Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 62



Sebuah Konspirasi untuk Kiyoshi!


Setelah selesai menangis dan meratapi kepergian hantu perempuan itu Naori mulai berdiri dan mendekati Arisu, Naori menyumbat hidungnya agar tidak bisa bernafas.


"Uumm!!!" Arisu langsung tersadar dan melihat Naori yang menjepit hidungnya dengan tangannya sehingga membuat dirinya yang tidak bisa bernafas langsung terkejut.


Lalu setelah Arisu bangun, Naori mendekati Kiyoko dan menamparnya.


Plak!


"Bocah ini ..." Naori menamparnya beberapa kali hingga Kiyoko terbangun.


Setelah ke duanya bangun, Naori kembali duduk menatap Arisu dan Kiyoko dengan tajam dan menyilangkan kakinya.


Arisu yang kaget melihat darah mengggenang di tubuh Inou yang tergeletak dan tubuh tanpa kepala Ojima langsung kaget dan berteriak.


"Kyaa~"


Dengan ekspresi takut, Arisu langsung mendekati Kiyoko untuk berlindung, Kiyoko yang menyadari hal itu hanya menunjukkan ekspresi ngeri saat melihat banyak darah menggenang di situ dengan dua tubuh yang mati secara mengerikan.


"Inou! Ojima!" Kiyoko secara insting langsung mengenali tubuh yang ada di tengah genangan darah itu.


Lalu mengabaikan Arisu yang berlindung padanya, Kiyoko langsung berdiri dan mendekati ke dua tubuh itu.


"Bagaiman bisa?" Ucap Kiyoko terkejut melihat ke duanya mati, lalu melihat tubuh Kiyoshi yang ada di dekat dua mayat itu Kiyoko mendekatinya untuk membangunkan Kiyoshi, namun tindakan Kiyoko di hentikan oleh Naori.


"Hentikan! kemarilah, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua!" ucap Naori.


Kiyoko yang mendengar itu langsung berhenti dan terdiam sambil berpikir, "bagaimana Ojima dan Inou bisa terbunuh?" ucap Kiyoko di dalam hatinya.


Lalu dirinya langsung berbalik dan menatap Naori dan mendekatinya, "apakah kau yang membunuh mereka berdua?" tanya Kiyoko.


"Benar, karena mereka mengambil salah satu Systemku, aku membunuh mereka" ujar Naori.


"Kau ..." Raut wajah Kiyoko langsung berubah menjadi marah dan berniat memukul Naori.


"Apa? kau marah? biar aku beri tahu satu hal Kiyoko! karena aku membunuh mereka berdua lah System kalian bisa aku kembalikan" ujar Naori sambil berdiri dan membelakangi Kiyoko.


"Ternyata benar, systemku kembali" ucap Arisu yang langsung membuka panel systemnya setelah mendengar perkataan Naori.


Mendengar perkataan Arisu, Kiyoko langsung membuka Panel Systemnya juga dan terkejut melihatnya, "System ku juga kembali"


"Hey kalian berdua", Naori melepas masker dan topinya lalu berbalik ke arah Arisu dan Kiyoko yang menatapnya.


"Karena aku sudah mengembalikan System kalian yang sudah di rebut, bisakah aku membuat sebuah permintaan kepada kalian?"


...


Lalu beberapa menit kemudian setelah mengatakan permintaannya kepada Arisu dan Kiyoko, Naori langsung pergi dari tempat itu.


Kiyoko yang menyaksikan kepergian Naori langsung berbalik dan mendekati Kiyoshi untuk membangunkannya, Kiyoko menatap Arisu begitupun juga Arisu yang menatap Kiyoko.


Ke duanya mengangguk lalu membangunkan Kiyoshi, "Oi Kiyoshi, cepat bangun!" ucap Kiyoko seraya menggoyang-goyangkan tubuh Kiyoshi.


"Eemmm? Inou!" Kiyoshi langsung terbangun dan mendapati dirinya dengan pakaian yang basah di belakang tubuhnya.


"Kenapa basah disini?" ucap Kiyoshi, lalu Kiyoshi terkejut dan mendapati dirinya berada di genangan darah dan melihat satu tubuh di genangan darah itu dan satu tubuh lainnya tanpa kepala yang berada agak jauh darinya, "Jangan-jangan ..."


"Kau benar Kiyoshi, ke dua mayat itu adalah Inou dam Ojima" ujar Kiyoko yang tau isi pikiran dari Kiyoshi.


"Apa kau ingat Naoya Yariga?" tanya Kiyoko.


"Orang yang berpakaian serba hitam tadi?" tebak Kiyoshi.


"Iya, dia membunuh Inou dan Ojima sendirian tepat setelah kita bertiga pingsan setelah systen kita di renggut" ucap Kiyoko menjelaskan keadaan yang terjadi.


"Ohh iya System", Kiyoshi langsung membuka panel systemnya, namun panel system milik Kiyoshi tidak muncul karena system yang dimiliki Kiyoshi sendiri masih berada di genggaman Naori.


"Apa yang terjadi? kenapa systemku tidak muncul? bukankah itu seharusnya kembali padaku setelah Inou terbunuh?" ucap Kiyoshi dengan panik dan bingung dengan system miliknya.


Lalu Kiyoko menatap Arisu, Arisu yang menerima tatapan Kiyoko langsung mengangguk dan maju ke depan lalu berjongkok di depan Kiyoshi seraya berkata "Tenanglah! sebelum kau terbangun tadi kita berdua menerima notifikasi system, karena Devour System milik Inou, Energy dari System kita terkuras habis yang membuatnya tidak bisa muncul" ucap Arisu menjelaskan.


"Apa? terkuras habis? jadi maksudmu system kita seperti akan berhibernasi ( sebuah Periode waktu untuk menghemat Energy dan mengumpulkannya untuk waktu yang akan datang ) untuk sementara waktu?" tanya Kiyoshi.


"Mungkin seperti itulah ungkapannya" jawab Arisu yang sedikit tersenyum kepada Kiyoshi.


"Syukurlah kita selamat" ucap Kiyoshi yang langsung bangun dan melihat bajunya serta rambutnya yang berlumuran darah.


"Kiyoshi sebaiknya kita segera pulang! karena kejadian ini bisa membuat kita menjadi tersangka pembunuhan" ujar Kiyoko.


"Baiklah" ucap Kiyoko yang langsung berbalik dan hendak pergi.


"Tunggu! sebelum pergi bisakah aku meminta kontakmu?" ucap Arisu.


"Eeehh tentu", Lalu Kiyoshi mengeluarkan ponselnya dan bertukar nomor dengan Arisu.


"Baiklah, sampai jumpa kalian berdua" ucap Kiyoshi sambil melambaikan tangannya "aku harus segera pulang dan mengganti baju ku" gumamnya saat pergi meninggalkan Arisu dan Kiyoko.


"Baiklah hati-hati di jalan" ucap Arisu yang membalas lambaian tangan Kiyoshi, sedangkan Kiyoko hanya membalas lambaian tangan Kiyoshi dengan tatapan tajam sambil melihat punggungnya yang mulai pergi.


"Hey Arisu, apa kau berpikir yang di bilang oleh Naoya itu beneran?" tanya Kiyoko.


"Aku tidak begitu tau, tapi sepertinya ucapan Naoya benar, melihat Kiyoshi yang tidak bisa mengeluarkan panel systemnya, bisa di katakan semua perkataan Naoya benar tentang dirinya yang masih menahan System milik Kiyoshi karena berbahaya" ujar Arisu menjelaskan.


"Kalau begitu, apa kau berpikir kalau kita berteman dengannya, kita akan di tusuk dari belakang?" tanya Kiyoko lagi.


"Aku sendiri tidak tau seperti apa sifatnya, jadi aku tidak bisa menyimpulkan" jawab Arisu.


Lalu keduanya pun terdian sejenak, "Tidak ada gunanya memikirkan ini sekarang, lebih baik kita juga segera pulang!" ucap Kiyoko yang mengajak Arisu untuk segera pulang.


"Ayo, aku tidak ingin berada di tempat ini lebih lama ucap Arisu menerima ajakan Kiyoko.


Ke duanya pergi, meninggalkan mayat Inou dan Ojima yang tergeletak di sana, Malam itu adalah malam yang sangat tenang, waktu bagi Drak Crow beraksi di Distrik 18.


"Apa yang kau lakukan di sini? pergilah! ini bukan tempatmu" ucap salah seorang Awakener yang mengusir Naori.


"Karena aku sudah ke sini, aku ingin sekalian mampir dan membawa sebuah benda berharga untuk nenek penjual pedang" ucap Naori yang maju dan menerjang beberapa Awakener yang menghadangnya untuk memasuki Gate.


"Sudah lama sekali aku tidak meregangkan tubuhku" ucap Naori yang langsung memasuki Gate setelah membuat pingsan seluruh orang yang menghadangnya.


"Aku rasa Distrik 18 tidak akan diam saja saat aku yang berasal dari Distrik 17 mengacau di sini, Yah~ itu akan di urus oleh Stelleanor kan? ucap Naori seraya berjalan santai dan membunuh banyak Bahemoth di Gate itu.


Malam pun berlalu, Naori keluar dari Gate itu dan segera pulang seraya membelikan Kaori keripik kentang di tengah jalan.


To be Contiuned*