Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 124



Tantangan dari Seorang Perempuan


Di Distrik 17, tempatnya taman di mana Naori membeli minuman kaleng, Naori duduk di bangku sembari berpikir, di dalam pikirannya ia masih membayangkan perempuan yang baru saja ia temui.


"Aku hanya tidak menyangka, ternyata tipe perempuan yang selama ini aku cari bisa ketemu" gumam Naori sambil meminum sebuah minumana kaleng.


Dari kejauhan, seseorang melihat Naori dengan tatapan tajam lalu berjalan mendekati Naori secara perlahan dengan Magic power yang melapisi matanya hingga membuat matanya berwarna biru, seseorang itu mendekat ke arah Naori, semakin dekat, hingga akhirnya Naori menyadari keberadaannya dan membuat Naori berdiri sambil melemparkan Minuman kaleng yang belum habis ke tempat sampah, Naori waspada, soalnya orang yang berada di depannya telah mengumpulkan Magic power.


Srakk!


Naori langsung terkejut, soalnya perempuan yang ia temui tadi sore langsung membekukan seluruh tempat itu beserta dirinya di dalam bongkahan es sehingga membuatnya tidak bisa bernafas, lalu api pun keluar dari tubuh Naori dan mencairkan es yang ada di sekitarnya dengan cepat, perempuan itu terdiam melihat Naori karena menunggu Naori mencairkan semua es yang membekukan tempat itu.


"Siapa kau?" tanya Naori.


Perempuan itu terdiam, ia hanya melihat Naori dengan ekspresi tajam menatapnya, Naori pun diam, ia melihat wajah seseorang yang tidak akan pernah menjawab pertanyaanya, karena itulah ia mengeluarkan pedang dari Inventory system, namun pergerakannya kurang cepat sehingga perempuan itu berkata "Lambat" dan kembali membekukan Naori yang hendak mengambil pedang.


"Entahlah~"


Naori menggertakkan giginya, ia mendengar sebuah kata yang selalu ia ucapkan lalu berteriak kepada perempuan itu dengan berkata "Jangan meniruku!"


Srakk!


Perempuan itu kembali membekukan Naori hingga membuat mulut Naori membeku dan tibak bisa berbicara lagi, "Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku" ucap perempuan itu tiba-tiba berbicara dengan wajah mengerikan, Naori hanya diam mendengarkan dengan menahan nafasnya dan mencairkan es yang membekukan tubuhnya.


"Bahkan saat ini pun aku bisa membunuhmu dengan mudah" ucap perempuan itu dengan nada mencekam.


""Hhaaa!"


Naori mengeluarkan banyak Magic Powernya sekaligus dan membuat api mengelilingi tempat itu sehingga membuat perempuan itu mundur menjauh dari Naori.


Srakk!


Perempuan itu membekukan api yang menyala di tempat itu dengan mudahnya, Naori mundur selangkah, ia baru pertama kali menghadapi situasi seperti ini, seseorang lawan yang tidak jelas, elemen es yang mampu melawan panasnya api, lalu, Magic Power yang melimpah di dalam dirinya membuat Naori takut.


Perempuan itu pun berkata sekali lagi "Kau takut? ... nenek bilang kalau kau kuat" ucap perempuan itu menatap Magic Power yang berkumpul di belakang Naori.


"Padahal aku baru saja Awakening tidak lama ini" ucap perempuan itu mengarahkan tangannya kepada Naori.


Naori bersiap, ia begitu waspada dengan Magic Power yang telah ia padatkan di sekelilinginya, namun Magic Power miliknya langsung buyar seketika setelah sebuah es yang begitu cepat mengikat dan membekukan tubuhnya hanya menyisakan kepalanya.


""Ugh ... Sejak- ... kapan!?"


Naori terjebak, ia mencoba menggunakan elemen api namun tidak berhasil, apinya bahkan tidak cukup kuat mencairkan es dengan suhu yang begitu dingin, perempuan itu pun berjalan mendekat ke arah Naori sehingga membuat rahang Naori menggigil karena dinginnya es yang menyelimuti tubuhnya dan karena ketakutan yang ia alami saat melihat perenpuan itu mendekatinya.


Puk*


Perempuan itu memukul ringan dahi Naori dengan mengenggam tangannya seraya berkata "Satu bulan ... Aku akan menunggumu satu bulan sebelum kau masuk ke dalam Akademi Awakener"


"Datanglah ke tempat ini dan bertarunglah denganku!" ucap perempuan itu menyerahkan sebuah kertas bertulisan alamat.


Naori mengigit kertas itu dengan mulutnya karena seluruh tubuhnya telah di bekukan dan berkata "Baiklah" dengan wajah kesal, lalu perempuan itu pun berjalan menjauh dari Naori setelah menyerahkan kertas itu, perempuan itu menunjuk jarinya ke atas lalu memutarkannya, seketika es yang menjebak Naori hilang, Naori yang baru saja terlepas dari es itu pun jatuh dan menunduk di hadapan perempuan itu.


Tidak lama kemudian setelah Naori diam dan tidak bisa berkata-kata lagi Alter mulai berbicara.


[Master?]


[Apa anda baik-baik saja?]


...


"Sial!" ucap Naori menghantamkan tangannya pada tanah dengan perasaan marah, ia begitu kesal karena merasakan perasaan tidak bisa melawan pada seorang perempuan, bahkan menyerang balik saja tidak bisa, Naori menyadarinya, perempuan itu membuyarkan pikirannya dari menggunakan skill Time Breaker, bukan hanya itu saja, Naori melupakan Skill Time Breaker karena ia sendiri baru saja melawan seseorang tanpa menggunakan Skill itu saat bertarung dengan perempuan yang merupakan tipe idealnya.


[Master, sebaiknya anda segera berlatih dengan Chloe]


[Anda masih bisa meningkatkan kekuatan lebih jauh lagi]


Naori diam, ia masih kesal dengan perasaan yang ia rasakan saat ini, perasaan tidak bisa melawan itu adalah perasaan yang sangat di benci oleh Naori setelah sekian lama hidup dalam penderitaan yang selalu ia alami saat berada di Bumi.


"Jangan meremehkanku ... Lemah ya, baiklah ... akan aku tunjukkan padamu!"


"Selama satu bulan ini, aku akan berlatih sangat keras hingga akhirnya aku mampu mengalahkanmu!" ucap Naori yang mulai bangkit secara perlahan dan mengambil kertas yang terjatuh dari mulutnya di tanah karena ia berbicara.


Ting!


[Skill Fate of Blessing telah aktif]


Seketika Skill Fate of Blessing aktif lagi dan membuat Naori melirik tajam layar panel system, tanpa jeda notifikasi system yang lain pun berbunyi lagi.


Ting!


[Daily Mission telah di mulai!]


"Sudah tengah malam ya?"


"Yah~ inilah yang aku tunggu, dengan bonus 50 Point stat setiap hari selama sebulan aku bisa sedikit meningkatkan Statku"


[Benar Master]


[Anda masih bisa bertambah kuat]


[Saya sarankan anda meningkatkan elemen cahaya untuk menghadapi elemen es miliknya]


"Bisa aku tanya alasan untuk itu? bukankah lebih masuk akal jika aku meningkatkan kontrolku pada elemen api?"


[Memang benar Master]


[Tapi apa anda tau kalau elemen cahaya itu bersifat menembus?]


"Menembus? apa maksudmu Alter?"


[Elemen es terbuat dari elemen air]


[Anda pasti pernah melihatnya, saat cahaya matahari menyinari sebuah air, cahaya matahari menembus air itu hingga titik terdalamnya]


"Aku pernah melihatnya, tapi ..." ucap Naori terpotong karena sedang memikirkan sesuatu.


[Lebih masuk akal lagi jika anda menggunakan elemen cahaya, lagipula setelah anda keluar dari Gate saat saya hanya melakukan Awakening elemen Angin dan Cahaya pada tubuh Master saat menunjukkan kepada seluruh orang yang menyaksikan Awakening Master saat itu]


[Jika anda menggunakan elemen lain selain Angin dan Cahaya, seseorang yang melihat anda mungkin curiga jika Master sebenarnya bisa memiliki lebih dari dua elemen]


Naori berpikir sejenak, ia mengingat kejadian di mana saat Stelleanor dan seseorang bernama Fratos yang mengelola Asosiasi Kontraktor sebagai Presiden di Distrik 17 melihat Awakening dirinya waktu itu, lalu Naori pun menatap Alter dengan tatapan tajam seraya berkata "Baiklah~ ... mari lakukan ini!"


Advanced in The Next Chapter~