Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.6



Munculnya Temuo


Blerg* Naori muntah darah dan hampir kehilangan kesadarannya, terlihat di matanya yang buram sosok seorang pria dengan topi koboi dan sebuah Pistol Revolver di tangannya menahan Naori.


Cough* Cough*


Naori batuk dan kembali memuntahkan darah dari mulutnya yang masih menganga, Sosok itu langsung berpindah tempat di depan Naori dan meninjunya.


Duar!


Pria itu menghindar dengan cepat sebelum terkena serangan itu dengan membawa Naori di punggungnya.


"Fiuh~ tadi itu hampir saja" pria itu menarik nafas lega.


Mode Ghost Cancel


Pria dengan koboi itu mengarahkan Pistol Revolvernya ke arah sosok hitam itu dengan berkata "Atomic Dive Shoot"


Dor!


Sosok hitam itu terkena tembakannya, namun itu tidak berpengaruh padanya, bahkan luka goresan pun tidak terlihat dari bekas tembakan yang mengenai tubuhnya.


Syuut!


Sosok itu menjadi bayangan dan mendekati pria dengan topi koboi itu dengan cepat, melihat sosok itu berubah mebjadi bayangan, Pria dengan topi koboi itu langsung berkata kepada sosok itu "Kau pikir hanya dirimu yang bisa mengendalikan bayangan!?" teriaknya.


Pia itu langsung di kelilingi oleh sebuah energy gelap dari bayangan miliknya dan naik menyelimuti tubuhnya, "Shadow Clone Advanced"


Pria dengan topi koboi itu membuat banyak sekali sebuah clone dari bayangannya sendiri dan mencoba untuk kabur dari sosok itu membawa Naori di punggungnya.


Swish! Swish! Swish!


Bayangan dari pria bertopi koboi itu melompat-lompat dari atap rumah ke atap rumah yang lain untuk menutupi penglihatan sosok itu.


"Beraninya manusia rendahan!" sosok hitam itu tiba-tiba berbicara dan keluar dari bayangannya dengan tangannya yang memadatkan banyak Mana.


Blar!


Gelombang kejut muncul dari tangannya dan menghabisi seluruh bayangan pria bertopi koboi itu dalam sekali serangan.


Sosok itu melihat sekitar, Pria bertopi koboi itu pergi dengan membawa Naori tanpa di ketahui olehnya, "Beraninya ..." sosok itu langsung mengumpulkan banyak Mana di sekitarnya dan meledakkan tempat itu.


Duar!


Terlihat dari jauh pria bertopi koboi itu melihat tempat di mana pertempuran barusan terjadi meledak dan membunuh ratusan penduduk sekaligus.


"Gawat! jika Kesatria kerajaan tidak segera bertindak, negeri Suzaku akan hancur" ucapnya sembari melihat ledakan-ledakan besar yang terjadi di negeri itu.


Lalu pria bertopi koboi itu mengumpulkan mana di tangannya dan mencoba menyembuhkan Naori dari lukanya, "Heal"


Luka Naori tidak sembuh-sembuh, namun pria bertopi koboi itu tidak menyerah untuk menyelamatkan Naori dan mencoba menyembuhkannya dengan skill Heal miliknya menggunakan seluruh Mana yang ia punya.


Naori mulai sadar, namun dengan lukanya yang begitu parah kesadarannya belum kembali pulih sepenuhnya, melihat Naori yang mulai sadar pria itu tersenyum senang dengan keadaannya.


Namun ledakan terjadi di dekat lokasi yang Naori dan Pria itu tempati, Duar! ledakannya tepat terjadi di samping tempat itu.


Hanya sebuah tembok yang tersisa untuk menutupi Naori dan Pria itu, terlihat sosok hitam itu mencarinya dari atas.


Karena melihat tidak ada pergerakan sosok itu mulai pergi ke tempat lain dan meledakkan tempat lain untuk mencari Naori dan pria bertopi koboi.


Beberapa saat setelah Naori sadar, Naori merasakan adanya tangan di dadanya dan segera bangun untuk memastikan, sosok Temuo pingsan dengan karena kehabisan Mana untuk menyembuhkan Naori.


"Kak Temuo!"


Naori kaget lalu mencoba bergerak sedikit, namun seluruh tubuhnya terasa sangat sakit hingga tanpa sadar dirinya berteriak "Akh*"


"Tu-tubuhku! ..." Tubuh Naori gemetaran, teringat sosok hitam yang memukulnya masih membekas di ingatannya sebelum pingsan.


Luka Naori langsung sembuh, namun tubuhnya masih gemetaran mengingat sosok itu yang mampu membuatnya terluka hanya dengan sekali pukulan.


"Itukah ... Demon King!?"


Naori langsung menatap Temuo dan mencoba menyembuhkan Temuo menggunakan Skillnya, "Instant Heal" terlihat tidak ada sesuatu yang berubah.


"Apa kak Temuo tidak terluka? tapi kenapa dia pingsan?" ucap Naori yang heran melihat Temuo terkapar di dekatnya.


Lalu tiba-tiba Temou tersadar dan bangun, "Oohh Naori kau sudah bangun?" ucap Temuo melihat Naori yang sudah bangun.


"Sudah kak" jawab Naori singkat.


Lalu ke duanya berdiri dan mulai melihat situasi sekitar, Naori yang terkejut dengan keadaan kota langsung terjatuh lagi dengan kakinya yang gemetaran, "Mustahil, bagaimana bisa kota sebesar ini hancur dalam sekejap!?" ucapnya.


"Itu ulah seorang Demon King bernama Nahemah" ujar Temuo sembari melihat kota yang tadinya padat penduduk menjadi sebuah reruntuhan kota yang tidak layak di huni lagi.


"Para Kesatria dari Negeri Suzaku sudah melawan para Demon King di garis depan, ayo pergi dari sini terlebih dahulu untuk membuat persiapan!" ajak Temuo.


Namun Naori yang memikirkan Arashi menjadi ragu untuk mengikuti ajakan Temuo, lalu dirinya berpikir kembali dan langsung menerima ajakan Temuo untuk pergi dari kota itu ke kota sebelah dan mempersiapkan diri untuk perang yang sedang terjadi antara Negeri Suzaku dan Ke tujuh Demon King.


Sesampainya di kota sebelah, Temuo langsung membeli banyak buah dan beberapa bongkahan besi dari beberapa toko.


"Kak, untuk apa kau membeli sebuah bongkahan besi?" tanya Naori yang heran melihat Temuo membeli bongkahan besi yang berkarat.


"Untuk membuat amunisi pistol milikku" jawab Temuo.


"Amunisi? tapi bukankah itu harus di proses sangat lama baru bisa menjadi sebuah peluru?" ucap Naori dengan bingung.


"Proses? aku tidak membutuhkan sebuah proses seperti itu hanya untuk mendapatkan sebuah peluru" ujar Temuo yang kemudian mengeluarkan bubuk Mesiu dan meletakkannya pada bongkahan besi itu.


Bullet Revolver!


Setelah Temuo mengatakan itu, bongkahan besi itu mencair lalu menyelimuti bubuk mesiu yang ada dan membentuk sebuah peluru.


"Lu-luar biasa, aku baru mengetahui kalau membuat peluru bisa semudah ini" gumam Naori.


Lalu Temuo mengeluarkan beberapa Koin dari Negeri Suzaku dan memberikannya kepada Naori, "Ambil ini! gunakan ini untuk membeli sesuatu guna meningkatkan kekuatanmu" ucap Temuo senbari tersenyum memberikan koin itu kepada Naori.


"Baiklah kak, tunggu di sini! aku akan segera kembali" ucap Naori yang kemudian pergi meninggalkan Temuo untuk mencari sebuah senjata yang berguna bagi dirinya.


Ting!


[Skill Fate of Blessing aktif karena kondisi tertentu]


[Master, saya menemukan Artefak yang sangat berguna untuk melawan para Demon King]


"Dimana?"


[Di toko yang lusuh itu Master]


Setelah Alter memberi tahu kalau ada sebuah Artefak di toko lusuh yang ada di pojok pasar, Naori langsung mendekat dan melihat-lihat barang yang ada di sana.


"Adik kecil, senjata apa yang kau butuhkan?" tanya kakek itu kepada Naori yang masih mencari Artefak yang di beritahu oleh Alter.


"Aku menginginkan senjata yang sangat kuat untuk melawan Demon King kek" jawab Naori yang masih mengabaikan kakek itu dan mencari Artefak itu menggunakan Skill Observation menggunakan matanya.


"Kau tidak akan menemukan Artefak itu nak!" ucap Kakek itu tiba-tiba saja berbicara mengenai tujuan Naori melihat-lihat barang di tokonya.


"Bagaimana bisa kakek tau kalau aku mencari sebuah Artefak!?" ucap Naori terkejut.


"Karena, Artefak itu sendiri sedang bergetar melihat pemiliknya yang sedang mencarinya" ujar Kakek itu menatap Naori dengan matanya yang keputihan karena usia kakek itu yang sudah sangat tua.


To be Contiuned*