
Pemandu khusus
"Apakah anda sudah siap master?" tanya robot itu.
"Aku sudah siap" Jawab Naori dengan ekspresi serius.
"Tapi Alter, apa kau serius untuk mengganti peranku dan cloneku sebagai murid Prof. Akron?"
[Tentu saja Master]
"Aku sih tidak masalah, tapi apa kau yakin menjadikan cloneku sebagai Prof. Akron?"
[Sangat yakin Master]
"Hah ..." Naori menghela nafasnya "Terserah kau saja yang terpenting aku sudah hafal dengan lokasinya, dan aku sudah mempersiapkan semuanya, ... hanya saja jaraknya yang menjadi masalah"
"Tenang saja master saya sudah menyiapkan kendaraan untuk anda" Ucap Ai.
"Kendaraan? apakah itu mobil?"
"Anda terlalu meremehkan tuan Akron master, ... Keluarkan itu!" Ucap Ai itu sekali lagi.
Atap yang ada di fasilitas itu mulai terbuka, lalu sebuah pesawat jet keluar dari bawah tanah, Naori yang tidak bisa mengendalikan dirinya melongo karena terkejut dengan apa yang dikeluarkan oleh Ai.
"Luar biasa, apa-apaan itu Ai? apa Prof. Akron memang sekaya itu sampai bisa memiliki sebuah pesawat jet pribadi?"
"Saya mulai ragu untuk menunjukkan gudang penyimpanan harta kepada anda master" Ucap Ai itu terlihat sangat ragu saat melihat Naori yang terkejut hanya karena pesawat jet.
"Gudang penyimpanan harta? kalau begitu tunjukkan padaku di lain waktu saat aku memiliki waktu luang"
"Baik master, kalau begitu silahkan masuk master!" Ucap Ai itu sambil menyuruh Naori untuk segera masuk ke dalam pesawat jet itu.
"Baiklah" ucap Naori mendekat ke pesawat jet itu.
Lalu pintu pesawat itu terbuka secara otomatis.
"Woah ... Itu terbuka sendiri" Ucapnya saat akan masuk ke dalam pesawat itu diikuti okeh clonenya.
Ketika Naori dan Clonenya duduk di kursi tiba-tiba sabuk pengaman terpasang secara otomatis.
"Canggih, tekhnologi yang sangat canggih, tapi ... bagaimana caraku mengendarai pesawat ini!?" teriak Naori.
Lalu sebuah layar digital di depan Naori mulai hidup dan memunculkan sebuah ekspresi seperti Ai.
Tenang saja master, saya yang akan mengendalikan pesawat ini untuk mengantar anda ke tempat tujuan dengan selamat.
"Ai? apa yang kau lakukan disitu? apa kau bergabung dengan pesawat ini?"
"Tidak master, saya hanya menghubungkan diri saya dengan pesawat ini menggunakan koneksi dari sinyal satelit, dengan begitu saya bisa terhubung dengan pesawat dan mengendalikannya"
Gluk* Naori menelan ludahnya.
"Apa aku sudah membunuh orang yang bisa mengubah planet Treasure ini? semua tekhnologi ciptaanya sangat hebat melebihi planet bumi" Ucap Naori di dalam hatinya.
[Jangan khawatir Master]
[Anda sendiri juga bisa menciptakan tekhnologi canggih seperti ini dengan bantuan Tecno System yang sudah digabungkan dengan System Dimensi]
"Tapi Alter, aku tidak begitu mengerti soal tekhnologi"
[Saya bisa membantu anda Master]
"Kita sudahi percakapannya, sudah saatnya berangkat ke tempat perlelangan"
[Baik Master]
"Ai, ayo berangkat! kita harus bersiap-siap terlebih dahulu agar rencana ini berhasil"
"Baik master, tolong pegangan! pesawat akan segera lepas landas"
Lalu pesawat itu mulai terbang ke atas atap, lalu setelah pesawat itu keluar dari atap, atap itu tertutup secara otomatis.
"Ini pertama kalinya aku naik pesawat, ini pasti akan seru" ucap Naori di dalam hatinya.
Wush!
Pesawat jet itu melaju sangat cepat.
"Uuhhh, cepat ... berapa kecepatan pesawat ini?"
"500 KM/Jam master" jawab Ai.
"Semoga saja- ..." Ucapan Naori terpotong .
Hoek* Naori muntah.
"Bertahanlah master!"
Lalu sesampainya di tempat tujuan
"Lihat! itu adalah pesawat milik tuan Akron, cepat persiapkan seluruh bahawanmu untuk menyambut tamu VIP dengan karpet merah!"
"Baik" jawabnya singkat.
Lalu setelah pesawat itu mendarat, pintu pesawat itu pun terbuka dan Naori serta Clonenya yang menyamar keluar dari pesawat itu.
"Ai, kau yakin aku harus berhenti dulu setelah aku keluar?" tanya Naori yang gugup karena dilihat oleh banyak orang.
"Iya master, tunggu saja pihak penyelenggara acara menyambut anda" Ucap Ai lewat earphone yang dipakai Naori.
"Cepat sambut tamu VIP!" Ucap seseorang yang memerintah dari depan pintu masuk acara perlelangan.
"Baiklah, clone ayo berjalan! ikuti saja prosedurnya" ucap Naori menggunakan skill telepati yang dibelinya di System Dimensi saat latihan berakting.
"Baiklah tubuh utama" Ucap clone itu yang sepertinya gugup.
"Selamat datang tuan Akron" Ucap orang yang berjaga di depan pintu.
"Iya" ucap Clone itu singkat.
"Siapa yang anda bawa tuan Akron? jarang sekali anda membawa seseorang ke acara perlelangan"
"Apa perlu bagimu untuk tau?" ucap clone dengan nada sombong.
"Maaf tuan, sepertinya saya sudah kelewatan" Ucap orang itu menundukkan kepala, "Saya sudah menyiapkan pemandu secara khusus untuk anda, mohon maafkan tindakan saya yang barusan" ucap orang itu sekali lagi.
"Baiklah akan aku lupakan soal hal ini, bawa aku ke ruanganku!"
"Baik tuan, hey cepat antarkan tuan Akron ke ruangan VIP!"
"Silahkan ikuti saya tuan" ucap pemandu itu dengan sopan dan menundukkan kepalanya.
Klek* Pemandu itu membuka ruangannya dan berkata "silahkan masuk tuan!" Ucapnya sambil mempersilahkan Clone dan Naori masuk ke dalam ruangan itu.
"Me- ... ahh tidak, Guru ruangan ini mewah sekali" Ucap Naori kepada clonenya.
"Itu hal biasa muridku, kedepannya kau akan banyak memasuki ruangan seperti ini, jadi biasakanlah!" Ucap clone itu kepada Naori dengan nada yang yang rendah.
"Apakah dia muridmu tuan?" Ucap pemandu itu tiba-tiba.
[Master cepat hentikan waktu!]
Time Stop
"Ada apa Alter?"
[Sepertinya pemandu ini memiliki hubungan khusus dengan Prof. Akron master]
"Apa maksudmu?"
[Peringatkan saja clone anda untuk berbicara lembut kepada pemandu itu]
"Baiklah Alter, aku percaya padamu"
Time Release
"Clone, bersikaplah lembut pada perempuan itu dan ikuti saja alurnya!" Ucapnya memberikan arahan lewat telepati.
"Kenapa? bukankah sifat Prof. Akron itu sombong?" tanya clone kepada Naori.
"Cepat lakukan saja! jika tidak rencana yang sudah disusun akan hancur jika ketahuan olehnya"
"Baiklah tubuh utama, aku akan bersikap lembut padanya" Ucap clone itu kepada Naori dengan tersenyum.
"Iya, dia muridku" jawab clone Naori kepada perempuan itu.
"Sejak kapan kamu memiliki murid sayang~ kenapa tidak memberitahuku?" Ucap perempuan itu mendekati clone Naori.
"Aku baru saja mengangkatnya menjadi muridku, jadi wajar jika aku belum memberitahumu karena kita sudah berpisah begitu lama" ucap clone itu.
"Huh? apa yang mereka bicarakan?" ucap Naori di dalam hatinya.
[Serahkan saja yang disini kepada clone anda Master]
[Saya sudah mengirimkan informasi perempuan itu kepada clone anda]
"Baiklah" Ucap Naori yang tidak paham dengan situasi yang sedang terjadi.
"Sayang~ aku merindukanmu, apa kau tidak ingin merindukanku?" Ucap perempuan itu mendekati clone Naori dan duduk di atas pahanya
"Aku sangat merindukanmu juga sayang~" clone menyentuh pipi perempuan itu.
"Bohong, kalau kau benar-benar merindukanku, kalung dari siapa ini?" tanya perempuan itu sambil mengalihkan tangan clone Naori dari pipinya.
"Ohh, itu hasil dari penelitianku minggu kemarin, muridku coba lepaskan kalungmu!"
Lalu perempuan itu mengintip Naori yang melepas kalungnya dan ...
Boom!
Tekanan dari Transcendent Rank yang sangat mencekam keluar di ruangan itu, lalu Naori memakai kalungnya kembali.
"Lihat! kalung ini bisa menyembunyikan Magic Power dari orang lain, apa kau mengira kalau kalung ini pemberian dari perempuan lain sayang?" tanya clone itu.
"Bagaimana mungkin aku meragukanmu sayang~" Ucap perempuan itu
Lalu ia pun mencium clone Naori dan memeluk lehernya erat-erat.
[Anda beruntung Master]
"Kau benar Alter" Ucap Naori di dalam hatinya.
[Jika Master tidak menukar peran dengan Clone anda, kemungkinan ciuman pertama Master sudah direnggut oleh orang lain]
"Iya, kau sangat benar Alter, aku sangat beruntung melihat cloneku dicium oleh perempuan cantik sedangkan aku sendiri hanya bisa berdiri dan melihatnya dari belakang"
[Maaf Master, tapi anda harus perjaka sebelum saya menemukan pasangan yang cocok untuk anda]
"Alter sialan, situasi ini benar-benar membuatku iri" Ucap Naori di dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya dengan perasaan marah.
To be Contiuned*