Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 123



Seorang Perempuan di Balik Kerudung Jubah


Spinning Slash!


Naori menebas berputar dengan di iringi suara Klang! yang tercipta karena serangan Naori di tangkis orang berkerudung itu, merasa tidak bisa lagi menyerang Naori mundur dan di kejar oleh orang itu lalu kembali menghindar setelah mengumpulkan Magic Power di kakinnya.


Wush!


Naori menghindar dan terbang ke samping lalu berpijak pada sebuah gedung tinggi untuk di jadikan pijakan melompat, saat orang itu mendekat Naori melompat dan berada di atas kepala orang itu untuk bersiap menyerangnya, namun orang itu masih mampu menangkis serangan Naori dengan memukul mundur pedang Naori yang membuat Naori terpental ke atas dan berakhir mendarat di atap gedung dengan memutarkan tubuhnya lalu segera berlari setelah memijak atap gedung dan melompat di antara gedung-gedung untuk kabur.


Orang itu masih mengejar Naori dengan terbang di atas gedung dan menyerang Naori sembari mengejarnya agar membuat pergerakan Naori melambat, namun perkiraan orang itu salah, saat menapak di tanah, Naori memiliki banyak Skill pergerakan yang bisa di gunakan sehingga Naori mampu menghindari serangan orang itu dan berlari dengan lebih cepat lagi setelah di serang olehnya.


"Cepat" ucap orang itu sembari melemparkan gelombang Magic Power ke arah Naori dengan melanjutkan perkataannya seraya berkata "Menurut informasi yang di peroleh dia memiliki pergerakan yang aneh, namun aku belum melihatnya, apa informasi itu hanya bualan saja?"


Setelah sekian lama mengejar akhirnya orang itu mampu mengejar Naori lebih dekat lagi, Naori hampir keluar dari Distrik 19 saat akhirnya mencapai atap gedung terakhir yang ada di pinggiran kota.


Dengan cepat Naori menggusurkan kakinya ke tanah hingga suara Sreett! terdengar untuk menghentikan pergerakan kakinya lalu berlari ke arah sebaliknya setelah sampai pada pinggiran kota kembali ke arah yang telah di lalui, orang itu terkejut dan langsung berhenti terbang karena menyadari Naori mengelabuinya.


"Sial, orang itu ..." ucap orang itu terpotong saat membalikkan badannya dan melihat Naori yang terjun dari atap gedung ke bawah, orang itu pun dengan cepat terbang ke tempat di mana Naori terjun ke bawah dan mencarinya dengan menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


"Hilang! ... Apa pergerakan seperti ini yang mereka maksud dalam informasi miliknya?"


.... Orang itu diam sejenak karena masih berpikir bagaimana caranya Naori menghilangkan keberadaannya, tiba-tiba serangan dari belakang orang itu di lancarkan hingga membuat orang itu berkata "Aarrggh" karena kesakitan.


Naori melanjutkan serangannya dengan melompat ke atas untuk meraih leher orang itu dan menyekap lehernya dari belakang seraya berkata "Jangan bergerak!"


...


"Atau kau bisa mati!" ucap Naori mengancam orang itu.


Bagaimana kalau aku bergerak? tanya orang itu kepada Naori yang mengancamnya dengan raut wajah meremehkan.


"Mati! ... kali ini aku serius!" ucap Naori mengeluarkan Killing Intent yang begitu kuat di belakang orang itu hingga membuat tubuhnya gemetaran, Naori pun menggeledah senjata yang ada pada orang itu dengan meraba seluruh tubuhnya secara perlahan, Naori menemukan puluhan belati yang di pasang pada sabuk yang ia kenakan di pinggang dan beberapa jarum berbau busuk yang sepertinya di lapisi oleh racun, selesai mmeraba semuanya Naori pun melihat orang itu dengan tatapan membunuh melihat orang itu dari belakang kerudung jubahnya.


Karena penasaran dengan wajahnya Naori pun membuka keerudung orang itu dengan cepat sehingga membuat orang itu memberontak dan memukul perut Naori mengggunakan siku tangannya setelah Naori melepaskan kerudung jubah miliknya.


Buk!


Setelah di pukul, dekapan tangan Naori menggendur sehingga membuat orang itu mampu lepas dari genggamannya dan bergerak menjauh dari Naori dengan kerudungnya yang telah terlepas dari kepalanya.


Lalu Naori melepas tangan kanan dari wajahnya dan menatap perempuan itu dengan muka bersalah seraya berkata di dalam hatinya sekali lagi "Apa aku baru saja meraba tubuh seorang perempuan? kumohon katakan ini hanya mimpi"


Sosok perempuan cantik itu memasang raut wajah cemberut karena semua senjatanya telah di lucuti Naori dari tubuhnya, ia pun menatap Naori dengan tatapan tajam sembari mengambil belati dari balik tubuhnya yang belum pernah di raba Naori.


Perempuan itu mengambil sebuah belati dari balik dua belah dada yang ia punya, Naori merasa semakin tidak enak, soalnya dia sendiri tidak sengaja melecehkan seorang perempuan.


"Tunggu! bisa kita bicara sebentar?"


Perempuan itu tidak mendengarkan, ia bersiap menyerang dengan belati yang ada di tangan kanannya, Naori panik, ia tidak bisa meyakinkan perempuan itu berhenti untuk berbicara sebentar, perempuan itu terbang bergerak menuju ke arah Naori dengan tangan kanannya yang ada di dypan dadanya lalu menebas setelah jarak antara dirinya dengan Naori begitu dekat.


Slash!


Naori menangkis tebasan belati itu dengan mengorbankn tangan kirinya agar Naori mampu menangkap perempuan itu, namun pergerakannya begitu cepat sehingga perempuan itu menjaga jarak dari Naori setelah mebebas kemudian kembali maju dan menebas lagi, Naori masih mengorbankan tangan kirinya, namun kali ini ia melambatkan waktu agar kecepatan tubuhnya mampu menyeimbangi perempuan itu dan berhasil menangkap kedua tangannya lalu menggenggamnya ke belakang untuk mengunci pergerakannya.


"Ugh ..." perempuan itu terkejut dengan pergerakan Naori yang cekatan dalam mengunci pergerakannya begitu cepat, perempuan itu mencoba memberontak lagi namun kali ini Naori mengikatnya dengan berkata "Dark Bind" untuk membuat perempuan itu terikat oleh tali yang terbuat dari elemen kegelapan.


Naori diam setelah menangkap perempuan itu, ia masih melihat perempuan itu dari belakang dengan menggigit bibirnya seraya berkata di dalam hatinya "Perempuan ini ... dia benar-benar tipe perempuan yang selama ini aku cari!" batin Naori.


"Andai saja dia adalah seorang perempuan biasa, aku pasti akan langsung mengajaknya untuk menjadi pacarku" batin Naori sekali lagi dengan membuang mukanya ke samping.


Perempuan itu masih memberontak, ia mencoba melepaskan dirinya dari ikatan milik Naori, Naori yang peka dengan keadaannya membawa perempuan itu ke atap gedung dan menjauh darinya lalu melepaskan ikatan yang mengikat perempuan itu seraya berkata "Bisa kita bicara? aku benar-benaar tidak sengaja melakukannya"


"Mesum, ... beraninya kau membuka kerudungku" ucap perempuan itu menggertakkan giginya karena kesal.


"Jika saja kerudungku tidak terbuka, aku mungkin tidak akan mempermasalahannya, tapi sekarang ... Kau harus mati Dark Crow!" teriak perempuan itu maju menyerang Naori lagi.


Naori menghindar dan mundur ke belakang, ia tidak lagi memikirkan caranya kabur dan menyerang balik perempuan itu karena wajah yang di miliki perempuan itu adalah tipe idealnya, wajah yang cantik, bola mata berwarna kuning, rambutnya yang berwarna putih bersih, serta memiliki aset ( buah dada ) dengan ukuran berada di atas rata-rata, Naori jatuh cinta dalam pandangan pertama melihat wajah perempuan itu.


Slash! perempuan itu menebaskan belatinya pada Naori, Sedangkan Naori sendiri mengorbankan tangan kirinya yang telah berlumuran banyak darah karena terkena beberapa kali tebasan oleh perempuan itu, Naori terpojok, ia sudah tidak punya tempat lagi untuk mundur.


"Hah ..." Naori menghela nafasnya seraya berkata "Mungkin hanya sampai di sini saja, aku hanya senang bertemu denganmu, karena itulah ... Zyglitte jaga dia untukku!" ucap Naori terjun ke bawah gedung dengan merentangkan tangannya dan berkata sekali lagi "Aku akan bertemu denganmu lagi dengan memperlihatkan wajah asliku padamu!" teriak Naori begitu kencang.


"Karena itulah, saat hari itu tiba, aku akan mengungkapkan perasaanku padamu!" ucap Naori sekali lagi yang kemudian menghilang secara tiba-tiba meninggalkan perempuan itu di atas gedung.


Di atas gedung perempuan itu menggertakkan giginya seraya berkata "Apa yang di maksud olehnya dengan mengungkapkan perasaan" ucapnya sembari mendekap aset yang ia miliki dengan perasaan jijik.


To be Contiuned*