
Kasus Pembunuhan Youma
Keesokan harinya Naori terbangun dengan rambutnya yang acak-acakan, lalu Naori berdiri dan mendekat ke sebuah kaca yang ada di lemarinya.
"Saatnya ke sekolah ya?" aku ingin segera menyelesaikan masalah dengan Youma gumam Naori.
Lalu Naori berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni tangga, jam menunjukkan pukul 5 pagi, di saat Naori akan ke dapur dan memasak sarapan dirinya terkejut oleh Segawa yang memakai celemek baru warna pink.
"Ehh? Segawa?"
Ucapan Naori membuat Segawa sendiri terkejut dan langsung berbalik dan menatap Naori.
"Naori! kau sudah bangun?"
"Apa itu perlu di tanyakan setelah melihatku berdiri? ingin aku bantu? kau ingin memasak apa?" tanya Naori yang langsung mendekat ke Segawa dan bertanya.
"Aku ingin membuat Sashimi, kebetulan aku membawa ikan Salmon yang di berikan paman Galoth tadi malam" ujar Segawa membuka kulkas dan mengambil beberapa ikan Salmon.
:Apa kau bisa membuat sausnya?" tanya Naori.
"Tidak, itulah masalahnya" ucap Segawa dengan ekspresi pasrah dan berkata sekali lagi "mungkin aku akan menggoreng ikan ini saja"
"Jangan!, aku bisa membuat saus sashimi" ujar Naori.
"Benarkah? kalau begitu aku serahkan masalah saus dan acar padamu, aku akan menyiapkan nasi dan ikannya" ucap Segawa memberitahu Naori.
Lalu ke duanya menyiapkan makanan bersama dengan cepat dan secepat mungkin, karena canggungnya suasana tidak ada dari ke duanya yang memulai percakapan, mereka lebih memilih fokus kepada pekerjaannya masing-masing.
"Sausnya sudah jadi, aku tinggal membuat acar dan itu selesai" gumam Naori sambil melihat Segawa yang masih memotong daging ikan Salmon dengan hati-hati.
Lalu Naori mendekat dan berbicara kepada Segawa untuk memulai percakapan "Apa kau butuh bantuan?"
"Tolong potong ikan yang terakhir! aku harus segera menyiapkan nasinya" ujar Segawa yang langsung meninggalkan ikan yang sedang di potong olehnya dan mendekat ke rice cooker yang sudah selesai menanak nasi.
Set* Set* Set*
Tangan Naori memotong ikan Salmon dengan cepat seolah-olah dirinya adalah seorang chef yang sudah berpengalaman.
Lalu Naori memotong ikan Salmon yang belum selesai di kerjakan oleh Segawa dengan kecepatan yang seperti saat ia memotong ikan Salmon yang tadi.
Naori yang melihat Segawa sedang memgambil nasi, langsung meninggalkan pekerjaan memotong daging yang sudah selesai dan segera menyiapkan acar.
Naori mengambil beberapa bahan yang digunakan sebagai acar dan membungkusnya dengan rumput laut, Naori membuat puluhan dan meletakkannya di sebuah piring putih di depannya.
Lalu saat menoleh dan melihat Segawa yang sudah selesai menyiapkan Sushi Naori langsung mengambil saus dan acar yang dia buat kepada Segawa.
"Ini! saus dan acarnya" ucap Naori.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.25, Naori yang sudah selesai menyiapkan sarapan langsung masuk ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Segawa.
"Canggung sekali" ucap Naori saat sudah berada di kamar mandi.
Selesai mandi, Naori langsung keluar dari kamar mandi dengan bajunya yang agak basah dan rambutnya yang lemas segera menuju sofa dan menyalakan Televisi, seketika sebuah berita tiba-tiba muncul dan mengejutkan Naori.
Ting!
[Skill Fate of Blessing telah aktif]
Siaran berita di Televisi itu menyiarkan sebuah kejadian pembunuhan yang ada di sekolahnya, korbannya adalah orang yang saat ini sedang membuat masalah dengan Naori, "... Youma!?" ucap Naori yang kaget setelah melihatnya.
"Bagaimana bisa? aku tidak membunuhnya ... apa yang terjadi?" ucap Naori yang khawatir dan langsung segera mematikan Televisinya dan berlari menuju kamarnya untuk segera berganti pakaian.
Naori berlari dan mencari sebuah tempat yang sepi, itu adalah tempat yang ada di bawah jembatan seperti yang biasa ia gunakan untuk berganti set pakaian Dark Crow.
Teleportasi
Naori langsung berpindah tempat di luar sekolahnya dan segera mencari tempat dari kejauhan untuk melihat lokasi kejadian.
"Tidak mungkin, apa yang terjadi? aku hanya membuat mereka pingsan" ucap Naori melihat lokasi kejadian.
"Gang itu ... aku kira aku sudah menyuruh Kiyoshi untuk menelpon Rumah Sakit dan- ..." Ucapan Naori terhenti sesaat setelah mengatakan itu.
"Mustahil ..." Lalu Naori langsung berlari dan segera pergi ke sekolahnya, disana Naori seperti sedang menunggu seseorang di gerbang sekolah.
Naori menunggu sangat lama seperti seseorang yang tidak memiliki kerjaan, setengah jam berlalu sejak Naori mulai menunggu, sosok yang di tunggu Naori mulai tampak dari kejauhan.
Lalu Naori yang menunggu di gerbang langsung menghampiri orang itu dan menyeretnya ke sebuah tempat yang sepi.
"Ehh Naori, apa kau menungguku!?" ucap orang itu bertanya kepada Naori yang menghampirinya.
Naori menarik tangan Kiyoshi dan membawanya seraya berkata "ikut aku sebentar! ada yang ingin aku bicarakan" ucap Naori dengan tatapan tajam.
"Baiklah" ucap Kiyoshi dengan santai dan menuruti keinginan Naori.
Sesaat setelah sampai di sebuah tempat sepi yang ada di bawah pohon mangga, Naori langsung berbalik dan menatap Kiyoshi dengan tatapan datar seraya berkata "Apa kau melihat beritanya?" tanya Naori mengawali pembicaraan.
"Aku melihatnya, Youma beserta bawahannya mati di gang itu kan?" ucap Youma.
"Apa yang terjadi?"
"Aku sudah menelpon rumah sakit jadi aku langsung pergi, aku tidak tau apa yang terjadi" ucap Kiyoshi.
"Alter, orang ini berbobong kan?" batin Naori sambil melihat layar Alter yang ada di depannya.
[Dia bohong Master]
"Itu artinya ..." batin Naori, "... Hey Kiyoshi, Apa kau yang membunuh mereka?" ucap Naori dengan ekspresi wajah yang mengerikan dan tatapan membunuh.
"Apa yang kau katakan? bagaimana mungkin aku-" ucapan Kiyoshi terpotong karena Naori menyela perkataannya.
"Bohong! di saat aku pergi kau membunuh mereka kan?" ucap Naori menyela perkataan Kiyoshi.
"Hah ... Aku tahuan ya, ... hahaha" Kiyoshi tertawa dengan keras seraya berkata "kalau memang benar kenapa?" ucap Kiyoshi dan tertawa karena sepertinya kedoknya telah terungkap.
Buk!
Naori mencengkram kerah Kiyoshi dan meninju wajahnya dengan keras hingga membuatnya terjatuh.
"Aku akan membunuhmu" ucap Naori yang menatap Kiyoshi dengan tatapan membunuh dan mengepalkan tangannya lagi.
Sebelum Naori memukulnya lagi, Kiyoshi menendang perut Naori dan membuatnya mundur, lalu dirinya langsung bangun dan segera membalas pukulan Naori.
Buk! Kiyoshi memukul namun di tangkis oleh Naori menggunakan tangannya, dengan cepat Kiyoshi memukul dagu Naori dan mencengkram tangannya Lalu Kiyoshi berbalik, mengangkat tubuh Naori dan membantingnya dengan keras di tanah.
"Maaf untuk perlakuanku saat ini, tapi aku pastikan kau akan mengerti suatu hari nanti, dan terima kasih telah membantuku menyelesaikan misi utama ku dan membantu meningkatkan kekuatanku" gumam Kiyoshi lalu pergi meninggalkan Naori yang pingsan.
Sesaat setelah Kiyoshi pergi Naori pun terbangun dan berkata "Orang itu sepertiku" ucap Naori sambil memandangi jalan di mana Kiyoshi pergi.
To be Contiuned*