Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 49



Tekanan Angin!


Swush!


Pesawat jet itu melesat lebih cepat meninggalkan ke-tiga Transcendent Rank yang membuntuti pesawat itu.


Beberapa menit setelah itu wajag Naori mulai menjadi seperti orang mati.


Hoekk!


"Ugh* kepalaku pusing"


"Jangan memaksakan diri anda master! kita sudah menjauh dari ke tiga orang itu" ucap Ai kepada Naori.


"Ti- tidak apa-apa, ... aku masih bisa-" ucapan Naori terpotong.


Hoekk!


"Be-, ... berapa kecepatan pesawat ini?" tanya Naori yang sepertinya mulai mabuk udara lagi.


"800 KM/Jam master" ucap Ai.


"Mustahil, bagaimana bisa secepat itu? padahal aku hanya memblokir angin" ucap Naori.


[Memblokir angin? apa yang anda maksud. Master?]


Lalu Naori mengusap mulutnya dan menatap layar Alter dengan ekspresi lesu, Naori yang masih mengarahkan tangannya ke depan untuk membuat pelindung yang ada di depan pesawat menarik kembali tangannya dan seketika pelindung yang ada di depan pesawat hilang.


Wush!


Kecepatan pesawat itu mulai melambat kembali dan melaju seperti semula 500 KM/Jam.


"Apa kau tau Alter? pesawat ini melaju sangat cepat, karena itulah udara yang di lalui pesawat ini menjadi beban di depan pesawat" ucap Naori menjelaskan.


"Seperti kebanyakan pembalap yang ada di bumi, kenapa mereka mengendarai motor sambil menunduk?"


[Saya tidak tau Master]


"Itu untuk mengurangi tekanan angin yang mengenai tubuh mereka" ucap Naori sambil menunjuk Alter.


"Apakah kau mengerti Ai? seharusnya kau lebih mengerti soal ini daripada aku kan?"


"Saya mengerti master, tekanan angin yang ada di badan pesawat, anda memblokir anginnya agar pesawat ini tidak memiliki beban lagi dan membuatnya bisa melaju lebih cepat" ucap Ai menjelaskan.


"Metode ini, walaupun sangat simpel tapi jika dipakai di pesawat yang memiliki tekanan angin yang tinggi saat melaju, bisa menjadi sangat efektif"


"Master, setelah sampai di fasilitas, bolehkah saya menambahkan fitur ini pada pesawat ini?"


"Tambahkan saja, lagipula pesawat ini- ..." ucapan Naori terpotong karena wajahnya yang seperti orang mati kembali muncul.


Hoekk!


"Bertahanlah master! kita akan segera mencapai Fasilitas" ucap Ai kepada Naori yang kembali mabuk udara.


Di sisi lain


"Sial, kita tertinggal" ucap salah seorang dari 3 Transcendent Rank yang mengejar Naori.


"Tidak apa-apa Kak, lagipula itu adalah tekhnologi Akron Swectler, wajar benda itu bisa bergerak sangat cepat" jawab yang lainnya.


Lalu Orang itu mencengkram kerah orang yang menjawab itu.


"Apa kau sedang memuji Akron Swectler?" ucapnya bertanya dengan ekspresi kesal kepada orang yang menjawab itu.


"Tidak ... hanya saja-" ucapannya terpotong.


"Sudah-sudah tidak ada yang perlu diributkan" ucap orang terakhir menyela dan melerai keduanya.


"Kita harus segera melapor kepada Pemimpin, Akron Swectler memiliki tempat di sekitar perbatasan antara Easteria dan Austral"


"Tch, ayo kembali! aku benar-benar kesal kali ini" ucapnya sambil pergi meninggalkan kedua orang lainnya.


"Tu-tunggu kak!"


Puk!


Orang yang melerai itu menepuk pundak orang yang di cengkram kerahnya.


"Tidak apa-apa, kurasa dia sedang kesal karena tidak bisa membuat kemajuan untuk menemukan tempat persembunyian Akron Swectler"


"Tapi" ucapnya singkat


"Ayo segera kembali! kita harus mengerjakan misi yang lain" ajaknya.


"Baiklah"


"Hhmmm ini aneh, aku yakin Akron Swectler mendeteksi Magic Power dari kita bertiga, seperti ada yang janggal ... biasanya Akron Swectler akan membunuh siapa pun yang mencoba mencari tau tempat persembunyiannya sebelum pulang" ucapnya di dalam hati.


[Target terkunci]


"Apa yang-" ucap orang itu tiba-tiba berbalik.


Duar!


Suara tembakan dari Cyborg terdengar keras saat mengenai orang itu.


Di fasilitas


Pintu pesawat itu terbuka dan muncul sosok Naori yang keluar dari pintu itu.


"Ugh* kepalaku sangat pusing" ucapnya berjalan dengan terhuyung-huyung.


Lalu Alya yang melihat Naori seperti itu berlari dan berteriak "Kak!"


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Alya.


"Hanya mabuk udara, aku tidak apa-apa kok, maaf ya Alya sampai khawatir seperti ini" ucap Naori.


Lalu Jvalri mendekat dan membantu Naori berjalan seraya berkata "Apa kau terluka?"


"Hah ... kukira apa, istirahatlah! aku akan membawamu ke kamar"


Sementara Alya dan Jvalri mengantarkan Naori ke kamar Flami, Gifton dan Andras hanya melihat dan mengikuti dari belakang.


Setelah sampai di kamar Jvalri membaringkan Naori di kasur dan berkata "Tidurlah! aku akan membuatkan minuman hangat untuk membantu mengobati perutmu"


"Terima kasih Jvalri, aku akan istirahat sebentar" jawab Naori.


Lalu Alya mendekati Naori dan duduk di kasur dengan ekspresi cemas seraya berkata "Tunggu sebentar ya kak! Kak Jvalri akan membuatkan minuman yang sangat enak" ucap Alya sambil mengusap dahi Naori dan membelai Rambutnya.


Ting!


[Skill Fate of Blessing aktif]


"Entah kenapa rasanya seperti saat ibu membelai rambutku dulu" ucap Naori di dalam hatinya sambil menikmati rengsangan yang di sebabkan oleh Alya.


Ting!


[God of Destiny melihat anda!]


"Hah? Apa yang kau inginkan?"


"Hhmm?"


Semua orang terkejut saat Naori mengatakan itu, termasuk Andras yang tiba-tiba menatap Naori.


"Apa yang kau katakan kak?" tanya Alya.


"Ahh maaf Alya, tiba-tiba saja Konstelasiku melihatku" jawab Naori.


"Ko-konstelasi? apakah kau seorang Kontraktor? tapi kenapa kau tidak memiliki Sircuit Magis di tamgan kirimu?" tanya Andras.


"Bukan, aku seorang Awakener" jawab Naori.


"Tapi kau bilang kau punya konstelasi" ucap Andras bingung.


"Memang, tapi aku bukan seorang Kontraktor"


"Apakah ada kasus seperti ini?" ucap Andras.


"Hah? apa yang kau maksud?" tanya Naori.


"Bukan apa-apa" ucap Andras yang tiba-tiba memalingkan wajahnya.


"Ahh maaf, aku sedang berbicara dengan adik-adik ku" ucap Naori yang mengalihkan pembicaraannya kepada God of Destiny.


"Hah!? Siapa yang kau sebut adik!?" teriak Andras.


"Diamlah Andras!" ucap Jvalri yang tiba-tiba datang dan menyela.


God of Destiny berkata: Kau tampak menyedihkan


"Sialan! apa kau datang hanya untuk melihat dan menertawakanku?" ucap Naori dengan kesal.


God of Destiny berkata: Kasihan sekali, apa kau ingin sesuatu?


"Apa yang kau bicarakan?" tanya Naori yang bingung.


God of Destiny berkata: Sebentar lagi Hukum Kausalitas akan berubah lagi, karena tindakanmu Sesuatu di planet itu mulai berubah


"Hah ... apa yang kau bicarakan? Kausalitas? kalau tidak salah dulu kau pernah menyebutkannya, tapi apa itu?" Ekspresi Naori tambah bingung.


Ting!


[God of Destiny telah pergi]


"Konstelasi sialan ini!" ucap Naori menggertakkan giginya.


Gluk* Flami menelan ludahnya.


"Apakah dia baru saja bilang Hukum Kausalitas?" ucapnya di dalam hati.


"Kak Naori" ucap Flami yang tiba-tiba berbicara.


"Iya? ada apa Flami?" ucap Naori.


"Apakah kak Naori baru saja bilang Kausalitas?" tanya Flami dengab ekspresi serius.


"Iya, aku berkata Kausalitas memangnya ada apa?" ucap Naori yang masih bingung.


"Apa kak Naori tau apa itu Kausalitas?"


"Tidak" ucapnya singkat.


Sementara Naori dan Flami mengobrol Jvalri yang dari tadi membawa Gelas berisi air berwarna coklat bening mulai duduk di kasur di samping Alya dan mendengarkan.


"Hukum Kausalitas adalah hukum sebab akibat yang mutlak, jika Konstelasi membahas Kausalitas maka kejadian besar akan segera terjadi" ucap Flami menjelaskan.


"Jangan-jangan!? God of Destiny memperingatiku kalau akan segera terjadi bencana" Ucap Naori dengan ekspresi panik.


"Mungkin saja" jawab Flami.


Lalu Naori bangun dari kasur dan mengambil gelas yang dibawa oleh Jvalri.


Gluk* Gluk* Gluk*


Naori meminumnya sampai habis dan berkata "Terima kasih Jvalri, kurasa aku akan istirahat di rumah saja" ucap Naori yang berjalan dan keluar dari pintu.


"Kalau begitu aku pamit pulang dulu" ucap Naori melambaikan tangannya dan berbalik pergi.


"Baiklah, hati-hati di jalan" jawab Jvalri.


"Hati-hati di jalan kak!" teriak Alya.


"Aku benar-benar mengkhawatirkan Kaori" ucapnya dan keluar dari ruangan itu.


To be Contiuned*