Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 52



Youma Arnolt


Keesokan harinya


"Kaori, ayo cepat! kita harus beli hamburger untuk sarapan hari ini" teriak Naori dari luar rumah dan duduk di sepeda tuanya.


"Iya sebentar" jawab Kaori dari dalam rumah.


Lalu Kaori keluar dari rumah dan keduanya pun berangkat ke sekolah bersama dengan sepeda tua itu.


"Pegangan! kakak akan ngebut hari ini" ucap Naori mengayuh sepedanya dengan kencang.


Lalu sesaat setelah mereka berada di pertengahan jalan menuju sekolah, Naori pun berhenti mengayuh sepedanya dan mendekat ke sebuah toko kecil di pinggir jalan.


"Apa tokonya baru buka?" tanya Naori kepada seseorang yang sedang mempersiapkan barang di toko kecil itu.


"Aahh iya, aku telat bangun hari ini ... apa kalian ingin membeli sesuatu?" tanya orang itu kepada Kakak beradik yang menghampirinya.


"Kami mau beli hamburger dengan lapisan daging extra hari ini" ucap Kaori dengan girang.


"Ehh!" Naori terkejut.


"Hehe, kakak yang akan membelikannya" ucap Kaori dengan memaksa.


"Hah ..." Naori menghela nafasnya, "akan kakak belikan sekali ini saja, dua Hamburger dengan lapisan daging extra dan satu lapisan telur setengah matang" ucap Naori memesan.


"Eehhh!" Kaori terkejut mendengar pesanan yang di ucapkan kakaknya.


"Baiklah akan segera aku siapkan, silahkan tunggu ya" ucap orang itu setelah selesai mempersiapkan pemanggangnya.


"Eehhh! aku juga mau telurnya" ucap Kaori.


"Tidak, karena kau sudah memesan daging extra tanpa persetujuanku, kau tidak akan mendapat telur hari ini" jawab Naori dengan ekspresi jahat di wajahnya.


"Jahat, kakak benar-benar kejam" Ucap Kaori dengan ekspresi kesal.


"Kakak kan memang kejam" jawab Naori singkat.


"Duh ... pokoknya aku juga mau telur! kalau tidak aku akan marah dan tidak mau sekolah" ucap Kaori yang kesal dan memalingkan wajahnya.


"Eee~ Baiklah tambahkan telur pada keduanya" ucap Naori menambah pesanannya.


"Pesanan diterima, akan segera aku siapkan" ucap orang itu dengan jempol yang mengacung pada tangan kanannya.


"Yeay, Kakak memang baik" ucap Kaori memuji kakaknya dengan ekspresi ceria.


"Ahh iya aku ingin tambahan tomat di hamburgerku" ucap Naori menambah pesanannya lagi.


"Aku juga" ucap Kaori memesan hamburger yang sama seperti kakaknya.


"Tunggu! bukannya kau tidak suka tomat?" ucap Naori.


"Aku suka, kapan aku bilang tidak suka?" balas Kaori.


"Aku juga ingin tambahan sedikit saus" ucap Naori menambah pesanannya lagi dan lagi.


"Aku juga mau" ucap Kaori.


"Kaori~, sebenarnya apa yang kau inginkan?"


"Aku ingin makanan seperti yang kakak makan" jawab Kaori.


"Hah ..." Naori menghela nafasnya, "baiklah aku menyerah untuk menambah pesanan lagi" ucapnya.


"Baik, pesanan kalian sudah jadi" ucap orang itu membawakan dua hamburger seperti yang di pesan dengan tambahan daging extra serta telur setengah matang, tambahan sedikit tomat dan saus.


"Woah, kenapa rotinya kelihatan sedikit lebih besar dari biasanya?" ucap Kaori karena merasa seperti ada yang berbeda.


"Tentu saja, karena kalian memesan daging extra roti yang kecil tidak muat untuk meletakkan dagingnya, jadi aku mengambil roti yang lebih besar agar dagingnya muat" ucap orang itu menjelaskan.


"Begitu ya, berapa semuanya kak?" tanya Naori.


"Hanya 30 Koin perak" ucapnya.


"Baiklah sebentar ucap Naori sambil merogoh sakunya dan mengambil 1 Koin emas dan memberikannya kepada orang itu.


Lalu orang itu membuka lacinya dan mengambil 70 Koin perak dan menyerahkannya kepada Naori, "Ini dia kembaliannya, 70 Koin perak" ucapnya


"Baiklah" lalu Naori mengambil dua koin perak bertuliskan angka 50 dan 20 itu dan memasukkannya ke dalam sakunya.


"Terima kasih dek, datang lagi ya!" ucap orang itu melambaikan tangannya kepada Naori dan Kaori yang hendak pergi.


"Tenang saja, kami akan datang lagi kok" jawab Kaori dengan senyuman yang terlihat di wajahnya.


Setelah Kakak beradik itu pergi orang itu bergumam, "Benar-benar pasangan kakak dan adik yang ceria, tapi entah kenapa aku merasakan ada kesedihan di mata kakaknya itu"


"Semoga saja kakak dan adik itu tidak mendapat masalah, jadi mereka bisa terus datang dan mengobrol di depan toko ku" ucapnya.


Lalu beberapa siswa berseragam mendekat dan memesan beberapa hamburger.


"Kak, kami pesan empat Hamburger seperti yang di pesan ke dua orang tadi" ucap salah seorang dari rombongan itu memesan.


"Pesanan di terima, akan segera aku siapkan" ucapnya segera bersiap untuk memanggang daging dan menyiapkan pesanan yang di terima.


Di SMP Kontraktor 17 Easteria


"Kau pulang jam 4 kan?" tanya Naori.


"Iya kak, akan aku tunggu kakak pulang di gerbang sekolah" jawab Kaori.


"Baiklah, kakak berangkat dulu ya" ucap Naori sambil mengayuh sepedanya dan pergi.


"Hati-hati di jalan kak" ucap Kaori sambil melambaikan tangannya pada kakaknya yang pergi menjauh.


Invisible


"Alter masukkan sepedaku ke Inventory!"


[Baik Master]


Fly


Lalu Naori terbang menuju sekolahnya dengan kecepatan penuhnya.


Hup*


Naori mendarat di tanah, dan membatalkan skill Invisible agar dirinya terlihat kembali.


Lalu Naori berjalan menuju ke tengah-tengah kerumunan siswa yang akan memasuki gerbang sekokah.


"Ehh ada apa itu?" ucap seseorang perempuan di depan Naori.


"Itu pembullyan" ucap perempuan di sebelahnya.


"Sudah ayo cepat pergi! jangan terlibat dengannya"


"Nostalgia sekali, aku selalu menjadi orang yang di bully, tetapi sekarang aku hanya menjadi penonton" batin Naori.


"Yah~ itu bukan urusanku" ucap Naori mengabaikan kejadian itu dan berjalan pergi.


[Master, apakah anda yakin tidak ingin melihat lebih lanjut?]


"Apa maksudmu Alter?"


[Tolong gunakan Observation!]


"Sebentar" ucap Naori sambil memejamkan matanya.


Lalu Naori membuka matanya dan melihat beberapa orang yang terlibat pembullyan itu.


"Tidak mungkin, orang ini juga Awakener? tapi kenapa dia di sini?"


[Bukan Master]


[Jangan melihat hanya dari Statusnya! lihatlah Inti Magicnya, itu sangat lemah seperti baru saja muncul]


[Alasan kenapa dia memiliki Inti Magic secara tiba-tiba mungkin seperti kasus milik Master]


Lalu Naori menatap tajam orang yang di maksud Alter dengan tatapan membunuh dan berkata "Orang ini ... User System!"


Lalu Naori maju dan melerai pembullyan itu dengan berkata "Hentikan! Apa yang kalian lakukan?"


"Hah? siapa kau? beraaninya kau menghentikan Tuan muda Arnolt" ucap salah seorang yang memukuli remaja yang tergeletak di tanah itu.


"Ar-nolt?" Naori menunjukkan ekspresi terkejut dan langsung menundukkan wajahnya serta tubuhnya yang gemetaran membuat dirinya seperti takut.


"Hah? apa sekarang kau takut? karena sudah berani membentak tuan muda, maka jangan salahkan aku untuk memukulmu" ucapnya mendekati Naori dan memukulnya.


Swush!


Naori menghindarinya dengan mudah dan memukul balik orang itu.


Bruk! orang itu jatuh dengan sekali pukul karena pukulan Naori mengenai tepat di ulu hatinya.


"Khe khe Siapa? Arnolt?" Ucap Naori melihat sekitar dan mencari seseorang bermarga Arnolt.


"Ketemu!" ucap Naori sambil tersenyum.


Lalu Naori berjalan mendekati siswa yang tergeletak di tanah dan berkata "Apa kau baik-baik saja?" ucap Naori menjulurkan tangannya untuk membantu remaja itu berdiri.


Namun remaja itu mengabaikan Naori dan berdiri sendiri dan berkata "A-Aku baik-baik saja, pergilah! Tuan muda Arnolt akan membullymu jika kau tidak segera pergi!"


"Sudah terlambat" jawab Naori.


"Youma Arnolt aku lupa dengan orang ini, lagipula dia seorang pecundang di Bumi makanya aku tidak menghiraukannya tapi ..." Batin Naori.


"Pfft ... Tak kusangka kau masih menjadi seorang pecundang" Ucap Naori dengan wajah mengejek.


"Kau! ... Hajar dia!" Perintah Youma


To be Contiuned*