
Kembali ke Awal Masalah
Blam! Blam! Blam!
Keduanya beradu pukulan, pertarungan terlihat berat sebelah karena Naori tidak bisa mengikuti pergerakan orang itu, hingga akhirnya ia terdorong mundur ke dekat komplek perumahan.
Pertarungan pun berhenti sejenak, Naori tersenyum jahat dan kemudian menghilang kembali ke rumah orang itu.
Orang itu menyadari niat Naori dan segera kembali untuk menyusul Naori kembali ke arah rumah dengan kecepatan penuh, Naori melayang di atas rumah yang terbakar itu dengan dinding-dindingnya yang sudah roboh, ia pun melirik seorang wanita tua sedang melindungi anaknya dan bergerak ke arahnya dengan mengeluarkan Sword Wind Of Calamity lalu menebas tubuhnya hingga terbelah menjadi dua dengan anaknya yang masih kecil.
Naori membunuh keduanya tanpa perasaan bersalah sedikitpun, ia bahkan tersenyum dan menoleh ke arah para penjaga yang mencoba mengangkat dinding yang menimbun temannya, Naori berpindah tempat dan langsung menebas orang yang mencoba menyelamatkan temannya dari timbunan tembok.
Slash!
Tubuhnya mengeluarkan banyak darah hingga membuat Naori bermandikan darah, lalu ia pun melirik ke bawah orang yang tertimbun tembok dan melihat ekspresi wajahnya yang ketakutan lalu kembali tersenyum.
Jleb
Naori menembus kepala orang itu dengan pedangnya lalu mencabutnya kembali dan mengarahkan pedangnya ke samping, serangan datang dari samping dan membuat Naori mundur ke belakang.
Orang itu langsung melompat untuk memperpendek jaraknya dengan Naori dengan mempersiapkan serangan selanjutnya, namun Naori kembali menghilang dan seketika berada di ujung rumah dan menebas seseorang di sana, orang itu menunjukkan ekspresi marah dan mengejar Naori, menyadari hal itu Naori menghilang kembali dan berpindah ke ujung rumah yang lain lalu mebebas beberapa penjaga sekaligus dengan gerakan kakinya yang cepat, ia pun langsung berlari dan mengejar para penjaga yang melarikan diri seraya berkata "Matilah, karena kalian sudah bekerja di bawah keluarga Arnolt!"
Slash!
Naori menebas semuanya dengan tebasan panjang dari Magic Power yang keluar dari pedangnya, orang itu melihat dari jauh dengan raut wajahnya yang mengkerut dan menggertakkan giginya sambil berkata "Beraninya bocah sepertimu membuat onar daerah kekuasaanku!" teriak orang itu.
"Aku Trista Arnolt bersumpah akan membunuhmu!" ucap orang itu kemudian bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat dengan Magic Power yang meluap-luap melapisi tubuhnya.
Duak!
Naori langsung terpukul dan terpental dengan berkata "Ugh" secara tidak sengaja karena rasa sakit dari pukulannya, Trista kemudian kembali bergerak dan memukul wajah Naori dan mengarahkannya ke bawah agar ia bisa mengunci pergerakan Naori.
Buk! Buk! Buk! Buk! Buk! Buk!
Naori di pukul bertubi-tubi hingga babak belur, Naori kemudian menghilang lagi, menjauh darinya untuk menjaga jarak, namun usahanya sia-sia, Trista bergerak lebih cepat dan mengeluarkan pedangnya lagi lalu menebas dada Naori.
"Uakh"
Trista bersiap untuk menebas lagi dan memotong tubuh Naori, pedang itu hampir menebas perutnya hingga menjadi dua bagian, namun waktu telah berhenti sekali lagi, Naori memukul Trista tepat di wajahnya dan membuatnya terpental menjauh.
Pertartungan berhenti sesaat, Alter kemudian berbicara dan memberikan saran yang mudah kepada Naori.
[Master, kenapa anda tidak mengeluarkan 80.000 lebih pasukan Soul Knight untuk membalaskan dendam anda?]
"Tidak Alter, tidak ada yang boleh merebut target balas dendam dari tanganku, walaupun itu Soul Knight sekalipun" ucap Naori sambil menggengam tanganya.
Lalu ingatan mengenai perkataan pak Seisen muncul di pikiran Naori, "Kau ingin membunuh mereka? kau serius nak? dengan kemampuan yang lemah seperti ini?" ucap Sosok pak Seisen teringat dengan jelas di pikiran Naori.
"Urungkan saja niatmu nak! kau tidak akan bisa mengalahkan mereka!"
Mengingat perkataannya itu Naori memejamkan matanya seraya berkata "Aku akan mengalahkannya, untuk pertama kalinya ... hanya dengan kekuatanku sendiri!" ucap Naori membuka matanya dan bersiap untuk melanjutkan pertarungan.
Tampak dari jauh, Trista Arnolt keluar dari debu yang tercipta di tempat ia terpental, Dirinya menyiapkan kakinya dan memegang pedang di samping tubuhnya lalu menggenggamnya dengan kedua tangannya.
Zrinnng!
Leher Naori tertebas hingga mengeluarkan darah, Naori dengan Trista yang membelakanginya, "Instant Heal" Naori menjauh dan berbalik untuk menghadapi serangan selanjutnya, tanpa sadar Trista telah berada di depannya dengan pedangnya yang menghunus ke dadanya.
Karena tanpa sadar Naori bergerak ke samping sedikit, pedang Trista menusuk bahu Naori yang tadinya mengarah ke jantungnya, Naori tersenyum dan berkata "Kena kau!" lalu menebaskan pedangnya.
Slash!
Trista terkena tebasan Naori untuk pertama kalinya karena lengah setelah menusuk tubuh Naori, Trista menjauh dengan dadanya yang tertebas dan mengeluarkan banyak darah, ia pun memegang dadanya seraya berkata "Dasar bocah gila, kau juga akan mati jadi apa yang harus aku khawatirkan? hanya luka kecil kan?"
...
"Lihatlah! semua bawahanku sudah mengepung tempat ini?"
"Jadi tadi itu hanya mengulur waktu? ..." Naori menggertakkan giginya dan berkata "menyebalkan!" lalu mengangkat tangannya seraya berkata "Soul Knight"
Banyak cahaya hijau muncul mengelilingi semua orang dan seketika berubah menjadi Soul Knight, semuanya terkejut, bukan hanya Trista Arnolt, bahkan semua orang yang ada di tempat itu langsung bereaksi dan menyerang para Soul Knight.
Alhasil, semuanya hancur dan kembali pulih, semuanya kembali terkejut, tubuh mereka gemetaran, "wujud mahkluk ini, warnanya, bentuknya, dan kilauan di matanya itu, Soul Body!" ucap Trista terkejut.
"Salah!" jawab Naori.
Srash!
Semua orang langsung di habisi para Soul Knight dengan brutal setelah Trista mengatakan bahwa Soul Knight adalah Soul Body, Selesai menghabisi semua orang semua Soul Knight menatap Trista yang gemetaran di hadapan para Soul Knight, "siapa kau? kenapa kau melakukan semua ini!?" tanya Trista dengan keringatnya yang menetes karena kelelahan.
Ctak!
Naori menjentikkan jarinya dan membuat para Soul Knight menghilang seraya berkata "Kau ingat Liori Asake?"
"Si J*lang itu? memangnya kenapa?"
Naori menggertakkan giginya dan berteriak "jangan menghina ibuku bajingan!" lalu bergerak ke depan dengan cepat dan memukul Trista hingga terpental menabrak tembok, tembok yang di tabrak Trista pun runtuh dan membuat banyak debu menutupinya.
Seketika Trista berada di depan Naori dan hendak mengambil pedang yang tertancap di tubuh Naori, menyadari hal itu Naori menghindar ke samping seraya berkata "Evasion Step" lalu kembali menyerang Trista dengan menendangnya karena melihat ada celah.
Buk!
Trista diam sesaat karena merasakan sakit di dada yang di tebas oleh Naori, Naori mundur menjauh untuk menjaga jarak dan mengambil pedang yang tertancap di tubuhnya lalu berkata "Instant Heal"
Naori menatap Trista dengan tatapan membunuh dengan memegang pedang di kedua tangannya dan bersiap menyerang Trista lagi, di sisi lain Trista tersenyum kemudian menatap Naori seraya berkata "Apa kau tidak ingin mengetahui bagaimana cara kematian ibumu?"
"Diam!"
"J*lang itu benar-benar tolol, dia bahkan tertipu saat aku menunjukkan foto suaminya yang memiliki banyak Koin Platinum, padahal sebenarnya Koin itu adalah Koinku saat suaminya meminta foto dengan hartaku karena takjub dengan jumlahnya" ucap Trista menjelaskan.
"Berisik" ucap Naori menjatuhkan kedua pedangnya dan menutup telinganya, Trista tersenyum jahat melihat Naori, ia pun kembali menjelaskan bagaimana proses terjadinya masalah ini.
"Aku menggunakan foto itu untuk membuatnya berpikir bahwa suaminya memiliki hanyak hutang padaku, tetapi sebenarnya itu hanyalah rekayasa"
"Hahaha, J*lang itu benar-benar bekerja dengan baik dan menghasilkan banyak sekali koin untukku, lihatlah! aku sekarang mampu menguasai Distrik 17 dengan bantuan darinya"
"Berisik!"
Naori langsung maju ke depan dan menyerang Trista dengan asal-asalan tanpa menggunakan pedangnya, Trista menghindari Naori dan bergerak melewatinya untuk mengambil kedua pedang yang di jatuhkan Naori seraya berkata "Jadi ini pedang dari j*lang itu ya?"
Advanced in The Next Chapter~