
Permintaan Naori
Di tempat itu Naori yang heran dengan situasinya, terkejut dan berkata "kenapa Kiyoshi ada dua!?"
Para Knight yang melihat Naori berada di situ langsung mendekat dan berlutut, "Maafkan kami Master" ucap Priestess dan Starlight secara bersamaan.
Lalu Kiyoshi yang mencengkram leher Kiyoshi yang satunya melempar tubuhnya dan mendekat ke arah Naori lalu berlutut.
"Chaos Knight meminta maaf kepada Master" ucapnya seraya memberitahu dirinya kalau Sosok Kiyoshi yang Naori lihat adalah Chaos knight.
Lalu Naori mengabaikan ke tiganya dan berjalan pergi menuju tubuh Kiyoshi yang di buang Chaos Knight.
Naori berjongkok dan menyentuh tubuhnya lalu memejamkan matanya, "... Aku memaafkan kalian" ucap Naori yang berdiri dan berbalik menatap ke tiga Knightnya.
"Aku bisa merasakannya ... kalian benar-benar menyiksa Kiyoshi dengan kejam" ucap Naori yang berbalik lagi dan melihat tubuh Kiyoshi yang di hisap kering lalu menatap tajam mata Kiyoshi dengan air matanya yang masih mengalir.
"Aku cukup puas melihat tindakan kalian yang membelot padaku" ujar Naori dengan niat membunuh yang memancar dari tubuhnya menakuti para Knight.
[Master, bisakah anda tenang dulu!]
Bruk! Bruk! Bruk!
Para Knight kembali berlutut kepada Naori, lalu meletakkan senjata mereka di depan dan berkata "Mohon bunuh kami jika Master sangat marah!"
Naori hanya diam melihat tindakan para Knight dengan perasaan buruk, Naori menatap Chaos Knight yang menyerupai Kiyoshi dan menepuk pundaknya.
"Karena kalian sudah menyingkirkan Kiyoshi, Chaos ... kau harus menggantikan peran Kiyoshi! aku akan menghubungi Arisu dan Kiyoko untuk bekerja sama dengamu dan membatalkan konspirasinya" ucap Naori yang berjalan meninggalkan ketiga Knightnya yang masih berlutut.
"Sia-sia saja aku membuat sebuah Konspirasi untuk membuat Kiyoshi menjadi bidak ku" ucap Naori sambil memegang kepalanya karena pusing mengingat permintaan yang ia ajukan kepada Arisu dan Kiyoko saat berada di Distrik 18 ( Chapter 62 ).
<--Di Distrik 18 Jalan XXXXX nomor 98 di sebuah rumah berwarna abu-abu-->
"Aku ingin memberitahu kalian sesuatu" ucap Naori yang duduk dengan ekspresi dingin.
"Kiyoshi, dia berbohong soal fungsi System miliknya" ujar Naori.
Mendengar perkataan Naori, Arisu yang tadinya masih menatap tubuh Inou dan Ojima langsung terkejut dan berkata "Apa!? Kiyoshi berbohong?"
"Apa maksudmu Naoya?" ucap Kiyoko yang memasang ekspresi waspada kepada Naori.
Lalu Naori berdiri dan membelakangi Arisu dan Kiyoko seraya berkata "Kiyoshi memiliki Killing System kan? dia bilang kalau System miliknya bisa meningkatkan kekuatannya setelah membunuh Bahemoth ... Tapi! apa kalian tidak mencermati dulu nama System milik Kiyoshi?"
"Killing! ... artinya membunuh" gumam Arisu, lalu Arisu langsung paham dengan apa yang di maksud Naori tentang mencermati nama System.
"Jadi maksudmu System milik Kiyoshi juga bisa meningkatkan kekuatan setelah membunuh mahkluk hidup lain selain Bahemoth?" tebak Arisu yang sepertinya memiliki intuisi yang tinggi.
"Tepat sekali, itu adalah Manusia, mungkin saja dengan Sysem miliknya dia akan menusuk kita dari belakang demi meningkatkan kekuatannya" ujar Naori menjawab tebakan Arisu.
"Apa? tapi Kiyoshi sendiri bilang kalau System miliknya hanya memberikan misi membunuh Bahemoth" ujar Kiyoko melawan perkataan Naori.
Lalu Naori mengeluarkan bola bercahaya dan menunjukkannya kepada Arisu dan Kiyoko seraya berkata "Ini adalah Killing System milik Kiyoshi!"
"Itu ...? System?"
Ke duanya terkejut sekaligus takjub dengan bola bercahaya yang ada di tangan Naori, "Apa kalian masih meragukanku yang sudah melihat fungsi dari Killing System milik Kiyoshi?" tanya Naori dengan tatapan tajam kepada Arisu dan Kiyoko.
"Lalu apa yang harus kita lakukan kepada Kiyoshi?" tanya Kiyoko yang masih terkejut sekaligus takjub melihat bola bercahaya yang di bawa Naori.
"Inilah permintaanku ... Saat Kiyoshi bangun, bilang padanya! kalau kalian mendapat sebuah Notifikasi System yang menjelaskan kalau energy system milik kalian terkuras"
Lalu Naori kembali duduk seraya berkata "Aku akan mengatur situasi di mana Kiyoshi akan mencoba untuk menyerah soal System miliknya"
"Kenapa kau ingin kami menghianati Kiyoshi?" tanya Kiyoko yang heran mendengar permintaan tidak masuk akal Naori.
"Karena ..." Naori membuka topi dan masker yang selama ini ia pakai dengan memperlihatkan wajahnya kepada Arisu dan Kiyoko seraya berkata "Aku ingin mengendalikan Kiyoshi!"
<--Kembali ke keadaan sekarang-->
Naori yang berjalan pergi dan meninggalkan ke tiga Knigntnya, mulai melakukan tugas harian dari Leveling System.
Ting! Suara notifikasi dari System berbunyi dan menunjukkan kalau tugas harian milik Naori telah selesai.
[Daily Mission telah selesai]
[Hadiah 50 Point stat telah di berikan]
Naori yang berlari setelah menerima notifikasi system langsung berhenti berlari dan menyeka keringatnya yang bercucuran membasahi tubuhnya.
"Aku ingin minum" ucapnya yang melihat mesin minuman di pinggir jalan dan mendekatinya.
Klotak*
Suara kaleng minuman jatuh dan Naori mulai duduk di sebuah kursi yang ada di dekat mesin minuman itu.
Seorang Perempuan berambut Perak
Terlihat sosok perempuan cantik yang memakai baju olahraga dengan rambut perak mendekati mesin minuman itu dan membeli sebuah minuman kaleng yang sama dengan Naori yaitu sebuah minuman kaleng dengan rasa Teh oolong.
Lalu perempuan itu duduk di samping Naori sambil mulai membuka kaleng itu dan segera meminumnya.
Glek* Glek* Glek*
Wanita itu langsung menghabiskan menumannya dengan segera dan menatap Naori, melihat perempuan itu menatapnya Naori juga membalas tatapannya.
"Apa? kau terganggu aku duduk di sini?" ucap perempuan itu sesaat setelah Naori menatapnya.
"Tidak juga, aku hanya heran melihat seorang perempuan mampu meminum satu kaleng penuh dalam waktu singkat" jawab Naori.
"Kau menghinaku?" ucap perempuan itu kembali meminum tegukan terakhir minumannya dan membuang kaleng itu ke tempat sampah yang ada di sampingnya.
Lalu Naori juga meminum minumannya hingga habis dan membuang kalengnya seraya berkata dengan nada yang lembut "Sangat jarang melihat perempuan cantik sepertimu, bagaimana mungkin aku menghinamu?" ucap Naori yang kemudian berdiri dan berjalan pergi dengan cepat meninggalkan perempuan itu karena malu dengan perkataan yang baru saja dia ucapkan.
Perempuan itu terkejut dan hanya melihat Naori menghilang dari pandangannya, karena Naori sudah pergi menjauh perempuan itu mulai tersenyum dan tersipu malu dengan wajahnya yang memerah.
"Tidak aku sangka, ... Ugh* Brengsek! beraninya dia merayuku dengan mengatakan diriku cantik" gumam perempuan itu sambil mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi.
Uuhhh* Perempuan itu menunduk dan menutup wajah dengan menggunakan ke dua tangannya seraya berkata "kenapa nenek menyuruhku melakukan hal ini!?"
"Ini memalukan, aku di goda olehnya dan tidak bisa melakukan apa pun" gumamnya.
Lalu seorang pria kantoran yang gendut berjalan dan mendekati perempuan itu lalu duduk di sampingnya, tepat di tempat Naori duduk sebelumnya.
Karena merasa tidak nyaman, perempuan itu langsung berdiri dan berjalan ke arah ke mana Naori pergi dan meninggalkan pria gendut yang duduk di sampingnya.
To be Contiuned*