
Xiao Yanji Kepala Sekolah SMA Distrik 17
Setelah melihat kekuatan Naori, mereka yakin bahwa Naori benar-benar telah Awakening, sesampainya di rumah, semuanya berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan keadaan Naori.
Namun bukannya berbicara sesuatu semuanya malah terdiam, mereka terdiam bukan karena tidak memiliki topik pembicaraan, tapi karena Naori melihat dan ada di dekat mereka untuk ikut dalam pembicaraan.
"Ada apa? kenapa kalian semua diam saja?" ucap Naori yang memiringkan kepalanya ke kanan dan melihat semua orang.
...
"Naori, apalagi yang kau ingat selain membunuh Bahemoth di Gate?" tanya Merlin memulai pembicaraan.
"Tidak ada, aku hanya ingat sudah membunuh sepuluh ribu Bahemoth"
"Itu tidak mungkin!" ucap Galoth yang berteriak tiba-tiba saja menyela lalu melotot ke arah Naori.
"Katakan yang sebenarnya nak, apa yang kau lakukan di Gate itu?"
Lalu Naori berdiri dan berjalan ke tempat terbuka di rumah itu dan mengarahkan tangannya ke bawah seraya berkata "Alter, keluarkan seribu Magic Stone!"
"Alter?" guman Kaori mendengar perkataan kakanya.
Seketika Magic Stone yang sangat banyak keluar memenuhi rumah itu dan membuat semua orang terkejut lagi.
"Dia serius" ucap Galoth yang kemudian duduk dengan wajahnya yang terkejut.
Lalu Naori menggenggam tangannya dan berkata "Alter, simpan mereka semua!"
Semua Magic Stone itu hilang seketika seperti tidak pernah ada dalam sekejap
Krucuk Krucuk
Suara perut Naori berbunyi dan membuat Kaori yang tadinya duduk langsung berdiri dan mendekatinya seraya berkata "Apa kau lapar kak? aku akan memasakkan sesuatu jadi duduklah di meja makan"
"Baiklah"
Lalu Kaori menyeret kakaknya ke meja makan sembari menoleh ke belakang dan mengangguk untuk memberikan sebuah kode.
"Karena Kaori sudah mengalihkan Naori, ayo kita bicarakan mengenai apa yang sedang terjadi" ucap Merlin tiba-tiba bicara dengan raut wajah serius.
Beberapa saat setelahnya Kaori memasak makanan untuk Naori dan menyiapkan sebuah minuman dari buah jeruk.
"Ini kak, makanlah" ucap Kaori sembari menyuguhkan makanan dan minuman yang ia buat kepada kakaknya.
Hap
Naori mulai memakan makanannya dan berkata "Sejak kapan kau bisa memasak Kaori?"
"Beberapa bulan yang lalu kak, aku ikut kursus memasak di sekolah" jawab Kaori dengan nada lembut.
"Seperti waktu itu, kau cocok saat memakai celemek milik ibu" gumam Naori yang melihat penampilan Kaori.
"Waktu itu?"
"Aahhh tidak, lupakan!"
Lalu Kaori mendekatkan wajahnya ke wajah kakaknya dan menatap tajam raut wajahnya dengan berkata "Kak ... apa kau berpura-pura hilang ingatan?"
"A-aku tidak tau apa yang kau katakan Kaori"
Muka Naori mulai gelisah, Kaori yang melihat hal itu langsung menebaknya dengan intuisinya dan mengingat kejadian seperti yang pernah terjadi setengah tahun lalu.
Kaori menyentuh dagu Naori dengan jari telunjuknya dan mulai tersenyum jahat memandang raut wajah kakaknya yang gelisah
"Kak!?"
"Aahhh, aku ketahuan" ucap Naori yang kemudian memalingkan wajahnya sembari mengunyah makanannya yang masih tersisa di dalam mulutnya.
"Tapi kenapa kakak membohongi kami?"
"Benar juga" ucap Kaori dengan wajahnya yang khawatir dan menopang dagunya dengan tangan seperti sedang memikirkam sesuatu.
"Akan kakak jelaskan semuanya jika sudah waktunya"
Naori pun langsung melahap makanannya dan mulai meminum air jeruk itu hingga habis lalu berdiri seraya berkata "Aku ingin tidur Kaori, ini adalah rahasia kita berdua"
"Jadi ... kakak minta jangan membocorkannya kepada siapapun! meskipun itu kepada Segawa sekalipun" ucap Naori yang kemudian berjalan pergi dan menaiki tangga untuk ke kamarnya.
"Syukurlah kakak baik-baik saja" ucap Kaori yang kemudian menyeka matanya yang mengeluarkan sedikit air mata.
Ting!
[Anda terkena efek Abnormal Narcolepsy]
"Hoam, aku mengantuk" ucap Naori meregangkan tubuhnya setelah memasuki kamarnya, lalu membaringkan tubuhnya di kasur dan mulai terlelap dengan matanya yang menutup secara perlahan.
[Master, apa anda sengaja melakukannya?]
"Kau tau Alter, jika aku membohongi adikku lagi, aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya ... apalagi aku sudah meninggalkannya sendirian beberapa bulan ini"
"Aku hanya berharap adikku memaafkan kakak yang menyedihkan sepertiku"
Lalu mata Naori tertutup sepenuhnya dan mulai tidur nyenyak di kamarnya karena Narcolepsy.
Beberapa hari berlalu, Naori menjalani hari-hari seperti biasa di rumah, karena dirinya yang sudah lama terjebak di dalam Gate dan tidak tidur selama satu bulan, efek Narcolepsy sering muncul dan membuatnya selalu tertidur di semua tempat
Tidak terkecuali di kamar mandi maupun di dapur, Naori selalu tertidur selama lima belas jam setiap hari, karena ia sudah terjebak di dalam Gate dan telah di nyatakan meninggal, Merlin yang mengurus surat kewarganegaraan dari Naori sibuk berada di Ibukota untuk menunggu giliran mengurus surat-suratnya selama beberapa hari karena padatnya antrian di kantor Ibukota.
Sedangkan sekolah yang mendapat kabar bahwa salah satu muridnya bernama Naori yang ternyata masih hidup mulai mengurus surat-surat pindahan karena mendengar kabar kalau sebenarnya Naori adalah seorang Awakener.
Kepala sekolah yang mendengar berita itu langsung bersiap pergi ke rumah Naori dengan mengenakan jas warna hitam serta dasi berwarna merah.
Siang hari di bawah teriknya matahari, pak kepala sekolah dari sekolah Naori mengetuk pintu rumah itu dengan berkata "Permisi"
Terlihat Cyren membuka pintu dan melihat sosok kepala sekolah, pak kepala sekolah yang melihat kecantikan Cyren tertegun sesaat dan kembali menenangkan pikirannya dengan batuk beberapa kali dan berkata "Apakah ini rumah dari keluarga Asake?"
"Benar, apakah anda mencari seseorang?" ucap Cyren bertanya.
Aku mencari muridku yang bernama Naori, aku dengar dia selamat dari dalam Gate setelah empat bulan berlalu ujar pak kepala sekolah mengungkapkan tujuan kedatangannya ke rumah Naori.
"Aahh begitu, jadi bapak ini siapa?"
"Maaf, sepertinya aku lupa memperkenalkan diriku, namaku Xiao Yanji, anda bisa memanggilku Yanji Kepala sekolah SMA di distrik 17" ujarnya memperkenalkan dirinya sembati menjelaskan.
"Aahh, jadi anda adalah kepala sekolah!? Silahkan masuk pak" ucap Cyren mempersilahkan Yanji untuk segera masuk.
"Baik, terima kasih sudah menyambut saya"
Keduanya pun masuk, terlihat di sofa berwarna putih, Naori berbaring di sana dan tidur dengan nyenyak.
"Bisakah anda menunggu sebentar? Naori sering tidur beberapa hari ini, kami sudah mencoba membangunkannya dengan banyak cara namun dia tidak bangun" ucap Cyren dengan ekspresi heran.
"Kita hanya bisa menunggu Naori bangun dengan sendirinya, ... Silahkan duduk pak! saya akan menyiapkan menuman sebentar di dapur" ucap Cyren kembali mempersilahkan Yanji untuk segera duduk di sofa
"Baik" ucap Yanji yang kemudian duduk di sofa dan memandangi Naori yang sedang tidur.
Beberapa saat setelahnya Cyren membawa satu gelas teh dan menyuguhkannya kepada Yanji, Yanji kemudian membicarakan masalah sekolah Naori kepada Cyren dengan menjelaskan bahwa pernah suatu hari Naori menjawab soal tersulit yang belum pernah di pecahkan.
Cyren yang mendengar penjelasan Yanji sedikit terkejut dan menoleh untuk melihat wajah keponakannya itu, lalu kembali melihat Yanji yang sedang menjelaskan.
Setengah jam kemudian setelah mereka berdua berbicara panjang lebar, tangan Naori bergerak dan mulai mengusap wajahnya.
"Eemmn" Naori meregangkan tubuhnya dan bangun dari sofa kemudian melihat Cyren dan Yanji dengan wajah terkejut seraya berkata "Pak Kepala Sekolah!?"
To be Contiuned*