
Terdampar di Bukit Batu
Angin berhembus kencang, di atas awan sebuah angin yang begitu dahsyat berpusar dan melaju sangat cepat membawa Naori terbang lebih cepat menuju Ibukota, angin itu berpusar dengan Naori yang ada di pusatnya terus melaju di atas awan hingga akhirnya Alter menyampaikan keadaan Naori.
[Waktu anda hanya satu jam sebelum Narcolepsy aktif kembali]
"Aku tau, saat ini aku hanya bisa mengandalkan angin ini sebagai pendorong agar bisaxlebih cepat sampai ke Ibukota"
Lalu Magic Power berkumpul di kaki Naori dan mulai menumpuk, Angin dahsyat yang berpusar membawa Naori berpusar semakin kuat hingga membuat Naori tidak bisa bernafas karena tekanan angin membuat ruang hampa di tengah-tengah pusaran tempat Naori berada, lalu angin itu berpusar sangat kencang dan menghilang seketika setelah mendorong Naori melaju ke depan.
Magic Power yang Naori padatkan di kaki pun mulai mendorongnya sebagai pengganti angin dahsyat yang baru saja hilang tadi.
Wush!
Naori mengepakkan sayapnya kembali dan terbang dengan dorongan angin yang kuat dari telapak kakinya.
(Angin yang ada di telapak kakinya sangat mirip dengan Nitro atau biasa di sebut NOS pada mobil)
Angin itu mulai menghilang dan berhenti mendorong Naori, lalu Naori menutup sayapnya dan berputar di udara, dengan cepat angin Dahsyat itu muncul kembali sesaat setelah Naori berkata "Hurricane"
Wush!
Angin itu mendorong Naori lagi, dan lagi hingga kejadian itu terus berulang dan membawa Naori ke Ibukota, namun karena jaraknya yang begitu jauh, satu jam telah terlewat dan Naori bahkan belum sampai setengah jalan menuju Ibukota.
"Hah ... hah ..." Naori menghela nafasnya, bukan karena kelelahan setelah terbang selama satu jam, namun karena efek Narcolepsy, dirinya harus menahan rasa kantuk yang luar biasa saat terbang.
Karena sudah tidak tahan dan ingin segera tidur, Naori turun dan mendarat di sebuah hutan di bukit dengan puncak paling tinggi yang ia lihat, di sebuah puncak bukit batu di tengah-tengah hutan.
Bruk!
Naori langsung tergeletak di sana dan lemas karena ingin segera tidur, lalu Naori bergumam "Mimicri" dan wajahnya pun berubah lalu sekali lagi berguman dengan berkata "Soul Knight"
Matanya mulai tertutup namun kesadarannya masih ada, "... jaga- ... a-ku!"
Naori pun tidur dan terlelap di puncak bukit batu dengan terbaring terlentang, beberapa jam pun berlalu hingga cuaca yang tadinya cerah mulai menjadi mendung dan banyak awan hitam berkumpul menutupi hutan itu.
Hewan-hewan mulai bersuara ricuh, dari sebuah goa di bagian barat hutan, sosok Mahkluk dengan tatapan mengerikan bangun dan mulai berjalan keluar goa kemudian terbang dengan sayapnya yang perkasa.
Di sisi lain, seorang manusia dengan wajah tergores dan badannya yang besar menoleh ke arah barat dengan tatapan tajam dan berkata "Apa akhirnya dia bangun!?"
"Aku harus segera ke sana" ucap manusia itu yang kemudian memanjat ke atas bukit batu dengan melompat sangat tinggi menuju ke puncak bukit.
Cetar!
Suara petir berbunyi, dan hujan pun mulai turun dengan deras, Naori yang tertidur di puncak bukit batu pun kehujanan, namun karena Alter yang masih melindungi Naori, Alter memerintahkan para Soul Knight membuat diri mereka sebagai kasur dan sebagai atap untuk tempat berteduh Naori.
Mahluk bersayap itu mulai terbang mendekati Naori yang berada di puncak bukit, namun sebelum mahkluk itu mendekati bukit batu, mahkluk itu turun dan menyambar seekor rusa dengan kaki-kakinya yang di penuhi cakar tajam dan terbang kembali menuju barat ke arah di mana ia muncul.
"Sepertinya dia hanya keluar untuk mencari makan" ujar seseorang di belakang para Soul Knight yang bersiap untuk bertempur jika saja mahkluk itu mendekat.
Tanpa berpikir para Soul Knight langsung menyerang orang itu dan membuatnya menjauh dari Naori.
Blar!
Para Soul Knight tidak menyerang lagi, mereka hanya menjaga agar orang itu tidak mendekat dan mengganggu Naori, orang itu yang menyadari sikap pasif para Soul Knight yang hanya menjaga remaja yang sedang tertidur itu pun langsung duduk dan mengeluarkan sebuah botol minuman.
Soul Knight yang melihat orang itu duduk langsung mundur dan kembali mengelilingi Naori untuk menjaganya.
Orang itu melihat para Soul Knight menjaganya dengan sangat ketat lalu mulai berbicara karena pensaran, "Hey sebenarnya remaja seperti apa yang sedang kalian jaga?"
Soul Knight hanya diam, kemudian mata dari salah satu Soul Knight bernama Zygritte pun berkobar dan menoleh ke arah orang itu lalu berjalan mendekatinya.
"Jangan ganggu Masterku!" ucapnya memperingati lalu kembali berbalik ke tempatnya dan menjaga Naori.
"Sungguh, sebenarnya mahkluk apa kalian ini? kalian mirip dengan Soul Body namun kalian tidak memiliki inti jiwa, kalian tidak memiliki kelemahan dan mampu memulihkan tubuh kalian kembali"
"Tapi~ tubuh kalian lemah jadi bukan berarti kalian tidak memiliki kelemahan" ucap orang itu melihat para Soul Knight sembari meminum air yang ada di botolnya.
"Aaahhhh~" teriak orang itu merasa puas setelah meminum air itu dengan ekspresi gembira.
"Alkohol memang yang terbaik" ucapnya sambil mengeluarkan sebuah rokok dan korek api.
Ctak! Ctak!
Orang itu menyalakan korek api dan menggigit rokok di mulutnya kemudian menyalakan putung rokoknya, namun karena sedang hujan, orang itu harus menutupi api yang menyala di korek dengan tangannya.
"Fiuh~"
Orang itu mengeluarkan banyak asap dari mulutmya setelah menghisap putung rokok itu lalu membuat sebuah pelindung dari Magic Power untuk menghalau air hujan yang mengenai dirinya.
Suasana hening pun terjadi, hanya terdengar suara rintikan air hujan di antara mereka, tidak ada satu orang pun yang mencoba berbicara karena Soul Knight memang tidak bisak berbicara sendiri, sedangkan untuk orang itu, karena mulutnya sedang menikmati sebuah rokok, ia jadi tidak bisa berbicara karena terlalu menikmati rada dari putung rokok yang ia hisap dengan raut wajah yang merasa terpuaskan.
Lalu demi megecah suasana hening itu, mata dari Soul Knight: Zygritte kembali berkobar dan mulai berjalan maju dan duduk di depan orang itu seraya berkata "Apa yang manusia hebat sepertimu lakukan di sini?"
"Apakah itu urusanmu?"
"Tentu saja itu urusanku melihat dirimu adalah seorang pelatih" ucap Zygritte seraya melihat kartu identitas yang di bawa orang itu di tali pinggangnya.
"Kau teliti sekali, kenapa? apakah remaja itu akan mengikuti pelatihan?"
"Iya, Master akan mengikuti pelatihan khusus" jawab Zygritte.
"Kebetulan sekali ya, kalau tidak salah ingat para petinggi mengutus dua orang untuk menjemput seorang remaja yang memiliki Inti Magic Transcendent Rank dengan Elemen ganda" ucap orang itu kemudian menatap tajam Naori.
Zygritte hanya terdiam.
"Ngomong-ngomong siapa namamu? aku tau mahkluk ini tidak bisa berbicara sendiri" tanya orang itu.
[Manusia yang hampir memiliki Magic Power Transcendent Rank tingkat tinggi memang berbeda]
"Hhmmm!? suaranya berbeda!"
"Namaku Alter, sebut saja aku sebagai pelindung Naori Asake" ucap Alter menggunakan Zygritte untuk menjawab pertanyaan orang itu.
To be Contiuned*