kilauan apa itu?"


Para Demon King lari dari kejaran Naori dan Arashi, setelah tidak lama terbang dan hampir mencapai luar angkasa mereka pun berhenti dan berpencar memutari Arashi dan Naori yang mengejar, semua Demon King tiba-tiba mengeluarkan sebuah pedang dan mendekat ke arah Arashi dan Naori yang berada di tengah.


Mereka di kepung, Arashi dan Naori yang menyadari hal itu langsung menempelkan punggung mereka masing-masing dan berbalik untuk mejaga satu sama lain, lalu mereka pun maju dan menghadapi masing-masing tiga Demon King.


"Alter, Tingkatkan Skill Sword Master hingga level Maksimal!"


[Baik Master]


Klang* Klang* Klang*


Di atas, Naori menghadapi Nahemah, Beelzebub dan Leviathan dengan kedua pedang yang ada di tangannya, beradu pedang, mereka membenturkan pedang satu sama lain dengan kekuatan penuh, Naori yang melawan mereka bertiga tidak menunjukkan ekspresi kesulitan sama sekali, namun hanya para Demon King yang gelisah karena tidak bisa menyentuh Naori bahkan setelah di kepung dengan tiga pedang yang mengarah padanya.


Begitu juga Arashi, bahkan Arashi hanya memerlukan satu tangan untuk menghadang pedang yang di arahkan oleh Lucifer, Lucifugus dan Astaroth.


Tangannya begitu cepat menghadang semua tebasan pedang hingga akhirnya waktu berlalu sangat lama setelah mereka beradu pedang.


Prang!


Naori menahan serangan ketiga pedang itu dengan kedua pedangnya yang menyilang membentuk huruf X,karena begitu kuat Naori terpental mundur dan melepaskan pegangan salah satu pedangnya dan membuat pedang itu jatuh ke bawah.


Naori hendak terbang ke bawah, namun karena Nahemah, Beelzebub dan Leviathan maju ke arahnya dia pun membuat perisai yang selama ini ada di tangan kirinya membesar dan kembali maju melawan ketiganya setelah mengabaikan Sword Wind of Calamity yang terjatuh.


Tidak lama setelah pertarungan itu terus berlanjut, di bawah permukaan semua iblis hampir terbantai oleh Clone Naori yang memiliki enam pasang sayap, setelah menyadari para iblis yang sudah mundur dari medan perang, Clone itu mendongak ke atas dan mulai terbang.


Prang! Prang! Prang!


Suara pedang dari ketiga Demon King mengenai perisai Naori, Naori yang mulai kelelahan hanya bisa bertahan setelah menjatuhkan Sword Wind Of Calamity karena tidak punya senajata lagi yang bisa digunakan untuk menyerang balik di bagian kirinya dan hanya bisa mengandalkan perisai.


Lalu Pedang Wind of Calamity terbang menusuk dari bawah dan memisahkan Pertarungan Naori dengan Nahemah, Beelzebub dan Leviathan.


"Sword Wind Of Calamity!?"


Naori terkejut lalu merasakan sebuah energy dari bawah, bukan hanya Naori saja, semuanya juga merasakannya, lalu dari kabut awan yang tebal muncul sosok yang mirip dengan Naori namun memiliki sayap terbang ke atas dan berhenti di tengah-tengah pertarungan itu.


"Nak, karena kau sudah mendapatkan kembali pedangmu, apa kau akan mengabaikanku lagi?" ucap perisai itu tiba-tiba berbicara


"Tentu saja, aku butuh pedang di semua tanganku" jawab Naori tanpa memalingkan pandagannya kepada ketiga Demon King yang berhenti menyerang karena Sword Wind of Calamity.


"Kalau begitu katakan Armor! aku akan bergabung denganmu dan menjadi sebuah Armor" ucap perisai itu.


Namun sesaat sebelum mulut Naori mulai berbicara, Nahemah langsung berada di depannya dan menebas Naori, Naori menghadangnya dan melihat Beelzebub dan Leviathan menyerang dari arah kanan dan kiri, Naori mundur dan mendekat kepada Clonenya.


Namun Clonenya malah mendekat ke arah Arashi dan tiba-tiba saja menjadi sekumpulan energy lalu bergabung dengan Arashi.


"Ugh"


Naori di kepung oleh ketiga Demon King itu dan segera lari untuk menjauhkan mereka dari Arashi karena menyadari Clone miliknya sedang memberikan kekuatan pada Arashi.


Naori yang lari tidak di gubris oleh ketiga Demon King, mereka malah maju dan menyerang Arashi dari belakang, Naori yang melihat hal itu langsung memadatkan banyak sekali Magic Power dan berkata "Dark Bind" untuk menghalangi ketiga Demon King mendekati Arashi.


"Jangan menghalangi!" ucap Nahemah yang melepas ikatan itu dan segera berbalik menyerang Naori, sedangkan untuk Beelzebub dan Leviathan mereka terus maju untuk menghentikan Arashi menyerap Energy itu.


"Hentikan dia Beelzebub, Leviathan!" ucap Lucifer yang tidak bisa melakukan apa pun karena serangannya, Lucifugus dan Astaroth selalu di hadang oleh Arashi.


Sesaat sebelum pedang Beelzebub dan Leviathan mengenai Arashi, sebuah cahaya pun bersinar sangat terang dan membuat silau semua orang termasuk Naori.


Karena matanya yang terkena cahaya itu, Naori tidak bisa melihat dan berakhir memejamkan matanya, Nahemah yang membelakanginya tidak terkena silauan cahaya dan akhirnya menusuk jantung Naori.


Cahaya itu mulai redup, Naori yang tertusuk memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Scrash!


Nahemah mencabut pedangnya dan kembali menusuk Naori di dadanya, dengan sedikit tenaga yang tersisa Naori berkata "Armor!" dan seketika perisai yang ada di tangannya menjadi sebuah armor baginya, namun sudah terlambat, Naori sudah di tusuk tepat di jantungnya dan kemudian terjatuh.


Nahemah yang melihat Naori sudah mati dan terjatuh langsung berbalik dan melihat Arashi yang sudah berubah bentuk dengan Mahkota bercahaya yang ada di atas kepalanya, dan baju bercahaya yang terbuat dari energy, lalu sebuah pedang berwarna putih yang dia pegang di tangannya.


Arashi berkata mode "True God" dan segera menebas Beelzebub dan Leviathan yang ada di belakangnya, karena melihat ada kesempatan saat Arashi berbalik, Astaroth pun menyerang tubuh Arashi dan berhasil menebas salah satu tangannya.


Namun hal yang tidak terduga terjadi, serangan Astaroth tidak mempan, bahkan serangannya tidak mampu menggores baju yang Arashi pakai.


Arashi berbalik dan melihat Lucifer, Lucifugus dan Astaroth dengan tatapan tajam.


"Aa- .. aahhh- ... Kau adalah!" ucap Lucifugus yang tergagap-gagap dengan tubuhnya yang gemetaran.


Slash!


Arashi menebas ketiganya dan membuat mereka mati seketika, di kejauhan, tepat di tempat para Demon King berkumpul, semuanya mati kecuali Satan yang mati pertama dan Nahemah yang masih hidup.


Satan hanya lemas karena kekuatan hidupnya terpotong, sedangkan Clone Nahemah yang masih baik-baik saja langsung lari setelah melihat Arashi membunuh kelima Demon King lainnya seketika.


Arashi menghilangkan pedang yang dia bawa dan menggantinya dengan sebuah tombak berwarna putih yang di selimuti cahaya lalu melemparnya melewati Clone Nahemah.


Tidak lama kemudian di tempat para Demon King mati, terlihat dari jauh kilauan cahaya yang mengarah pada mereka, cahaya itu melaju dengan cepat dan akhirnya menyerang salah satu Demon King.


Jleb*


Tombak itu mengenai Satan yang dari tadi sekarat dan hanya tersisa meninggalkan Nahemah, Nahemah yang melihat hal itu langsung melepasnya teknik Clone miliknya dan bergabung dengan Clone itu lalu mendekati Arashi sambil menunduk.


"Ma-maafkan saya, Sa-saya bersalah" ucap Nahemah gemetaran melihat sosok Arashi.


Kemudian Arashi mencekik Nahemah dan terbang ke bawah dengan kecepatan tinggi lalu membantingnya ke tanah hingga kepalanya tertancap di tanah.


Arashi berjalan ke arah Naori yang terbunuh oleh Nahemah dan mendekat lalu berjongkok, Arashi menyentuh Armor Naori, Armor itu seketika langsung mejadi sebuah perisai lagi di tangan kirinya, Arashi menyentuh luka yamg ada di dada Naori dan menyembuhkannya, Arashi mencoba mengecek detak jantungnya dan kemudian jantung Naori mulai berdetak kembali.


Naori mulai tersadar namun dengan matanya yang hanya terbuka sedikit melihat sosok Arashi.


"Tidak boleh lho, kekuatanmu harus di segel kembali" ucap seseorang yang entah dari mana, tiba-tiba Mahkota dan Baju berwarna putih yang di selimuti oleh energy menghilang dan membuat Arashi muntah darah


"Sepertinya efek sampingnya lebih besar dari yang aku kira, kalau begitu aku pergi dahulu" ujar suara itu yang kemudian menghilang.


Arashi yang muntah darah di sana pun mencoba berdiri dan menjauh dari Naori karena melihat Nahemah yang bersiap-siap menyerang setelah melihat wujud Arashi yang kembali normal.


Arashi pun mengeluarkan pedangnya dan maju menghadapi Nahemah dengan kondisinya yang buruk.


Prang! Prang! Prang!


Mereka kembali beradu pedang, karena kondisi Arashi yang memburuk, Nahemah pun berhasil menghalau pedang Arashi dan memukulnya sehingga pedang Arashi terpental ke atas.


Nahemah langsung tersenyum jahat dan mengangkat pedangnya ke atas seraya berkata "Selamat tinggal"


Dor!


Suara tembakan terdengar sangat keras, bukan hanya Nahemah, Arashi pun terkejut dengan suara itu dan mendapati diri mereka tertembak.


Nahemah langsung terkapar dan jatuh ke belakang dengan lubang yang terbentuk di dadanya, sedangkan untuk Arashi, sebagian lengannya tertembak dan mengeluarkan banyak darah.


"Urgh"


Arashi berbalik untuk melihat sosok yamg menembaknya, seorang pria bertopi koboi dengan sebuah Pistol Revolver berdiri di belakangnya menatap tajam dirinya.


Dengan ekspresi bingung Arashi pun bertanya "Kau siapa?"


Naori pun terbangun dan melihat Arashi yang mendongak melihat Temuo yang berdiri di belakangnya.


Ting!


Suara notifikasi system berbunyi dan membuat Naori terkejut.


[Main Quest telah selesai]


[Mmbantu seorang God membasmi pasukan iblis]


[Membunuh 7 Demon King]


[Reward Quest]


[Peningkatan Statistik dan Kembali ke dunia asal]


[Transfer akan di mulai]


Setelah itu tubuh Naori mulai menjadi transparan dan berwarna biru, Naori yang menyadari hal itu langsung berkata "Tunggu!" sembari melihat Arashi dan Temuo.


Terlihat di mata Naori, Temuo menodongkan Pistolnya kepada Arashi tepat di dahinya.


Boom!


Arashi terpental ke belakang dengan kepalanya yang tertembak oleh pistol Temuo, Naori yang melihat hal itu seketika meneteskan air matanya dan berteriak "Tidak!!!"


"Misi dari dewi ku sudah selesai, terima kasih Naori dan ... Selamat tinggal" ucap Temuo dengan tubuhnya yang transparan seperti Naori.


"Apa yang kau lakukan Temuo!!!"


Naori marah dan berteriak, namun semuanya sudah terlambat mereka berdua sudah di transfer ke dunianya masing-masing dan tidak akan pernah bertemu lagi kecuali takdir memang mempertemukan mereka kembali.


Ending~


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Eits, jangan di skip dulu! ceritanya memang sudah selesai namun apakah kalian berpikir kenapa Temuo membunuh Arashi? Jawabannya akan kita bahas di Cerita tambahan di bawah ini


Additional Story ( Cerita Tambahan )


Di sebuah ruangan putih dengan sebuah gerbang dan singgasana yang megah, duduklah seorang perempuan berparas cantik dengan rambut pirangnya menatap Temuo seraya berkata "Kerja bagus Temuo"


"Terima kasih dewi" jawab Temuo sembari menundukkan sedikit kepalanya kepada perempuan itu.


"Dewi, bisakah saya bertanya kenapa kita harus membunuh God itu?"


"Apa kau tidak melihatnya sendiri? Dia bahkan mampu membunuh banyak Demon King yang mampu menghancurkan seluruh dunia hanya dengan tebasan pedangnya"


"Saya tau itu tapi kenapa? dia membela umat manusia"


"Jika tidak segera di bunuh, anak itu mungkin akan menghancurkan seluruh alam semesta, bahkan sampai ke dunia kita" jawab perempuan itu dengan wajah menakutkan.


"Alam semesta? Jangan bercanda Dewi, dia hanya seorang bocah!"


"Seorang bocah? Asal kau tau Temuo, jika saja orang itu tidak menyegel kekuatannya mungkin dunia itu sudah hancur hanya dengan jentikan jarinya"


Temuo pun terkejut mendengar perkataan Dewi dan memasang wajah gelisah.


"Dirimu yang saat ini bisa membunuhnya hanyalah keberuntungan semata karena kekuatan God itu di segel semua oleh seseorang dengan eksistensi yang sangat tinggi"


(Eksistensi adalah segala sesuatu yang menekankan bahwa sesuatu itu ada).


"Eksistensi yang sangat tinggi?"


"Ya, Eksistensi itu adalah The Writer!"


Real Ending~