
Kemarahan Tersembunyi Naori!
Di sebuah ruangan yang mewah dengan sofa empuk berwarna putih, seorang remaja sedang duduk santai dan menikmati secangkir teh mulai menguap dan mengantuk, remaja itu adalah Naori yang sedang mengajari kepala sekolahnya sebuah soal matematika.
"Hoam ..." Naori merentangkan tubuhnya dan membaringkan tubuhnya karena mengantuk, "lima menit sampai waktu habis pak" ucap Naori.
Kepala sekolah yang duduk di depan Naori mulai meneteskan banyak keringat di dahinya, padahal ruangan itu sendiri sangat dingin karena di ada AC ( Air Conditioner ) di ruangan itu.
<--Lima menit telah berlalu-->
Pak kepala sekolah yang menyerah mengerjakan soal itu langsung ikut berbaring dengan Naori dan menyerahkan soalnya.
"Karena sepertinya bapak tidak bisa nengerjakannya, aku akan mengajari caranya menjawab soal ini" ucap Naori yang mengambil secarik kertas itu dan mulai mengerjakan soal itu.
Pak kepala sekolah yang tadinya berbaring sebentar langsung bangun dan melihat Naori dengan teliti saat mengerjakan soal.
Naori menulis jawaban begitu cepat hingga membuat pak kepala sekolah menyerah untuk memahaminya dan mulai santai di sofanya sembari menutup mata.
Naori yang telah menulis jawaban dari soal itu langsung menyerahkan secarik kertas itu dan mulai berdiri, "Aku memiliki sebuah permintaan pak" ucap Naori menatap pak kepala sekolah dengan tajam.
"Katakan!" ucap pak kepala sekolah sambil melihat jawaban di kertas yang Naori tulis.
"Keluarkan Pak wakil kepala sekolah" ucap Naori dengan tatapan membunuh.
"Apa kau memiliki dendam dengannya?" tanya pak kepala sekolah.
"Iya, sebuah dendam yang sangat dalam" jawab Naori.
"Untuk mengeluarkan wakil kepala itu urusan mudah, yang terpenting di sini adalah bagaimana cara menjawab soal ini" ucap Pak kepala sekolah melihat Naori.
"Buktikan bahwa bapak bisa melakukan apa yang aku minta, setelah itu akan aku ajari bagaimana cara menjawab soal itu" ucap Naori sambil pergi dari ruangan dan meninggalkan pak kepala sekolah sendirian di rungan itu.
"Baiklah, demi mendapatkan penghargaan dari negara, akan aku lakukan apa pun" gumam pak kepala sekolah.
"Tunggu saja! besok wakil kepala sekolah akan di ganti oleh orangku, meskipun aku harus menyinggung keluarga Arnolt sekalipun itu sepadan" ucap pak kepala sekolah berdiri dan mengepalkan tangannya.
Di sebuah lorong di sekolah itu di lantai dua, Naori yang menikmati hembusan angin sepoi-sepoi mulai menunjukkan Ekspresi membunuhnya lagi.
"Keluarga Arnolt ... Aku menyatakan hari ini sebagai permulaan pembalasan dendamku, di mulai dari paman Youma, akan aku siksa dia hingga membuatnya sangat menderita" gumam Naori.
"Sayang sekali aku tidak bisa mengekstrak jiwa Youma karena sudah di bunuh Kiyoshi"
Naori mulai berjalan kembali ke kelasnya, waktu berlalu hingga sore dan semua siswa sekolah pulang ke rumahnya masing-masing.
Tidak lama setelah sekolah menjadi sunyi, terlihat sosok paman Youma yang akan keluar dari gerbang sekolah, "Yousha Arnolt"
"Kau akan merasakan perasaan melihat orang tercintamu di bakar hidup-hidup" ucap Naori dari kejauhan yang mengintai di atas pohon.
Waktu sore pun berlalu dan waktu mulai menjelang malam, Naori melihat Yousha masuk ke sebuah rumah yang sangat besar.
"Jadi di situ rumahnya, baiklah waktunya pulang, Kaori pasti sedang menungguku pulang" gumam Naori yang kemudian langsung menghilang dari tempat itu.
Sesampainya di rumah Naori di hentikan oleh Alter yang tiba-tiba bicara.
[Master, kenapa anda terburu-buru?]
"Entahlah Alter, perasaan hatiku menjadi gelisah sejak Youma mati di tangan Kiyoshi, aku hanya ingin seluruh keluarga Arnolt mati di tanganku Alter! dan itu harus" ucap Naori menggertakkan giginya dengan perasaan kesal dan segera masuk ke dalam rumah.
"Kaori kakak pulang"
"Kak lihat! aku dan kak Segawa sedang memasak daging yang enak" ucap Kaori dari dapur.
Lalu Naori yang mendengar suara langsung menuju ke dapur dan melihat adiknya yang sedang memasak, "itu kan celemek milik ibu" ucap Naori secara tidak sadar setelah melihat Kaori yang memakai celemek ibu mereka.
"Cocok denganku tidak kak?" ucap Kaori sambil berputar dan menunjukkan penampilannya pada kakaknya.
"itu cocok untukmu" ucap Naori dengan senyum yang di paksakan.
"Alter!" ucap Naori memanggil Alter dan segera berlari.
[Ada apa Master?]
"Aku merasa aneh kemarin, bukankah ada Daily Mission dari Leveling System? aku tidak menyelesaikannya jadi kenapa aku tidak di hukum?" tanya Naori kepada Alter memulai sebuah topik pembicaraan.
[Saya baru akan mengatakannya]
[Karena sepertinya Master sangat sibuk jadi saya menahan hukuman dari Leveling System]
"Begitu ya ... aku siap untuk di transfer ke Domain Monster, kirim aku ke sana sekarang!"
[Master, apa anda sengaja melakukannya?]
"Apa maksudmu Alter?" ucap Naori menundukkan kepalanya.
[Saya hanya merasa seperti anda ingin ke Domain Monster]
...
Naori hanya terdiam, hingga Alter berbicara dan mulai mengirim Naori ke Domain Monster karena hukumannya tidak menyelesaikan tugas dari Leveling System.
[Transfer]
Naori tiba di Domain Monster, banyak monster menunggu Naori mulai dari Goblin, Orc, Troll, dan masih banyak Monster-monster lain hingga monster yang terkuat yaitu Naga besar yang menunggu di sebuah puncak gunung untuk melihat Naori.
"Kau benar Alter!" tiba-tiba Naori berbicara dan segera mengumpulkan Magic Power di tangannya, "Dark Wave" Naori menghabisi monster-monster yang akan menyerangnya.
"Aku memang sengaja ke sini, untuk pergi ke Domain Monster, aku marah Alter! kenapa Youma harus di bunuh oleh Kiyoshi? apa keputusanku untuk tidak membunuh Youma adalah keputusan yang salah?"
"Kenapa? ..."
"Kenapa!? aku kira dengan menunda sebuah rencana aku bisa mengamati situasinya lebih dulu, namun ... Kiyoshi membunuhnya!!!" Ucap Naori berteriak dengan sangat keras melampiaskan amarahnya.
[Master ... ]
"Padahal aku sudah menunggunya tadi malam hingga aku begadang dan berakhir mengantuk saat berada di sekolah, namun aku tidak di kirim ke sini"
"Sekarang ..." Ucapan Naori terpotong, "Magic Missile beruntun" Naori mengeluarkan pedangnya dan menyerang menggunakan "Wind Slash"
"Karena aku sudah di sini ... akan aku habisi kalian!" ucap Naori dengan raut wajah membunuh dan meneteskan air matanya.
[Marah, aku baru pertama kali melihat Master semarah itu]
... System Panel Alter berputar dan bertuliskan tulisan Loading! System Panel Alter berputar sangat lama hingga akhirnya putarannya berhenti dan bertuliskan Complete.
[Jadi selama ini Master marah dengan Kiyoshi! itu bisa di tebak dengan tindakan Master yang menahan Killing System milik Kiyoshi]
[Master ... apa anda takut tidak bisa membalaskan dendam anda?]
Alter terdiam sebentar dengan layarnya yang kembali berputar.
[Apakah Kiyoshi yang membunuh Youma menyebabkan perasaan Master menjadi gelisah?, Master sangat pendendam, namun karena Kiyoshi adalah bidak yang akan digunakan oleh Master, Kiyoshi tidak boleh dibunuh]
[Perasaan tidak berdaya karena tidak bisa melakukan apa pun, Kiyoshi mengingatkan Master dengan perasaan itu, dia sudah membuat Master seperti ini, tidak bisa di maafkan! dia harus segera di bunuh untuk membuat Master kembali seperti semula]
Alter yang melihat Naori menjadi marah dan mulai lepas kendali menyerang seluruh Monster di Domain Monster mulai menunjukkan Ekspresi marah di panel System.
[Starlight Knight! setelah selesai menyelesaikan Gate, kembalilah dengan Chaos dan Priestess Knight! aku memiliki sebuah tugas untuk kalian]
Sejak Alter mencari tau alasan Naori menjadi sangat marah dengan melihat Ingatan Naori dan menerima seluruh perasaan Naori, Alter bergerak dan memberikan perintah sendiri kepada para Knight tanpa di ketahui Naori.
To be Contiuned*