
Pertarungan singkat
"Hah kenapa orang biasa ingin mendaftar? kau ingin mati nak?" tanya salah seorang juri yang heran dengan Naori karena tidak memiliki Magic Power.
"Ahh maafkan aku" Ucap Naori sambil melepaskan kalungnya.
Boom!
Tekanan Transcendent Rank terasa sangat kuat dari tubuh Naori yang mulai keluar dengan ganas seperti banyak Magic Power meluap-luap.
"Transcendent Rank? kuat sekali, bahkan tekanannya sampai keluar dari ruangan ini" Ucap juri itu di dalam hatinya.
Lalu Juri itu menyiapkan sebuah kertas dan menuliskan beberapa tulisan dan bertanya kepada Naori "Siapa namamu?"
"Eemm ..." Ucap Naori terdiam dengan ekspresi gugup.
"Alter, siapa nama samaranku? Aku tidak mungkin bilang Naori kan?" tanya Naori kepada Alter di dalam hatinya.
[Naoya]
"Naoya, namaku Naoya" Ucap Naori dengan ekspresi gugup dan banyak keringat mulai menetes dari wajahnya.
"Baiklah untuk pertandingan selanjutnya adalah giliranmu, bersiaplah untuk memasuki arena"
"Baik" Ucap Naori berbalik dan berjalan pergi dengan langkah yang cepat.
"Aahhh itu hampir saja"
[Syukurlah Master]
"Baiklah, Sekarang adalah ronde ke-14 aku yakin kalian sudah tidak sabar melihat siapa petarung yang selanjutnya" Ucap Wasit yang ada di arena itu menggunakan microfon.
"Kita sambut pemenang ronde sebelumnya, Sang juara bertahan yang sudah memenangkan 13 ronde hari ini ... kita sambut Void sang penghancur"
Lalu orang yang dipanggil Void itu memasuki arena dengan melambaikan tangannya kepada para penonton dengan tersenyum bangga terlihat di mukanya.
"Dan kita sambut sang penantang baru yang sangat asing namun sangat kuat ini ... Naoya" Ucap wasit itu menjulurkan tangannya ke arah Naori.
Lalu Naori mulai masuk ke dalam arena dengan tekanan Magic Power yang meluap-luap.
"Apa kalian sudah siap?" tanya wasit itu kepada mereka berdua.
"Bersiaplah! karena aku akan menghancurkanmu" Ucap Void sambil memasang kuda-kudanya untuk bersiap menyerang Naori.
"Hah ..." Naori menghela nafasnya dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Mulai" Ucap wasit itu memulai pertandingan.
Perception
"Alter benar, rasanya seperti waktu disekitarku mulai melambat, tidak bukan melambat tapi pikiranku yang berpikir lebih cepat"
Teleportasi
Naori berada dibelakang Void seketika, lalu Naori menendang punggungnya sebagai serangan pertama.
"Kugh* Sejak kapan dia disana?"
Void yang terkena serangan Naori langsung berbalik dam melancarkan serangannya.
Wush!
Sebuah pedang kecil yang terbentuk dari Magic Power muncul di kedua tangan Void yang melancarkan serangan kepada Naori.
Reflex
Naori yang merasakan bahaya langsung menghindar dan menjauh dari Void.
"Apa kau hanya bisa menghindar?" Ucap Void memasang kuda-kudanya kembali.
Eatrh Domination
Seketika setelah Void mengeluarkan skill itu, arena itu diselimuti oleh tanah yang menjalar sangat cepat hingga menutupi seluruh arena.
Hup*
Naori melompat untuk menghindari tanah itu karena waspada dengan kemampuan yang di keluarkan oleh Void, lalu setelah berada di udara cukup lama Naori mulai mendarat kembali ke arena itu.
"Kena kau!" Ucap Void yang menggenggam tangannya yang mengarah kepada Naori.
"Hhmmm" Naori terkejut oleh tanah yang bergerak menyelimuti kaki Naori.
"Apa hanya ini yang kau rencanakan?" tanya Naori menatap tajam Void.
"Jangan meremehkan Earth Domination milikku, kau tidak tau sudah berapa banyak yang terjerat di dalamnya"
"Hah ..." Kalau hanya ini yang kau andalkan sebagai kemampuanmu, maka kau sangat naif" Ucapan terakhir Naori sebelum seluruh tanah menyelimuti hingga seluruh tubuhnya kepada Void yang merasa bangga karena telah menjebak Naori dengan tanah miliknya.
"Naif? Hahaha Kau hanya bisa bicara, kalau aku memang naif maka seharusnya kau bisa keluar dari sana ... tapi lihatlah! kau bahkan tidak berkutik saat aku menjebaknya" Ucap Void sembari menertawakan Naori.
Duar! suara ledakan terjadi di sekitar tanah yang menyelimuti Naori.
"Sudah kubilang kan? Kau sangat Naif" Ucap Naori yang meregangkan tubuhnya.
Tidak mungkin, bagaimana caramu keluar dari sana? ucap Void yang terkejut saat melihat Naori mampu keluar dari jeratannya.
"Ini akan jadi pertandingan yang singkat"
Skill Strenghening X Swift Step
Swush!
Angin berhembus sangat cepat Naori melaju kearah Void dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat olehnya.
Strike
Naori meninju perut Void dan mengarahkanmya kebawah dengan kekuatan penuhnya.
Duar!
Arena yang diselimuti oleh tanah itu hancur sehingga membuat tanah yang menyelimutinya berhamburan menyebar hingga ke tempat duduk para penonton.
"Menggunakan double skill seperti ini sangat mengerikan, dengan kekuatan yang ditingkatkan Strenghening dan kecepatan yang ditingkatkan Swift step itu mampu membuat sebuah serangan yang kuat dan cepat yang hampir tidak bisa ditangani oleh orang yang tidak memiliki skill percepatan pikiran sepertiku"
"Hah ..." Naori menghela nafasnya "sepertinya kekuatanku sudah sangat kuat untuk menghadapi satu orang, namun target pembalasan dendamku adalah sebuah keluarga besar jadi aku membutuhkan kekuatan yang mampu mengalahkan beberapa orang sekaligus" Ucap Naori sambil menggenggam tangannya
[Jangan lengah Master! dia masih belum kalah]
"Transcendent Rank tidak mungkin dikalahkan begitu saja kecuali dibunuh kan?"
[Jangan Master]
"Baiklah" Ucap Naori menurut dan menunjukkan ekspresi kecewa.
"Aku lengah, bagaimana caramu bisa menjadi secepat itu?" Ucap Void sambil berusaha berdiri.
Naori maju dengan cepat dan berputar lalu menendang Void yang masih terhuyung-huyung karena pukulan Naori.
Buk!
Void terpental jauh keluar dari arena, namun sebelum Void keluar dari arena Naori muncul dibelakangnya dan menendangnya lagi.
Buk!
"Ini adalah pengakhiran" ucap Naori yang menyiapkan tangannya untuk menyerang Void.
Whirlwind
Tangannya dipenuhi oleh magic power yang dipadatkan sehingga skill yang baru saja dikeluarkannya menjadi sedikit lebih kuat.
Swush!
Angin ****** beliung membuat Void terbang keluar dari arena.
[Master, sepertinya anda tidak boleh menggunakan elemen angin lagi]
"Ehh, kenapa?" tanya Naori yang tiba-tiba saja kaget mendengar ucapan Alter.
[Jika Master menggunakan elemen angin, identitas Dark crow bisa terbongkar]
"Benar juga" ucap Naori menyokong dagunya dan berpikir.
"Mungkin aku harus menentukan atribut tersendiri untuk identitasku masing-masing" ucapnya yang menemukan jawaban atas peringatan Alter.
"Selamat Naoya telah menjadi pemenang baru yang telah mengalahkan Void sang penghancur yang memenangkan 13 ronde sebelumnya" Ucap wasit itu mendekati Naori.
"Aahh iya" ucap Naori sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Selamat, ini adalah hadiah anda karena telah memenangkan ronde ini" ucap wasit itu sembari menunjukkan beberapa koin magic yang dibawa oleh seorang wanita menggunakan sebuah papan uang dihiasi oleh sebuah kain pernak-pernik dari magic stone yang berkilau.
"Ehh?" Naori yang terkejut hanya diam membeku di arena itu sambil memandangi beberapa keping koin yang dibawa padanya.
"Ini dia, 10 keping koin magic"
Lalu Naori mengambil koin itu dan menyimpannya di inventory system, "Alter simpan itu!" Ucapnya membalikkan badannya lalu pergi dari arena itu.
Puk! wasit itu menepuk pundak Naori dan berkata "Kau mau kemana Peserta Naoya?"
"Aku ingin pergi berjalan-jalan lagi" jawab Naori.
"Kau tidak bisa pergi sebelum mengalahkan seluruh peserta yang akan menantang" ucap wasit itu mengancam Naori.
"Apa yang- ... kau katakan?" Ucap Naori menoleh kebelakang dengan menunjukkan ekspresi terkejut kepada wasit dari pertandingan itu.
To be Contiuned*