
Awal Dari Suatu Perubahan
Akademi Kontraktor, di sebuah lorong kelas dekat dengan ruangan kelas milik Kaori dengan nama Kelas A di bagian atas pintu, Kaori sedang berbicara dengan seorang laki-laki dengan gaya yang begitu keren.
"Bagaimana keadaan kakakmu?" tanya orang itu.
"Kakak sedang di latih di Ibukota" jawab Kaori, "lalu bagaimana dengan keadaan kak Algard setengah tahun ini?" tanya Kaori balik.
"Yah~ ... aku baik-baik saja" jawab Algard yang menanyakan keadaan Naori pada Kaori barusan.
"Jadi, kira-kira kapan kakakmu akan masuk ke Akademi?" tanya Algard sekali lagi.
"Aku pikir sebentar lagi kak" jawab Kaori dengan menyentuh pipinya menggunakan tangan sambil berpikir lalu bergumam "Aku rindu dengan kak Naori yang dulu"
"Memangnya ada apa dengan Naori yang sekarang?" tanya Algard dengan heran.
"Kak Naori yang sekarang berbeda dari yang dulu, kak Naori yang dulu tidak mungkin membawa seorang perempuan ke rumah, tapi waktu itu kak Naori membawa seorang perempuan yang sangat cantik bernama Leona, bahkan kak Naori menyuruhku merawat perempuan itu, belum lagi kak Naori juga membawa seorang anak kecil ke rumah tanpa memberi penjelasan" ucap Kaori menjelaskan dengan nada kesal.
"Eehhh, ... Naori melakukan itu?" ucap Algard seperti bertanya.
"Iya", Kaori mengangguk.
"Itu mengejutkan, ... kau benar Kaori, kakakmu tidak mungkin melakukan hal se-gila itu tanpa alasan, tapi mungkin saja dia memiliki sebuah alasan kenapa dia membawa perempuan dan anak kecil itu" ucap Algard menebak untuk memberi penjelasan kepada Kaori karena Algard sangat mengerti sifat Naori.
"Semoga saja begitu" gumam Kaori.
"Kalau begitu aku akan masuk ke kelasku" ucap Algard mencoba mengakhiri pembicaraan itu.
"Baiklah kak, sampai nanti" kata Kaori melihat Algard yang berbalik pergi sambil melambaikan tangannya.
Ibukota Easteria, di pusat kota, lebih tepatnya di sebuah area luas dengan gedung tertinggi yang ada di Ibukota, di lantai paling atas di gedung itu, seseorang pria dewasa sedang meminum darah Bahemoth di sebuah gelas sambil menyilangkan kakinya.
"Aku sedikit terkejut, kapan anak ini keluar dari Ibukota?" gumam orang itu bertanya.
[Beberapa jam yang lalu tuan]
"Di mana anak itu sekarang?"
[Easteria, Prefektur Barat, Sektor A, Distrik 17]
"Daerah yang dekat dengan Northen ya, sayangnya aku tidak bisa kesana" ucap orang itu sambil meminum darah Bahemoth dari gelasnya.
Glek* Glek* Glek*
[Tuan, sepertinya Gate yang terhubung dengan Ascending World akan muncul, gate itu akan segera muncul di Lautan luas yang jauh dari daratan ke-empat wilayah]
"Tempat yang sulit di jangkau, Berapa lama waktu yang di butuhkan sampai gate itu terbuka sepenuhnya?"
[3 Tahun, 2 Bulan, 3 Hari]
"Tampaknya, usia dunia ini menjadi semakin pendek dari hari ke hari" ucap orang itu menjadi resah setelah mendengar sebuah informasi tentang Gate yang terhubung dengan dunia lain yang bernama Ascending World.
"Semoga saja aku menemukan seseorang dengan system yang melampaui semua system lainnya" gumam orang itu melihat informasi mengenai Naori yang terlihat di layar system miliknya sendiri.
Bukit kecil di dekat Distrik 17, di sebuah rumah tua yang ada di puncak bukit, seorang wanita tua sedang melihat genangan air yang terlihat tenang seraya berkata "Ayo cucuku, rebut anak itu dan buat dirimu menjadi miliknya" ucap nenek itu dengan antusias.
"Hhhmmm!"
"Apa ini!?"
Byur!
Air yang tadinya tenang di dalam wadah langsung bergerak ke atas menyembur wanita tua itu hingga tersungkur ke belakang.
"Tidak mungkin! bagaimana bisa bencana ini datang lebih awal! ... Mustahil, dengan waktu secepat ini, ... bagaimana kami bisa menghadapi bencana ini?!"
Sedangkan Di dasar laut yang jauh dari daratan ke empat wilayah, tempatnya di sebuah dasar laut yang dalam dengan tempat yang berbentuk seperti sebuah kerajaan.
"Pasang pelindung! Magic power yang ada di atas permukaan berkumpul begitu banyak"
Salah satu perempuan cantik mengatur beberapa duyung lainnya untuk segera pergi ke tempatnya masing-masing untuk membantu membuat pelindung.
"Cepat buat bantu yang lainnya! Magic power yang ada di atas sana akan segera membentuk sebuah Gate dan melepaskan gelombang dahsyat!" teriak Chloe memperingatkan duyung-duyung lainnya.
"Ugh, ... apa-apaan jumlah Magic power itu!? bahkan di jarak yang begitu jauh di dasar laut, kami masih merasakan tekanan luar biasa dari besarnya jumlah Magic power di atas sana" batin Chloe menjadi resah merasakan Magic power yang terkumpul di sebuah titik di atas permukaan air.
"Semoga saja ini hanya dugaanku" ucap Chloe berharap fenomena berkumpulnya Magic power dalam jumlah banyak ini bukanlah kabar buruk.
Di dunia atas yang di sebut dengan Ascending World, tempat para Konstelasi tinggal dimana tempat antah-berantah yang ada di angkasa tanpa adanya tempat yang di sebut planet, di sebuah tempat dengan bentuk yang mirip seperti pesawat luar angkasa pipih dengan luas jutaan kilometer yang bernama Galactic Domain, beberapa Konstelasi berkumpul dan berbincang mengenai topik pembicaraaan mengenai Seventh God.
God Of ******** berkata: Dasar para makhluk serakah! ... mereka benar-benar berani memberikan banyak sumber daya hanya untuk membuka gerbang ke dunia bawah dan meniadakan hukum pembatas Ascending World!
God of Peaceful Future menyela: Seventh God bahkan mengorbankan salah satu Neutral God (Konstelasi Netral) untuk mendapatkan Energy Dimensional dalam jumlah yang sangat banyak
God of Empthy berkata: Bahkan Konstelasi-konstelasi rendahan itu bahkan menggunakan banyak kehidupan sebagai korban demi mendapat sedikit kekuatan Life Force demi mempercepat proses terbukanya pintu ke dunia bawah
"Ini adalah perang! ... ayo teman-teman! sepertinya rencana kita harus di mulai lebih awal untuk memusnahkan Konstelasi-Konstelasi sekarah itu" ucap God of Dimension dengan nada murka setelah mengetahui para Konstelasi yang di sebut Seventh God memulai rencana untuk menginvasi dunia bawah yang Naori tinggali saat ini.
Sedangkan di Ascending World di bagian tempat terpencil yang jauh dari konflik Star Killer dan Seventh God, seorang Neutral God sedang melihat konflik yang akan terjadi di antara dua kelompok itu dengan perasaan gelisah.
"Ini berbahaya juga! ... Hukum Kausalitas ( hukum sebab-akibat ) benar-benar berubah sangat hebat setelah anak itu mendapatkan 10 keping keberuntungan yang mengubah struktur dunia bawah, ... Haha, ... Aku tidak sabar melihat seluruh Ascending World ini akan selamat atau mungkin musnah hanya karena ulah seorang anak manusia yang mendapatkan 10 keping keberuntungan yang ada di dalam jiwanya dengan Authority Of Fate Blessing ( Authority/Kekuasaan Berkah Takdir ) yang tertanam di dalam jiwanya!" Ucap God of Destiny menahan tawanya mengingat seluruh Ascending World menjadi medan peperangan di masa depan hanya karena ulah seorang anak manusia yang memiliki 10 keping keberuntungan di dunia bawah.
Di Planet Treasure Siang hari telah berlalu dan Sore hari telah tiba, di sebuah taman yang biasa Naori singgahi setelah berolahraga untuk memenuhi misi dari Leveling system.
Naori membuka matanya secara perlahan, Naori melihat bayangan hitam yang mirip dengan manusia sedang memandangnya, Naori yang terkejut langsung mencoba bangun dan berakhir dengan kepalanya yang terbentur.
Duk!
"Aduh~ ..." Naori yang mencoba bangun langsung kembali berbaring di sebuah bantal empuk yang ia rasakan di kepalanya.
Plak!
Naori mendapatkan pukulan di wajahnya setelah kepalanya terbentur tepat di pipinya, "Ugh ..." Kepala Naori menghadap ke samping karena kerasnya pukulan yang mendarat di pipinya.
Naori langsung mengarahkan pandangannya ke atas untuk melihat siapa yang memukulnya, Naori melihat Aine dengan wajahnya yang kesal.
"Hah? ..." Naori heran dengan hal itu lalu merasakan kembali merasakan benda empuk yang berada di bawah kepalanya.
"Apa yang- ..." ucapan Naori terputus karena tersadar dengan keadaan dirinya yang tertidur di paha Aine.
Naori langsung bangun, dan berdiri dari tubuhnya yang terbaring di sebuah bangku untuk melihat Aine dengan ekspresi waspada.
"Apa yang terjadi!? ..." batin Naori dengan bingung setelah sadar mendapati dirinya yang berada di pangkuan Aine, melihat Naori dengan ekspresi waspada, Aine mulai membersihkan pahanya yang di lapisi dengan rok berwarna hitam seraya berkata "Apa kau sudah sadar?"
"Apa yang kau lakukan padaku?!" tanya Naori tanpa menjawab pertanyaan Aine.
"Hah ..." Aine menghela nafasnya lalu berkata "apa kau tidak ingat perjanjian yang kita bicarakan sebelum bertarung? ... karena kau menang maka tubuhku menjadi milikmu" ucap Aine dengan ekspresi polos.
"Hah ... Apa yang- ... ugh, apa-apaan!" ucap Naori sambil menutup wajahnya dengan tangan.
"Itu pasti efek kehabisan Magic power" tebak Aine setelah melihat kondisi Naori, Naori kehilangan keseimbangan, bahkan kakinya gemetaran hanya untuk berdiri.
"Jadi kau sudah memutuskan untuk segera ke Akademi?" tanya Aine tiba-tiba.
"Ya~ ... A-Aku akan segera masuk ke Akademi" jawab Naori mencoba mempertahankan postur tubuhnya dengan ekspresi yang tertahan.
"Baiklah, aku akan menunggumu" kata Aine langsung berbalik dan pergi setelah mengucapkan hal itu tanpa melanjutkan perkataannya lagi dan mengakhiri pembicaraan itu tanpa adanya salam perpisahan.
"Perempuan ini ... aku tidak tau lagi apa tujuan dia mendekatiku" ucap Naori sembari melihat punggung Aine yang pergi menjauh.
Naori pun berbalik dan pergi setelah melihat Aine berjalan menjauh, Naori pergi kembali ke rumah lalu segera mengemasi barang-barangnya di sebuah koper.
"Nak, kau akan segera pergi ke Akademi?" tanya seseorang di belakang Naori.
"Iya bi, ... aku akan mengajukan surat pindah ke Akademi hari ini juga" jawab Naori tanpa memalingkan wajahnya dan masih fokus dalam mengemasi baju-bajunya ke dalam koper.
Setelah selesai, Naori membawa kopernya keluar rumah setelah berpamitan dengan bibinya, yakni Cyren, tanpa membuang waktu lagi karena hari sudah mulai malam, Naori bergegas terbang ke Akademi Awakener yang berada di dekat Akademi Kontraktor tempat dimana Adiknya Kaori bersekolah.
"Aku tidak sabar pergi kesana" ucap Naori menghembuskan nafasnya yang dingin karena terbang di atas ketinggian yang begitu tinggi di atas awan dengan suhu yang dingin.
Sesampainya di gerbang masuk Akademi, Naori diam sejenak lalu berkata "Sayang sekali Kaori adalah Kontraktor, ... Kalau di ingat-ingat Algard juga Kontraktor, bagaimana keadaan mereka ya?"
"Kurasa aku akan tau setelah masuk ke Akademi dan melihat mereka sendiri dengan mataku" ucap Naori berjalan masuk ke Akademi Awakener untuk memulai kehidupannya di Akademi sebagai siswa biasa tentunya.
Ending~
Sedikit pesan Author untuk pembaca setiaku!!!
Halo Pembacaku yang masih setia ><
Terima kasih telah membaca novel Magic Blessing in Another World sampai di bab ini, saya selaku Author sangat senang masih ada pembaca yang membacanya sampai tuntas.
Kalian pasti agak kecewa dengan POV karakter yang berganti-ganti di Chapter ini, sebenarnya Author sendiri menuliskan Plot-plot membingunkan di atas untuk memberikan pembaca wawasan, kalau cerita Magic Blessing ini masih sangat panjang untuk di katakan sebagai cerita TAMAT!
Namun~ meskipun cerita dan ide-ide Author masih banyak sekali, Kemampuan Author masih sangat rendah untuk menuliskan keseluruhan cerita yang Author pikirkan sampai Novel Magic Blessing ini tamat seutuhnya.
Mulai dari perjalanan Naori mendapatkan kekuatan di cerita novel kali ini, lalu untuk Series selanjutnya Magic Blessing yang Berjudul:
Magic Blessing In Akademic
Dan untuk lanjutan Series ketiga dengan judul:
Magic Blessing In Ascending World
Author benar-benar kurang mampu mendeskripsikan situasi, sifat karakter, dan beberapa hal lainnya untuk membuat novel berkualitas.
Satu hal yang pasti, Novel ini mungkin akan berlanjut, bisa juga tidak, jika berlanjut seperti judul di atas, Novel ini akan berlanjut ke Series 2 dengan Judul <-- Magic Blessing In Akademic -->
Terima kasih~ Author akan Aktif di novel lain yang berjudul Conqueror In Another World.