Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 31



Dragon Stone


Disebuah ruangan yang berwarna perak, berbaring seorang remaja disana yang di tunggu oleh beberapa orang.


"Kau yakin kalau anak ini yang menyelamatkan kita?" Ucap salah seorang remaja yang paling tua.


"Aku yakin kak, dia membunuh Prof. Akron" Ucap gadis kecil itu.


"Memang benar kalau Prof. Akron benar-benar sudah mati, tapi kita tidak boleh mempercayainya begitu saja" Ucap remaja yang paling tua.


"Iya kau benar kak, kita masih belum tau apa tujuan dia menyelamatkan kita" Ucap seseorang yang lain.


"Kenapa kalian tidak percaya?" Tanya gadis kecil itu.


"Lihatlah, Robot yang selalu mengikuti Prof. Akron sekarang mengikuti anak itu!" Ucap remaja yang paling tua.


"Kelihatannya robot itu sedang merawat anak itu" ucap seseorang yang lain.


"Tapi... dia benar-benar orang yang baik!" Teriak gadis kecil itu.


"Emmn~ Siapa itu?" Tanya Naori yang tiba-tiba bangun dan meraba tubuhnya.


Lalu gadis kecil itu mendekati Naori dan berkata "Kak kau sudah bangun?"


Lalu Naori beranjak dari kasurnya dan melihat sekumpulan orang-orang yang melihatnya dan berkata "aku sudah bangun kok" ucap Naori sambil mengelus kepala gadis kecil itu.


Gadis kecil itu menunjukkan ekspresi bahagia saat tangan Naori mengelus kepalanya.


"Jadi apa yang ingin kalian tanyakan?" Ucap Naori yang sepertinya tau maksud dari orang-orang itu.


"Sebenarnya siapa kau? dan apa tujuanmu menyelamatkan kami?: Tanya Remaja yang paling tua.


"Namaku Naori, dan untuk tujuanku, aku tidak memiliki tujuan...bisa dibilang aku juga sama seperti kalian, aku ditembak oleh Prof. Akron lalu dibawa kesini dan disiksa olehnya, kupikir kalian juga sama, jadi aku mengeluarkan kalian dari tabung itu"


"Jadi kau juga korban sama seperti kami, maaf sudah mencurigaimu"


"Tidak apa-apa, wajar seseorang waspada pada orang asing"


"Kau juga korban? jangan bercanda!" Teriak salah seorang dengan ekspresi marah.


"Kau disiksa? lalu kenapa tubuhmu baik-baik saja?" Tanya orang itu.


Lalu Naori mengeluarkan sebuah pisau.


"Bahaya, cepat mundur!" Ucap remaja yang paling tua.


Jleb* Naori menusukkan pisau itu ke tangannya.


Seketika seluruh orang ditempat itu terkejut dan diam tak berkutik melihat Naori melukai dirinya sendiri, lalu Naori mencabut pisau itu dari tangannya, Seketika lukanya sembuh dengan cepat.


"Kira-kira seperti itulah kenapa tubuhku baik-baik saja"


"Tidak mungkin, kecepatan penyembuhan milikmu bahkan lebih baik dari milikku" Ucap Remaja yang paling tua.


"Bukankah sudah saatnya kalian memperkenalkan diri?" Ucap Naori.


"Ahh maaf, Namaku Jvalri dan untuk gadis kecil itu namanya adalah-" Ucap Jvalri terpotong.


"Kakak bisa memanggilku Alya" Ucap Alya menyela Jvalri.


"Namaku Flami" Ucap seorang wanita berambut pendek itu.


"Namaku Gifton" Ucap anak laki-laki yang berada di pojokan.


"Dan untuk yang terakhir"


"Aku tidak mau mengenalmu" Ucap seorang laki-laki dengan ekspresi marah.


"Ahh itu...tolong maafkan sikapnya, dia memang seperti itu" Ucap Jvalri agak memohon.


"Tidak apa-apa anak-anak memang seperti itu kan?" Jawab Naori.


"Perkenalkan, namanya adalah Andras"


"Kak, bukankah sudah kubilang aku tidak mau mengenalnya!" Teriak andras.


Buk*


"Bersikaplah sopan di depan penyelamat kita Andras!" Ucap Jvalri memukul Andras.


"Tetap saja kak, lihat robot itu mengikutinya! apa kak Jvalri tidak marah saat melihat robot itu?"


"Kalian marah dengannya?" Tanya Naori.


"Tentu saja, yang harus kau tau bahwa robot ini menyiksa kami setiap malam, dan membuat kami tertidur di tabung sialan itu setiap hari" Teriak Andras.


"Begitukah Ai?"


"Memang benar seperti itu tuan" Ucap Ai itu.


"Eemmm bagaimana ya...aku punya solusi untuk masalah kalian"


"Apa yamg ingin kau lakukan?" Ucap Jvalri agak waspada.


"Andras kan? Kalau begitu cepat hancurkan robot ini!"


"Apa maksudmu?" Tanya Andras kebingungan.


"Tapi setelah robot ini aku perbaiki, berjanjilah! kalau kau tidak boleh membencinya lagi, karena robot ini bukanlah manusia yang memiliki pemikiran jahat seperti yang kalian pikirkan" Ucap Naori meyakinkan Andras.


"Jangan bercanda! kau pikir aku akan percaya?" Teriak Andras.


"Artifical Intelligence adalah Kecerdasan buatan, Aku sendiri juga tidak tau tapi...robot ini tidak mungkin memiliki inisiatif untuk menyiksa kalian, mungkin robot ini hanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Prof. Akron kan?"


"Memang benar, seingatku robot ini hanya melakukan perintah Prof. Akron" Ucap Jvalri.


"Kak, kau tidak akan percaya padanya kan?" Tanya Andras dengan gelisah.


Lalu Naori menodongkan pedangnya kepada Andras seraya berkata "Daripada kau hanya berbicara, lebih baik lakukan saja"


Andras pun menyingkirkan pedang Naori dan berkata "Tanpa disuruh pun akan kulakukan"


"Bagus, Ai jangan melawan! meskipun kau hancur sekalipun" Ucap Naori dengan nada mengancam.


"Baik tuan"


Lalu Andras berhadapan dengan robot itu dan berkata "Jangan salahkan aku ya, tuanmu sendiri yang menyuruhku melakukannya"


"Semangat Andras!" Teriak Jvalri sambil tersenyum.


Lalu Andras mengumpulkan seluruh Magic Power yang dia miliki.


Duar!


Bongkahan besi itu hancur berkeping-keping karena serangan Andras.


"Hah...aku menghancurkannya...Aku Andras menghancurkannya!" Teriaknya.


"Berisik, diamlah sebentar! aku ingin mencoba sesuatu"


Lalu Naori Mengarahkan Pedangnya ke arah bongkahan besi yang bertebaran itu.


Time Breaker: Return


Lalu bongkahan besi-besi yang bertebaran itu mulai menyatu kembali dan...Boom! Robot itu terbentuk kembali seperti semula.


"Tidak mungkin, bagaimana caramu melakukannya?" Tanya Andras kebingungan.


"Entahlah" jawab Naori seraya tersenyum.


"Kemampuanmu benar-benar misterius" Ucap Jvalri sedikit tersenyum


"Bukan apa-apa itu hanya sedikit rahasiaku" Ucap Naori.


Lalu Naori menyuruh robot itu seraya berkata Ai siapkan 6 porsi makanan! sudah seharian ini aku belum makan Ucapnya sekali lagi.


"Baik tuan, Ruang makan ada di sebelah sana" tunjuk robot itu.


"Ahh kalian duluan saja! aku masih ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada robot ini" Ucap Naori.


"Baiklah kami pergi kesana duluan" Ucap Jvalri sambil melambaikan tangannya.


"Ai..."


"Iya tuan"


"Apa kau tau apa yang menyebabkan aku terluka dan pingsan?"


"Iya tuan saya tau, Anda terkena serpihan campuran metal dari gunting yang dibawa oleh Prof. Akron"


"Apa, serpihan metal? Bagaimana bisa?"


"Anda teracuni karena serpihan metal itu bergabung dengan darah anda tuan, yang menyebabkan banyak sel darah yang mati seketika"


"Jadi karena itu aku muntah darah ya, ngomong-ngomong campuran metal yang kau maksud itu apa?"


"Itu adalah logam yang hanya bisa ditemukan di dalam gate tuan"


"Jadi logam jenis baru ya"


"Lalu robot itu pergi dan mengambil sebuah bongkahan kecil yang berwarna agak kehitaman


dan berkata "Iya tuan, inilah logam itu" Ucap robot itu sambil menunjukkan logam yang dia bawa.


"Sebuah logam yang sangat menarik, apa namanya?"


Logam khusus: Dragon Stone


To be Conntiuned*