Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 101



Pertarungan Menuju Balas Dendam


"Hhaaaa"


Naori maju ke depan dan menyerang pak Seisen dengan asal-asalan, pak Seisen menangkis semua serangannya dengan mudahnya dan memukul Naori lalu membuatnya tersungkur lagi, Naori bangun lagi dan kembali menyerang, namun kali ini serius, ia menghentikan waktu dan memukul pak Seisen sekali lalu pergi dari sana dengan cepat untuk segera kabur darinya.


Waktu kembali normal, pak Seisen terkejut dengan Naori yang memukulnya dan hilang dari tempat itu, ia pun menyebarkan seluruh Magic Powernya ke kota untuk mendeteksi keberadaan Naori.


Di atas atap gedung, Naori yang sedang berlari menyadari kalau Magic Power pak Seisen telah menyebar dan ia telah masuk ke dalam areanya seraya berkata "Gawat"


Di sisi pak Seisen ia pun nembuka mata dan berkata "Ketemu" lalu segera berlari memgejar Naori, Naori langsung turun ke bawah gedung dan mendarat di tengah-tengah kerumunan lalu berlati melewatinya untuk mengelabuhi pak Seisen, ia memakai Skill Swift Step sehingga larinya sangat cepat di antara kerumunan itu.


Sedangkan pak Seisen sendiri terbang mengejar Naori dan melihatnya dati atas, di balik kerumunan ada seorang yang memakai jaket berlari dan tiba-tiba saja menghilang, pak Seisen langsung menyadari kalau keberadaan Naori sudah berada di luar kota.


"Bagaimana caranya anak itu bisa sampai ke sana!?" ucap pak Seisen yang langsung terbang dengan lebih cepat mengejar Naori.


Di balik pohon yang besar di luar kota, Naori bersandar sembari memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam, ia pun membuang nafasnya kembali dengan perasaan lega.


"Huff ..."


"Fokus, jaraknya begitu jauh, aku harud fokus untuk menggunakan Teleportasi" ucap Naori menenangkan dirinya sendiri.


Blar!


Sebuah serangan yang begitu besar hampir mengenai Naori dan menghancurkan tempat itu seperti meteor yang menghantam tanah, Naori segera bersiap dan melihat ke arah serangan itu berhenti, di sana berdiri pak Seisen yang menatap ke arah Naori sedang berdiri dengan santai dan memunun alkohol dari botol kecilnya.


"Bocah nakal, kau tidak akan bisa pergi lagi dari sini" ucap pak Seisen Pak Seisen yang langsung bergerak dan mencoba untuk memukul Naori lagi, namun Naori langsung menutup matanya dan merasakan arah pergerakan serangan dari pak Seisen dan menghindarinya setelah ia merasakan serangannya mendekat.


Ia pun melompat ke samping dan mencari tempat awal yang bagus untuk kabur dari pak Seisen, setelah ia menginjak sebuah ruang di tanah yang sudah di incar olehnya dari tadi, Naori pun langsung bergegas berlari menjauh untuk kabur dari pak Seisen.


Pak Seisen yang masih setengah mabuk pun menyadari Naori kabur darinya dan mulai mengejarnya dengan berlari sangat cepat


Buk!


Pak Seisen memukul punggung Naori hingga suara krak terdengar dan mematahkan tulang punggungnya agar Naori tidak bisa berdiri lagi.


Sruukkk*


Naori menggusur tanah dan berguling untuk menghentikan dirinya yang terpental karena pukulan pak Seisen, "Instant Heal" Naori menyembuhkan dirinya dan langsung berdiri lagi setelah berguling menjauh dari pak Seisen untuk mencari kesempatan kabur.


Swush!


Pak Seisen bergerak dan langsung berada di atas Naori bersiap untuk menyerang Naori dengan membentuk sebuah pedang yang ada di tangannya menggunakan Magic Power.


Slash! pak Seisen menebas punggung Naori dan mendarat ke tanah untuk berpijak lagi dan melihat Naori.


Uakh*


Naori yang tadinya berlari langsung terhuyung-huyung karena kesakitan lalu tersandung dan terjatuh, darah mengalir dari punggungnya, "Instant Heal" ia segera menyembuhkan lukanya lagi dan mencoba bangkit kembali untuk kabur dari pak Seisen yang menyerangnya dengan alasan yang tidak jelas.


"A-Aku ..."


Pak Seisen mencengkram kepalanya lebih keras dan membuat Naori berteriak "Aakkh"


"Urungkan saja niatmu nak! kau tidak akan bisa mengalahkan mereka" ucap pak Seisen seperti tau tentang target pembalasan Naori.


Naori yang tadinya menggertakkan giginya langsung menggigit bibirnya dan menetesakan air matanya sembari mengingat wajah ibunya.


"Ibu ..."


Tiba-tiba ingatan yang lain terlintas di dalam pikirannya karena rasa frustasi yang luar biasa di pikiran Naori karena jalan balas dendamnya di halangi oleh pak Seisen.


"Anakku sayang~ tolong jaga Kaori ya" ucap seorang perempuan dewasa yang mengelus kepala Naori dengan tangannya yang lembut dan dengan wajah buram yang Naori lihat di dalam ingatannya.


"Karena itulah ... pergilah dan lindungi adikmu!"


"Jika aku ingin menjaga Kaori, maka ..." gumam Naori terpotong.


Magic Power Naori merembes keluar dengan cepat menyelimuti Naori dan membentuk sebuah pisau yang menancap di pergelangan tangan Naori sampai lengannya di samping tangannya, lalu sebuah pedang yang berbentuk seperti Sword Time terbentuk di genggaman tangan Naori.


Melihat kejadian yang tidak biasa itu pak Seisen berdiri ddan menjauh dari Naori, melihat Magic Powernya yang meluap-luap pak Seisen hanya berkata "Aku seharusnya sudah membuat sesuatu yang tidak boleh aku sentuh keluar dari dirinya"


"Bunuh! ... aku harus membunuh mereka" ucap Naori yang kemudian berlari dan menyerang pak Seisen dengan Raut Waja membunuh, Sklera matanya yang berwarna hitam, air matanya yang mengalir deras, ekspresi wajahnya terlihat sangat sedih dan marah hingga membuat pak Seisen merasa sedikit iba ( rasa iba adalah kemampuan untuk tidak hanya berbagi perasaan tapi juga merasa terdorong untuk meringankan penderitaan orang lain ).


"Penderitaan seperti apa yang di alami anak ini?" ucap pak Seisen yang menghindari serangan Naori sembari berpikir.


"Graaa"


Naori mulai menyerang dengan membabi-buta dan lepas kendali seperti sudah kehilangan akal sehatnya setelah dirinya bangkit dengan alasan balas dendam yang kuat setelah pak Seisen mencoba mematahkan niat balas dendamnya yang membuat keinginan Naori akan balas dendam semakin kuat.


Wush!


Naori melompat ke udara dan mengayunkan pedangnya ke bawah hingga menghancurkan tanah di sekitar hantaman itu dan membuat sebuah lubang yang sangat besar di bawah tanah, pak Seisen menghindari itu dan berdiri dari atas menatap Naori dengan tajam.


Naori menghilang dan tiba-tiba berada di belakang pak Seisen sembari menganyunkan pedangnya.


Klang!


Pedang Naori yang terbuat dari Magic Power patah setelah menebas pak Seisen dan melayang di udara, pak Seisen langsung mencengkram leher Naori dengan sangat kencang sehingga membuat Naori meronta-ronta dan menacapkan pisau yang ada di lengannya pada tangan pak Seisen yang mencengkram lehernya agar segera melepaskan cengkramannya, namun cengkramannya malah semakin kuat dengan pak Seisen ysng menunjukkan raut wajah kesal.


Jleb*Jleb*


Pisau yang ada di tangan Naori tertancap dan membuat tangan pak Seisen mengeluarkan banyak darah, kesadarannya mulai menghilang dan ia pun berhenti meronta dan mulai menutup matanya secara perlahan.


Advanced in The Next Chapter~