
Utusan God of Destiny: ArcAngel
Di depan rumahnya Naori berteriak-teriak memanggil God of Destiny hingga akhirnya God of Destiny menjawab panggilannya.
Ting!
[God of Destiny melihat anda]
"Apa pun itu, tolong aku! bebaskan aku dari Skill Fate of Blessing ... God of Destiny ... di lihat dari namamu, kau adalah Konstelasi keberuntungan kan!?" ucap Naori.
God of Destiny diam, ia tidak menjawab perkataan Naori hingga akhirnya ia menggertakkdn giginya dan mendongak ke atas seraya berkata "Oi ... kau mendengarku?"
Sebuah tulisan yang tidak di ketahui pun muncul dan mengelilingi Naori, tulisan itu bergerak ke bawah dan membentuk sebuah lingkaran di bawah tanah yang Naori pijak, lingkaran tulisan itu pun mulai berputar secara perlahan sampai berputar begitu kencang hingga cahaya pun muncul dan bersinar begitu terang membawa Naori pergi dari sana dalam sekejap.
Sedangkan Kaori yang mendengar kakaknya berteriak membuka pintu dan melihat ke sekitar, tidak ada satu orang pun di depan rumah, karena itulah Kaori menutup pintunya dan kembali ke dalam rumah.
Di sebuah ruangan berwarna putih di mana Naori berada, pergerakan Naori di kunci dan di jatuhkan oleh seorang utusan God of Destiny yang pernah ia temui di dalam kesadarannya saat boneka bernama Death Doll muncul, Utusan God of Destiny itu menunjukkan raut wajah marah dan permusuhan kepada Naori dengan berkata "Beraninya manusia sepertimu membentak Tuan ******** "
Perkataan seorang utusan itu tidak jelas, bahkan Naori hanya mendengarnya seperti utusan itu berbicara secara asal untuk menyembunyikan nama dari God of Destiny.
"Eugh" Kepala Naori di injak utusan itu dengan tenaga yang lumayan kuat, "apa yang kau katakan? aku tidak mengerti" ucap Naori bertanya.
Raut wajah utusan God of Destiny semakin marah, Naori sendiri mengabaikan perkataannya dan malah bertanya, lalu utusan itu pun terbang, seketika tekanan pada tubuh Naori muncul, tekanan itu terasa seperti mendorong tubuhnya ke bawah hingga Naori tidak mampu menggerakkan tubuhnya bahkan menggerakkan satu jarinya saja tidak bisa.
"Ukh"
"Apa-apaan ... kekuatan ini! aku bahkan tidak bisa menggunakan Teleportasi, ... itu terasa seperti ... semua gerakanku telah di halangi" batin Naori yang merasa panik karena tidak bisa berbuat apa-apa di dalam tekanan itu.
Utusan itu pun mendarat dan membuat tekanan yang menahan Naori hilang, Naori bangun secara perlahan namun di hentikan utusan itu, Brak! suara lutut Naori menghentak tanah terdengar, lututnya hancur karena Di dorong ke bawah oleh utusan itu, namun lukanya sembuh seketika saat dirinya berada di dalam ruangan putih itu, Naori mendongak, ia melihat utusan God of Destiny dengan takut, utusan God of Destiny pun mulai berbicara "Menunduk Manusia, kalau bukan karena kemurahan hati beliau, aku pasti sudah membunuhmu saat kau berada di ruangan ini" ucapnya dengan raut wajah marah.
Naori menurut, ia menundukkan kepalanya dengan patuh karena utusan itu melarang Naori mendongak, ia takut utusan itu mendorongnya kembali ke bawah dan menghancurkan kaki-kakinya, rasa sakit yang di timbulkan dari hancurnya lutut Naori membuatnya menahan rasa sakit itu dengan menggigit bibirnya, ia tidak berani bersuara melihat kekuatannya yang bisa menahan pergerakan dirinya dengan mudah.
Lalu suara God of Destiny pun terdengar sesaat setelah Naori diam.
God of Destiny berkata: Anak manusia, kau semakin lancang setelah akhirnya mendapatkan sedikit teknik dari ikan itu ya?
Mulut Naori terbuka seteng"ah setelah God of Destiny memanggil Chloe dengan sebutan ikan, ia tidak terima seseorang yang mengajarinya berlatih di sebut ikan olehnya, namun ia menahan diri dengan menggigit bibirnya kembali.
God of Destiny berkata: Ada apa? kemana keberanianmu yang berteriak padaku barusan? ... kau takut? kenapa tubuhmu gemetaran?
Seketika God of Destiny pun berkata: Hentikan ArcAngel!
Sing*
Suara pedang terdengar begitu jelas di telinga Naori, utusan God of Destiny hampir menebas leher Naori menggunakan pedangnya, pedang itu telah menggores leher Naori hingga mengeluarkan darah, seperti tadi, luka Naori sembuh seketika, utusan yang di sebut ArcAngel itu menarik pedangnya dari leher Naori dan menyimpannya, raut wajahnya masih begitu marah, tidak hanya marah, sepertinya perasaannya semakin marah melihat Naori berteriak pada Konstelasi yang ia layani, meskipun begitu mental Naori sudah jatuh, pergerakan itu, bahkan dirinya tidak bisa melihat hal itu dengan jelas karena seketika pedangnya berada di lehernya,
Naori kembali menundukkan kepalanya, ia tidak berani lagi kepada God of Destiny, dirinya yang sekarang sudah tidak mampu lagi berbicara kepada God of Destiny.
Melihat hal itu God of Destiny tidak diam saja, akhirnya ia pun berkata: Sudah aku duga mengutusmu adalah keputusan yang salah ArcAngel, apa yang kau lakukan pada anak manusia? kembalilah! biarkan aku yang mengurus anak ini
"Tapi Tuan, saya hanya ..." ucapan ArcAngel terpotong karena God of Destiny menyela dengan berkata: Cukup!
"Baik tuan" ucap ArcAngel menurut dan membuka sebuah Gate lalu masuk ke dalamnya dengan memperingati menggunakan tangannya.
Naori bernafas lega, ia mencoba menyetabilkan pikirannya yang telah buyar karena menghadapi kekuatan yang di luar nalar manusia, God of Destiny menunggu Naori hingga akhirnya ia mendapatkan ketenangannya kembali dengan mendongak ke atas, lalu God of Destiny pun memulai pembicaraan dengan berkata: Maaf, bawahanku pasti menakutimu.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak mengerti, bagaimana caranya makhluk seperti itu bisa ada di dunia ini" ucap Naori berbicara kepada God of Destiny dengan lancar.
God of Destiny berkata: Jadi ... kau ingin menghapus Skill yang selalu menyelamatkan hidupmu?
"Kau tau kan? entah apa pun itu kejadian aneh selalu terjadi padaku setiap kali Skill Fate of Blessing Aktif" ucap Naori mengeluh.
God of Destiny berkata: Maaf saja tapi Skill itu adalah Skill bawaan milikmu jadi aku tidak bisa menghilangkannya, jika kau tetap mau menghilangkannya maka kau mati
God of Destiny berkata sekali lagi dengan perkataan: Jangan jadi serakah dan mengeluh, bersyukurlah dengan apa yang telah di berikan padamu, dengan begitu Skill itu tidak akan sering aktif
Naori diam, ia berpikir sebenarnya apa yang membuat Skill Fate of Blessing aktif dengan menopang dagu menggunakan tangan kanannya dan memiringkan kepalanya sedikit ke kiri untuk mengingat semua momen di saat Skill Fate of Blessing aktif.
"Ahhh aku tidak tau, sebenarnya bagaimana cara kerja Skill ini?"
God of Destiny berkata: Maaf tapi sepertinya aku akan sibuk jadi aku tinggal dulu
"Hah ..." Naori menghela nafasnya dengan berkata "Pergilah! lagipula aku juga memiliki sebuah urusan" ucap Naori kembali menghela nafasnya, lalu ruangan berwarna putih itu pun memudar dan Naori tiba-tiba saja berada di depan rumahnya.
To be Contiuned*