
Pelatihan Selanjutnya
Di tengah-tengah lapangan yang biasa di gunakan murid pelatihan khusus untuk berlatih, Naori mengumpulkan tubuh orang-orang yang mencoba mencuri Marus miliknya menjadi sebuah bukit kecil yang di terbuat dari tubuh Manusia, Naori melompat lalu mendarat di puncaknya dengan ekspresi datar melihat tubuh orang-orang yang ia injak menggunakan kakinya sendiri.
Naori telah mengalahkan semua orang yang menyerangnya karena mencoba merebut Marus darinya, "Aku kira ini akan menyenangkan, ternyata membosankan" gumam Naori.
Naori pun menunduk untuk melihat kedua telapak tangannya lalu mengepalkan kedua tangannya seraya berkata "Setelah berlatih di ruangan Gtavitasi tubuhku menjadi semakin ringan, bahkan lebih ringan lagi daripada saat kak Chloe memberiku latihan dengan pemberat 100 KG, postur tubuhku tidak goyah lagi saat aku berdiri, aku yakin itu"
Lalu Naori duduk di tas tumpukan tubuh itu dan melihat ke atas dengan berkata "Aku hanya tidak menyangka, dari mereka semua, tidak ada yang bisa membuatku terluka"
Tiba-tiba dari dalam gedung, Naori merasakan niat membunuh yang mengarah padanya, Naori yang tadinya mendongak ke atas langsung melihat ke arah gedung seraya berkata "Sharp Eye" untuk membuat matanya menjadi lebih tajam saat melihat.
Terlihat di dalam gedung, pak Seisen mengepalkan tangannya dengan raut wajah marah yang terlihat di wajahnya, Naori melihat pak Seisen yang marah lalu tersenyum dengan ekspresi bangga.
"Bocah ini! ..." ucap pak Seisen menggertakkan gigginya lalu mencoba menenangkan dirinya dengan menarik nafas panjang.
"Fuuuuu ... Huff, ... kenapa bocah ini selalu membuat masalah!?" ucap pak Seisen dengan raut wajahnya yang belum berubah.
Di tengah lapangan, setelah Naori melihat wajah pak Seisen yang marah, Naori menunjukkan ekspresi puas sambil mengambil porsi terakhir Marus yang ia simpan di Inventory system, Naori mengambil Marus itu lalu mengucapkan "Makanan ini pasti sangat enak" sambil memasukkan Marus ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.
Ting!
[Statistik Magic Power telah meningkat +500 karena system telah mencerna Blood Meal 100%]
"Sepertinya Marus yang aku makan sebelum mulai bertarung telah di cerna ya" ucap Naori sambil melihat notifikasi system yang memberitahunya peningkatan statistik.
"Yah~ aku tidak peduli dengan peningkatan kecil, lagipula sekarang ini aku lebih membutuhkan latihan dasar setelah melatih pernafasan dan postur tubuhku"
Naori pun berdiri di atas tumpukan tubuh itu lalu melompat turun ke bawah, Naori berjalan ke arah gedung sembari melihat pak Seisen yang masih menatapnya dari jendela gedung di lantai atas, Naori melihat hal itu dan terus berjalan masuk ke dalam gedung menuju kantin untuk menemui Dokter Nevario.
"Dokter Nevario, aku ingin tambahan Marus sebagai imbalanku karena sudah mengalahkan mereka semua" ucap Naori meminta Marus lagi kepada Dokter Nevario tanpa perasaan bersalah.
[Master, bukankah anda baru saja bilang tidak peduli dengan peningkatan kecil?]
"Itu berbeda jika statistikku meningkat banyak" batin Naori menjawab perkataan Alter.
"Hahh ..." Dokter Nevario menghela nafasnya lalu berkata "anggap saja aku traktir kali ini" ucap Dokter Nevario mengangkat tangannya dengan satu jari telunjuk yang mengacung di lanjutkan dengan perkataan "Satu Marus kualitas tinggi lagi"
"Baiklah~tolong tunggu sebentar" ucap seseorang yang menyajikan makanan di Kantin itu.
"Terima kasih Dokter Nevario" ucap Naori tersenyum.
"Sialan! ..." Dokter Nevario menundukkan kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya sebagai penopang kepalanya, "Aku kira kau akan mati di kepung ratusan orang-orang jenius itu, tapi aku tidak menyangka kalau kau sendiri adalah monster yang menghabisi seluruh jenius itu" gumam Dokter Nevario dengan nada rendah.
"Tidak ada" ucap Dokter Nevario langsung mendongak ke atas karena terkejut dengan perkataan Naori dengan mencoba menyembunyikan gumam-an yang ia katakan barusan.
Naori memiringkan sedikit kepalamya ke samping dengan ekspresi heran lalu melihat ke tempat di mana makanan di ambil, seseorang yang bertugas menyajikan makanan berjalan ke arah Naori dan Dokter Nevario yang ada di tengah-tengah tempat meja makan, orang itu membawa piring yang di tutupi dengan penutup makanan, setelah sampai di depan Naori, orang itu menunduk sedikit lalu membuka penutup makanan untuk memperlihatkan Makanan yang ada di dalam piring.
Sepotong Marus berwarna merah tua terlihat bersinar dengan di hiasi beberapa daun sebagai penyedap bau di sekitar Marus, Naori langsung mengambil Marus itu dan memakannya, Naori mengunyahnya agak lama lalu menelannya, seketika Notikasi system berbunyi lagi.
Ting!
[Statistik Magic Power telah meningkat +500 karena system telah mencerna Blood Meal 100%]
Setelah melihat Notifikasi system memberitahunya kalau Statistik Magic Powernya meningkat lagi, Naori mendongak ke atas lalu mengepalkan tangannya, "sudah saatnya meminta pak tua itu mengajariku latihan yang selanjutnya" batin Naori di dalam hatinya.
Setelah selesai memakan Marus, Naori pun berpamitan pada Dokter Nevario dan orang yang menyajikan Marus padanya, Naori berjalan pergi dari kantin menuju ke sebuah tangga menuju ke atas lalu menaikinya dengan berlari di tangga, Naori berlari sampai ke lantai atas tempat ia merasakan keberadaan pak Seisen dengan menggunakan teknik Feeling.
Sesaat setelah sampai di lantai dimana pak Seisen berada, Naori mulai berjalan memasuki lantai itu dan berjalan di antara lorong-lorong yang di penuhi dengan orang-orang yang bekerja menggunakan komputer, Naori melihat-lihat sekitar lalu teringat dengan ingatan tubuh yang Naori gunakan saat ini sebelum jiwanya di pindahkan ke tubuh ini.
Di ingatan itu, Naori mengingat dirinya bersama Algard sedang bermain komputer di tempat yang bernama Warnet di dekat sekolahan tempat mereka sekolah dulu, di ingatan itu Naori dan Algard tertawa riang dengan gembira karena bermain game di komputer yang ada di tempat itu.
Seketika Naori yang berjalan di lorong langsung berhenti lalu memegang kepalanya yang sedikit sakit seraya berkata "Ingatan ini kan ... Algard ya?"
"Tiba-tiba saja ini muncul setelah aku melihat komputer, mungkin ini adalah salah satu ingatan bahagia yang tubuh ini simpan sebelum aku menggunakannya" batin Naori dengan ekspresi datar.
"Yah~ aku tidak ada urusan dengan hal itu sekarang, jadi aku akan mengabaikannya untuk segera bertemu dengan pak Seisen" batin Naori lanjut berjalan untuk menemui pak Seisen yang ada di suatu tempat di lantai gedung itu.
Setelah Naori berjalan cukup lama, Naori bertemu dengan pak Seisen lalu mendekatinya, pak Seisen yang melihat Naori masih agak kesal dan menunjukkan ekspresi kesal tanpa menyembunyikannya pada Naori.
Namun Naori memgabaikannya, ia lebih memilih bertanya tentang latihan selanjutnya ke pak Seisen daripada harus menanggapi ekspresi kesal pak Seisen yang di tujukkan padanya dengan berkata "Jadi latihan selanjutnya apa pak tua?"
Pak Seisen diam sejenak untuk mengambil nafas panjang sembari mengambil botol berisi alkohol yang selalu ia bawa lalu meminumnya beberapa tegukan, Naori yang melihat pak Seisen menjadi sedikit kesal juga, di dalam hatinya ia berkata "Kenapa kak Chloe mau menjadi istri dari pak tua pemabuk sepertinya?"
"Aahhh~" pak Seisen melampiaskan kepuasannya setelah meminum alkohol, ia pun menatap Naori lalu berkata "minta Nevario mengantarkanmu ke ruangan Voice Ball! di sana kau harus melatih Pendengaran, Kecepatan berpikir, Pengambilan keputusan, dan melatih Reflek tubuhmu"
"Itu semua latihan tersisa yang belum aku latih seperti Menatap, Mendengar, Merasakan, Pernafasan, Reflek tubuh, Kecepatan berpikir, Memperbaiki postur tubuh dan Pengambilan keputusan" batin Naori
"Baiklah pak, ini harusnya menjadi latihan terakhir sebelum aku keluar dari sini kan?" ucap Naori langsung berbalik meninggalkan pak Seisen setelah mengetahui latihan yang selanjutnya akan ia lakukan selama beberspa hari ke depan hingga waktu satu bulan yang telah di sepakati bersama dengan perempuan berambut perak itu tiba.
"Tunggu saja! aku akan segera menjadi kuat dan mengalahkanmu" gumam Naori mengingat kembali kejadian perempuan itu membuat dirinya tidak berkutik di hadapannya.
Advanced In the Next Chapter~