Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter OVA 1.3



Sparring


Keesokan hari nya Naori yang menginap di asrama Akademi semalam keluar dari kamar dan merentangkan tangannya.


"Hup* ... Nyamannya, syukurlah administrator akademi menyiapkan sebuah kamar untuk ku jika tidak aku mungkin akan tidur di jalan semalam" ucap Naori.


[Syukurlah Master]


Lalu setelah meregangkan tubuhnya Naori masuk lagi ke dalam kamarnya dan mandi, "seragam ini bagus juga" ucapnya sambil melepas handuk.


Setelah selesai bersiap, dirinya langsung keluar dari kamar dan mendapati Arashi yang sedang menunggunya.


"Apa kau sudah menunggu lama?" tanya Naori


"Aku baru saja sampai, ayo segera ke kelas!" ajak Arashi.


Triing~


Bel bunyi akademi berbunyi dan seluruh murid yang berbincang-bincang di luar kelas mulai memasuki kelas.


Naori yang masih ragu untuk masuk menunggu di luar kelas karena perkataan Arashi yang menyuruhnya untuk menungggu guru yang akan mengajar.


Step* Step*


Suara langkah kaki terdengar, terlihat sosok pengajar yang membawa pedang dan panah berjalan mendekati Naori.


"Apa kau murid pindahan yang di bicarakan Alex?" tanya pengajar itu kepada Naori.


"Iya saya murid pindahan itu pak" ucap Naori membalas perkataan pengajar itu dengan sopan.


"Kalau begitu ayo masuk ke kelas!"


"Baik pak" jawab Naori mengikuti pengajar itu dan masuk ke kelas dengan ekspresi gugup di wajahnya.


"Dengarkan anak-anak! hari ini kita kedatangan murid pindahan, perkenalkan dirimu nak!"


"Ba-baik, ..." Naori menarik nafas panjang dan mulai memperkenalkan dirinya, "Namaku Naori Asake, aku akan berada di kelas ini untuk sementara waktu jadi mohon bantuannya" Ucap Naori sambil sedikit menunduk.


"Naori, ada tempat kosong di kursi paling pojok, duduk lah di sana! kita akan segera memulai pelajaran" ucap pengajar itu kepada Naori.


"Baik pak" ucap Naori seraya berjalan ke belakang dan duduk di tempat yang di tunjuk okeh pengajar tadi, sesaat setelah Naori duduk pengajar itu berkata "Pelajaran hari ini adalah Sparring"


"Segera ambil senjata kalian dan bergegas ke lapangan! waktu kalian lima menit" ucap pengajar itu yang langsung keluar dari kelas.


"Dasar sialan! setidaknya kalau pelajarannya di luar kelas jangan menyuruhku duduk dong" ucap Naori dengan perasaan kesal di hatinya


Setelah semua murid yang ada di kelas mempersiapkan senjata mereka, semuanya langsung bergegas ke lapangan tempat di adakannya Sparring, tak terkecuali Naori dan Arashi ke duanya sama-sama membawa pedang, hanya saja, Arashi yang membawa pedang bagus dan Naori yang membawa pedang berkarat, ke duanya sangat berbeda bagaikan langit dan bumi.


Melihat Naori yang membawa pedang berkarat, hampir semua murid menertawakannya diam-diam.


Sesampainya di lapangan Sparring, semua murid langsung mengambil secarik kertas yang di bawa oleh pengajar itu.


Naori yang mengambil kertas itu membukanya dan berkata "Aku mendapat nomor 1"


"Aku mendapat nomor 32, itu nomor terakhir" ucap Arashi yang juga memberitahukan undian nomor yang dia dapat.


"Yah~ setidaknya aku akan melawanmu terakhir" ucap Naori yang langsung menuju ke lapangan.


Lawan Naori yang mendapat undian nomor 2 juga ikut masuk ke lapangan dengan ekspresi mengejek di wajahnya


"Akan ku buat kau menyesal" ucap Naori dengan tatapan tajam.


"Hahaha memangnya apa yang bisa di lakukan pedang berkarat?" ucapnya mengejek pedang Naori.


Naori yang merasa marah karena di ejek dari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat ke pedang yang di pegangnya.


"Mulai!"


Seketika Naori langsung menghentikan waktu dan memukul leher orang itu .


Time Release


Waktu kembali normal dan orang yang menghadapi Naori langsung jatuh dan pingsan di lapangan itu.


"Mustahil, aku tidak bisa melihat pergerakan anak ini" ucap pengajar itu di dalam hatinya dengan rasa tetkejut.


Di samping itu, seorang perempuan yang melihatnya dari samping menjadi sangat tertarik dengan Naori dan berkata "Apa dia juga seorang Angel?"


Lawannya yang melihat Arashi hanya pasrah dan terlihat seperti akan menyerah.


"Akan kuberikan 3 serangan pertama padamu" ucap Arashi sambil mengacungkan 3 jarinya kepada lawannya.


"Jangan menyesal ya!" ucap lawannya dan langsung menusuk Arashi dengan tombak nya.


Klang*


Arashi menangkisnya dengan pedang tanpa bergerak dari tempatnya.


Lalu orang itu langsung mengayunkan tombaknya, namun lagi-lagi di tangkis oleh Arashi, dengan gerakan cepat orang itu langsung menusuk Arashi berkali-kali.


"Hhhaaa!!!"


Arashi menghindarinya dan memukul leher lawannya menggunakan punggung pedangnya, lawannya langsung terjatuh dan pingsan seperti lawan yang di hadapi Naori.


"Gerakan itu sama seperti gerakan murid pindahan tadi" batin pengajar itu saat melihat gerakan Arashi.


Pertandingan Sparring terus berlanjut, satu per satu siswa mulai tersingkir, Sparring itu membuat semua murid dari kelas lain muncul dan melihat pertandingan itu atas izin para pengajar di kelasnya masing-masing.


Klang* Klang* Klang*


Suara benturan antara pedang bergema di lapangan itu di sertai sorakan para murid dari kelas lain yang melihat pertandingan itu.


Dark Wave


Ombak kegelapan muncul dan membuat lawan yang di hadapi Naori terhanyut dan keluar dari arena pertandingan.


Waktu berlalu begitu lama, Pertandingan Sparring telah mencapai babak semi final.


Pertandingan antara Naori VS Riri dan Arashi VS Senkaku, suasana pertandingan antara murid-murid teratas menjadi sangat sengit setelah Naori masuk dan membuat para siswa lainnya terkejut, karena Naori sendiri adalah murid pindahan yang baru masuk hanpir semua orang tidak mengenalnya.


"Mulai!"


Sesaat setelah pertandingan di mulai Riri langsung menyerang Naori dengan tebasan pedang, "Mana Slash!" Tebasan itu meluncur mengenai Naori.


"Wind Slash!" Naori membalas tebasan Riri dengan tebasan yang lain, kedua serangan itu bertubrukan dan meledak, di saat pandangan lawan tertutup karena ledakan itu Riri dan Naori bergerak maju dan menyerang.


Klang* Suara pedang yang terbentur kembali terdengar.


Magic Missile


Naori yang menyerang dari dekat membuat Riri mundur dari adu pedang dan menjaga jaraknya sambil menghindari serangan peluru Naori.


Ciu~


Sebuah peluru mengenai tangan Riri dan membuatnya mengeluarkan darah, seketika suasana para siswa yang melihat kejadian menjadi senyap dan menunjukkan ekspresi suram.


"Bajingan ini! bunuh dia!"


"Iya bunuh dia!"


"Beraninya murid baru menyerang sang putri!"


Seketika teriakan para siswa mencaci-maki Naori terdengar dari seluruh tempat itu.


Pertandingan berhenti sesaat, namun Naori tidak mengalihkan pandangannya, Riri pun langsung mengangkat tangannya dan berteriak "Diamlah! kalian menganggu pertandinganku" ucapnya dengan ekspresi marah.


"Para penggemarmu bersorak untuk mu, kenapa kau menghentikannya?" tanya Naori.


"Karena mereka menganggu jalannya pertandingan" jawab Riri, "jadi bisakah kita melanjutkannya?" lagi ucapnya sekali lagi memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang.


"Yah~ ... Ayo segera akhiri ini!" Ucap Naori dengan ekspresi serius.


Keduanya pun bersiap dan ...


Zriing~


Suara tebasan dari ke duanya terdengar nyaring, karena cepatnya serangan yang di lancarkan jeda waktu tebasan terjadi setelah beberapa detik kemudian, Riri yang tidak sengaja menggerakkan tubuhnya tertebas di bagian dadanya.


Sedangkan Naori yang masih terdiam hanya memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.


"Aku menang! ..." Ucapnya berbalik dan melihat Riri yang terjatuh karena serangannya.


To be Contiuned*