
Naori VS Stelleanor
"Kau ... Apa yang sudah kau lakukan?" Tanya Presiden Asosiasi.
"Entahlah" Ucap Naori tersenyum
Lalu Naori Menggerakkan tangan yang menggenggam pedang ke samping badannya dan sedikit membungkuk.
"Mundurlah kalian aku akan menghadapinya sendiri!" perintah Orang itu.
"Yo Dark Crow namaku Stelleanor, panggil aku Leanor Sang Presiden Asosiasi Distrik 17"
Whush Angin berhembus.
Time Release
Scrash* Scrash* Scrash*
3 orang lagi tumbang.
"Memang siapa yang peduli soal etika seorang Knight"
"Beraninya kau!"
Charger!
"Ini terlalu lama"
Naori mengeluarkan Ticket Summon Knight.
Lalu mengisinya dengan Magic Power.
"Summon!"
Knight telah disummon
Lalu seorang knight dengan postur tubuh yang aneh dan memakai masker serta perban di seluruh tangannya dan juga memegang belati muncul.
Chaos Knight telah disummon!
"Aku agak ragu menggunakannya karena aku agak takut tapi karena aku baik-baik saja waktu waktu di gate saat itu kurasa tidak apa-apa"
"Ini...Aku dibangkitkan kembali?"
"Lalu Knight itu menoleh ke arah Naori dan berkata Tuan apakah kau yang sudah membangkitkanku kembali?"
"Ehh iya itu aku"
"Tuan, Terima kasih karena sudah membangkitkan hamba rendahan ini sebagai bayarannya kumohon terimalah orang ini sebagai Bawahan anda"
"Te-tentu saja, kalau begitu lakukan seperti yang terakhir kali tapi jangan membunuh mereka"
"Terakhir kali?" Knight itu kebingungan.
"Apa maksudnya terakhir kali yang aku lakukan sebelum aku mati? apa itu artinya pertarungan?" ucap Chaos Knight itu didalam hatinya.
"Baik tuan!"
"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan dari tadi?" Ucap Leanor dibelakang naori yang hendak menyerangnya dengan sebuah Tombak
"Awas tuan!"
Perception
Lalu Naori menangkisnya dengan pedang.
Lalu Leanor menggunakan Skill.
Skill Fear
"Sayang sekali tapi aku memiliki Resistance Fear"
Lalu Naori menyelimuti pedangnya dengan Dark Elemen dan mendorong Leanor menjauh lalu melancarkan Black slash.
"Kekuatan macam apa itu? itu bukan Energy Chaos? Sebuah kekuatan hitam yang sangat pekat,...tuanku memang hebat" Ucap Chaos Knight itu.
"Sebaiknya orang yang terluka minggir saja!" Ucap Kapten Yola yang hendak menyerang Chaos knight itu.
Lalu Chaos knight itu menghindar.
"Bukankah tidak baik megganggu tuan kita yang sedang bertarung?" Tanya Chaos Knight
"Baiklah mari kita agak menjauh sedikit" Jawab Kapten Yola
Lalu Chaos knight dan Kapten Yola pun menjauh dari tempat itu untuk bertarung.
Clang* Clang* Clang* Clang* Clang* Clang*
Naori dan Leanor beradu Pedang dan tombak.
"Eurgh* Walaupun aku sudah menggunakan Perception aku hampir tidak bisa mengimbanginya" Ucap Naori didalam hatinya
Reflex
lalu Naori pun mejauh dari Leanor.
Namun usahanya sia-sia Leanor mendekat dengan cepat dan melancarkan tusukan kepada Naori.
Clang*
Naori menangkisnya.
Wind Wave
Whush! Ombak itu membuat Leanor mudur.
"Hah...hah....aku hampir mati"
"Jika bukan karena Skill Sword Master mungkin aku sudah mati"
"Tidak bisa, jika begini aku hanya akan membuat pertarungan ini merugikanku"
"Berpikirlah, disaat seperti ini bagaimana caraku menyelesaikan Quest tanpa menghadapinya"
"Aku hanya bisa bertaruh untuk Skill ini" Ucap Naori dengan serius
"Tuan Stelleanor kan?"
"Ada apa Bocah?"
"Ayo akhiri ini dengan satu serangan"
"Kuhahah Bocah ini benar-benar menarik, baiklah ayo akhiri ini "
Charger!
Skill Time Breaker
Time Slow
Lalu Naori berlari kearah Leanor.
"Kugh* menghentikan waktu masih berlebihan bagiku untuk mengeluarkan sebuah skill, tapi memperlambatnya itu beda"
Leanor menggerakkan Tombaknya dengan lambat karena waktunya memang melambat, karena Naluri Saat melihat Naori Menyerang.
Naori pun mengumpulkan Magic Power dalam Jumlah besar Di tangannya dan mengarahkannya ke perut Leanor, sesaat setelah tangan Naori hampir sampai, Naori membuat waktu kembali normal.
Time Release
Lalu saat tangan Naori mengenai Leanor.
Skill Whirlwind
Whush!
Leanor terpental sangat jauh.
Charger!
"Hah...hah...hah...Hampir saja, aku hampir kehabisan Magic Power" Ucap Naori terengah-engah
"Baiklah karena orang itu sudah minggir Ini giliran kalian"
"Kau sudah selesai kan Chaos Knight?"
"Sudah tuan"
"Jadi apa yang kau lakukan pada Kapten Yola?"
"Aku hanya membuatnya berhalusinasi tuan"
"Itu bagus"
"Sekarang saatnya menebas orang-orang ini"
"Lalu Naori menyentuh Chaos Knight lakukan ini dengan cepat lalu pergi"
"Baik"
Time Stop Lalu keduanya Berlari ke arah kerumunan orang-orang Asosiasi.
"Lakukan!" perintah Naori.
"Baik tuan"
Scrash Scrash Scrash Scrash Scrash Scrash
Charger!
"Lanjutkan!"
Scrash Scrash Scrash Scrash Scrash Scrash
Charger!
Ting! Selamat telah menyelesaikan Quest
Achievement Super Solo Player telah diberikan
Time Release
"Ayo pergi!"
Lalu Naori menyentuh pundak Knight itu dan menghilang
Teleportasi
Tempat dimana Leanor Jatuh
"Uhuk* Uhuk*" Batuk*.
"Dasar bocah sialan, dia melemparku sangat jauh agar bisa menghabisi seluruh Bawahanku"
"Beraninya dia melakukan ini padaku, tapi ya....Kemampuan anak ini sangat menarik, Bisa berpindah tempat tanpa disadari olehku, Skillnya pasti sangatlah hebat, walaupun keterampilannya kurang karena dia masih pemula"
"Kuhahaha Aku menantikan pertemuan kita yang selanjutnya Dark Crow" Ucap Leanor seraya Tertawa keras
"Lihat itu adalah Presiden Asosiasi! dia kalah? itu tidak mungkin kan? Apakah Dark Crow sekuat itu? bukankah itu artinya penjahat itu tidak bisa dikalahkan? apakah mulai sekarang kedamaian di Easteria akan menghilang karena Dark Crow?" Ucap orang-orang disekitar yang melihat pertarungan Dark Crow dari jauh.
Ting! Selamat telah menyelesaikan Quest
+1,000 Point stat telah diberikan
"Ehh aku juga menyelesaikannya? padahal aku sudah menyerah soal mempermalukannya karena aku bukan tandingannya"
Lalu Naori melihat helikopter di atas yang sedang merekam kejadian di sekitar tempat kejadian tempat Naori dan Stelleanor bertarung.
"Aku rasa karena opini orang-orang yang melihat siaran di Televisi aku berhasil mempermalukan Presiden Awakener yang terhormat khe khe khe Aku harus berterima kasih kepada Kameramen yang sudah merekam kejadian ini"
"Chaos knight aku akan memanggilmu lain kali, aku harus segera pulang kali ini"
"Baik tuan"
Unsummon!
Lalu Chaos Knight itu menghilang.
Teleportasi
Naori menghilang dan berpindah tempat ke bawah Jembatan yang biasa ia gunakan untuk bertukar set pakaian Dark Crow.
Skill Mimicri
Naori berubah kewajah aslinya.
"Saatnya pulang"
Lalu sesat setelah Naori menjauh dari jembatan seseorang muncul.
"Aku rasa Ramalan nenek memang benar Dark Crow benar-benar seseorang yang bahkan belum berumur 17 tahun"
"Jadi apakah hanya orang ini yang bisa menyelamatkanku dari Keluarga Krayler, kalau memang seperti yang nenek lihat maka...a-aku rasa.... aku sudah jatuh cinta saat pertama kali melihatnya wajah aslinya"
"Eehhh apa yang aku pikirkan? Aku harus segera menemui nenek" Ucap Orang yang bersembunyi itu
Sebuah Takdir yang Kejam
Kembali ke Naori
"Aku rasa aku akan membelikan Kaori keripik kentang dulu sebelum pulang"
Lalu Naori menuju ke Magic Market dan sesaat setelah membuka pintu wajahnya menjadi suram.
"Kenapa aku harus bertemu wanita ganas ini lagi?" ucapnya didalam hati.
Naori mengambil 2 bungkus keripik kentang dan membayarnya dengan 1 Koin Gold.
"Ini kembaliannya 70 Koin perak"
Keduanya pun berpisah tanpa mengucapkan sepatah kata diluar percakapan penjual dan pembeli.
"Ibu sudah pulang atau belum ya? aku khawatir, lebih baik aku cepat pulang"
Lalu setelah lama berjalan Naori sampai dirumah.
"Ehhh kenapa pintunya terbuka?"
"Kaori!!!" Teriak Naori.
Lalu Naori pun berlari dan masuk ke dalam rumah serta menjatuhkan Keripik kentang yang dibelinya.
"Kaori apa kau baik-baik saja?"
"Ehhh Siapa kalian?"
Eurgh* Tubuh itu memunculkan beberapa Ingatan di masa lalu lagi.
"Paman Merlin?" Ucap Naori.
"Hiks hiks k-kak...I-Ibu sudah...." Kaori menangis.
"Apa yang terjadi?"
"Nak maafkan paman" lalu orang yang bernama merlin itu memeluk Naori dan berkata "Ibumu....dia sudah....." Ucap Merlin seperti tak sanggup berkata-kata.
Lalu Naori mulai meneteskan air mata sambil melihat pedang berlumuran darah yang dipegang Kaori.
"Ti-tidak mungkin...ini...bohong kan?"
Lalu Merlin melepaskan pelukannya dari Naori.
"Kaori ini tidak terjadi kan?"
Lalu Naori mendekati Kaori dan bertanya sekali lagi, "Ka-Kaori? I-ibu....ba-baik-baik sa-saja kan?" Ucap Naori gemetaran.
"Nak kami tau ini berat tapi kau harus tabah menerima berita ini" Ucap Seorang wanita yang memegang pundak Naori
"Bibi Cyren se-sebenarnya a-apa yang te-terjadi?"
"Ibumu dia mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan kami" Ucap seseorang berotot besar yang sedang bersandar di dinding.
"Oi Galoth Apa yang baru saja kau katakan" Ucap Wanita yang bernama Cyren itu.
"Bukankah memang benar begitu? kenapa kalian tidak mengatakannya saja secara langsung" Ucap Galoth.
Lalu Merlin mencekik Galoth dan mengangkatnya ke atas, "Keuk* Apa yang kau lakukan Merlin?" ucap Galoth.
"Setidaknya lihat suasananya dulu otak otot! mereka itu masih anak-anak"
"Bukankah kita juga sedang berduka? kenapa kalian malah menghibur anak-anak ini? rekan-rekan kita yang lain juga mati kau tahu?" Ucap Galoth dengan marah.
"Aku tau, tapi Liori itu memiliki 2 anak yang harus dijaga olehnya kau paham? mereka bahkan tidak bisa menjaga diri mereka lalu bagaimana nasib mereka ke-depannya?" Teriak Merlin menggertak Galoth.
"Tidak apa-apa Paman Aku sudah mengerti, Tapi....Sebelum aku benar-benar menangis bolehkah aku menanyakan satu hal kepada kalian?"
"Tanyakan saja Nak" Ucap Cyren.
"A-apakah Keluarga Arnolt Terlibat dalam hal ini?" Tanya Naori.
"Itu ..., Bisa dibilang Keluarga arnolt terlibat dalam hal ini" Jawab Cyren
"Bunuh!" Suara yang berasal dari diri Naori seketika Keluar dan Terngiang-ngiang dikepala Naori, Setelah mendengar jawaban itu Wajahnya berubah drastis.
Naori sudah hampir dikuasai oleh kemarahannya, wajahnya benar-benar dipenuhi oleh kesedihan dan kemarahan, namun ia masih bisa menahannya.
"Kaori Jangan lihat wajah kakak ya!" Ucap Naori sambil menangis
Kaori menangis lebih keras lagi setelah melihat wajah kakaknya lalu Naori memeluk Adiknya sambil memegang pedang milik Ibu mereka.
"Huaaaaaa!!! ... Ibuu ..." Kaori menangis lebih keras lagi.
"Tidak apa-apa Kaori, kakak masih disini" Ucap Naori menenangkan adiknya.
Di saat Naori memeluk adiknya dan menghiburnya Naori meneteskan lebih banyak air mata dan berkata didalam hatinya, "Bunuh! Bunuh! Bunuh! Bunuh!, Akan kubunuh Seluruh Keluarga Arnolt dengan cara yang sangat kejam, dan akan kubuat situasi dimana mereka tidak hidup tapi tidak bisa mati"
"Dendam ini akan aku balaskan Ratusan kali lipat lebih kejam kepada kalian, Tunggu saja ... Aku akan datang!."
To be Contiuned*