Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 22



God of Destiny


Setelah kedua kakak-beradik itu menangis cukup lama keduanya tertidur dengan memegang pedang milik ibu mereka.


Lalu Merlin dan Cyren menggendong Naori dan Kaori lalu memindahkannya ke sofa.


"Cyren, Galoth, Bisakah kalian mengikutiku ke keluarga arnolt? aku akan membayar seluruh hutang Liori"


"Apa kau gila? Hutang Liori setara dengan Setengah Magic Stone yang kita dapatkan kau tahu?" Ucap Galoth dengan lantang.


"Apa kau masih tidak mengerti seberapa besar pengorbanan Liori kepada kita Galoth?" Teriak Merlin.


"Apa kau sudah lupa Galoth? jika bukan karena Liori kau pasti masih menjadi berandalan diluar sana" Ucap Cyren.


"Terserah kalian saja, aku masih memiliki sesuatu yang harus diurus: Ucap Galoth yang pergi meninggalkan Merlin dan Cyren.


"Dasar pria itu" keluh Cyren.


"Tidak apa-apa Cyren kita sendiri tau sebesar apa Galoth Mengagumi Liori, dia pasti sangat sedih dengan kepergian Liori dan rekan-rekan kita yang lain" Ucap Merlin sambil menepuk pundak Cyren.


"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Cyren.


"Pertama mari kita lunasi hutang Liori dan memikirkan bagaimana nasib anaknya Liori, lalu kita pikirkan langkah selanjutnya" Jawab Merlin.


"Baiklah" Ucap Cyren menurut.


"Ayo pergi!" Ajak Merlin.


Setelah beberapa saat Naori mulai bangun.


"Apa mereka sudah pergi?" Ucap Naori lalu ia pun berdiri.


Lalu Naori melepas kalung yang selama ini menekan Magic Powernya.


"Aku benar-benar akan menghancurkan mereka kali ini" Ucap Naori dengan marah sambil mengeluarkan Tekanan Magic Powernya yang selama ini tertahan.


"Kenapa? disaat aku sudah memiliki kekuatan kejadian seperti ini malah terjadi? kenapa aku begitu lemah? bukankah aku sudah pernah berada di Transcendent Rank?"


Naori mulai menangis kembali seraya berkata "Ibu...tidak akan kubiarkan keluarga arnolt bertindak lebih jauh lagi dari ini, karena itulah aku akan menjadi sangat-sangat kuat sehingga semua orang tidak akan bisa mengalahkanku"


Lalu Naori mengambil pedang milik ibunya.


Sword's Wind of Calamity


"Mulai sekarang pedang ini akan menjadi milikku, dan pedang ini yang akan menghancurkan seluruh keluarga Arnolt"


Lalu Naori pergi keluar rumah.


Teleportasi


"Sebenarnya aku hanya ingin Raid gate 1 hari sekali, tapi karena aku bersantai seperti itu Ibu pergi meninggalkan kami"


"Sial...kenapa harus begini?" Teriak Naori.


"Kenapa takdir selalu mempermainkan keluarga kami?" Ujar Naori penuh kesedihan.


Didalam kesedihan yang mendalam itu sebuah skill bawaan yang dimiliki Naori aktif dan dalam kondisi tertentu Fate of Blessing telah aktif dan menarik perhatian Seorang Dewa Takdir.


Ting!


God of Destiny tertarik dengan anda!


"Hah? apa yang diinginkan seorang Konstelasi dariku?" Ujar Naori sambil mengusap air matanya.


God of Destiny berkata: Aku ingin membuat kesepakatan denganmu


"Sebuah Kontrak? maaf saja tapi aku tidak tertarik"


God of Destiny berkata: jika kau menyetujuinya, aku God of destiny akan memberikan 5 Keping luck padamu


"Itu cukup menggiurkan mengingat harganya yang sangat mahal di System Dimensi" Ucap Naori didalam hatinya.


"5 keping? Untuk apa? hanya dengan keberuntungan memangnya bisa menyelamatkan keluargaku?"


God of Destiny berkata: Seseorang yang kau sebut Ibu masih bisa dibangkitkan


"Hah?" Naori terkejut.


God of Destiny berkata: Aku akan memberitahu informasinya jika kau menyetujui kontrak ini


"Tunjukkan padaku!" Ucap Naori dengan serius.


Lalu sebuah kertas muncul dan Naori membacanya.


"Mengawasiku? hanya itu? dan kenapa isi kontrak ini seolah sangat menguntungkanku?" Naori kebingungan.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan God of Destiny?" Tanya Naori


God of Destiny berkata: Aku hanya tertarik oleh sesuatu yang bersinar didalam dirimu


"Baiklah, aku akan menerimanya lagipula aku tidak akan menjadi Kontraktornya" Ucap Naori didalam hatinya.


Lalu Naori meletakkan telapak tangannya di kertas itu.


Ting!


Anda menerima 5 Keping Luck dari God of Destiny


"Jadi? beritahu aku informasinya!"


God of Destiny berkata: Dapatkan 3 Keping Luck yang lainnya dan saat itu tiba aku akan memberitahu informasinya


"Bagaimana bisa begitu? itu melanggar kontraknya"


"Oi kembali kemari!.....Sial dia benar-benar pergi, lihat saja aku akan mendapatkannya secepat mungkin"


"Sebelum itu, aku masih memiliki beberapa Gate yang belum diselesaikan di kota ini"


Skill Mimicri


Malam itu Naori menyelesaikan gate seperti orang gila yang sedang mengamuk, dan hasilnya sampai pagi hari Naori menaklukkan 6 Gate C Rank.


Saatnya pulang Ujar Naori sambil menggunakan Skill mimicri untuk mengubah wajahnya kembali.


Teleportasi


Lalu Naori masuk ke dalam rumah.


"Kaori masih tidur, sebelum dia bangun aku akan membuatkannya sarapan, seperti yang biasa ibu lakukan"


Lalu Naori memakai celemek yang biasa digunakan ibunya dan memasak sesuatu dari bahan-bahan yang dibelinya bersama Kaori kemarin.


Sniff* Sniff* Kaori mencium bau makanan.


"Eemn....Kak?"


"Sudah bangun? cepat kemari kakak memasak sesuatu yang enak"


"Kak...a-apa ibu benar-benar sudah....?" Ucap Kaori tergagap-gagap.


Lalu Naori mendekati Kaori dan memeluknya seraya berkata "jangan takut kakak disini"


"Kak, kenapa nasib kita seperti ini?" Tanya Kaori yang mulai menangis lagi.


"Jangan khawatir mulai sekarang kakak tidak akan meninggalkanmu"


"Benarkah?" tanya Kaori dengan serius sambil mengusap air matanya.


"Iya tapi...kakak akan selalu bekerja saat malam untuk menghasilkan beberapa koin agar kita bisa bertahan hidup"


"Baiklah" Jawab Kaori.


"Ayo makan!" ajak Naori.


"Iya....Kak ini jam berapa?" Tanya Kaori.


"Sudah jam 7"


"Eehhh kita sudah telat berangkat sekolah"


"Tidak apa-apa, lagipula kita sedang berduka kehilangan ibu"


Kaori mulai murung kembali.


Lalu Naori menyemangati adiknya yang sedang murung itu seraya berkata "Jangan menyerah, ayo bertahan hidup bersama! walau tanpa ibu setidaknya masih ada kakak kan?"


"Hhhmmm" Kaori mengangguk.


Lalu sejak saat itu Naori melakukan Raid Gate Setiap hari dan 1 Bulan sudah berlalu.


"Kejar dia!"


"Khe khe khe Bukankah sudah aku bilang, siapa yang mengejarku akan mati"


"Memangnya apa yang bisa kau lakukan saat dikejar puluhan orang?"


Scrash*


"Apa yang bisa aku lakukan? Tentu saja membunuh kalian"


"Apa yang-"


Ting! Selamat telah menyelesaikan Quest


Anda telah menerima +1,000 Point stat


"Heee Guild Forgotten benar-benar lemah seperti namanya dari Konstelasi yang terlupakan"


"Tapi aku akui mereka cukup gigih, untungnya aku tidak membunuh mereka"


"yah aku sudah naik level dan ini sudah larut malam jadi aku harus pulang"


Lalu sesampainya Naori dirumah


"Kaori kakak pulang"


"Selamat datang kak" Jawab Kaori yang sedang duduk bersama seorang wanita.


"Wanita ini lagi, apa sih yang sedang dilakukannya disini" Ucap Naori didalam hatinya.


"Kau sudah pulang? Kalau begitu aku juga akan pulang" Ucap Wanita itu yang segera berdiri dan berjalan menghampiri Naori.


"Terima kasih sudah menjaga adikku" Ucap Naori.


"Tidak apa-apa lagipula aku juga sedang tidak ada kerjaan dan aku kasihan pada Kaori jadi aku ingin menjaganya seolah-olah aku sedang menjaga adikku sendiri" Ucapnya saat melewati Naori


"Ohh begitukah?"


"Tidak seperti kakak kandung bodoh yang menyakiti adiknya" Wanita itu menghina Naori.


"Apa kau menghinaku?....:


"Mungkin saja" Wanita itu tersenyum.


To be Contiuned~