
Soul Knight: Albino
Di luar Gate waktu sudah berlalu selama tiga hari, di rumah tepatnya di ruang tamu, Merlin, Cyren, Galoth, Segawa dan Koriko berkumpul dan duduk di sofa sembari membahas kejadian yang menimpa Naori.
"Segawa, dimana Kaori?" tanya Galoth kepada Segawa.
"Kaori ada di kanar paman" jawab Segawa.
"Aku kasihan pada anak sepertinya, ayah dan ibunya sudah pergi lalu sekarang malah di tinggal oleh kakaknya ... Bagaimana cara anak usia 15 tahun sepertinya bisa hidup sendiri?" ucap Merlin mencoba mengubah topik dan memulai pembicaraan.
"Tenang saja Merlin, mulai sekarang aku akan tinggal di sini bersama Segawa untuk mengurus Kaori" jawab Cyren.
"Meskipun begitu, kita juga butuh Koin untuk menghidupi kebutuhannya" ucap Galoth menyela.
"Aku yang akan membiayai kehidupannya paman jawab Segawa, "aku bekerja di Magic Market milik keluarga, jadi sebagian keuntungannya bisa aku berikan kepada Kaori" ucap Segawa sekali lagi menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu ... sudah di putuskan, Cyren akan tinggal di sini dan Segawa akan memberikan Koin hasil keuntungan dari Magic Market milik keluarganya" ujar Merlin.
"Galoth, Koriko!" ucap Merlin tiba-tiba memanggil nama mereka dan langsung menatap ke duanya, "kita akan melakukan Raid Gate untuk menghasilkan beberapa Koin untuk Kaori" ucap Merlin yang kemudian berdiri dan berjalan keluar mengajak Galoth dan Koriko.
"Baik" jawab Koriko.
Galoth yang diam hanya mengikuti ajakan Merlin dan ikut berjalan pergi, karena hanya ada Cyren dan Segawa di ruang tamu, suasana menjadi canggung, Cyren yang melihat Segawa memalingkan wajahnya mulai berbicara dan bertanya "Apa Kaori sudah tidak masuk sekolah tiga hari ini?"
"Iya bi, Kaori hanya mengurung dirinya di kamar, mungkin sesekali keluar untuk makan dan minum di dapur lalu kembali ke kamarnya" jawab Segawa.
"Bibi jadi khawatir, semoga saja anak itu bisa segera menerima kenyataan dan kembali ceria" guman Cyren dengan tangannya yang mengepal di dadanya berharap Kaori segera kembali seperti semula.
Hari-hari berlalu sangat cepat, Merlin, Galoth dan Koriko yang sudah melakukan Raid Gate selama satu minggu penuh mendapatkan Ribuan Koin Platina dan langsung di berikan kepada Cyren yang mengurus Kaori.
"Terima ini Cyren!" ucap Merlin menyerahkan chip penyimpanan kecil bersama Galoth dan Koriko yang kelelahan.
Lalu Cyren menempelkan chip itu ke dahinya dan melihat isi chip itu, Cyren langsung terkejut dan tanpa sadar berkata "Banyak sekali!"
"Itu wajar, lagipula Kaori akan segera lulus dari SMP dan masuk ke Akademi Kontraktor kan?"
"Terima kasih atas kerja keras kalian" ucap Cyren dengan tersenyun lembut melihat chip yang di berikan Merlin padanya.
Lalu Merlin, Galoth dan Koriko mulai pergi dari sana dengan wajah lesu.
Segawa yang mendengar percakapan mereka dari dalam rumah mulai keluar dan langsung menghampirinya.
Klek*
Pintu rumah terbuka dan Segawa keluar dari sana, "Bibi boleh aku bertanya sedikit?"
"Boleh, tanyakan saja" ucap Cyren mempersilakan Segawa bertanya.
"Kenapa kalian melakukan semua ini demi Kaori?" tanya Segawa dengan wajah bingung.
"Hhhmmm ... dari mana aku harus menjelaskan ..." Ucapan Cyren terpotong karena sedang mengingat kejadian yang ingin di ceritakan olehnya kepada Segawa.
... Cyren diam sejenak lalu mulai menceritakan sebuah alasan kepada Segawa, "Kau tau Segawa, Ibu Kaori adalah seseorang yang sangat baik, bukan hanya ibunya, ayahnya juga, mereka berdua menyelamatkan kami dan membuat kami menjadi Transcencent Rank hingga sekarang ini"
"Saat Aku, Merlin, Galoth, Koriko dan yang lainnya masih berada di S Rank, mereka berdua menyelamatkan kami dari Bahemoth yang keluar dari Gate Break Transcendent Rank"
"Hari-hari berlalu sejak kejadian itu, kami menjadi teman setelahnya, sejak kami menjadi teman dan berburu bersama di Gate, mereka berdua memberikan Magic Stone dan Elexir yang di temukan kepada kami dan membuat kami menjadi sangat kuat seperti sekarang ini ... jadi karena itulah, bahkan jika nyawa kami taruhannya, Anak Liori harus hidup dengan aman apa pun yang terjadi untuk membayar hutang kami yang belum lunas kepada mereka berdua" ujar Cyren menjelaskan dengan raut wajahnya yang sedih.
"Maaf bibi, aku bertanya hal yang tidak sopan" ucap Segawa dengan ekspresi murung.
"Tidak apa-apa nak, lagipula itu sudah berlalu" ujar Cyren.
"Ayo masuk dan menyiapkan makanan! ini sudah saatnya makan malam" ajak Cyren kepada Segawa untuk segera menyiapkan makanan.
"Baik" jawab Segawa singkat dengan raut wajahnya yang kembali seperti semula.
Di dalam Gate, Naori yang sudah membunuh banyak sekali Bahemoth selama tiga hari dan mengumpulkan ribuan Soul Knight di dalam Soul Power miliknya.
Hisss*
Soul Knight yang sangat besar berbentuk ular panjang langsung mengibaskan ekornya dan membuat banyak Bahemoth hancur dalam sekali serangan.
"Hahaha ... bagus Albino" ucap Naori tersenyum jahat sembari memikirkan kembali kejadian beberapa hari yang lalu.
Blar! Blar! Blar!
Suara serangan semakin menggelegar sesaat setelah Naori mendekat, banyak Soul Knight yang mulai hancur membuat Magic Power Naori terkuras.
"Itu kan ... Ular!"
Naori melihat sosok ular putih besar dengan corak merah menghabisi seluruh Soul Knight yang ia punya, karena tidak bisa berbuat apa-apa Naori memerintahkan semua Soul Knight kembali ke bentuk cahaya dan membuat semua cahaya itu terbang ke atas.
Naori menggerakkan jarinya lalu menggengamnya, Seketika seluruh Soul Knight berubah lagi dan jatuh dari atas menimpa Ular besar itu dan para Bahemoth lainnya.
Melihat Soul Knight miliknya tidak bisa membuat ular itu terluka, Naori mengeluarkan busurnya dan membuat anak panah dari elemen angin.
Swosh! Suara anak panah itu melesat dan mengenai tubuh ular itu.
"Cih, meleset!"
Naori kembali membuat anak panah dan menembakkannya kembali, ular itu yang menyadari bahaya dari panah Naori mulai memperhatikan dan menghindarinya.
"Meleset lagi? ... ular ini, jangan meremehkanku!" ucap Naori berteriak dan mulai membuat anak panah dari elemen angin dan elemen cahaya.
Fusion Skill: Wind Arrow Fusion Light Arrow
Ting!
[Skill Twilight Arrow telah di dapatkan]
[Skill telah di tambahkan ke daftar Skill]
"Begitu ya ... jika aku menggabungkan sebuah skill yang tidak memiliki kecocokan, apa mereka akan bergabung dan membentuk sebuah skill?"
[Benar sekali Master]
[Skill Fusion memang di gunakan untuk menggabungkan segala jenis skill yang tidak memiliki hubungan]
[Misalnya saja Elemen api dan es, jika di gabungkan dengan skill Fusion, kemungkinan akan terbentuk sebuah skill api dengan suhu dingin ataupun es dengan suhu panas]
"Oohhh, hebat"
Tiba-tiba sebuah serangan di lancarkan ke arah Naori, Naori yang tadinya mendengar perkataan Alter, raut wajahnya langsung berubah menjadi serius dan menghindari serangan dari kibasan ekor ular itu.
Teleportasi
"Beraninya kau ..." Naori menarik tali busurnya menggunakan anak panahnya yang baru dan menembakkannya.
Swosh!
Anak panah itu melaju lebih cepat daripada Wind Arrow dan mengenai ular itu, sesaat setelah anak panahnya mengenai ular itu, Naori berkata "Vatality" dan anak panahnya langsung menembus kepala ular putih itu dan membuatnya mati.
Naori mendekat dan berkata "Simpan jiwa!" lalu membuat Soul Knight dari jiwa ular itu.
Soul Knight
Cahaya hijau yang lumayan besar muncul mengitari Naori dan mulai berubah bentuk menjadi ular raksasa yang baru saja ia bunuh.
[Silahkan tentukan nama untuk Soul Knight anda!]
"Nama? memangnya Soul Knight bisa di beri nama?"
"Nah ... kalau begitu, karena tubuhmu yang berwarna putih cerah dengan corak tubuh yang menarik, aku akan memberimu nama ... Albino!"
To be Contiuned*