Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 29



Death Doll


Ting! System telah digabungkan dan System Dimensi telah di tingkatkan menjadi versi 2.0


Ting! God of Destiny melihat anda!


Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!


Pemberitahuan system!


Para Konstelasi sedang melihat anda!


"Apa aku harus membunuhnya?" Ucap Naori yang mengabaikan notifikasi dari system karena perasaan ragu yang dirasakan olehnya.


Lalu Naori menunduk melihat kedua tangannya dan berkata "Ini menyakitkan melihat orang yang sudah menyiksaku dengan kejam merasakan kematian yang sangat mudah", lalu Naori menoleh dan melihat tubuh orang itu, alangkah terkejutnya ia, karena tubuh itu menghilang seperti debu yang diterpa angin.


"Ap-apa? Hilang kemana tubuhnya?"


God of Destiny berkata: Tubuh yang barusan kau tusuk adalah Death Doll


"Death Doll? Apa itu?"


Lalu Sebuah energy hijau menyelimuti Naori.


Di alam bawah sadar Naori


Ting! Utusan God of Destiny datang menemui anda!


"Benar sekali, Death Doll adalah sebuah boneka yang mampu meniru sebuah target yang diinginkan oleh pengguna"


Naori menunjukkan muka terkejut saat melihat Utusan dari God of Destiny yang sebenarnya adalah sesosok manusia yang memiliki sayap putih yang sangat berkilau bagaikan malaikat.


"Lalu apa hubunganku dengan Death Doll?" Tanya Naori.


"Apa kau tau siapa pemilik Death Doll?"


"Tidak" Jawab Naori dengan muka datar.


"Hahh...."Utusan itu menghela nafasnya.


"Biar aku jelaskan fungsi dari Death Doll terlebih dahulu, Death Doll adalah boneka yang mampu meniru sosok manapun, bahkan konstelasi sekalipun mampu ditiru oleh boneka itu"


"Bahkan sampai Konstelasi pun bisa ditiru olehnya?" Tanya Naori.


"Ya dan yang lebih mengerikannya lagi fungsi utama dari Death Doll adalah membunuh lawannya tanpa menyentuh" Ucap Utusan dari God of Destiny itu menakuti Naori.


"Ta-tanpa menyentuh? Bagaimana bisa?" Naori kebingungan.


"Saat Death Doll dalam keadaan meniru seseorang, Jiwa orang itu bersatu dengan Death Doll, dan jika Death Doll musnah maka kau tau apa yang terjadi dengan orang yang ditiru oleh Death Doll?" Ucap utusan itu dengan nada yang mencekam


"Orang itu juga ikut musnah?" Tebak Naori.


"Tepat sekali, kira-kira seperti itulah mekanisme dari Death Doll" Ucap utusan itu sambil menunjukkan jarinya ke arah Naori sebagai tanda jawaban benar


"Tapi dari mana Death Doll ini berasal dan kenapa dia meniru orang itu?" Tanya Naori


"Asal kau tahu, hanya 1 dari sekian banyak Konstelasi yang memiliki Death Doll, lebih tepatnya dia lah yang menciptakan Death Doll, itulah kenapa para konstelasi melihatmu saat mengetahui kau menggunakan Death Doll"


"Jadi begitu, lalu Siapa Konstelasi itu?"


"God of- ..." Ucap utusan itu terpotong.


"Ugh*" Utusan itu memegang lehernya dan jatuh kebawah.


"Hey apa yang terjadi padamu?" Tanya Naori dengan panik.


"Aaakkkhhhh*" Teriak Utusan dari God of Destiny itu karena kesakitan, lalu Naori pun sadar dan bangun dari alam bawah sadarnya.


"Apa yang terjadi?"


Lalu energy hijau yang menyelimuti Naori mulai memudar.


God of Destiny berkata: Cepat dapatkan 3 keping teakhir! Kalau tidak, dalam 1 tahun hidupmu akan berakhir


Lalu God of Destiny pergi beserta seluruh Konstelasi yang melihat Naori.


Ting! God of Destiny telah pergi!


Ting! Ting! Ting! Ting! Ting! Ting!


Pemberitahuan system!


Para Konstelasi telah pergi!


"Aku hanya punya waktu 1 tahun ya? Baiklah akan kupastikan mendapatkkan ketiganya"


"Dan untuk Death Doll, kurasa kejadian ini memiliki hubungan dengan penyusup System Dimensi" Tebak Naori yang meletakkan tangannya di dagu.


"Aku harus segera kemballi ke fasilitas bawah tanah itu dan melihat apakah orang itu benar-benar sudah mati" Ucap Naori yang akan berteleportasi ke fasilitas bawah tanah itu lagi.


Teleportasi


"Ini tempat yang tadi, dimana dia? Kurasa aku harus mencarinya"


Lalu sebuah suara terdengar dibelakang Naori.


"Berdirilah! dan tunjukkan dimana tubuh tuan lamamu!" Perintah Naori.


"Baik tuan"


Lalu robot itu mengantar Naori ke sebuah ruangan tempat dimana Pusat dari semua ruangan fasilitas itu berada.


"Sangat canggih, berapa lama waktu yang dibutuhkan menciptakan seluruh tempat ini?"


Lalu Naori terkejut saat melihat sebuah mayat yang tergeletak di lantai dan berkata "Jadi orang ini benar-benar sudah mati?"


"Kau bilang namamu Ai kan?"


"Iya tuan"


"Artifical Intelligence disingkat jadi Ai ya,... Sebenarnya tempat apa ini?" Tanya Naori


"Tempat ini adalah pusat dari semua penelitian yang dilakukan oleh Profesor Akron Swectler"


"Akron Swectler? Maksudmu orang ini?"


"Iya tuan dan di rungan ini pula anda bisa melihat keadaan seluruh dunia menggunakan satelit pengamat yang dibeli di Tecno System oleh Profesor Akron"


"Cheat! Bukankah itu artinya aku memiliki tekhnologi tercangih diseluruh dunia?"


"Tentu saja tuan, seluruh tekhnologi yang ada di planet ini dibuat oleh Profesor Akron seperti Televisi, Komputer, dan yang lainnya, termasuk Kapsul Server World yang dirancang untuk mendeteksi User System yang ada diseluruh dunia"


"Jadi begitu, Orang pintar memang berbeda, aku benar-benar bingung sejak kapan dia mengincarku, ternyata saat aku berada di Server World aku sudah menjadi incaran olehnya"


"Aku rasa Tekhnologi canggih ini bukan hal yang baru, sudah berapa lama Prof. Akron menyebarkan seluruh Tekhnologi ini ke seluruh dunia?" Tanya Naori.


"15 Tahun yang lalu tuan" Jawab Ai itu.


"Begitu ya sudah lama sekali ..." Lalu Naori berjalan pergi dan membawa mayat Prof. Akron di punggungnya seraya berkata Kurasa aku tidak bisa melupakan 1 tempat di fasilitas ini


Lalu ia pun pergi ke ruangan dimana terakhir kali ia disiksa oleh Prof. Akron dan meletakkan tubuhnya disana.


Lalu ia melihat manusia yang ada di dalam tabung itu dan memecahkannya.


Prang!


Manusia yang ada di dalam tabung itu jatuh menimpa Naori, lalu Naori pun menangkapnya dan menyandarkannya ke tembok seraya berkata "Aku tidak tahan melihat ada manusia yang disiksa begini"


Lalu Naori memecahkan Beberapa tabung lagi dan mengumpulkan Semua Manusia yang ada di sana.


"Ai boleh aku bertanya sedikit?"


"Tentu saja tuan, Ai siap melayani tuan"


"Apa yang dilakukan Prof. Akron terhadap orang-orang ini?"


"Tuan Akron membuat mereka menjadi bahan eksperimen untuk meneliti tubuh manusia tuan" jawab robot itu.


"Manusia biadab ini benar-benar tidak memiliki hati" Ucap Naori dengan perasaan marah.


"Membuatnya mati dengan mudah tidak setimpal dengan harga kehidupan orang-orang yang sudah direnggut olehnya" Ucap Naori yang mengepalkan tangannya dan mengigit bibirnya sampai berdarah lalu ia berkata sekali lagi "Ai, jaga orang-orang ini aku akan pergi sebebentar!" Perintah Naori.


"Baik tuan"


"Aku tidak yakin apa bisa menggunakan teleportasi dengan jarak sejauh ini tapi akan kucoba saja dulu" Ucap Naori yang agak ragu dan memejamkan matanya.


Teleportasi


Naori berpindah tempat dari Fasilitas bawah tanah itu ke Distrik timur pasar gelap.


"Hamka..."Teriak Naori


Lalu beberapa detik kemudian Hamka berlari mendekati Naori.


"Ya tuan, a-apa...anda me-memanggil saya?" Ucap Hamka terengah-engah setelah berlari begitu cepat karena teriakan Naori yang memanggilnya.


"Hamka, aku ingin menanyakan sesuatu"


"Apa itu tuan?"


"Apa Skill milikmu bisa mengambil jiwa dari orang mati?"


"Bisa tuan namun...Skill ini tidak berguna karena menggunakan Magic Power yang besar dan tidak ada gunanya mengambil jiwa orang mati"


"Itu bagus, Apa nama Skillmu?"


"Tapi tuan-..."


"Cepat bilang saja!"


"Untuk Skill utama saya yaitu Soul Master dan untuk Skill yang digunakan untuk mengambil jiwa orang mati seperti yang ditanyakan tuan, saya bisa menggunakan Skill Soul Control: Soul Extract, bukan hanya itu Soul Control: Soul Manipulasi bisa mengendalikan Jiwa seseorang" Jawab Hamka


"Terima kasih Hamka, aku terpikirkan siksaan seperti apa yang bisa kulakukan untuk manusia biadab yang bahkan tidak menganggap kehidupan manusia"


"Sama-sama tuan"


"Tidak akan kubiarkan orang sepertinya mati dengan mudah!" Ucap Naori yang menunjukkan ekspresi marah.


To be Contiuned~