
Kehancuran Keluarga Arnolt dan Target Balas Dendam yang lain
Naori berbalik, dia melihat Trista yang melewatinya dengan menggertakkan giginya dan tersenyum seraya berkata "Explosion Magic"
Duar!
Pedang yang di pegang Trista meledak dan membuatnya terhempas ke belakang, Naori berjalan dengan santai dan mengambil kedua pedang itu lalu melemparkan pedang yang ia ambil dari Trista, "Ambil pedang itu! kita akhiri pertarungan ini dengan adil"
"Bocah ini ..." Trista menggertakkan giginya lalu bangkit kembali dan mengambil pedang yang di lemparkan Naori seraya berkata "Kau anaknya Liori yang pertama itu ya? aku kira anak laki-lakinya adalah seorang pecundang tanpa Inti Magic"
"Bagaimana caramu bisa Awakening? kau bukan seorang Kontraktor!"
"Entahlah~"
Naori bersiap, Trista melemparkan pedangnya sehingga membuat Naori terkejut, Trista menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba ada di belakang Naori dengan memakai dua belati di kedua tangannya, Naori menghindar namun salah satu belatinyan berhasil tertancap di punggung Naori.
"Berakhir sudah, kau terkena Racun Dragon Stone" ucap Trista menjelaskan.
Perarungan singkat itu di akhiri oleh Trista, namun Naori tersenyum dan mencabut belati yang ada di punggungnya lalu duduk menghadap Trista dan diam sejenak lalu bertanya "Bisakah kau memberitahuku bagaimana ibuku bisa mati paman?"
Trista kemudian mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya lalu menghisapnya, dari mulutnya keluar banyak asapa rokok dan ia pun berkata "Aku mengutus satu Assasin dari Organisasi Murder untuk menghabisinya" ucap Trista menjelaskan.
"Murder!?"
"Aku membuatnya menyamar di antara orang-orang lemah dari bawahanku yang masuk ke dalam anggotanya, ****** itu bahkan tidak sadar, apalagi teman-temannya"
Naori diam sejenak dan menundukkan kepalanya seraya berkata "Apa maksudmu paman?"
"Salah satu anggotanya menghianatinya, padahal aku hanya menawarkan salah satu Artefak rusak yang ada di gudang penyimpanan, tidak aku sangka dia benar-benar melakukannya"
....
"Jadi kau puas bocah? Anggap saja ini hanyalah kemurahan hatiku untuk membuat kematianmu lebih menyakitkan" ujar Trista dengan tersenyum dan kembali menghisap batang rokoknya.
"Baiklah ..." Naori berdiri dan kembali bersiap menyerang Trista dengan pedang dan satu belati di kedua tangannya, Trista yang melihat Naori kembali bersiap berkata "Percuma, kau akan mati dalam tiga jam lagi, apa kau berniat menyeretku untuk mati juga demi membalaskan dendam ibumu?"
"Sayang sekali tapi darah dari tubuhku adalah penawar racun dragon stone" ucap Naori menjelaskan dan membuat Trista terkejut.
Waktu berhenti, Naori berjalan mendekat ke arah Trista dan mengangkat pedangnya lalu berkata "Selamat tinggal paman!" dan menebas tubuhnya hingga menjadi dua, waktu kembali Normal Naori mendongak ke atas dan melihat langit seraya berkata "Murder ya, jadi target pembalasan dendamku ada di sana"
Di rumah yang menjadi reruntuhan itu Naori berjalan dengan memakai kerudung jaketnya lalu berkata "Alter, simpan semua jiwa dan harta yang ada dari gudang penyimpanan Keluarga Arnolt! mulai malam ini hanya tersisa cabang dari Keluarga Arnolt dan aku akan memburu mereka hingga ke akar-akarnya" ucap Naori dengan wajahnya yang menyeramkan.
[Baik Master]
Mulai malam itu, Naori berkeliaran seperti orang gila dan membunuh rang-orang yang bermarga Arnolt dengan bantuan Alter yang mencari orang menggunakan Search
[Search]
[Distrik 17 Jalan xxxxx nomor 25 rumah warna hijau]
"Itu dekat dari sini" ucap Naori kemudian melompat di antara atap-atap gedung dan mulai menuju ke arah lokasi, beberapa saat kemudian ia pun sampai di lokasi setelah menemukan rumah berwarna hijau, ia pun mengeluarkan Magic Powernya lalu menyelimuti rumah itu dengan banyak Magic Power.
Ctak!
Naori menjentikkan jarinya seraya berkata "Magic Explosion" dan membuat rumah itu hancur dalam sekejap, Naori pun berkata "Search Marga Arnolt!"
[Search]
Naori berkata "simpan jiwa" dan bergegas ke arah lokasi senlanjutnya dengan ekspresi datar.
Malam itu adalah malam pembantaian bagi seluruh Keluarga Arnolt, karena Magic Power Regenerasi Naori adalah 1.000 MP/Detik, ia tidak pernah lagi kekurangan yang namanya Magic Power karena kapasitas Magic Powernya selalu terisi penuh setiap detik.
Dengan kekuatan Regenerasi Magic Powernya itu dan pelatihan yang di dapatkan dari Chloe, tubuhnya mampu bergerak tanpa kelelahan meskipun ia selalu bergerak setiap waktu di malam itu.
Ctak!
Magic Explosion
Gedung yang tinggi itu meledak dan membuatnya runtuh seketika Naori berkata "Simpan jiwa", dari atas atap gedung lainnya dan berkata "Aku baru sadar kalau di samping gedung yang biasa aku singgahi sata pagi ternyata milik keluarga Arnolt"
Cahaya matahari mulai terbit, Naori melihat ke arahnya dan mulai bersandar lalu berkata "Alter, aku ingin minuman kaleng namun dalam keadaan panas"
[Seperti yang anda minta Master]
Sebuah minuman kaleng rasa kopi muncul di tangan Naori dan ia pun mulai duduk sambil membuka tutup kaleng itu hingga suara Cess terdengar, Naori meminumnya secara perlahan karena dalam keadaan panas.
"Apa sudah berakhir? tapi kenapa aku merasa balas dendamku belum berakhir sepenuhnya ..."
[Mungkin saja Assasin yang di maksud oleh Trista adalah ...]
"Jauhkan pikiranmu itu Alter! aku akan menyelidikinya terlebih dahulu sebelum benar-benar membunuhnya"
Waktu matahari terbit terasa sangat singkat hingga akhirnya sinar matahari menyinari seluruh kota, Naori bangun setelah menghabiskan minumannya dan memakai kerudungnya lalu berkata "Hey Alter, sudah lama aku ingin menanyakan ini tapi selalu lupa, kenapa tidak ada misi harian lagi dari Leveling System?"
[Misinya di tangguhkan Master, semua System di tangguhkan setelah anda terkena efek Abnormal Narcolepsy]
[Efek itu berdampak pada semua System, bahkan saya sendiri juga]
[Narcolepsy membutuhkan banyak Energy Dimensional untuk menghilangkan efeknya dari Master, karena itulah saya jarang berbicara karena Energy Dimensional yang tipis membuat saya susah berkomunikasi dengan Master].
"Begitu ya, jadi apakah sekarang aku bisa melakukan misinya? aku ingin ke taman dan berolahraga seharian ini" ucap Naori.
[Tidak bisa Master, saya butuh banyak Energy Dimensional untuk memulihkan kondisi saya karena Narcolepsy menyerap terlalu banyak]
"Begitu ya, jadi beberapa hari ini tidak akan ada misi" ucap Naori dengan raut wajah kecewa.
Naori pergi ke taman, sesampainya di sana ia meregangkan tubuhnya dan merenungkan kejadian semalam, banyak rumah-rumah hancur di buat olehnya, kejadian besar seperti itu pasti akan segera di tangan oleh Asosiasi cepat atau lambat, karena itulah ia khawatir.
Namun dengan cepat Naori mengabaikan hal itu setelah seorang perempuan berambut perak lewat di depannya dengan rambut panjangnya yang bergelombang menyerbakkan bau wangi kemana-mana, perempuan itu berlari ke arah jalan lurus di mana banyak orang-orang berlari di jalan itu.
Tanpa sadar kakinya pun ikut bergerak mengikuti perempuan itu di belakangnya dan segera berlari menyusul perempuan itu dan melewatinya dengan berlari cepat, Naori melirik sedikit sesat melewatinya lalu berlari lebih kencang lagi karena takut ketahuan melihat pesona perempuan itu tanpa izin.
Sesaat setelah Naori berlari melewatinya perempuan itu pun berhenti berlari dan tersenyum kecil lalu berjalan pergi dari situ dengan cepat, Naori yang menyadari hal itu langsung berhenti berlari lalu berbalik dan melihat perempuan itu sudah tidak ada lagi di belakangnya.
Melihat kejadian aneh itu Naori merenung sesaat dan berkata "entah kenapa aku seperti pernah melihatnya di suatu tempat"
To be Contiuned*