
Menguji Kekuatan Pedang
Klang! Klang! Klang!
Suara besi yang bertubrukan terbentur, namun sebenarnya suara itu bukanlah suara besi, melainkan suara dari Pedang yang terbuat dari Magic power milik Naori dan Trisula milik Choe yang sedang terbentur karena pertarungan terjadi di antara keduanya.
"Hhaaa ..." Naori maju ke depan lalu menebaskan pedang yang ia buat dengan teknik Formula penggabungan teknik, setelah berlatih berhari-hari bersama Chloe, Naori akhirnya berhasil membuat pedang hanya dalam empat detik, empat detik adalah batas Naori saat ini, karena Naori sudah tidak mampu lagi membuat pedang lebih cepat setelah berlatih berhari-hari.
Dan di keadaan ini, Chloe menguji ketahanan pedang yang Naori buat dengan sebuah duel singkat menggunakan senjata, Chloe ingin tau, apakah pedang yang Naori buat sudah sesuai dengan harapannya atau belum, karena Chloe sendiri tidak tau sebelum mencobanya.
Klang! Klang! Klang!
Suara Pedang Naori dan Trisula Chloe kembali berbunyi, mereka berdua berduel sengit dengan menggunakan fisik mereka tanpa Magic power, kecuali Naori yang harus mempertahankan bentuk pedangnya, Naori terdorong mundur ke belakang, karena kuatnya tusukan Trisula milik Chloe, Naori benar-benar panik, bagaimana bisa Chloe memiliki kekuatan tubuh yang sangat besar dengan tubuhnya yang ramping, setelah mencoba melepaskan serangan Chloe, Naori menjaga jarak, ia memeriksa pedangnya apakah ada tanda-tanda kerusakan.
Chloe berhenti menyerang, melihat Naori memeriksa pedangnya, Chloe pun ikut mendekat untuk memeriksa pedang Naori juga, Naori membolak-balik pedangnya untuk mengamatinya secara teliti dari ujung mata pedang sampai ke gagang pedang, tidak ada kerusakan sama sekali, Naori pun bernafas lega, ia melihat Chloe dengan raut wajah senang, Chloe juga senang, hasil bimbingannya benar-benar membuat Naori berkembang sampai ke tingkat ini.
Tanpa di sadari setengah bulan telah berlalu sejak Naori berlatih, dan kali ini Naori sedang menunggu Chloe, mereka kembali setelah berlatih di hutan ke dasar kolam.
"Nak, beristirahatlah satu hari ini! aku akan kembali ke tempatku untuk menyelesaikan urusan sebentar" ucap Chloe sambil membuat sebuah Gate untuk pergi.
"Baiklah kak, kalau begitu aku akan mencoba melawan murid-murid yang ada di bawah bimbingan pak Seisen"
"Bagus, tapi ingat, jangan mempermalukan mereka dengan tragis" ucap chloe memperingatkan.
"Tenang saja kak, bagaimana mungkin aku mempermalukan mereka" ucap Naori mengerti dengan apa yang di peringatkan oleh Chloe.
"Kalau begitu aku pergi dulu nak" ucap Chloe berjalan melewati Gate, Naori pun tersenyum jahat, "kak Chloe tau saja kalau aku bisa mengalahkan mereka hanya dalam dekali serangan" gumam Naori.
"Kalau begitu ... akan aku habisi mereka, termasuk kau Lao Tzu!" teriak Naori yang berenang ke atas untuk sampai ke permukaan kolam, dari atas kolam terlihat kepala Naori yang mulai naik ke atas, sesampainya di ayas permukaan Naori memunculkan kepalanya seraya berkata "Bwuahh" untuk mengambil nafas.
"Sudah lama aku tidak berada di dalam air, dingin sekali" gumam Naori sambil meraih ujung kolam untuk naik ke atas, Naori pun berdiri di pinggiran kolam setelah berhasil naik ke permukaan dengan badan serta bajunya yang basah kuyup, dengan keadaan seperti itu Naori berjalan, ia menuju ke arah di mana lapangan tempat orang-orang yang di latih pak Seisen berlatih, setelah berjalan cukup lama akhirnya Naori sampai ke pinggir lapangan sambil melihat orang-orang yang sedang berduel menggunakan fisik mereka menyerang satu sama lain.
Naori melihat pertarungan itu dengan ekspresi bosan, mulutnya terbuka sedikit lalu berbicara "Membosankan"
Setelah itu ia pun berjalan mendekat lalu berhenti sejenak, Naori membuat kaki kanannya di depan lalu bersiap dengan mengumpulkan Magic power, Wush! suara angin terdengar dan Naori bergerak dari tempat itu dengan cepat sambil berkata "Reflex"
Buk! Buk!
Naori mengganggu pertarungan dua orang yang sedang berduel itu dengan memukul perut mereka berdua lalu melompat dan berputar di udara di lanjutkan dengan menendang dada mereka berdua hingga keduanya terpental, Naori pun kembali mendarat di tanah lalu mengacungkan tangannya kepada murid-murid pak Seisen yang melihat di pinggir lapangan seraya berkata "Lawan aku!" tantang Naori.
"Bocah ini ..." ucap salah satu orang yang merasa kesal karena pertandingan duel itu di kacaukan oleh Naori.
Pak Seisen yang hanya diam saja sambil meminum alkohol dari botol kecilnya pun mulai berbicara "Lao Tzu, pimpin semuanya untuk menghabisi bocah itu! tunjukkan semua hasil latihan kalian!" perintah pak Seisen.
"Baik pak!" jawab Lao Tzu dengan lantang.
Lalu Lao Tzu pun berjalan ke depan dan menunjuk Naori dengan ekspresi kesal dengan berkata "Kalian, serang Naori!"
"Baik" jawab semuanya mengikuti perkataan Lao Tzu.
"Haha, semoga kalian bisa bisa aku gunakan untuk menguji kekuatanku" ucap Naori sambil membuat sebuah pedang dari Magic powernya.
Salah satu orang menyerang Naori dengan membentuk tanah di depannya lalu menembakkannya pada Naori, Naori menebas tanah padat yang di tembakkan ke arahnya menjadi dua bagian, Naori pun maju, ia menerjang sekumpulan orang yang menyerangnya dengan berkata "Reflex"
Naori berpindah tempat ke belakang kerumunan orang itu mengincar Lao Tzu yang berada di belakang, Naori menebas, namun tebasan pedangnya di tahan Lao Tzu, suara Klang! terdengar hingga membuat orang-orang yang maju menyerang Naori berbalik karena Naori ada di belakang mereka.
"Naori ... sepertinya kekuatanmu meningjat dengan pesat" ucap Lao Tzu dengan tangannya yang gemetaran menahan serangan Naori.
"Entahlah~" ucap Naori menjaga jarak dari Lao Tzu dan berbalik untuk menghadapi sekumpulan orang di belakang Naori, Naori menghadapi mereka satu persatu lalu menghempaskan senjata mereka dan beralih dengan bergerak menyerang lalu membelakangi mereka.
Srett
Naori menebas semua orang hingga semuanya terkena luka gores dengan memebelakangi mereka seraya berkata "Time Release"
Semua orang terkejut, mereka semua terluka tanpa mereka sadari setelah melihat gerakan Naori yang begitu cepat.
"Hee ... ternyata pedangku sangat tajam" ucap Naori dengan ekspresi bangga.
Ice Blizzard!
Suara salah satu perempuan berteriak mengeluarkan Skillnya, seketika es yang begitu dingin melapisi tanah lapangan itu dan membekukan kaki Naori.
"Kuh ... Es!? mustahil! apakah perempuan itu ada di sini?" ucap Naori melihat-lihat orang yang ada di kerumunan, Naori lega, ternyata yang mengeluarkan Skill itu bukan perempuan berambut perak, namun seseorang yang lain.
Tiba-tiba ekspresi Naori agak kesal, ia melihat kakinya yang di bekukan tanpa bisa bereaksi lagi, hal itu memancing kemarahan Naori mengingat kejadian di mana perempuan berambut perak membekukannya hingga dirinya tidak bisa melawan.
"Jangan meremehkanku! meskipun aku hanya sendirian, ... kalian bukan tandinganku!" teriak Naori langsung menghancurkan es yang membekukan kakinya dengan kekuatan fisiknya yang kuat lalu maju ke depan menyerang orang-orang.
Pak Seisen yang terkejut dengan hal itu langsung bangun dan berkata "Hentikan!"
"Time ..." ucapan Naori terpotong karena masih fokus mengumpulkan Magic power untuk mengaktifkan Skill miliknya.
"... Stop!"
Waktu berhenti, Naori melihat pak Seisen yang seketika ada di depannya, Naori berjalan melewati pak Seisen seraya berkata "kau terlambat pak tua ... aku akan menebas muridmu untuk menguji kekuatan pedangku" ucap Naori.
Slash!
Naori menebas semua orang yang ada di sana lalu pergi menjauh dari lapangan dengan waspada seraya berkata "Time Release" untuk mengembalikan waktu seperti semula.
"Aarrggh"
Teriakan semua orang terdengar karena telah di tebas oleh Naori, Pak Seisen yang melihat hal itu menjadi kesal, tindakan Naori sudah keterlaluan, bahkan tanpa alasan yang jelas menyerang murid-muridnya.
"Bocah nakal ini ..." benar-benar harus di beri pelajaran! ucap pak Seisen membuang botol kecilnya dengan raut wajah marah serta menggertakkan giginya melihat Naori yang berada di pinggir lapangan dengan ekspresi sombong melihat pak Seisen.
"Maju pak tua! niatku sebenarnya adalah melawanmu!" tantang Naori mengungkapkan niat sebenarnya berbuat kekacauan di lapangan dengan menyerang seluruh muridnya menggunakan pedangnya yang terbuat dari Magic power!
Advanced In the Next Chapter~