
Menghajar Youma Arnolt!
Sosok hitam itu menghampiri Kiyoshi dan Youma yang ketakutan, Setelah hampir mendekat dan keluar dari gang itu, wajah Naori mulai terlihat karena sinar matahari tenggelam yang menyinarinya, bajunya penuh dengan darah, tangannya lebam dan wajahnya yang tergores membuat Naori terlihat seperti seorang berandalan yang baru saja membunuh seseorang.
"Na-Naori ... apa kau baik-baik saja?" tanya Kiyoshi khawatir.
Naori mengabaikannya, Naori lebih memilih untuk menatap Youma yang terjatuh di tanah dengan kakinya yang gemetaran.
Lalu Naori nencengkram kerahnya dan mengangkat Youma ke atas, Naori menatap Youma dengan tajam dan bersiap melakukan pukulan.
"Ku-kumohon maafkan aku! aku tidak akan mengulanginya" ucap Youma memohon dan meneteskan air matanya karena ketakutan dengan sosok Naori.
"Sudah terlambat"
Duak! Naori memukul Youma dengan keras dan membuatnya pingsan.
"Kiyoshi, Tolong urus mereka! aku ingin segera menjemput adik ku" ucap Naori yang berjalan terhuyung-huyung.
"Ba-baiklah, aku akan segera menelpon Rumah sakit" jawab Kiyoshi.
Lalu Naori pergi meninggalkan Kiyoshi, sesaat setelah Naori berbelok dari jalan itu Naori berkata "Heal"
"Akan mencurigakan jika aku langsung menyembuhkan semua lukanya, jadi akan aku kurangi rasa sakitnya" ucapnya sambil menyentuh tangannya yang lebam.
Teleportasi
Naori langsung berpindah ke dekat lokasi dari sekolah Kaori, Lalu Naori melihat ke sekitar dan memastikan tidak ada orang dan berkata "Alter, keluarkan sepedaku dari Inventory!"
[Baik Master]
Lalu Naori langsung menaiki sepedanya dan segera pergi ke gerbang SMP Kontraktor 17 Easteria dan menjemput adiknya.
Sesampainya di sana Naori mulai menjadi sangat khawatir setelah melihat gerbang sekolah adiknya yang sudah di kunci.
"Alter, cari di mana adik ku!"
[Sebentar Master]
[Sepertinya adik anda sedang berjalan pulang sendirian]
"Baiklah tunjukkan lokasinya!"
[Master, ada hal penting yang ingin saya bicarakan]
"Kita bicarakan di rumah setelah aku menemukan Kaori" jawab Naori yang mengayuh sepedanya dengan cepat karena khawatir dengan Kaori.
Lalu Naori menyusuri jalan yang ditunjukkan oleh Alter melalui Mini map dan segera mencari Kaori.
Setelah beberapa saat titik kecil di Mini map yang menunjukkan lokasi Kaori berada berhenti di tengah jalan, Lalu beberapa titik Hitam muncul dan mulai mendekati Kaori.
Ting!
[Skill Fate of Blessing aktif karena kondisi tertentu]
[God of Destiny melihat anda!]
[Master, Adik anda dalam bahaya]
Lalu Naori melompat dan menggunakan Skill Invisible pada dirinya dan sepeda yang dia naiki seraya berkata "Alter, pakai set Dark Crow!"
[Set pakaian telah di pakai]
Teleportasi
Naori menghilang bersama dengan sepeda yang dia naiki dan berpindah tempat tepat di atas Kaori.
"Alter masukkan sepedanya ke Inventory!"
[Sudah saya lakukan Master]
"Baguslah, karena aku ingin segara mengamuk lagi kali ini" ucap Naori langsung meluncur ke depan Kaori dan menebas Bahemoth yang hendak menyerangnya.
"Pergilah! ini berbahaya"
"Ba-baik" ucap Kaori yang gemetar ketakutan.
Naori menebas beberapa bahemoth sekaligus seraya berkata "dari mana asal bahemoth ini!?"
[Sepertinya ada Gate Break di gudang bawah tanah dari Restouran ini Master]
[Karena lokasinya yang tersembunyi, jadi tidak ada yang mencoba menyelesaikan Gate itu dan berakhir menjadi Gate Break]
"Pantas saja"
Slash
"Ini bahemoth terakhir yang keluar dari restouran itu, karena sepertinya tidak ada lagi orang yang hidup di dalam, aku akan mengisolasi tempat ini dengan Magic Shield sampai orang dari Asosiasi sampai" Ucap Naori mengarahkan tangannya dan membuat sebuah Magic Shield yang melapisi seluruh tempat itu.
Lalu Dark Crow pergi dengan cepat tanpa seorang pun dapat melihatnya pergi entah kemana.
"Kak ... kau ada di mana?" batin Kaori sambil menggenggan tangannya di dadanya.
"Kaori!"
Teriakan Naori terdengar oleh Kaori dari kejauhan, Naori yang mengayuh sepedanya dengan cepat langsung mendekati adiknya, Kaori yang melihat kakaknya menghampirinya langsung duduk karena kakinya yang lemas
"Kaori! ..." Naori langsung mendekati adiknya dan membantunya untuk berdiri lagi.
"Apa yang terjadi? kenapa ada banyak orang yang berlari?"
"Ada Gate Break di depan kak" jawab Kaori.
"Gawat, ayo segera pergi dari sini!" ajak Naori.
Lalu Naori menaiki sepedanya dan berputar balik dan berkata "Ayo cepat naik! kita harus menyelamatkan diri"
"Baik kak" jawab Kaori langsung menaiki kursi belakang sepeda itu, Naori langsung mengayuh sepedanya dengan cepat dan kabur dari tempat itu.
Beberapa saat setelah itu Naori yang pergi menjauh melihat banyak orang yang berlari ke arah Gate Break itu terjadi, di antaranya adalah Kapten Yola.
Swush! Yola yang berlari melewati Naori membuatnya berhenti mengayuh sepeda.
Naori yang terkejut langsung berbalik dan menatap kapten Yola seraya berkata "Pakaiannya berbeda hari ini" ucap Naori.
"Apa yang berbeda kak?" tanya Kaori dengan heran.
"Tidak, bukan apa-apa" ucap Naori melanjutkan mengayuh sepeda dan pulang ke rumahnya.
Setelah sampai di rumah mereka berdua pun langsung bernafas lega karena berhasil selamat dari bahaya Gate Break.
"Kak ada yang mau aku tanyakan" ucap Kaori setelah turun dari sepeda dan menatap kakaknya.
"Apa kau bertanya soal luka-luka ini? ini hanya luka kecil kok tidak perlu khawatir" ucap Naori sambil mengelus kepala adiknya.
"Tapi ... kakak lama sekali, apa kakak berkelahi dengan seseorang?"
"Hah ..." Naori menghela nafasnya, itu tidak penting, yang terpenting adalah kenapa kau berjalan pulang sendirian di saat kakak belum sempat datang dan menjemputmu!?" Ucap Naori sambil mencubit pipi adiknya.
"Sakit! ..." Lalu Kaori memegang tangan kakaknya supaya cubitannya semakin melemah.
"Soalnya kakak lama" ujar Kaori sambil menundukkan kepalanya.
"Memang sih ... ini salah kakak, maaf ya kakak terlambat di jalan karena masalah kecil" ucap Naori dengan ekspresi sedih.
"Itu bukan masalah kecil!" Ucap Kaori tiba-tiba berteriak, "lihat tubuh kakak! itu tergores, apa kakak di lukai dengan senjata tajam? dan lihat baju kakak! itu penuh percikan darah" ucap Kaori yang malah berbalik memarahi kakaknya.
"Padahal aku hanya merendah sedikit tapi anak ini malah memanfaatkannya untuk memarahi ku" batin Naori.
"Kak, lain kali kakak tidak boleh berkelahi! itu adalah perintah! jika tidak aku akan marah dan pergi dari rumah" ucap Kaori tiba-tiba berbalik dan pergi meninggalkan Naori di depan rumah.
"Aku tidak tau apa yang ada di pikirannya, mungkin adik ku masih Trauma karena kehilangan ibu" gumam Naori.
"Karena itulah dia marah padaku karena perkelahian dengan senjata tajam bisa menimbulkan kematian" ucap Naori sambil menyentuh luka gores yang ada di wajahnya.
"Ini akan sulit, aku sudah membuat masalah dengannya ..." Lalu Naori melihat ke arah matahari tenggelam dan berkata sekali lagi "Apa aku bunuh saja ya!? ... Youma Arnolt"
To be Contiuned*