
Pertarungan di Fasilitas Bawah Tanah
Setelah keluar dari Distorsi ruang, Naori mengantarkan Leona ke depan rumahnya dan mengeluarkan sebuah kertas serta pena dari panel System, ia menuliskan sesuatu di dalam kertas itu dan memberikannya pada Leona seraya berkata "Ambil ini dan berikan pada adikku, aku yakin dia akan mengizinkanmu tinggal di sini sementara"
"Baik" jawab Leona mengambil kertas di tangan Naori dan melihat isi tulisannya.
"Kalau begitu aku pergi dulu" ucap Naori menghilang dari tempat itu pergi entah kemana meninggalkan Leona di depan rumahnya.
Leona melihat Naori menghilang dan terkejut seraya berkata "Kekuatan yang aneh, lagipula aku tidak peduli, aku tidak sabar melihat ekspresi adiknya saat melihatku"ucap Leona melihat rumah Naori dan segera berjalan ke arah pintu untuk mengetuknya agar bisa segera bertemu dengan Kaori.
Di bawah jembatan, Naori berjalan dan melihat-lihat ke sekitar, tidak ada apa pun di situ, rumput liar tumbuh sangat tinggi, bebatuan yang hancur dari jembatan itu membuat suasana di sana terlihat seperti reruntuhan, "Entah kenapa aku tidak menyadarinya, apa karena aku hanya ke sini setiap malam ya?"
Lalu Naori melompat ke atas jembatan yang rusak itu dan melihat kota dari atas dengan pemandangan yang begitu berbeda dari tempat lainnya, tempat itu adalah rumah besar dari Keluarga Arnolt yang Naori hancurkan.
Dari jauh, tempat itu di kelilingi banyak orang-orang dari Asosiasi yanga menyelidiki insiden dari hancurnya Keluarga Arnolt dalam semalam dua hari yang lalu, Naori melihat dengan teliti menggunakan Skill Sharp Eye agar mampu melihat lebih dekat, namun tiba-tiba seorang Transcendent Rank menoleh ke belakang dan berbalik menatap Naori, ia pun terkejut dan segera mengalihkan pandangannya.
Tanpa sadar Naori merasakan keberadaan orang itu mendekat ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, karena terkejut ia pun menggunakan Skill Teleportasi untuk berpindah tempat untuk menghindari Transcendent Rank itu menghampiri dirinya.
"Fiuh~" Naori membuang nafas karena merasa lega, "apa-apaan tadi itu? apa orang itu merasakan kehadiranku dari jarak yang begitu jauh?" ucap Naori mengelus dada karena jantungnya yang berdetak begitu cepat.
"Tapi ... kenapa aku berpindah ke sini ya? padahal aku berpindah ke fasilitas bawah tanah, tapi kenapa aku berada di sebuah lubang?" ucap Naori melihat ke atas permukaan tanah.
Naori berpindah ke tempat yang terlihat seperti reruntuhan, "Tidak mungkin! kenapa tempat ini hancur?" ucap Naori yang langsung berlari dan turun ke bawah tanah untuk masuk ke dalam tempat itu.
"Ai! ... Ai! kau dimana?"
"Jvalri! ... Alya! Flami! ... Gifton! Andras! kalian baik-baik saja?"
Naori memasuki tempat di mana fasilitas bawah tanah milik Prof. Akron yang ia serahkan kepada Ai dan Jvalri serta yang lainnya, tempat itu hancur lebur dengan banyak tekhnologi yang hilang, Naori berlari ke tempat di mana layar monitor tempat CCTV dari seluruh dunia terhubung, Naori terkejut, soalnya semua layar monitornya hilang semua.
"Apa yang terjadi?"
Lalu Naori bergegas ke arah sebuah ruangan yang di atasnya terdapat tulisan Gudang penyimpanan, Naori membukanya secara perlahan dengan ekspresi gugup, pintu itu terbuka perlahan, di ruangan itu semuanya kosong tidak ada apa pun di sana.
Naori menggertakkan giginya, ia mengingat perkataan Ai saat ia mengatakan akan menunjukkan gudang penyimpanan yang berisi jutaan Koin Magic padanya.
"Apa ada seseorang yang menyerang tempat ini!?"
"Ya~ kami menyerangnya" ucap seseorang di belakang Naori, Naori langsung berbalik namun tidak menemukan seorang pun.
Lalu Naori mendongak ke atas dan melihat empat orang sedang bergelantungan di atas menatap Naori di bawah, lalu ke empat orang itu pun turun untuk menemui Naori.
"Dimana Jvalri dan yang lainnya?" ucap Naori menundukkan kepalanya.
Tubuh Naori gemetaran, ia menggigit bibirnya dan meneteskan air matanya, ke empat orang yang melihat hal itu pun bertatap-tatapan satu sama lain, mereka tersenyum di dalam masker yang mereka pakai, salah satu dari ke empat orsng itu pun berjalan mendekat ke arah Naori seraya berkata "Ada apa nak? kau menangis? akulah yang membunuh mereka berlima!"
"Jadi, apa yang akan kau lakukan? membunuhku?" ucapnya sekali lagi.
"Hahahahaha" ke empat orang itu menertawakan Naori yang sedang menangis meratapi kematian Jvalri dan yang lainnya, ia pun menggengam tangannya dan mendongak ke atas lalu menatap ke depan untuk melihat orang yang berkata telah membunuh Jvalri dan yang lainnya dengan tatapan membunuh.
"Aku akan membunuhmu!"
Waktu terhenti, Naori mengambil pedang dari panel system yang ada di samping tubuhnya, ia pun menebas angin beberapa kali dan bersiap menebas orang itu seraya berkata "Kematian adalah kemurahan hatiku untukmu" dengan tatapan membunuh yang begitu mengerikan.
Slash!
Waktu kembali normal, tiba-tiba Naori ada di depan mereka berempat dan membuat mereka terkejut, salah satu orang pun diam tidak bergerak melihat Naori di depannya, "Apa yang- ..." ucap orang itu terpotong karena tubuhnya yang terbelah menjadi dua membuatnya tidak bisa melanjutkan perkataannya dengan banyak sekali darah yang menyembur keluar dari tubuhnya membasahi Naori.
"Simpan jiwa!" ucap Naori berlumuran darah dengan mengarahkan tangannya ke depan untuk menyimpan jiwa orang yang baru saja ia bunuh, darah membasahi seluruh tubuh Naori, tangannya, dadanya, kakinya, wajahnya, semua terkena cipratan darah yang membuat penampilamnya begitu mengerikan.
Tiga orang yang tersisa tercengang dan langsung menerobos ke depan untuk menyerang Naori, Naori mundur menjauh untuk menjaga jarak, di dalam fasilitas bawah tanah yang begitu sempit, karena menjaga jarak sangat penting bagi Naori untuk mengeluarkan Soul Knight miliknya.
Swift Step
Naori berlari dengan cepat untuk menghindari ke tiga orang yang mengejarnya, ia berputar-putar di dalam fasilitas itu untuk membingungkan mereka, namun Naori salah mengambil keputusan, semakin cepat Naori semakin cepat pula salah satu orang yang mengejarnya mendekati dirinya.
"Kuh, Ada apa dengan orang ini? padahal aku sangat cepat" ucap Naori menyedari salah satu dari ke tiga orang itu mengejarnya semakin cepat setelah ia menambah kecepatan berlarinya, lalu orang yang mengejar Naori berniat mengarahkan tangannya ke baju Naori untuk meraihnya.
Swish!
Naori berpindah tempat dan berada di belakang mereka seraya berkata "Summon: Soul Knight"
"Zigritte! Zyglitte! ..." Ucap Naori berhenti sejenak karena ia menunjuk dua orang dari mereka bertiga dengan melanjutkan perkataannya "Habisi mereka!" teriak Naori dengan keras sembari mengumpulkan Magic Power melapisi seluruh tubuhnya.
Magic Drain Area
Sebuah wilayah berwarna merah terbentuk mengelilingi seluruh tempat itu dan menghisap Magic Power lalu memberikan Magic Power yang terhisap kepada Naori, menyadari hal itu ketiganya langsung mendekati Naori dengan cepat untuk menyerangnya.
Naori tau hal itu, karena itulah ia bersiap dengan pedangnya serta menggunakan Skill Perception untuk mempercepat pikirannya.
"Hhaaa!"
Naori berteriak dan maju melawan ketiga orang itu bersama Soul Knight: Zygritte dan Zyglitte demi membalaskan dendam Jvalri dan yang lainnya.
Advanced in The Next Chapter~