Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 74



Kapasitas Energy Penuh!


Matahari pun terbit, ke tiga orang di rumah itu pun makan dengan makanan yang sudah di siapkan Oleh Segawa dan Kaori.


Naori yang dari tadi berbaring, ikut makan bersama dan langsung keluar setelah selesai, "karena pagi hari, Kaori tidak bertanya pada ku ingin pergi kemana ya?"


"Yah sudahlah, lagipula aku hanya ingin sedikit berolahraga dan menyelesaikan misi harian" ucap Naori yang kemudian berlari menjauh dari rumahnya.


Kaori dan Segawa yang ada di dapur mencuci piring dan mulai membersihkan rumah karena rumah itu sudah lama tidak di bersihkan.


"Kak, kenapa sekarang kak Segawa memasak untuk kak Naori juga?" tanya Kaori sembari membilas piring yang sudah di cuci.


"Kakak merasa tidak enak jika hanya memasak untukmu Kaori" jawab Segawa.


"Tidak, mungkin saja itu adalah ..." ucap Kaori di dalam hatinya.


Di sisi lain, Naori yang sedang berlari melihat pria gendut dengan jas warna hitam sedang menarik tangan seorang remaja perempuan dengan rambut perak secara paksa.


"Lepaskan! ..." ucap perempuan itu mencoba melepaskan genggamannya, "Seseorang ... Tolong!"


"Ugh* ..." Perempuan itu di tarik ke sebuah gang sepi, Naori yang melihatnya langsung menuju ke sana dan melihatnya.


"Lepaskan! apa yang kau inginkan? ... Tolong!" ucap perempuan itu mencoba memberontak dan melepaskan genggaman tangan pria gendut itu.


Mendengar jeritan perempuan itu yang meminta tolong, Naori langsung berlari dan melompat.


"Hehehe, tenanglah gadis kecil! kita akan bersenang-senang di- ..." ucapan pria gendut itu terpotong.


Buak!


Naori menendang wajahnya dan membuat pria gendut itu tersungkur, lalu Naori menarik tangan perempuan itu dan mengajaknya untuk segera melarikan diri.


"Ayo pergi!"


Keduanya berlari hingga tiba di sebuah taman yang penuh dengan orang, Naori berhenti berlari karena melihat perempuan itu dengan nafas yang terengah-engah, "Kau baik-baik saja?" tanya Naori.


"Hah ... Hah ... Iya, aku baik-baik saja ... terima kasih sudah menolongku" jawab perempuan itu.


"Syukurlah" ucap Naori dengan perasaan lega.


"Sebelum itu ... bisakah kau melepaskan tanganmu?" ucap perempuan itu dengan memalingkan wajahnya.


"Eehhh!?" Naori langsung melepaskan tangan perempuan itu dengan cepat dan langsung berkata "Maaf" dengan raut wajah yang canggung.


"Tidak apa-apa, lagipula kau sudah menyelamatkanku" ujar perempuan itu.


Glek* Naori menelan ludahnya, melihat sosok remaja seumurannya yang sangat cantik berdiri di depannya.


"Aku masih memiliki sedikit urusan jadi aku tinggal dulu ya" ucap Naori yang langsung pergi dan berlari meninggalkan perempuan itu di taman.


Perempuan itu hanya melihat Naori pergi sambil tersenyum dan bergumam "Duh ... Kenapa nenek tidak memberitahuku kalau pria itu akan menguntitku?" gumamnya sambil memegang tangannya yang memerah akibat genggaman pria gendut tadi.


Naori yang berlari pergi meninggalkan perempuan itu masih teringat dengan dirinya yang memegang tangan perempuan itu.


"Sial, aku malu sekali" Batin Naori


"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya aku pernah melihat perempuan tadi?" gumam Naori yang melanjutkan menyelesaikan tugas harian.


Setelah menyelesaikan tugas harian dari Leveling System, Naori kembali pulang ke rumah dan segera mandi.


Selesai mandi Naori melihat Kaori dan Segawa yang menonton Televisi dan menikmati sebungkus keripik kentang lalu mendekatinya.


"Kaori, cepat mandi! ayo segera berangkat!" ajak Naori.


"Secepat ini!?" Kaori terkejut dan langsung berlari menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya dan mengambil handuk.


Lalu Naori duduk di sofa bersama Segawa dan mengambil satu keripik kentang lalu memakannya.


"Kau sudah mencoba menjual informasi? aku lihat tadi malam kau membeli Takoyaki, apa kau sudah dari sana?" ucap Segawa yang berbicara tiba-tiba untuk menanyakan kabar dari Naori.


"Itu pekerjaan yang bagus bukan?" tanya Segawa.


"Entahlah~ mungkin saja ... Segeralah mandi Segawa! aku dan Kaori akan segera ke kota untuk membeli baju baru" ujar Naori.


"Aku tidak ikut" jawab Segawa.


"Kenapa?"


Segawa langsung berdiri dan berjalan membelakangi Naori yang duduk di sofa seraya berkata "Aku memiliki sebuah tugas dari paman Galoth" jawabnya.


"Tidak, kau harus ikut!"


"Boleh aku tanya kenapa aku harus ikut?" ucap Segawa yang berbalik badan dan menatap Naori.


"Karena Kaori sudah mengajakmu" jawab Naori yang mengambil satu keripik kentang lagi lalu memakannya.


"Sayang sekali tapi aku harus segera pergi untuk sebuah urusan mendadak" ucap Segawa yang langsung menaiki tangga menyusul Kaori.


Tidak lama kemudian Kaori turun membawa handuk dan masuk ke kamar mandi, Naori yang fokus melihat Televisi dan memakan keripik kentang hanya menggerakkan matanya dan jari-jarinya.


"Apa yang sebenarnya ingin segawa lakukan!?" gumam Naori dengan mata kirinya yang berubah menjadi warna hijau.


Di lantai dua, tempatnya untuk semua rungan kamar di rumah itu, terlihat Segawa yang mengeluarkan sebuah tas yang di dalamnya berisi sebuah pakaian serba hitam dan tampak sebuah belati yang di lengkapi dengan sarung belati di kasurnya.


Sebuah cahaya hijau bergerak dari bawah pintu dan mengawasi Segawa yang sedang membuka pintu lemarinya.


Lalu tiba-tiba Segawa membuka bajunya dan membuat Naori yang mengawasinya terkejut lalu membatalkan pemanggilan Soul Knight miliknya.


Unsummon: Soul Knight


Naori langsung menutup matanya dan menundukkan kepalanya seraya berkata "Apa yang sebenarnya aku lakukan?"


... Naori terdiam sejenak, terlihat darah yang mengalir dari hidungnya, karena merasa tidak nyaman, Naori mengusap darah itu menggunakan handuknya yang masih ada di lehernya dan melihat darah itu.


"Sial, jika tau begini aku tidak akan melihatnya" gumam Naori.


Beberapa saat kemudian Segawa pergi membawa tasnya yang berisi satu set pakaian berwarna hitam, Naori yang melihat Segawa pergi memadang raut wajah heran dan penasaran.


"Apa Segawa bekerja di Organisasi Murder ya?" batin Naori.


Lalu Kaori yang mandi, keluar dengan rambutnya yang basah dan segera mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Naori yang mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, langsung bangun dan berbalik melihat adiknya lalu menaiki tangga untuk pergi ke kamarnya.


Di kamarnya Naori berganti pakaian dengan sebuah pakaian yang menurutnya bagus untuk berjalan-jalan di kota.


Selesai berganti pakaian, dirinya langsung merapikan rambutnya dan keluar dari kamar, menuruni tangga lalu duduk di sofa dan kembali memakan keripik kentang yang tersisa sembari menunggu adiknya yang bersiap-siap.


Beberapa menit telah berlalu, terdengar suara langkah kaki Kaori menuruni tangga.


Step* Step*


Kaori berjalan mendekati kakaknya yang duduk di sofa dengan pakaian putih dan mengenakan sebuah tas kecil bergambar kelinci di tengahnya.


"Ayo berangkat!" ajak Naori.


"Hhmmm" Kaori mengangguk.


Di saat Naori hendak berjalan pergi bersama adiknya untuk keluar rumah, tiba-tiba Alter berbicara dan membuat Naori bergenti berjalan.


[Master, bisakah anda menunggu sebentar?]


[Kapasitas Energy Dimensional hampir penuh]


Mendengar perkataan Alter, Naori terdiam dan membuat Kaori heran karena kakanya yang tiba-tiba berhenti berjalan.


To be Contiuned*