Magic Blessing In Another World

Magic Blessing In Another World
Chapter 24



Pemusnahan Tim Khusus Victor


"Apa semuanya sudah siap?" Tanya ketua tim Victor.


"Kami sudah siap jawab semua orang yang ada disana"


"Kalau begitu ayo masuk!"


Lalu setelah mereka masuk ke dalam gate.


"Gate ini berlatar Gurun ya? Ini agak susah, Aku rasa kita harus cepat me-"


"Hey, rasanya nikmat bukan?"


"Apa yang-"


Bruk* Ketua tim Victor jatuh.


"Aahhh sayang sekali dia langsung mati"


Lalu seseorang melancarkan serangan.


Reflex


"Ups hampir saja"


"Kau....Siapa kau sebenarnya?"


"Entahlah" Jawab Naori dengan senyuman jahat.


"Summon!"


Knight telah disummon


Starlight Knight


Chaos Knight


Priestess Knight


Telah disummon


Skill Lock Target


"Habisi orang-orang yang sudah aku tandai! Biarkan saja yang lain! mereka hanya korban yang terlibat dalam hal ini"


"Baik tuan" Jawab ketiga Knight itu


"Khe khe khe Beginikah rasanya menjadi seorang Raja?"


"Aku hanya tinggal memerintahkan para bawahanku untuk melakukan pekerjaanku, tapi ya....itu bukanlah kebiasaanku"


Teleportasi


Scrash* Naori menebas seseorang.


"Khe khe khe Aku lebih suka membunuh mereka dengan tanganku sendiri"


Lalu setelah pembantaian itu Para Knight menghadap ke Naori.


"Semuanya sudah mati tuan, kecuali orang-orang yang gemetaran disana" Ucap Starlight.


"Kerja bagus kalian"


Starlight Knight


"Starlight Knight, Aku awalnya menyangka kalau Chaos Knightlah yang menyelamatkanku saat aku di Odd Gate SSS Rank, karena yang disummon saat itu Chaos Knight dan aku pingsan saat pemanggilan pertama, jadi aku tidak tau, tapi tak kusangka kalau itu adalah Starlight yang pertama kali muncul"


Lalu Chaos Knight


"Aku memanggilnya saat berhadapan dengan Stelleanor"


Dan yang terakhir Priestess Knight


"Aku memanggilnya 1 minggu setelah aku memanggil Chaos Knight, Tapi setelah itu Ticket Summon Knight hilang dan ketiga Knight ini berada di bawah kendaliku"


"Ini sangat bagus, karena yang aku tau kekuatan mereka bertiga setara dengan Transcendent Rank"


"Baiklah saatnya menyelesaikan Gate ini"


Lalu Naori beserta ke-tiga Knightnya memburu seluruh Bahemoth yang ada di Gate itu.


"Starlight Serang kakinya!"


"Chaos Buyarkan pikirannya!"


"Priestess bantu aku dari jauh!"


"Baik tuan" Jawab ketiganya.


Scrash* Starlight Knight menebas Kaki Bahemoth itu.


Skill Cursed Mind


"Tuan saya sudah menahan pikirannya" Ujar Chaos Knight


"Itu saja sudah cukup"


"Dewi cahaya tolong berikan tuanku kekuatan" Ujar Priestess Knight.


Skill Physical Enhancement


"Hhhaaaa"


Scrash* Naori menebas Bahemoth itu.


"Setidaknya, aku bisa membunuhnya dengan aman tanpa menghabiskan banyak Magic Power"


Ting! Level up!


"Ehh? Akhirnya aku naik level ke level 250"


Status!


"System Masukkan 50,000 Point Stat ke Intelligence!"


"Khe khe khe Point Intelligence ku sudah 75,000 Point jadi Regenerasi Magic Powerku 750 Magic Power per detik"


"Sekarang mengeluarkan banyak Magic Power tidak akan membuat MPku terkuras"


"Emm....Kurasa menaikkan Kapasitas juga penting jadi masukkan 23,000 Point stat ke MP!"


"Lalu masukkan 10,000 Point ke Strenght!"


"Aku masih memiliki sekitar 100,000 Point stat, jadi akan kusimpan untuk sementara jika saja ada keadaan darurat"


"Untuk sekarang lebih baik melihat bagaimana reaksi Keluarga Arnolt saat mereka tau kalau Tim Khusus yang mereka banggakan itu Musnah dibawah tanganku"


"Akan kupanggil kalian lagi nanti"


"Baik tuan" Ucap ketiga Knight itu.


"Unsummon!"


Lalu Naori berjalan menuju pintu Gate untuk keluar.


"Ehhh orang-orang itu sudah keluar duluan ya?"


"Entah kenapa tapi firasatku tidak enak"


Perception


Magic Shield


Imune Damage


"Aku tidak boleh naif di hadapan situasi yang seperti ini"


Lalu Naori keluar dari Gate


"Tembak!"


Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!


Suara tembakan Magic Power dari banyak orang bergemuruh di tempat itu.


"Kugh* Orang-orang sialan ini berani menyergapku?"


"Apakah berhasil?" Tanya salah seorang disana.


"Kemungkinan berhasil" Jawab yang lainnya.


"Jangan lengah, Bersiap untuk bertarung! lawan kita adalah Dark Crow"


Uhuk uhuk* Naori batuk.


"Ya ampun baru berapa lama ini? kalian sudah berkumpul sebanyak ini?"


"Dia terluka, cepat tembak lagi!"


Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar! Duar!


Teleportasi


"Dia menghilang?, para Swordman jaga para Magician kalian masing-masing"


"Baik!" Ucap semua orang yang ada ditempat itu.


"Kalian benar benar ingin menindas orang ya?" Ucap Naori di atas orang-orang itu.


Instant Healing


Seketika Luka Naori sembuh.


"Asal kalian tau ya, di Bombardir seperti itu rasanya benar-benar menjengkelkan kau tau?"


"Karena itulah, sekarang ini giliranku untuk membombardir kalian"


Magic Ball


"Nah apakah kalian masih hidup setelah dibombardir ribuan bola-bola Magic?"


"Rasakan ini!" Naori mengarahkan tangannya ke bawah.


"Para Magician cepat buat pelindung!"


"Baik" Ucap para Magician.


Lalu sebuah pelindung menyelumiti orang-orang itu dari serangan bola magic Naori.


"Hey hey ini tidak seru" Ucap Naori seraya membuat sebuah tombak yang terbuat dari Dark Elemen.


"Seharusnya pelindung itu hancur seperti ini"


Naori melemparkan tombak itu seraya berkata "Hancurkan pelindung itu Dark Spear!"


Tombak hitam itu meluncur dan menghancurkan pelindung itu.


Prang! Pelindung itu hancur dan bola-bola magic membombardir orang-orang itu.


Aarrkhhh* Tolong!


"Cih....walaupun itu tidak mematikan tapi rasanya pasti sangat sakit"


"Sangat cocok untuk melampiaskan sedikit rasa kesalku kepada mereka"


"Saatnya pulang, kurasa Kaori dan Segawa sudah keluar dari kapsul"


Tiba-tiba sebuah serangan muncul entah dari mana.


"Ups Hampir kena, siapa itu?" Naori menoleh ke arah datangnya serangan.


"Beraninya kau meniru wajahku dan mengambil Lisensi Awakenerku"


"Aahhh kau rupanya, apakah tidurmu nyenyak?"


"Beraninya kau!"


"Lebih baik orang lemah diam saja" Ucap Naori yang tiba-tiba ada dibelakang orang itu.


Orang itu diam membeku.


"Atau mungkin nasibmu akan seperti mereka"


Teleportasi


Lalu Naori menghilang dari tempat itu.


Chip Penyimpanan


Setibanya Naori dirumah Ia terkejut karena Kaori dan Segawa masih belum keluar dari kapsul dan berkata "Aahhh sial ini sudah 2 Jam sejak tadi, tapi mereka berdua bahkan belum keluar"


"Aku semakin penasaran, bagaimana rasanya Dunia MMORPG, pasti sangat seru kan?"


Muka Naori mulai cemberut seraya berkata "Aahhh sial, kenapa hatiku malah tidak tenang?"


"Kurasa aku ingin mengunjungi nenek saja"


Lalu saat berada di Pasar gelap


"Nek aku datang lagi" Naori melambaikan tangannya.


"Ohh cucuku akhirnya kau datang, jadi apa kau ingin menjual sesuatu? Atau mungkin ingin membeli sesuatu?"


"Aku kesini hanya untuk bermain-main nek"


"Ya ampun anak muda jaman sekarang hanya tau bermain saja"


"Hehe, nek bisakah aku membeli beberapa skill stone?"


"Tentu, nenek punya 5 disini"


Lalu nenek itu mengambil batu skill yang ada di kotak hitam yang berada di mejanya.


"Lihatlah! skill stone yang satu ini berwarna Emas"


"Jangan-jangan skill stone langka?"


"Tentu saja langka, nenek menyimpannya karena sangat langka"


"Kalau begitu berapa harganya nek? Aku beli semuanya"


"Jika dijumlah semuanya....Totalnya 5 Koin Magic"


"Hah? 5 Koin Magic? Itu artinya 500 Koin Platina, mahal banget"


"Tentu saja, karena skill stone ini bisa langsung memberikan kemampuan pada seseorang"


"Baiklah nek, Karena aku tidak punya Koin Magic jadi aku akan membelinya dengan 500 Koin Platina nek"


"Tunggu nenek siapkan chip terlebih dahulu!"


Lalu nenek itu mengambil sebuah chip penyimpanan dari dahinya.


"Euhh* berapa kali pun aku tetap tidak terbiasa melihatnya" Ucap Naori didalam hatinya.


"Cepat transfer ke dalam chip ini"


Sebentar nek lalu Naori mengeluarkan Chipnya dan mentransfer 500 Koin Platina.


"Nak aku selalu heran setiap kali melihatmu"


"Heran kenapa nek?"


"Chip biasanya diletakkan di dahi untuk disimpan agar aman, agak aneh saja karena aku belum pernah melihatmu mengeluarkan chip dari dahimu, dimana kau menyimpan chip milikmu?" Tanya nenek itu.


"Ohh jadi karena itu nenek heran"


"Yah mau bagaimana lagi kan? Masa Chip kecil seperti ini disimpan di dahi? apalagi saat masuk ke dalam dahi itu bisa melekat pada otak agar otak bisa mengontrol keluar masuknya Chip ini" Ucap Naori didalam hatinya.


Lalu Naori memegang kepalanya seraya membuat wajah ketakutan.


"Membayangkan Chip seperti ini menjadi parasit bagi otakku saja sudah membuatku ketakutan, bagaimana jika Chip itu rusak dan meledak? Bukankah aku akan mati karena yang pertama kali meledak adalah otakku?" Ucap Naori didalam hatinya


"Aku tidak terbiasa meletakkan Chip seperti ini di dahiku nek" Jawab Naori.


"Dasar anak muda jaman sekarang....terserah kau saja nak, jaga baik-baik Chipmu! kalau sampai hilang bisa-bisa pemasukan nenek akan turun"


"Tenang saja nek, aku akan menjaganya dengan baik kok" Ucap Naori seraya tersenyum.


"Lagipula aku menyimpannya di Inventory System bagaimana bisa hilang" Ucapnya didalam hati.


To be Contiuned*