Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.2



Alademi di Negeri Suzaku


Glek* Naori menelan ludahnya melihat serangan God itu.


"Serangan yang luar biasa, apa dia sungguh seorang God? kenapa dia turun ke dunia manusia?" Ucap Naori di dalam hatinya.


"Sudah selesai, jadi ada keperluan apa kau ingin membantuku?" tanya God itu mendekat kepada Naori.


"Ahh ... aku diberi sebuah misi untuk membantumu melawan para Iblis"


"Begitu ya" ucap God itu singkat.


"Ohh iya kenalkan namaku Naori, Aku berasal dari Dunia lain" Ucap Naori mengajukan tangannya untuk berkenalan pada God itu.


Lalu God itu bersalaman dengan Naori dan berkata "namaku Arashi, terima kasih sudah datang" Ucapnya.


"Sama-sama, ngomong-ngomong kenapa misiku belum selesai ya?"


[Itu karena anda harus membunuh enam Demon king lainnya]


"Apa ada enam lagi!?" Ucap Naori terkejut.


"Benar, mungkin karena itulah misimu belum selesai" ucap Arashi kepada Naori.


"Tunggu! apa kau bisa mendengar suara Alter?"


"Tidak ... jangankan mendengar, aku bahkan bisa melihatnya"


"Eehhh, kenapa bisa begitu? di Treasure tidak ada yang bisa melihat Alter kecuali aku" ucap Naori heran.


[Mungkin karena dia sendiri memiliki System Master]


"System? kau juga punya system?"


"Apa itu system? apa benda melayang berwarna biru yang bisa bicara itu yang sedang kau bicarakan?" tanya Arashi kebingungan.


"Iya, Alter itu Ego System jadi dia bisa bicara" jawab Naori.


"Begitu kah? jadi aku juga punya system" ucap Arashi melihat kedua tangannya seoerti sedang memikirkan sesuatu.


"Karena Alter bilang kau punya, mungkin saja system milikmu memang ada namun belum muncul"


"Begitu ya, aku lumayan tidak sabar untuk segera mendapatkan System seperti yang kau miliki" ucap Arashi.


Naori hanya tersenyum dan berkata "Ngomong-ngomong kita ada dimana?"


"Kita ada di medan pertempuran antara iblis dan manusia, kota terdekat adalah Negeri Suzaku apa kau ingin kesana?" tanya Arashi.


"Ya aku ingin melihat manusia dari dunia ini" ucap Naori yang tampaknya bersemangat.


"Kalau begitu ayo pergi!" ajak Arashi.


"Ayo!" Teriak Naori.


Lalu mereka berdua pun terbang menuju negeri Suzaku.


Kuhuk* Arashi batuk.


"Aku rasa, aku harus melindungi orang ini, walau pun kekuatannya memang lebih tinggi daripada para manusia di sini, jika lawannya adalah Raja iblis dia bisa mati kapan saja" Ucap Arashi di dalam hatinya sambil melihat sedikit darah yang dia muntahkan.


"Seperti tadi, dia sangat ceroboh langsung menerima serangan tebasan dari Lucifer, jika bukan karena aku menahan setengah serangannya orang ini mungkin sudah mati" Ucap Arashi sekali lagi di dalam hatinya.


Setibanya mereka di Negeri Suzaku


"Ramainya, apakah negeri ini padat penduduk?" tanya Naori.


"Ya begitulah, karena ini adalah sebuah kerajaan" jawab Arashi.


"Kerajaan? seperti abad pertengahan saja" gumam Naori.


"Hhmm? apa yamg kau katakan?" ucap Arashi yang tidak begitu mendengar suara Naori.


"Aahhh bukan apa-apa" ucap Naori sambil menggerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri seperti memberikan kode itu bukan hal yang penting.


"Ngomong-ngomong aku akan ke akademi, apa kau juga mau ikut!?" ajak Arashi.


"Akademi? aku mau" jawab Naori.


Lalu keduanya pun mengobrol panjang lebar soal Akademi di sepanjang jalan, hingga akhirnya Naori dan Arashi sampai di pintu gerbang Akademi Suzaku.


Lalu seseorang yang melihat Arashi dan Naori berjalan mendekat dan berkata "Ohh Arashi" ucapnya sambil melambaikan tangannya.


"Sepertinya kau membawa orang yang menarik" ucapnya sambil mendeteksi berapa banyak mana yang Naori miliki.


"Ohh Administrator Akademi, apa yang kau lakukan disini?" balas Arashi.


"Tentu saja mencari murid berbakat" ucapnya sambil melirik Naori.


"Tentu saja, lagipula siapa yang tidak akan mengincarnya saat mana yang dimilikinya begitu besar" ucap Administrator.


"Aahhh maaf menyela, kekuatan yang aku miliki bukanlah mana melainkan Magic Power" ucap Naori memberitahu Administrator.


"Magic Power Hhmmm ..." Administrator itu menopang dagunya dan berpikir sambil memandangi Naori, "tapi kekuatan itu seperti mana" ucapnya.


"Anggap saja seperti itu" ucap Naori pasrah.


"Nak Naori, apa kau ingin memasuki akademi?" tanya Administrator itu.


"Aku mau, tapi kurasa untuk sementara ... jadi bisakah daftarkan saja aku sebagai murid pindahan?" ucap Naori memohon kepada Administrator akademi.


"Baiklah, lagipula dengan merekrut murid jenius sepertimu bisa menambah sedikit gajiku walau hanya sedikit" ucap Administrator.


"Bukankah pembicaraan ini tidak perlu dilanjut lagi?" ucap Arashi menyela dan memberikan kode kepada Administrator akademi.


"Itu benar, ayo segera ke tempat pengujian!" ajak Administrator.


"Jika kau lulus, kau bisa langsung mengikuti kelas besok pagi"


"Baiklah" ucap Naori mengikuti Administrator itu ke sebuah ruangan bersama Arashi.


"Oohhh Alex, apa kau mendapatkan seorang jenius lagi?" tanya seseorang dari ruangan itu.


"Tentu saja, lihatlah!"


"Kau ... murid yang menghancurkan semua target waktu itu" ucap orang itu kaget melihat Arashi.


"Dan kau? orang yang di rekomendasikan Alex ya?" tanya Orang itu.


"Iya, Perkenalkan nama saya Naori" ucap Maori dengan sopan kepada orang itu.


"Tidak perlu sopan begitu, aku adalah pengetes yang menguji murid baru di akademi ini" ucap orang itu memperkenalkan diri.


"Coba kau sentuh batu itu!" perintah pengetes itu untuk menguji Naori.


Lalu Naori mendekat dan menghela nafasnya, "Huff ..." Lalu Naori pun menyentuhnya.


* Mana point, "30.000"


"Seriusan? Mana yang dia miliki cukup banyak untuk berada di kelas A"


* Mana point, "40.000"


* Mana point, "50.000"


"Hhmmm? apa alat ini rusak? aku kan hanya memadatkan Magic Powerku ke dalamnya" Ucap Naori di dalam hatinya.


"Tidak mungkin! anak ini benar-benar jenius, apa dia menahan kekuatannya tadi? aku yakin Mana yang dimilikinya lebih dari itu" ucap pengetes itu kaget melihat jumlah Mana point Naori.


"Nak, coba kau hancurkan semua target itu!" perintah pengetes itu


"Baiklah" jawab Naori singkat.


Lalu Naori mengambil posisi tepat di hadapan target yang pengetes itu maksud.


Dark Spear


Naori memunculkan beberapa tombak yang terbuat dari elemen kegelapan dan memadatkannya dengan Magic Power yang sangat banyak.


[Target ini bukanlah sembarangan benda Master]


[Jika tidak memadatkan Magic Power dalam jumlah banyak,mustahil untuk menghancurkannya]


"Yah~ Itu mudah dengan Skill Pasif Magic Power Condensed, lagipula skill ini membuat Magic Powerku mengental dari awal jadi mudah untuk memadatkannya" Ucap Naori menjelaskan.


Lalu Naori mengibaskan tangannya dan mengarahkan semua Dark Spear itu untuk menghancurkan target yang ada di depannya.


Duar! Duar! Duar!


Terdengar suara ledakan dari target-target yang diserang oleh tombak Naori, karena ledakan itu asap tebal muncul, setelah beberapa saat asap itu pun mulai memudar dan menunjukkan bahwa target yang Naori serang hancur menjadi berkeping-keping.


"Anak ini! adalah orang ke tiga yang berhasil menghancurkan target itu selain Putri dan Arashi" Ucap Pengetes itu dengan kaget di dalam hatinya.


Lalu setelah melihat kekuatan Naori, pengetes itu pun merekomendasikan Naori ke dalam Kelas Elit bersama Arashi.


"Nak, mulai besok kau bisa langsung bergabung dan mengikuti pelajaran di Kelas Elit" ujar pengetes itu.


"Benarkah? Kelas Elit? hey Arashi kau ada di kelas apa?" tanya Naori yang sedang bersemangat.


"Aku ada di Kelas elit" juga jawab Arashi.


"Benarkah? kalau gitu kita bisa berangkat ke akademi bersama setiap hari" ucap Naori tersenyum kepada Arashi.


"Hhmmm, kita akan berangkat setiap hari" jawab Arashi.