
Makanan pedas
Keesokan harinya
"Eemmn, sudah pagi ... aku harus segera membantu kak segawa menyiapkan makanan" Ucap Kaori yang bangun dari kasurnya dan mengambil handuk.
Klek* Kaori membuka pintu kamarnya dan menguap "Hoaamm ... aku masih mengantuk"
Sniff* Sniff* Kaori mencium bau yang harum datang dari dapur.
"Kak segawa, apa ingin kubantu?" Ucap Kaori saat mendekati dapur.
"Tidak perlu kakak bisa sendiri" ucap seseorang di balik dapur.
"Ehh ... Kak Naori, kemana kak segawa?" Ucap Kaori yang terkejut saat tau kalau bukan Segawa yang memasak makanan.
"Entahlah, mungkin masih tidur" jawabnya.
"Tidak biasanya kak Segawa bangun siang" Ucap Kaori di dalam hatinya.
"Kak, kamu memasak apa?" tanya Kaori melihat sebuah kaldu berwarna merah yang dimasak oleh kakaknya.
"Ikan" jawabnya singkat
"Tidak biasanya juga kakak memasak ikan" Ucap Kaori.
"Sudah lama juga kita tidak memakan ikan, lagipula ikan itu makanan yang bergizi lho, jadi setidaknya kita harus makan ikan satu bulan sekali" Ucap Naori sambil mencicipi sedikit rasa kaldu masakannya.
"Kurang garam" Ucapnya sambil mengambil sejumput garam dan menaburkannya ke masakannya.
"Kak, entah kenapa tapi rasanya kakak sudah seperti berpengalaman dalam memasak sejak lama" Ucap Kaori.
"Biasa saja kok" Ucapnya sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku akan membangunkan kak Segawa dulu kak"
"Iya" Ucap Naori sambil mengaduk kaldu masakannya.
Lalu Naori mencicipi lagi rasa dari kaldunya dan berkata "Rasanya sudah pas, tinggal memasukkan ikannya dan sudah jadi" Ucapnya mengambil tiga ekor ikan yang sudah dimasak setengah matang dan memasukkannya ke dalam kaldu yang sedang di masak itu.
Tok* Tok* Tok* Suara pintu diketuk.
"Kak Segawa, bangun kak!" Teriak Kaori membangunkan Segawa.
"Sebentar Kaori, aku akan memakai baju terlebih dahulu"
"Eehhh ... Kak segawa tidak memakai baju" Ucap Kaori terkejut.
"Baiklah kalau begitu aku akan mandi dulu kak" Ucapnya meninggalkan kamar Segawa dan pergi ke kamar mandi.
"Baiklah" jawab Segawa singkat
"Kurasa aku memiliki sebuah ide untuk kak Segawa dan kak Naori" Ucap Kaori tersenyum jahat.
ilustrasi karakter: Kaori Asake*
Slurp-* Naori mencoba masakannya.
"Sudah matang" Ucapnya saat mematikan kompor.
Lalu Naori mengambil 3 mangkuk dan memasukkan kaldu serta ikan yang dia masak ke dalam masing-masing mangkuk itu.
"Kalau begitu ..." ucap Naori terpotong saat akan duduk "Selamat Makan" Ucapnya saat mengambil sumpit dan melahap makanannya.
"Hah ... hah ... hah ... ini panas, tapi rasanya sangat enak" Ucap Naori sambil mengunyah makanannya.
"Tak kusangka masakanku bisa seenak ini, pengalamanku dibumi ternyata sangat berguna" Ucap Naori sambil menundukkan kepalanya.
"Andai saja kehidupan damai seperti ini bisa berlangsung selamanya"
Hap* "Tapi ... jika aku terikat oleh masa lalu, aku tidak akan pernah bisa membalaskan dendamku"
"Hari ini sangat penting untuk mencari koneksi dengan beberapa keluarga besar di Easteria, untuk itu aku harus mempersiapkan diri"
Klek* Suara pintu kamar mandi terbuka.
Sambil mengusap rambutnya dengan handuk Kaori keluar dari kamar mandi, lalu Kaori melihat kakaknya yang sepertinya sudah tidak ada di dapur.
"Kakak dimana? ... kak!?" Ucap Kaori mencari kakaknya.
"Ada apa Kaori?" Ucap Naori dari ruang dekat pintu keluar.
"Kau sudah selesai sarapan kak?" Ucap Kaori mendekati ruangan tempat suara Naori berasal.
"Iya, dan juga tolong cuci piring kakak ya, kakak harus segera berangkat" Ucap Naori yang sedang memakai sepatunya dan mulai berjalan menuju pintu keluar.
"Baiklah kak, hati-hati di jalan"
Naori hanya melambaikan tangannya dan pergi.
"Sepertinya kakak bekerja sangat keras setelah Ibu pergi, semoga saja kakak tidak memaksakan dirinya, aku juga harus bekerja lebih keras saat ada di Magic Market" Ucap Kaori menyemangati dirinya sendiri.
"Kaori, ayo mulai memasak!" ajak Segawa yang keluar dari kamarnya.
"Tapi, kak Naori sudah menyiapkan makanan untuk kita"
"Apa? Naori? benarkah?" Ucap Segawa yang berjalan ke dapur untuk melihat makanan yang disiapkan Naori.
"Ternyata dia benar-benar sudah menyiapkan makanan" Ucap Segawa di dalam hatinya.
"Kak,ingin makan dulu?" tanya Kaori.
"Tenang saja kak, walaupun warnanya seperti ini, rasa dari masakan kak Naori sangat enak kok" Ucap Kaori sambil tersenyum.
"Aahhh iya, ayo kita coba saja!"
Lalu keduanya duduk dan berkata "Selamat makan"
Hap* Kaori memakan makanannya.
"Uummm kenapa sangat pedas?" ucap Kaori yang langsung berdiri dan mencari minuman.
Hap* Segawa juga mulai memakan makanannya.
"Rasa ini- ..." ucap Segawa terpotong.
"Berapa banyak dia memasukkan cabe?" ucap Segawa di dalam hatinya.
Awal mula kedekatan Naori dan Alter
Fasilitas bawah tanah
"Ai, aku sudah datang"
"Selamat datang master, anda datang cepat sekali" Ucap Ai menyapa Naori
"Tentu saja, lagipula aku juga harus mempersiapkan aktingku untuk acara nanti, jika tidak menyusun rencana, bisa-bisa mereka akan tau kalau aku bukanlah Prof. Akron yang asli"
Magic Clone
"Huff ..." Naori menghela nafasnya.
Mimicri
Wujud Naori mulai berubah menjadi Prof. Akron dengan sangat sempurna.
"Hebat sekali master, anda bahkan bisa meniru sosok tuan Akron dengan sempurna"
"Jangan memujiku Ai, lagipula ini hanyalah skill mikikku, ... Clone kau akan menyamar menjadi murid Prof. Akron, dan aku yang akan menyamar menjadi Prof. Akron"
"Setelah ini, aku akan memperkenalkan diriku sebagai murid Prof. Akron"
"Kau yakin? Aku tidak memiliki Magic Power, bukankah mereka akan curiga jika Prof. Akron menerima murid tanpa Magic Power" Ucap Clone itu
"Benar juga" Ucap Naori sambil menutup mulutnya dengan tangan dan berkata sekali lagi "Itu masih bisa diurus ... iya kan Alter?"
[Tentu saja bisa Master]
[Saya bisa membuat clone Master memiliki tekanan Magic Power yang setara dengan Transcendent Rank hanya dengan 100 Point stat selama 3 jam]
[Tapi anda harus menunggu para Knight menaikkan level anda sebelum bisa menggunakan rencana ini tuan]
"Itu artinya jika denganku maka 200 Point stat, Alter Point statku masih minus berapa?" tanya Naori.
[-34.000 Master]
"Apa tidak bisa jika aku berhutang lagi? ini mendesak Alter"
[Bisa Master, namun saya sarankan untuk tidak melakukannya lagi]
"Kenapa?" tanya Naori singkat.
[Di masa depan saya tidak ingin Master memiliki kebiasaan berhutang Point stat]
"Hanya itu? sekali ini saja Alter"
[Baiklah Master]
[Sepertinya saya tidak bisa menolak permintaan Master]
"Yeay ... Aku menyukaimu Alter" Ucap Naori sambil tersenyum.
[Hentikan itu Master! itu memalukan]
"Haha, apa ini? ternyata Alter juga bisa malu ya"
[Tentu saja, saya ini Ego Master, sebuah Ego System]
"Iya-iya aku tau kok, tapi memilikimu sungguh ... itu membuatku senang Alter"
[Master senang karena memiliki seseorang yang bisa diajak bicara kan?]
"Bagaimana caramu mengetahuinya? apa kau baru saja membaca pikiranku? hahaha itu lucu kan?" Ucap Naori sambil tertawa.
[Bagaimana Master tau?]
"Apa? jadi kau membaca pikiranku?"
[Maaf Master saya salah bicara]
"Tunggu apa maksudmu salah bicara? jadi selama ini kau bisa membaca pikiranku"
[Tentu saja bisa Master, karena System Dimensi dan anda saling terhubung, melakukan hal seperti membaca pikiran adalah hal sepele]
"Sial, jadi beberapa hari ini- ..." Ucapan Naori terpotong.
[Saya akan merahasiakannya Master]
"Dasar Alter sialan!" Teriak Naori.
[Maafkan aku Master]
To be Contiuned*