Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 139



Teknik Lainnya


Pagi hari telah berlalu, setelah mencari sayuran di hutan itu, Naori menyerahkan sayuran itu kepada Chloe agar bisa di masak menjadi makanan, sayuran yang di temukan Naori pun di makan oleh keduanya, bersama dengan daging ayam yang di simpan dari sisa daging tadi malam.


Setelah selesai sarapan, Naori kembali berlatih teknik Pembentukan bersama Chloe, Chloe mengarahkan Naori untuk memulai lagi dari Magic power dengan kepadatan rendah, namun Naori menolak, ia sudah mengulangnya berkali-kali saat berlatih sendirian kemarin.


Plak!


Karena menolak Naori mendapatkan pukulan di kepalanya, "Jadi sekarang kau menolak latihan ini!?" ucap Chloe dengan nada kesal.


"Tapi ..." ucapan Naori terpotong karena Chloe menyela dengan berkata "Cukup! lakukan saja!"


"Ba-Baiklah" ucap Naori menurut dengan perkataan Chloe.


Seharian penuh, Naori berlatih teknik Pembentukan dengan Magic power yang lembek, latihan itu begitu mudah sehingga membuat Naori bosan dan menguap karena mengantuk saking bosannya mengulangi hal yang sama selama beberapa jam.


"Kak, sampai kapan aku harus melakukan latihan ini? aku ingin berlatih dengan kepadatan yang lebih padat lagi dari pada ini" ucap Naori dengan lesu.


"Berhenti mengeluh! hari ini kau harus terus berlatih Magic power dengan kepadatan seperti ini!" ucap Chloe juga membentuk sebuah bola Magic dengan kepadatan yang sama seperti yang sedang Naori gunakan untuk berlatih lalu memainkan bola Magic itu.


"Bagaimana ini? apa aku harus berlatih dengan latihan yang mudah ini seharian? kenapa kak Chloe melakukan ini? bukankah seharusnya kak Chloe menyuruhku berlatih lebih keras lagi?" batin Naori dengan banyak pertanyaan yang ada di dalam pikirannya menyadari perilaku aneh Chloe.


Selama seharian penuh, Naori hanya berlatih menggunakan Magic power dengan tekstur yang lembek, bahkan kepadatannya seperti yang biasa ia gunakan saat menggunakan Skill, tidak ada kesusahan sama sekali, hal itu membuat Naori melakukan teknik Pembentukan hingga ribuan kali selama hari itu.


Hingga sore hati pun tiba, Naori meminta istirahat kepada Chloe lebih cepat dari hari kemarin, Naori naik ke atas pohon untuk melihat matahari terbenam di barat, ia sedikit menghela nafasnya dengan ekspresi bosan yang terlukis di wajahnya.


"Kenapa kak Chloe tiba-tiba memintaku melakukan latihan semudah ini? ... ini bukan sifat kak Chloe yang aku kenal" gumam Naori.


Naori merenung, ia tidak mengerti apalagi yang harus di lakukan untuk meningkatkan kekuatannya lebih kuat lagi, Alter pun akhirnya berbicara setepah sekian lama karena tiba suasana di mana Naori memiliki waktu luang dan sendirian.


[Master]


"Ada apa Alter?" jawab Naori merespon panggilan Alter.


[Bagaimana kalau Master melatih Skill yang berhubungan dengan elemen cahaya?]


"Mmm~ ... Baiklah" ucap Naori langsung turun dari pohon dan berjalan ke hutan mencari tempat untuk berlatih, tidak lama kemudian Naori menemukan sebuah area kosomg tampa pohon, Naori pun berlatih di sana, Naori membuat pedang dari elemen cahaya untuk berlatih teknik pedang


"Huff ..." Naori membuang nafasnya karena merasa sedikit lelah, hari sudah malam, dan dibtempat itu begitu gelap, hanya pedang Naori yang bercahaya karena terbuat dari elemen cahaya, hal itu menarik beberapa serangga yang menyukai cahaya mendekat ke arah Naori.


"Eugh, kenapa serangga-serangha ini menempel padaku?" ucap Naori mengibas-ibaskan tangannya untuk mengusir serangga-serangga yang nendekatinya.


Ciut!


Salah satu serangga menyerang Naori dengan menggigit tangannya, Naori kesakitan dan berkata "Akh" secara tidak sadar lalu mengibaskan tangannya untuk menyingkirkan serangga itu, merasa terganggu dengan hal itu Naori menebaskan pedangnya untuk menyerang serangga-serangga yang mendekatinya.


Slash! Slash! Slash!.


Naori hanya menebas angin, karena ukuran para serangga itu begitu kecil, sangat susah bagi Naori menebas salah satunya, sampai Notifikasi system berbunyi.


Ting!


[Skill Fate of Hlessing telah aktif]


"Skill ini ..." ucap Naori yang sedikit terkejut saat menebas karena mengetahui kalau skill Fate of Bllessing aktif.


Slash!


Entah karena apa, tebasan Naori barusan memotong salah satu serangga karena pergerakan laju tebasan yang berubah, hal itu membuat Notifikasi system kembali berbunyi.


Ting!


"Mmm~ ... sepertinya kali ini skill itu membantuku, baguslah, karena akhirnya aku mampu memghabisi para serangga sialan ini!" ucap Naori dengan nada mengerikan melihat para serangga yang terbang menjauh darinya.


"Jangan harap bisa pergi sialan!" teriak Naori sambil mempersiapkan pedangnya yang di lapisi Magic power untuk menebas.


Slash!


"Wind Slash!"


Naori bergerak dengan cepat maju ke depan untuk menebas, "Masih belum" ucap Naori memutarkan tubuhnya untuk menebas lagi.


Slash!


"Hahahaha"


Naori tertawa sangat keras, bahkan suaranya sampai terdengar di tempat Chloe sedang memasak, perasaan Naori sekarang ini benar-benar senang saat membalas perbuatan para serangga yang mengganggunya, hal itu membuat Naori terus menebas para serangga di tempat itu sampai Skill Sword Masternya meningkat lagi hanya dengan menebas serangga sepanjang malam.


Malam berlalu dan hari telah berganti menjadi pagi, Naori mulai berlatih lagi dalam pembentukan Magic power bersama Chloe sampai akhirnya Chloe memberikan contoh.


"Magic powermu terlalu padat, lihat ini!" ucap Chloe membuat sebuah bola Magic dengan kepadatan yang sesuai, Chloe pun menunjukkannya kepada Naori lalu mengarahkannya dengan mengajarinya secara langsung, dengan cara membentuk sebuah Magic power yang padat dengan cara mengendalikan Magic power yang lebih lembek untuk memutari tekstur Magic power yang padat, setelah itu Chloe membentuk Magic power yang begitu padat menjadi sebuah pedang panjang seraya berkata "Apa kau sudah mengerti nak?"


"Ba-Bagaimana cara melakukan itu kak? mengendalikan dua Magic power yang berbeda secara langsung!"


"Haha ... karena aku jenius" ucap Chloe dengan bangga.


"Cih, apa hanya karena bakat? akan susah untuk meniru hal tadi" batin Naori.


Melihat Naori merenung setelah melihatnya melakukan hal tadi, Chloe menyentuh kepala Naori dengan tangannya lalu berkata "Tenang saja nak! kita masih punya banyak waktu"


"Banyak waktu? aku hanya punya satu bulan ... dan aku harus menghadapi perempuan itu dengan latihan yang setengah-setengah seperti ini?" batin Naori langsung membantah setelah mendengar perkataan Chloe.


Naori bangun dan menyingkirkan tangan Chloe yang menyentuh kepalanya lalu menggertakkan giginya dan berkata "Banyak waktu? jangan bercanda kak! aku hanya punya satu bulan lagi dan aku bahkan belum berkembang sama sekali!" teriak Naori.


"Satu bulan? apa maksudmu nak?" tanya Chloe bingung.


"Di jelaskan pun kak Chloe tidak akan mengerti, aku harus melawan seorang jenius! bagaimana caraku melawannya? ... bahkan terakhir kali saja aku tidak mampu berekasi pada serangannya" ucap Naori dengan nada yang semakin merendah.


"Apa? sebenarnya orang seperti apa yang lebih jenius dari anak ini!?" batin Naori terkejut mendengar perkataan Naori.


"Maafkan aku nak, aku tidak tau kalau kau memiliki masalah seperti itu" ucap Chloe dengan nada yang lembut karena merasa bersalah.


"A-Aku juga minta karena sudah berteriak kepada kakak" ucap Naori memalingkan wajahnya


"Aku benar-benar merasa bersalah mencoba menghentikan anak ini berkembang karena takut di masa depan anak ini akan menjadi sombong kalau mengetahui dirinya jenius" batin Chloe.


"Kalau sudah ada yang melampaui anak ini beda lagi ceritanya, aku benar-benar akan melatih anak ini menjadi seorang jenius yang sesungguhnya" batin Naori berniat melatih Naori dengan serius kali ini.


"Hah ..." Chloe menghela nafasnya, "ini akan benar-benar menjadi hari yang melelahkan mulai sekarang" ucap Chloe mengeluh sedikit.


Naori masih murung, ia menjadi sangat kecewa setelah tidak bisa berkembang melatih teknik Pembentukan bahkan setelah Chloe menunjukkan contoh langsung menggunakan teknik itu, Chloe pun menyentuh pundak Naori seraya berkata "Nak, ayo kita mulai pelatihan lagi!"


"Tapi ... aku tidak bisa melakukannya lebih jauh lagi kak" ucap Naori dengan lesu.


"Tidak, kita tidak akan berlatih teknik Pembentukan, tapi kita akan berlatih teknik Penguraian!" ucap Chloe mengungkapkan teknik lainnya selain teknik Pemadatan dan Pembentukan.


"Hah!? ... Pengu- ... raian!?"


Advanced In the Next Chapter~