Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 88



Twilight Wings


Di sore hari itu Naori segera bergegas ke Stasiun kereta di bawah tanah yang berada di tengah Distrik 17, dengan membawa kopernya.


"Dimana ya?" Naori kebingungan, ia mencari dua orang utusan dari Ibukota itu di antara padatnya kerumunan orang, jam besar yang ada di atas pintu masuk Stasiun kereta bawah tanah itu sudah menunjukkan pukul 17.59.


Hal itu membuat Naori panik, dan bingung harus bagaimana lagi, lalu sebuah suara terdengar dari lorong rel tempat kereta datang dan waktu di jam sudah menunjukkan pukul 18.00, Karena panik dia berlari di antara kerumunan dan melihat pintu kereta yang terbuka sembari melihat-lihat orang yang masuk ke dalam kereta.


Naori pun menemukan kedua orang itu masuk ke dalam kereta, Naori mencoba menyusul dan berlari di antara kerumunan itu namun pintu kereta sudah tertutup.


Terlihat dari dalam kereta, ekspresi kedua orang itu terlihat kecewa melihat Naori yang berada di luar pintu.


Lalu kereta pun mulai berjalan, Naori berlari mengikutinya hanya untuk melihat kedua orang itu dari luar pintu, kemudian karena melihat Naori yang berusaha untuk menemuinya, salah satu orang itu mendekati pintu dan berkata "Pergilah! kau terlambat" ucapnya berteriak kepada Naori.


Naori pun berhenti berlari dan memasang wajah panik melihat kereta itu pergi menjauh, karena kesal mengingat perkataannya Naori pun menggertakkan giginya.


"Pergi? jangan meniru perkataan Kaori sialan!"


Lalu Naori mengumpulkan Magic Power menyelimuti seluruh tubuhnya seraya berkata "Alter, simpan koperku!"


"Akan aku kejar mereka, bahkan jika aku harus terbang ke Ibukota sekalipun"


Fly


Naori terbang ke dalam lorong mengejar kereta itu dengan ekspresi kesal, karena lorong begitu gelap Naori membuat sebuah bola kecil bercahaya yang mengikutinya terbang untuk menerangi jalan.


Naori terus terbang hingga akhirnya melihat belakang gerbong kereta itu ( Gerbong adalah sarana perkeretaapian tak berpenggerak yang dioperasikan untuk angkutan barang ).


"Terlihat!"


Naori pun terbang mendekat dan berniat meraih pagar gerbong yang ada di belakang untuk masuk ke dalam gerbong kereta, namun tiba-tiba saja sebuah cahaya terlihat dari depan kereta dan membuat Naori ragu, seketika kereta itu naik ke atas dan terbang ke langit setelah merentangkan sebuah besi tipis yang pipih dan lebar berwarna biru di samping badan kereta


Naori yang terbang dari dalam lorong berhenti sesaat setelah keluar dari lorong karena terkejut.


"Hah!? kereta itu terbang? ...Tidak ada waktu lagi, aku harus segera menyusul kereta itu" ucap Naori yang kemudian mulai terbang lagi dan mengejar kereta itu.


Beberapa saat setelah terbang mengejarnya Naori kembali menggertakkan giginya karena melihat kereta itu mulai menjauh darinya.


"Kenapa aku tidak bisa mengejarnya lagi? kereta itu cepat sekali" ucap Naori yang kemudian berhenti mengejar kereta itu dan beristirahat sejenak.


[Mungkin karena anda hanya terbang menggunakan kekuatan dasar]


"Apa maksudmu Alter?"


[Terbang membutuhkan sebuah sayap, anda juga melihatnya kan? kereta itu bahkan memiliki sayap]


[Sedangkan anda terbang dengan mengandalkan Magic Power]


"Kalau begitu aku harus bagaimana?"


[Saya menyarankan sebuah sayap]


"Memangnya aku bisa memiliki sayap?"


[Skill Element Wings telah di beli]


[Skill telah di tambahkan ke daftar Skill]


"Hey Alter, sebenarnya sejak kapan pengelolaan Point stat di serahkan padamu?"


[Maaf Master, tapi sebaiknya anda segera terbang menyusul kereta, saya sarankan anda menggunakan Elemen Angin sebagai sayap anda]


Element Wings


Sesaat setelah Naori mencoba skill itu, sebuah panel System muncul dan memberikan Naori sebuah pilihan.


[Tentukan Atribut Element pada Wings Element!]


"Bagian kiri Wind Element dan bagian kanan Light Element kan?"


[Artribut Element telah di tentukan]


[Tunggu, apa yang anda lakukan Master? kenapa anda membuat sayap dengan dua Element?]


Brush!


Ting!


[Twilight Wings telah di peroleh]


[Skill telah di tambahkan ke daftar Skill]


Swosh!


Tiba-tiba Naori melaju sangat cepat ke depan setelah terbang menggunakan sayap, karena tidak bisa bernafas Naori membuat sebuah pelindung angin yang berada di depannya untuk menghalau angin mengenai dirinya agar ia bisa kembali bernafas.


Tidak lama setelah Naori terbang mengejar kereta, tampak dari jauh kereta itu mulai terlihat di matanya, karena melihat kereta itu di depannya Naori pun tersenyum seraya berkata "Aku terbang sangat cepat"


Hanya dalam hitungan detik Naori menyusul kereta itu dan terbang di samping kereta mengikutinya terbang sampai ke Ibukota.


"Wo~ho~"


"Ini menyenangkan"


Karena merasakan adanya Magic Power dan suara teriakan, orang-orang yang ada di kereta melihat dari jendela ke arah luar, dari dalam kereta tampak Naori yang terbang di samping kereta dengan empat sayapnya yang mengepak layaknya burung.


Orang-orang yang melihatnya menunjukkan ekspresi kagum karena Naori bisa mengejar kereta yang melaju sangat cepat itu, semua orang melihatnya, tidak terkecuali dua orang utusan dari Ibukota.


"Bagaimana dia bisa terbang secepat itu!?"


"Pak, tampaknya anak ini benar-benar harus mengikuti pelatihan khusus, dia begitu berbakat" ujar salah seorang yang selama ini diam.


"Kau benar, jika anak ini bisa terbang sampai ke Ibukota, aku akan menarik kembali kata-kata ku untuk mencabut kuota pelatihan khusus miliknya"


Ting!


[Anda terkena efek Abnormal Narcolepsy]


"Tunggu! ... di ketinggian ini aku bisa mati"


[Tenang saja Master, saya akan menunda efek Narcolepsy sampai anda terbang hingga ke Ibukota]


"Tapi ..."


Naori tiba-tiba berhenti mengepakkan sayapnya dan jatuh ke bawah dengan matanya yang tertutup secara perlahan, orang-orang yang melihat Naori jatuh langsung berteriak dan meminta pertolongan untuk Naori.


"Kyaa!"


"Dia jatuh!"


"Seseorang lakukan sesuatu!"


Beberapa saat kemudian, di dalam kereta kedua orang utusan dari Ibukota tampak cemas melihat Naori yang jatuh dengan matanya yang tertutup.


"Sial bagaimana ini? aku ingat wali anak itu mengatakan kalau anak ini sering tidur 15 jam/hari"


"Apa dia maniak tidur? bagaimana caranya anak itu bisa tiba-tiba tertidur saat terbang?" ucap orang itu berjalan mondar-mandir di dalam kereta.


"Tenanglah pak! kita tidak bisa menyelesaikan masalah hanya dengan berpikir"


"Lalu harus bagaimana ini? ini salahku, andai saja aku menjemput anak itu, dia mungkin tidak akan terlambat" ucap orang itu menggigit jari jempolnya karena gemetaran melihat Naori yang jatuh ke bawah.


Tidak lama kemudian sebuah angin yang besar muncul di belakang kereta itu, bel alarm di dalam kereta berbunyi dan lampu menyala merah, sebuah pemberitahuan dari Masinis kereta pun terdengar ( Masinis adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjalankan kereta api ).


"Untuk para penunpang, tolong duduk di kursi masing-masing dan memakai sabuk pengaman!"


"Di belakang kereta terdapat sebuah gelombang angin berbahaya yang akan segera mengenai kereta, di perkirakan angin itu akan segera mengguncang kereta"


Setelah perkataan dari Masinis itu terdengar, seluruh orang langsung duduk dan memakai sabuk pengaman menunggu guncangan angin yang baru saja di bicarakan Manisis tadi.


Sesat sebelum angin itu mempengaruhi gerbong kereta, sebuah pelindung tiba-tiba menyelimuti kereta itu.


Wush!


Angin itu membuat kereta itu berguncang sesaat setelah melewatinya, karena begitu cepat tidak ada yang menyadari kecuali beberapa orang Awakener dan Kontraktor, di dalam angin itu sebenarnya terdapat seseorang yang melaju snagat cepat.


Dua orang yang tadi cemas memikirkan Naori langsung menyadarinya dan berdiri melihat ke luar jendela seraya berkata "Bocah ini!" setelah melihat Naori berada di dalam pusaran angin itu dan terbang meninggalkan kereta di belakang.


To be Contiuned*