Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 59



Organisasi Murder!


Pagi hari telah berlalu, bel sekolah berbunyi pertanda istirahat telah datang.


Ding dong~


Semua murid keluar dari kelas untuk beristirahat dan mencari angin segar, termasuk Naori yang bergegas ke taman untuk membeli minuman dingin.


Klotak*


Suara minuman kaleng jatuh dari mesin, Naori langsung mengambilnya dan berkata "Apa yang kau inginkan Kiyoshi?" Ucap Naori yang sadar dengan keberadaan Kiyoshi yang sedang melihatnya dari samping.


"Aku hanya ingin berterima kasih, berkatmu aku bisa memulai garis start dengan lebih mudah" ujar Kiyoshi lalu berjalan mendekati Naori dan memasukkan sebuah koin untuk membeli minuman kaleng yang sama dengan Naori.


"Jangan bercanda! jika kau melibatkanku aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu dengan segala cara" ucap Naori yang langsung pergi setelah memperingati Kiyoshi.


"Tenang saja! aku tidak akan melibatkanmu dalam urusan ini karena kau sudah membantuku" ujar Kiyoshi sambil melambaikan tangannya dan menatap Naori dengan tersenyum.


"Sudah aku duga terlibat dengan seorang MC memang menguntungkan" gumam Kiyoshi.


Lalu di sore harinya Naori langsung pulang, karena ia tidak membawa sepeda Naori berjalan 10 KM hingga akhirnya sampai di rumah saat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Setelah di rumah Naori yang telah berjalan 10 KM, dirinya malah di marahi oleh adiknya, Naori yang terlalu lelah untuk mendengar adiknya yang marah-marah karena meninggalkannya pagi tadi hanya bisa menunduk dan mendengarkan.


"Apa yang kau lakukan kak? aku khawatir tau tidak? lihat! keringat kakak banyak sekali" ucap Kaori sambil menunjuk baju Naori yangg basah karena keringat yang membanjiri tubuhnya.


"Lain kali kakak harus bilang padaku sebelum pergi!"


"Baiklah" ucap Naori yang masih menunduk mendengar perintah adiknya yang sedang marah-marah.


"Apa Kaori sedang menstruasi? dari kemarin emosinya tidak bisa di kontrol" batin Naori dengan takut.


"Apa kau mendengarkan kak!" teriak Kaori melihat kakaknya yamg hanya diam dan tidak membalas perkataannya.


"Aku mendengarkan kok" ucap Naori yang langsung bagun dan mengucapkan kata-kata yang membuat Kaori terdiam.


"Kakak akan bekerja malam ini, jadi tunggu kakak dan akan kakak bawakan 3 bungkus" ucap Naori membisikkan rayuan kepada adiknya agar bisa tenang.


"Eehh benarkah?"


Muka Kaori langsung ceria dan beralih dari ekspresi marahnya, "Kakak janji kan?: ucap Kaori yang langsung mengacungkan jari kelingkingnya.


"Anak ini! ... dasar deh, benar-benar mencari kesempatan hanya demi mendapatkan keripik kentang" batin Naori sambil menggabungkan jari miliknya dengan jari kelingking adiknya dan berkata "Kakak janji"


"Yeay ... kalau begitu kakak mandi dulu! aku dan kak Segawa sudah menyiapkan makanan: ujar Kaori.


"Baiklah" ucap Naori singkat


Naori langsung mandi lalu berganti pakaian dan segera menyantap makanan yamg sudah di siapkan Segawa, setelah Naori yang selesai makan Segawa dengan ekspresi seriusnya mendekat ke Naori dan membisikkan sesuatu.


"Ayo keluar!" ucap Segawa.


"Ehh?" Naori terkejut mendengar perkataan Segawa yang mengajaknya untuk keluar rumah.


Kaori yang mendengar itu tanpa sengaja mulai melihat ke duanya dan mengintip dari balik sofa serta menajamkan indra pendengarannya untuk mendengar percakapan dari jauh.


Karena lumayan jauh dari meja makan Kaori tidak bisa mendengar percakapan mereka lagi, lalu Kaori pun menyerah untuk menguping dan berkhayal ke duanya akan segera berbicara dengan akrab.


Terlihat dari mata Kaori, kakaknya hanya mengangguk mendengar perkataan Segawa, lalu Segawa mengajak Naori untuk segera keluar rumah.


Keduanya pun berjalan bersama, Kaori yang melihat hal itu hanya bisa memasang wajah penasaran dan senang dengan apa yang terjadi.


Di luar rumah percakapan Segawa dan Naori mulai mencairkan suasana canggung yang selama ini menimpa mereka dengan Segawa yang memulai percakapan.


"Naori, aku ingin membicarakannya dengan serius" ujar Segawa.


"Bicarakan saja! aku mungkin tertarik" jawab Naori yang mulai memalingkan wajahnya.


"Kemarin paman Galoth menawarkan suatu pekerjaan yang sangat pas untukmu, ... sebagai seorang Informan bagi sebuah oraganisasi" ujar Segawa.


"Paman Galoth!?" ucap Naori terkejut.


"Aku lupa dengan paman Galoth karena banyaknya kejadian yang telah terjadi, tapi Organisasi? apa itu Murder? paman Galoth adalah petinggi di Organisasi itu kan? aku bahkan sempat ingin membunuhnya" batin Naori.


"Iya, jika kau mampu memberikan sedikit informasi yang berguna tentang informasi-informasi terbaru, organisasi itu akan membayarmu tergantung sepenting apa informasi yang kau miliki" ujar Segawa.


"Sebelum itu, karena kau membicarakan soal organisasi ... Apa kau tau Murder?" tanya Naori kepada Segawa.


Wajah Segawa langsung kaget setelah mendengarnya, lalu Segawa langsung memperbaiki ekspresinya dengan cepat dan menjawab pertanyaan Naori, "Aku tau rumor-rumor tentang organisasi itu" jawab Segawa dengan matanya yang berpaling ke arah kanan.


"Dia sedang mencari alasan untuk berbohong!?" ucap Naori setelah melihat ekspresi Segawa, "aku tau Segawa berhubungan dengan Murder mengingat paman Galoth yang juga seorang petinggi di Organisasi itu" batin Naori.


"Aku sempat kaget dulu saat paman Merlin meminta Segawa untuk pindah ke rumah kami, ternyata karena paman Merlin meminta paman Galoth untuk menyuruh Keponakannya yaitu Segawa tinggal bersama untuk mengurus Kaori" ucap Naori di dalam hatinya seraya mengingat kejadian aneh yang terjadi sebulan setelah kepergian ibunya.


"Kalau begitu tolong jelaskan padaku, seperti apa organisasi Murder!" ucap Naori.


"Eemmm ... dari rumor yang aku dengar mereka adalah organisasi yang khusus untuk misi pembunuhan" ujar Segawa.


"Mereka membunuh orang kaya dan merampok hartanya lalu memberikannya kepada orang-orang yang ada di daerah kumuh" ucap Segawa menjelaskan.


"Begitukah? mereka organisasi yang sangat buruk" ucap Naori dengan tersenyum dan melihat tangan Segawa yang sedang menggenggam dengan erat serta mulut yang menggigit bibirnya.


"Se-sepertinya begitu" ucap Segawa dengan ekspresi wajah yang di paksakan.


"Aku akan menerima pekerjaannya" ucap Naori yang setuju dengan saran Segawa.


"Apa? kau menerima pekerjaan itu? tapi kenapa?" ucap Segawa yang kaget mendengar jawaban Naori.


"Aku pikir tidak apa-apa, lagipula hanya mengumpulkan informasi kan? aku akan mengambil semua Koin yang di miliki organisasi itu dengan informasi yang aku peroleh" ujar Naori sambil mengepalkan tangannya.


"Jelaskan besok soal rinciannya! aku harus segera pergi untuk bekerja" ucap Naori yang langsung pergi ke dalan rumah untuk bersiap-siap.


"Apa yang terjadi? aku pikir dia tau kalau organisasi yang aku maksud itu Murder" gumam Segawa.


"Orang ini memiliki intuisi ( Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas) yang sangat tajam" ucap Segawa dengan ekspresi gelisah setelah mengetahui kemampuan Naori.


Lalu setelah itu Segawa ikut masuk ke dalan rumah, Naori yang bersiap-siap sudah mengenakan pakaian serba hitam serta topi dan sebuah masker.


"Hati-hati di jalan kak!" ucap Kaori memperingatkan kakaknya sebelum pergi.


"Iya-iya~" jawab Naori singkat.


Naori keluar dari rumah dan segera memasang ekspresi serius seraya berkata "Alter tunjukkan lokasi dari undangan yang aku terima kemarin!"


[Baik Master]


Alter memperlihatkan Mini Map yang menandakan lokasi dari undangan yang dikirim oleh Ojima Kitaki, lalu Naori segera berlari dan berkata "Tunggu aku Ojima! jika kau berani menjebak bidak ku maka ..." ucapan Naori terpotong.


Advanced in the Next Chapter~