
Kalung Pengendali (Necklace Manipulation)
Di rumah kecil di puncak bukit yang tak jauh dari kota, seorang wanita tua sedang melihat genangan air yang ada di sebuah wadah, genangan air itu mulai bergerak dan menyerang wanita tua itu hingga membuatnya terpental ke belakang.
Pyar!
Wanita tua itu tersungkur dan kembali bangun seraya berkata dengan wajahnya yang terkejut "Bagaimana bisa? aku hanya meninggalnya sebentar dan anak ini sudah memiliki pasangan!?"
"Tidak bisa di biarkan, aku harus memisahkan wanita itu dari bocah ini agar cucuku memiliki kesempatan"
Sementara itu di dalam Distorsi ruang, Leona begitu menempel dengan Naori karena senang dengan makanan yang di berikan padanya, banyak sekali mangkok-mangkok kotor yang berserakan setelah mereka makan, Naori melihat Leona, ia berpikir dan berkata di dalam hatinya "Apa-apaan? dia bisa menghabiskan 7 porsi!?" batin Naori sembari membelai rambut Leona yang kusam karena sudah lama tidak mandi.
Naori menggigit bibirnya, ia tidak tau harus berbicara apa, jantungnya berdegup dengan kencang, ia belum pernah memiliki pengalaman dengan seorang wanita, "Apa yang harus aku lakukan? bahkan di bumi saja aku belum pernah menyentuh wanita selain Kaori dan Ibu"
Raut wajah Naori gelisah, lalu ia pun teringat dengan Chloe, Sudah sepuluh hari telah berlalu, di dunia nyata dua hari telah berlalu karena perbandingan waktu 5:1 di dalam distorsi ruang, Naori melepas pelukan Leona lalu berdiri, Leona juga ikut berdiri mengikuti Naori.
"Leona, pergilah ke jalan xxxxx nomor 9 rumah berwarna abu-abu di Distrik 17, itu adalah alamat rumahku, kau bisa tinggal di sana sampai urusanku selesai" ucap Naori.
"Baik" ucap Leona menurut.
Naori berkata di dalam hatinya sembari mengingat hal yang terjadi kemarin dengan berkata "Apa ini baik-baik saja?"
<--Satu hari yang lalu-->
Leona memeluk Naori, di dalam pelukannya Naori melihat ke bawah untuk menatap mata Leona, ia tersadar kembali dari pemikirannya karena harus menjawab permintaan Leona, mulut Naori terbuka secara perlahan saat ia akan berbicara.
"Terserah kau saja" jawab Naori sembari memalingkan wajahnya karena menerima rangsangan dari Leona yang sedang memeluknya dengan erat, lalu ia pun melirik sedikit ke arah Leona yang kembali menempelkan wajahnya pada leher Naori karena pelukannya seraya berkata di dalam hatinya "Apa memang begini yang aku inginkan?"
....
Suasananya menjadi hening, baik Naori maupun Leona sama-sama diam dengan keadaan memeluk satu sama lain, Alter pun berbicara kepada Naori untuk menjawab pertanyaannya.
[Bagaimana kalau anda menggunakannya, Item yang anda beli beberapa hari yang lalu Master]
"Aku berniat menggunakannya tapi apa dia akan menerimanya?"
[Bukankah anda ragu? jika Leona benar-benar menyerahkan tubuhnya maka ia pasti setuju]
"Jangan menggunakan bahasa yang aneh!"
[Tapi dia benar-benar bilang menyerahkan tubuhnya Master]
"Diam! aku berusaha melupakan hal itu"
"Kalaupun efeknya buruk untuk mentalnya tapi aku hanya bisa menggunakan ini sampai hari balas dendamku tiba untuk mengendalikan Leona" ucap Naori melirik panel system yang ada di depannya.
Naori pun mundur dan melepaskan pelukan Leona seraya berkata "Leona, apa kau mau menjadi wanitaku?" tanya Naori.
Leona berpikir sejenak, lalu ia pun menganggukan kepalanya dan berkata "Iya, aku mau ... lagipula aku sudah bilang akan menyerahkan tubuhku padamu kan?" ucap Leona dengan wajah malu sembari memalingkan wajahnya dari Naori.
"Baiklah" ucap Leona dengan wajah murung.
"Tapi sebelum itu ..." Naori mengeluarkan sebuah Kalung dari Inventory tepat di depan Leona hingga ia terkejut karena Naori memgambil sebuah barang dari udara tanpa perantara apa pun hingga akhirnya ia berpikir dan berkata di dalam hatinya "Apa Naori memiliki Elemen Ruang?"
Naori menunjukkan kalung itu kepada Leona seraya berkata "Kalung ini akan membuatmu terikat denganku selamanya sebelum aku melepaskan ikatan itu dengan keinginanku, jika kau memakai kalung ini maka aku bisa mengendalikan seluruh tubuhmu bahkan dari jarak yang sangat jauh sekalipun" ucap Naori menjelaskan.
"Jadi?"
"Apa kau akan memakai kalungnya? ... untuk membuktikan ucapanmu barusan itu" ucap Naori dengan wajah yang mencekam hingga membuat Leona takut.
Melihat Naori memastikan ucapannya untuk menyerahkan tubuhnya, ia pun langsung menyambar kalung yang ada di tangan Naori dan segera memakainya, lalu sebuah cahaya biru muncul di leher Leona dan mengikatnya, cahaya itu melingkari leher Leona lalu membentuk sebuah tali panjang yang bergerak mengarah ke dada Naori.
Ting!
[Kontrak Necklace Manipulation telah terbuat]
[Target: Leona Arnolt]
[Deskripsi Kontrak]
[Target Kontrak: Leona Arnolt akan menuruti Host: Naori Asake dengan imbalan perlindungan dan makanan tanpa batas, sebagai gantinya Target Kontrak: Leona Arnolt akan menyerahkan seluruh jiwa dan tubuhnya kepada Host: Naori Asake]
"Suara apa itu?" tanya Leona yang terkejut mendengar suara itu setelah memakai kalung yang di berikan Naori.
"Eehhh jadi maksudnya terikat itu seperti ini ya? akhirnya ada juga orang yang bisa mendengar suara Alter" ucap Naori menopang dagu dengan tangannya sembari melihat cahaya seperti rantai yang mengekang Leona di lehernya sampai melihat tali yang tertancap di dadanya, seketika cahaya itu menjadi sebuah rantai dan kemudian berpecah menjadi kepingan-kepingan Magic Power terbentuk yang melayang di udara lalu menyebar dan menghilang, Naori melihat kepingan-kepingan cahaya itu melayang dan menyebar dengsn mendongak ke atas seraya berkata "Dengan begini aku memiliki satu penyiksaan untuk balas dendamku pada Theo"
<--Kembali ke kejadian sekarang-->
Naori merentangkan tangannya dan mengumpulkan banyak Magic Power di kedua tangannya, ia pun langsung menyerang dinding hitam dengan tangannya dan membuat sebuah lubang besar di dinding itu seraya berkata "Cepat keluar Leona!"
Leona langsung berlari lalu menggusurkan tubuhnya ke tanah dengan cepat untuk segera keluar dari dunia sempit itu, Leona sudah keluar di ikuti oleh Naori yang kemudian keluar dengan ekspresi kelelahan.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Leona.
Leona menunjukkan ekspresi khawatir, bukannya senang dengan keadaannya yang akhirnya bisa keluar dari dunia sempit itu, Leona malah memperhatikan Naori dan mengkhawatirkan kondisinya.
"Aku baik-baik saja" jawab Naori berpura-pura menunjukkan ekpresi kelelahan di depan Leona untuk membohonginya seraya berkata di dalam hatinya "Cancel: Distorsi ruang"
Lalu Leona membantu Naori berjalan dengan membantunya menyandarkan Naori di bahunya, Naori melihat hal itu dengan ekspresi senang.
"Akhirnya rencanaku untuk mendapatkan wanita ini berhasil hanya dalam dua hari" ( dua hari adalah waktu dunia nyata yang telah terlewat, sepuluh hari adalah waktu di dalam Distorsi ruang ).
"Masih ada empat hari tersisa sebelum aku kembali ke kolam untuk kembali berlatih, ... aku ingin kembali ke rumah dan melihat Kaori, tapi rasanya aku harus mengurungkan niatku karena aku harus segera pergi menemui Sparta, apa dia sudah bisa mengendalikan Magic Powernya ya? entah kenapa aku tiba-tiba teringat dengannya" ucap Naori yang memikirkan sesuatu entah apa itu.
To be Contiuned*