Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 133



Pertarungan Mendadak Melawan Chloe


Naori berlari, ia takut oleh puluhan ikan paus yang mengejarnya, di hadapan hal itu Naori hanya bisa lari, ia menggunakan Teleportasi ke tempat Albino lalu berkata "Cancel: Soul Knight"


Teleportasi


Naori berpindah tempat lagi dan sampai di tempat saat ia menemukan rumput laut magis, Naori langsung berbaring dan menarik nafas panjang, detak jantungnya berdegup dengan kencang setelah ia menghadapi puluhan ikan paus yang mengejar dirinya, Naori memejamkan matanya, nafas yang berantakan dengan tangan kanannya yang menyentuh dada untuk menyetabilkan pernafasannya kembali.


Saat ini, Naori benar-benar mengalami kelelahan mental mengingat serangan paus-paus itu yang langsung menghancurkan Soul Knight: Whale hanya dengan satu serangan.


Setelah nafasnya kembali stabil, Naori langsung bangkit lalu mengeluarkan rumput laut dan memakannya, Naori merasa pikirannya menjadi lebih ringan setelah memakan rumput laut magis, jadi ia memakan lebih banyak lagi, selesai makan Naori menggunakan teleportasi lagi untuk pergi ke dasar kolam, karena jauh dari tempat Naori saat ini, ia butuh konsentrasi penuh dan menggunakan Magic Power yang banyak untuk kembali kesana.


Tidak lama kemudian Naori hilang dan kembali ke dasar kolam di sambut oleh Chloe, Naori diam, ia tidak tau harus berkata apa lagi saat bertemu dengan Chloe, latihan yang ia berikan begitu berat, membunuh ikan paus bukan hal yang mudah, karena itulah Naori diam dan menunggu perkataan dari Chloe.


....


"Nak, ... kau sudah membunuhnya?" tanya Chloe.


"Sudah kak, aku menyimpannya di sini" ucap Naori sambil menunjuk dahinya.


"Baguslah kalau begitu, aku hanya takut kau mati nak" ucap Chloe dengan khawatir


"Dimana kertas itu? apa kau memggunakannya nak?" tanya Chloe melanjutkan perkataannya.


Naori mengeluarkan kertas Skill yang di berikan Chloe padanya, Naori menyerahkan kertas itu seraya berkata "ini kak"


"Kau tidak menggunakannya nak?" tanya Chloe sembari mengambil kertas itu dari tangan Naori.


"Tidak, karena aku tidak merasa nyawaku terancam kak" jawab Naori.


Chloe tersenyum sedikit, ia berbalik lalu menyobek kertas itu di sehingga membuat kertas itu hancur setelah di sobek karena terkena air, Chloe berbalik lagi dan berkata "Syukurlah kau tidak menggunakannya nak, aku takut jika kau menyobeknya kau akan mati" ucap Chloe dengan ekspresi datar.


"Mati!?" gumam Naori yang heran dengan memiringkan kepalanya ke samping.


"Ya~ sebenarnya itu hanyalah kertas biasa, jika kau dalam bahaya dan mengandalkan kertas ini, aku takut kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan pasrah saat bahaya merenggut nyawamu" ucap Chloe memberitahu sambil tersenyum.


Glek*


Naori menelan ludahnya, ia terkejut mendengar penjelasan Chloe kalau kertas yang ia berikan padanya ternyata hanya kertas biasa, di dalam hatinya Naori berkata "Untung saja aku tidak mengandalkan kertas itu, aku hanya tidak menyangka kalau kak Chloe sebenarnya sedang mengujiku"


"Latihan yang di berikan kak Chloe mungkin bukan tentang membunuh paus, tapi membawa kertas itu dengan utuh setelah membunuh paus" batin Naori sekali lagi sambil memikirkan pernyataan yang di jelaskan Chloe padanya.


"Selamat nak, aku mengakuimu ... dan sekarang, apa kita bisa mulai berlatih dengan serius?" ucap Chloe dengan wajah serius yang belum pernah Naori lihat.


"Aahhh~ mungkin ini adalah yang aku tunggu, latihan yang mengajarkan teknik seperti teknik Feeling, aku tidak sabar lagi teknik seperti apa yang akan kak Chloe ajarkan" batin Naori.


....


Tidak lama kemudian, dari dasar kolam, Naori terhempas ke atas hingga keluar ke permukaan dengan raut wajah kesakitan, kesadaran Naori langsung buyar setelah di pukul Chloe begitu kuat dari dasar kolam, setelah terhempas ke atas, Naori jatuh ke pinggiran kolam dengan suara tulang retak yang berbunyi Krek* di iringi dengan suara "Akh" yang di ucapkan Naori secara tidak sengaja karena rasa sakit yang ia rasakan.


Naori batuk, ia memegangi perutnya yang sakit lalu mencoba berdiri menggunakan kedua tangannya sebagai penopang untuk bangkit, Chloe pun keluar dari dasar kolam dengan mengendalikan air berbentuk singgasana di mana Chloe duduk di atasnya dengan menyilangkan kakinya seraya berkata "Nah, sekarang mari kita mulai latihannya"


"Tunggu kak! aku- ..." ucapan Naori terpotong.


Byur!


Naori di serang gelombang air yang terbentuk dari air kolam, air kolam itu membuatnya terhempas sampai ke lapangan di mana semua orang berlatih, Naori berguling-guling setelah terhempas dengan kuat, Chloe mengikuti Naori, ia masih mengendalikan air berbentuk singgasana dan membawanya ke lapangan di mana Naori terbaring di sana, Chloe pun berkata "Bangun nak! apa hanya segini kemampuanmu? kau bilang sudah membunuh ikan paus? apa itu bohong!?" tanya Chloe dengan nada serius.


"Khak" Naori mengeluarkan sedikit cairan dari dalam perutnya, ia mendongak ke atas sambil menyeka mulutnya seraya berkata "kalau begitu aku akan serius!" teriak Naori yang langsung bangun dan mengumpulkan Magic power di seluruh tubuhnya.


"Hah ..." Naori mengeluarkan nafasnya lalu menarik nafas panjang, dan Wush! suara angin berhembus terdengar, Naori berpindah tempat ke samping Chloe dengan kakinya yang hampir menendang kepala Chloe, Chloe menahan kaki Naori dengan tangan dan langsung menggerakkan air yang ia kendalikan untuk menyerang Naori.


Byur! Byur! Byur!


Banyak aliran air membentuk jaring menyerang Naori, dengan semburan-semburan air yang padat, Naori menghindar dengan berputar di udara, namun jarak antara semburan air begitu sempit sehingga Naori terkena salah satu semburan air dan kembali terpental hingga keluar lapangan, tanpa memberikan Naori nafas Chloe menyerang Naori kembali dengan menyemburkan air ke arah Naori terpental, Naori berkata "Reflex" untuk menghindar dan langsung berlari maju ke arah orang-orang yang minggir karena melihat dirinya dan Chloe hendak bertarung.


"Dasar bocah licik, tapi apa kau pikir aku takut menyerang orang-orang?" gumam Chloe sambil mengarahkan tangannya ke arah Naori.


Naori menyadarinya, berlindung di balik orang-orang tidak mempan karena Chloe sepertinya benar-benar tidak peduli, karena itu Naori mengubah arah berlarinya ke arah Chloe dengan cepat.


"Cari mati! ... Water Boost"


Air yang padat dengan banyak Magic power berkumpul di depan Chloe, lalu air itu pun berpisah menjadi beberapa bagian dengan cepat mengelilingi Chloe, Naori yang fokus menghindar tidak mempedulikan apa yang Chloe lakukan, ia hanya menatap mata Chloe dengan tajam, hingga akhirnya Chloe mengedipkan matanya, Naori berpindah dengan cepat ke belakang Chloe dan bersiap menendangnya dengan memutarkan tubuhnya.


Byur!


Di saat Naori berniat memutarkan tubuhnya, Chloe menggerakkan air padat yang mengelilingi dirinya lalu mengubahnya menjadi semburan air yang mendorong Naori ke belakang, semua bagian-bagian air padat yang mengelilingi Chloe pun bergerak mengikuti semburan air yang mendorong Naori dan membuat semburan air itu semakin besar mendorong Naori.


Di saat semuanya telah membuat Naori terpental begitu jauh, seketika Naori berpindah lagi ke belakang Chloe dan berniat menyerangnya.


Pak!


Chloe menahan tangan Naori yang mencoba memukulnya dengan air yang ia kendalikan, Naori menunjukkan wajah panik, ia mencoba melepaskan genggaman air dari Chloe dengan memukul Chloe sekali lagi menggunakan tangan yang satunya, tangan Naori di tahan lagi oleh air milik Chloe, kedua tangannya tidak bisa bergerak, Chloe pun mendekat, ia mendorong perut Naori dengan perlahan seraya berkata "Aku kecewa padamu nak"


"Khak"


Naori mengeluarkan sedikit darah saat Chloe mendorong perutnya, Naori menggertakkan giginya, ia tidak berdaya menghadapi Chloe yang mampu menghentikan serangan tiba-tiba miliknya, di saat krisis itu Naori mampu berpikir, jeda singkat saat ia bersiap menyerang setelah berpindah tempat ke belakang Chloe adalah masalahnya, di waktu yang singkat itu Chloe merasakan kehadirannya dan langsung bereaksi menahan serangannya.


Hal itu membuat Naori berpikir, di dalam pertarungan, lengah sebentar meskipun hanya satu detik, hal itu ternyata mampu membuat seseorang mampu bereaksi dengan serangannya, Naori kesal dengan hal itu, karena itulah ia menggertakkan giginya.


Pertarungan tiba-tiba melawan Chloe, hal yang begitu mendadak itu berarti adalah sebuah tes kepantasan dirinya dalam menerima pelatihan dari Chloe, di dalam pikirannya Naori hanya berpikir satu hal.


"Aku ... tidak boleh kalah!"


Chloe sedikit terkejut mendengar perkataan Naori, ia pun tersenyum melihat raut wajah Naori yang berubah, di mata Naori Chloe melihat sesuatu, di dalam hatinya Chloe berkata "Mata itu adalah mata seseorang yang benar-benar serius!"


Advanced In the Next Chapter~