Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.1



Note: Chapter ini adalah hasil Colaborasi antara Novel Magic Blessing in Another World dan Raja yang terlahir kembali (Author Inazuma Haruto) di bab 29, serta Colaborasi antara Novel Ghost Temuo (Author Sohan)


Isi Chapter hanyalah Cerita Khayalan semata yang tidak ada sangkut pautnya dengan Cerita Utama Magic Blessing in Another World, jadi Reader jangan bingung


Kalau ngerasa bingung dan tidak cocok karena menganggu cerita utama, Para Readerku bisa Skip aja Chapter ini


Colaborasi ini di dasarkan karena Novel Magic Blessing in Another World menjadi Juara Rising Star di Lomba Super system


Selamat membaca~


Misi Utama di Dunia Lain


[Bangun Master]


"Sudah pagi ya?" ucap Naori bangun dari kasurnya.


[Master, sebentar lagi kapasitas Energy Dimensional akan penuh]


"Apa maksudmu Quest Utama yang lain akan muncul?" tanya Naori.


[Iya Master]


"Berapa lama kira-kira kapasitasnya akan penuh?"


[Sebentar lagi Master]


[ 3 ]


[ 2 ]


[ 1 ]


[Memulai koneksi dengan System Transfer]


Loading ...


[Complete]


[System Dimensi telah terhubung dengan System Transfer]


[Quest dari System Transfer telah dimulai]


Misi: System meminta Player untuk membantu seorang God melawan para Iblis!


Reward: ???


[Transfer System akan segera memindahkan Player menuju tempat tujuan]


"Tunggu Alter! apa maksudmu seorang God!?" Teriak Naori.


[Transfer akan dilakukan]


"Tu-" ucapan Naori terpotong.


"Aaaahhhhh!" Teriak Naori yang terhisap oleh sebuah lubang hitam yang membawanya entah menuju kemana.


Lubang hitam itu membawa Naori ke sebuah dunia yang tidak dikenalnya, bukan hanya itu dirinya bahkan jatuh dari atas langit karena lubang hitam yang terbentuk di atas langit.


"Kuh* Dasar Alter sialan! setidaknya biarkan aku bersiap-siap terlebih dahulu sebelum mengirimku!" Teriak Naori yang mengeluh kepada Alter.


Naori yang jatuh dari langit menunggu dengan diam lalu menoleh sesekali ke kanan dan ke kiri.


"Apa itu? Seorang malaikat? mereka memiliki sayap yang putih dan sangat cantik" Ucap Naori memuji sosok yang ia lihat jatuh dari lubang hitam sama sepertinya.


"Dan sosok apa itu? Skeleton atau mungkin hantu? tubuhnya berbeda dari manusia, dari pada itu apa yang ada di bawah sana? walaupun bukan Magic Power tapi aku bisa merasakan gelombang yang kuat"


[Kekuatan itu berasal dari dua orang Master]


[Dan mereka berdua sedang melakukan pertarungan Master]


"Pertarungan? apa sosok God yang kau maksud ada disana?"


[Benar sekali Master]


[God itu sedang melawan sesosok Demon king]


"Ukh* seperti cerita novel saja"


Naori mulai mendekat ke arah sosok yang menarik perhatiannya, dan sosok itu adalah hantu yang dia lihat.


"Hey, apa kau bisa bicara? aku ingin bertanya sesuatu" Ucap Naori kepada hantu itu.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Ucapnya agak ragu kepada sikap Naori yang to the point untuk menanyakan sesuatu kepada orang asing yang baru dilihatnya.


"Apa kau juga terseret kesini karena sebuah misi?" Tanya Naori kepada hantu itu.


"Bagaimana kau tau? aku dikirim kesini karena sebuah misi dari dewiku yang mengirimku ke sini"


"Tentu saja aku tau- ..." Ucapan Naori terpotong.


"Jangan-jangan kau?"


"Benar, aku juga mendapat misi untuk membantu seorang God" melawan para iblis.


"Benarkah? kalau begitu misi kita berbeda" ucap hantu itu tersenyum kepada Naori.


"Sayang sekali, ngomong-ngomong apa kau bisa terbang?" tanya Naori.


"Tidak, karena itulah aku panik sekarang" Ucap hantu itu seperti pasrah menerima keadaan.


"Haha mungkin karena inilah aku memilih mendekatimu daripada malaikat cantik yang ada disana" Ucap Naori yang bangga entah kenapa.


"Benar juga, apa yang ingin kau lakukan padaku?" tanya hantu itu waspada terhadap Naori.


"Tentu saja menyelamatkanmu" Ucap Naori yang secara tiba-tiba memegang tangan Hantu itu.


"Pegangan yang erat! kita akan meluncur lebih cepat ke bawah" Ucapnya sekali lagi.


"Apa? tunggu apa yang ingin kau lakukan?"


Fly


Swosh!


Pluk! Suara kaki menapaki tanah.


"Hah ... hah ... kukira aku akan mati"


"Tentu saja tidak, Ohh iya kenalkan Namaku Naori Asake" Ucap Naori mengajukan tangannya untuk bersalaman kepada hantu itu.


"Namaku Temuo, salam kenal Naori" ucap Temuo sambil meraih tangan Naori dan bersalaman dengannya.


"Karena misi kita berbeda, kita berpisah disini ya kak Temuo, karena target misiku sendiri berada di sini" Ucap Naori yang tampak lumayan kecewa.


"Apalagi, tentu saja karena kak Temuo lebih tua dariku"


"Hah ..." Temuo menghela nafasnya "jika kita berada di dunia yang sama, aku ingin sekali menganggapmu sebagai seorang adik" ucapnya.


"Kalau begitu aku juga akan menganggapmu seorang kakak" jawab Naori yang menyahut perkataan Temuo.


"Entah kenapa rasanya aneh, mungkin karena kita memiliki kesamaan yaitu menyelesaikan misi" Ucap Naori di dalam hatinya.


"Kalau begitu aku akan pergi, semoga misimu berjalan lancar Naori" Ucap Temuo yang pergi dan melambaikan tangannya.


"Iya kak, semoga misimu juga berjalan lancar" Ucap Naori sambil membalas lambaian tangan Temuo.


[Anda hebat sekali Master]


[Mungkin hantu itu menganggap anda sebagai adik karena sudah menyelamatkan hidupnya]


"Entahlah Alter, pikiranku saat ini sudah terfokus pada target yang lain" Ucap Naori berbalik dan melihat dua sosok yang sedang berhadapan berada di atas langit.


"Sosok itu? apakah dia Malaikat juga? dia memiliki 6 sayap, 2 pasang sayap putih dan 1 pasang sayap hitam" (1 pasang artinya 2 sayap).


"Aku akan segera membantunya" Ucap Naori yang melihat dari kejauhan dan segera bergegas terbang menuju ke arah sosok yang disebut God oleh Alter.


Fly


Naori mulai mendekat sosok itu dan terbang secara perlahan, seketika sosok itu berbalik dan menatap ke arah Naori dan berkata "oi apa yang kau lakukan? cepat pergi dari sini!"


"Aahhh aku datang untuk membantu"


Sesaat setelah celah dari sosok yang disebut God itu terlihat Sesosok yang dipanggil Demon king melancarkan serangannya.


"Matilah Kalian! ... Execution The Chaos"


Slash


Ugh* sial aku lengah.


"Tenang saja aku disini untuk membantumu" ucap Naori yang maju ke depan sosok God itu melentangkan tangannya.


Rebound


Duar! Suara serangan itu memantul kembali dan menyerang Demon king itu.


"Uarkh* Apa yang terjadi?" Ucapnya yang kebingungan saat serangan yang dilancarkan olehnya malah berbalik dan menyerangnya.


"Dia memantulkan seranganku? Manusia rendahan ini?" Ucap Demon king itu dengan ekspresi marah.


Blergh* Naori muntah darah.


"Efek serangannya sangat kuat, Apa ini kekuatan dari seseorang yang dipanggil Demon king?"


"Hey apa kau baik-baik saja?" Ucap god itu menanyakan keadaan Naori


"Aku baik-baik saja, jangan khawatir dan lihatlah ini!"


Charger


Seketika luka Naori sembuh.


"lihat! aku baik-baik saja" ucap Naori terlihat bangga di hadapan sosok itu.


"Bagaimana bisa? padahal kau terluka saat menerima serangan tadi, apalagi luka yang kau miliki adalah luka dalam"


"Karena aku memiliki Skill Stack Charger" jawab Naori.


"Sebuah kemampuan yang menarik, kau disini untuk membantu ku kan?" tanyanya.


"Iya aku akan membantumu menghabisi Demon king sialan ini" ucap Naori.


"Kalau begitu mohon kerja samanya" Ucap God itu menggengam tangannya dan mengangkatnya di depan dadanya.


"Iya, tentu saja" jawab Naori.


"Apa yang dari tadi kalian bicarakan saat sedang bertarung melawanku, Manusia!" teriak Demon king itu yang sepertinya bersiap untuk menebaskan pedangnya.


"Teknik pernafasan aliran berpedang kaminari, jurus ke dua puluh empat, Raikiri!" Ucap God itu mengeluarkan kemampuannya.


"Swift Step X Wind Slash"


Zrrriiing~


Naori dan God itu menebas Demon king itu dengan tebasan yang berbentuk X dan membelakangi Demon king yang tertebas itu.


Slash* Serangan tebasan yang dilakukan oleh Naori dan God itu begitu cepat sehingga menyebabkan delay pada serangan itu yang menyebabkan Demon king itu terkejut, karena sesaat setelah ditebas Demon king itu tidak merasa kalau dirinya ditebas, namun beberapa detik kemudian kerusakan akibat tebasan itu mulai muncul dan membelah tubuh Demon king itu menjadi empat bagian.


"Tidak mungkin, Manusia rendahan bisa melukaiku!? Bagsimana bisa?"


"Entahlah~" Jawab Naori sambil tersenyum kepada Demon King itu.


"Dia tidak akan mati semudah itu, jadi biarkan aku mengakhirinya" Ucap god itu kepada Naori.


"Baiklah, aku akan nengamati dari jauh" jawab Naori mundur dan menjauh dari God itu.


"Keluarlah! Zakfiel"


Seketika waktu didunia itu berhenti dan God itu berkata "Kenapa kau tidak berhenti?"


"Mungkin karena aku juga bisa menghentikaan waktu" jawab Naori


"Begitu ya, sungguh orang yang sangat menarik" ucap God itu.


"Tekhnik pernafasan Air, Jurus ke tiga belas ..." Seketika setelah God itu mengucapkan itu, muncul sebuah bayangan sebuah naga besar di belakang God itu, naga itu melingkar dan membuat sebuah lingkaran dengan kepalanya yang berada di samping pedang yang God itu pegang.


Sayatan tiga belas naga air!


Slash!


God itu menebas sang Demon king lalu menggembalikan waktu seperti semula.


Demon king itu terbelah menjadi dua, dan berkata "Siapa manusia ini!? Lucifugus waspadalah dengan dua manusia yang akan berhadapan denganmu!" Ucapnya menyampaikan pesan lewat pikiran kepada seseorang yang dipanggil Lucifugus.


Tubuh demon king itu mengurai secara perlahan menghilang dari dunia itu.


"Sial, padahal aku baru dibangkitkan untuk memusnahkan seluruh manusia, tapi manusia ini ... sejak kapan ras manusia memiliki seseorang sekuat ini?"


Wush!


Tubuh demon king itu menghilang bagaikan debu yang di terpa angin.


To be Contiuned*